RS As Suyuthiyyah Pati Galakkan Pendidikan Kesehatan di Pesantren

Hunian yang padat seperti di pesantren merupakan salah satu faktor risiko penyebaran penyakit, utamanya penyakit menular.  Selain itu, curah hujan yang  tinggi di Kabupaten Pati selama Januari 2020 juga berdampak terhadap tren kenaikan beberapa kasus penyakit seperti Demam Berdarah Dengue dan Thipoid.

Untuk meminimalisir jumlah angka kesakitan di kalangan santri Rumah Sakit As Suyuthiyyah memberikan pendidikan kesehatan dasar kepada santri. Pendidikan kesehatan dasar yang diberikan berupa materi tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di pesantren serta pola makan sehat untuk santri.

Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Jum’at 17 Januari 2020 di Auditorium Pesantren Raudlatul Ulum Trangkil Pati dengan menghadirkan 2 pemateri. dr. Yessie Susanti memaparkan materi terkait penyakit penyakit menular, faktor risiko, penyebab, upaya pengendaliannya serta PHBS di pesantren. Sementara materi terkait upaya pemenuhan gizi remaja dan pola makan seimbang disampaikan oleh ahli gizi dari Rumah Sakit As Suyuthiyyah.

RS As Suyuthiyyah Galakkan Pendidikan Kesehatan di Pesantren

“Gaya Hidup Bersih dan Sehat harus dimulai dari diri sendiri, kemudian ditularkan ke lingkungan,  meskipun berada di pesantren dengan segala keterbatasan, jangan menjadikannya alasan, karena kesehatan merupakan modal utama kita dalam menuntut ilmu” jelas pemateri dalam pemaparannya.

“Untuk menjadi sehat juga sangat didukung dengan pola makan yang sehat, namun  yang perlu digaris bawahi, makanan sehat tidak harus mahal, usahakan konsumsi makanan yang beragam, hindari fanatik terhadap satu jenis makanan tertentu, juga imbangi dengan aktivitas fisik dan olahraga. Ingat, apa yang kita konsumsi berpengaruh terhadap daya tahan dan kekebalan tuhuh kita, ketida daya tahan tubuh melemah segala macam penyakit akan sangat mudah menyerang tubuh” tambah pemateri selanjutnya.

Kegiatan ini ditutup dengan  pemantauan berat badan dan tinggi badan santri untuk mengetahui Indeks Masa Tubuh santri sebagai salah satu upaya deteksi dini obesitas. Diharapkan kegiatan ini dapat memicu kesadaran akan pentingnya berperilaku bersih dan sehat di kalangan santri, sehingga pesantren bukan lagi menjadi salah satu kawasan beresiko penyakit, tapi sebaliknya pesantren dapat menjadi pionir dalam upaya pemberantasan penyakit.

Sharing is caring!

(Visited 75 times, 1 visits today)