Rumah Sakit Harus Miliki Kesiapsiagaan Bencana
Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang jatuh pada 26 April 2017, RS Baptis Kota Batu, Jawa Timur, gelar apel bersama.

Rumah Sakit menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan bencana. Untuk itu, pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang jatuh hari ini, 26 April 2017, di Rumah Sakit Baptis, Kota Batu, Jawa Timur, diselenggarakan apel bersama.

dr Dolly Irbantoro dari RS Baptis Kota Batu mengatakan, sebagai bagian dari masyarakat, rumah sakit punya peran dalam meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Untuk itu, pihaknya mendukung pencanangan hari kesiapsiagaan bencana nasional.

“Seperti kita tahu, negara kita ini memang sangat berisiko terhadap bencana. Apalagi banyak terjadi bencana beberapa waktu belakangan ini,” kata dr Dolly usai apel bersama Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional¬†di ruang serbaguna, RS Baptis Kota Batu.

Bencana terjadi akibat perbuatan manusia maupun faktor alam. Apalagi, kini perubahan cuaca semakin sulit diprediksi. Hal ini yang menyebabkan bencana alam mudah terjadi, sehingga dituntut kesiapsiagaan dalam mengantisipasi maupun menangani bencana.

Dia menjelaskan, upaya yang dilakukan RS Baptis adalah mengedukasi segenap stakeholder yang terlibat dalam penanganan bencana, terutama masyarakat umum agar mampu menolong sesama.

“Bentuk edukasi yang diberikan seperti bantuan hidup dasar, penanganan henti jantung, dan cara mengevakuasi pasien atau korban bencana,” ujarnya.

Edukasi ini penting, karena menurutnya, kesalahan dalam penanganan evakuasi justru membawa korban lebih parah yang dapat menimbulkan kecacatan bahkan kematian dari korban bencana.

Secara periodik, RS Baptis Kota Batu melaksanakan pelatihan atau training penanganan korban bencana yang diikuti oleh seluruh pegawai.

“Setiap staf (RS Baptis Kota Batu), mulai pegawai taman sampai direktur, harus berlatih bagaimana cara melakukan bantuan hidup dasar. Harapannya, ketika terjadi sesuatu kami sudah siap menanganinya,” ungkapnya.

Ke depan, dia berharap banyak instansi yang dapat bekerja sama untuk melatih anggotanya menghadapi bencana. “Kami tawarkan cuma-cuma untuk berlatih dalam penanganan bencana alam, silakan menghubungi kami,” ucapnya.

Kendati siap, terbersit harapan tidak terjadi bencana. Namun, saat terjadi diperlukan kesiapsiagaan menanganinya.

“Kami mendukung upaya BNPB bahwa langkah preventif terpenting daripada langkah kuratif,” pungkasnya.

SUMBER

Sharing is caring!

(Visited 87 times, 1 visits today)