Saatnya Anak Muda Ambil Peran di “Generasi Bebas Stunting”
Program ini mengajak anak-anak muda untuk ambil peran dan menyadarkan lebih banyak masyarakat bahwa stunting adalah pekerjaan rumah kita bersama yang memerlukan kerjasama dan gotong royong berbagai pihak.

Jakarta, 23 Mei 2022, data terkini menunjukkan bahwa sekitar 9 juta balita Indonesia saat ini mengalami stunting, yang artinya 1 dari 3 bayi yang dilahirkan terdiagnosa stunting. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya.

Stunting sangat penting untuk dicegah. Hal ini disebabkan oleh dampak stunting yang sulit untuk diperbaiki dan dapat merugikan masa depan anak. Stunting pada anak dapat mempengaruhinya dari ia kecil hingga dewasa, karena stunting akan mengganggu perkembangan otak, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik. Jika kita membiarkan stunting terjadi pada anak-anak, maka ini menjadi tantangan terbesar negeri kita karena akan menyebabkan rendahnya kualitas sumber daya manusia usia produktif nantinya.

Untuk itu, Indorelawan dan PT Paragon Innovation & Technology berinisiatif membuat sebuah program kerelawanan bernama Generasi Relawan, dengan tujuan menggerakkan anak muda agar dapat berperan aktif dalam menyelesaikan isu sosial di Indonesia, membentuk calon pemimpin yang memiliki kepekaan sosial dan menjadikan kerelawanan sebagai gaya hidup mereka. Salah satu fokus isu Generasi Relawan adalah kesehatan di ranah stunting. Program Generasi Bebas Stunting bertujuan untuk menjadi wadah bagi para relawan dalam memahami isu stunting dan mengambil peran untuk menurunkan angka stunting dan mencegah stunting terjadi pada anak-anak Indonesia.

BACA JUGA:  Suku Korowai Darurat Kesehatan, Ada Pustu Tapi Tak Ada Petugas Medis

Relawan sebagai agen perubahan akan mendapatkan tambahan wawasan melalui kelas pembekalan virtual dari narasumber, melakukan aksi atau tantangan untuk mengedukasi stunting ke orang sekitar atau kader posyandu yang berada di sekitarnya, serta menggalang donasi untuk membeli alat-alat ukur tumbuh kembang anak yang akurat untuk kegiatan di posyandu.

“PT Paragon Technology & Innovation berharap semoga program Generasi Bebas Stunting ini panjang umur dan terus berlanjut hingga menyentuh jutaan anak muda Indonesia, sehingga akan semakin banyak lagi penggerak-penggerak kebaikan di masyarakat yang peduli dengan isu sosial terutama isu stunting ini”, ujar Dwi Eliani, CSR Team PT Paragon Technology & Innovation.

Program Generasi Bebas Stunting yang diinisiasi pada tahun 2021 ini telah diselenggarakan sebanyak 3 batch dengan melibatkan 451 relawan dari 23 provinsi. Dari 3 batch tersebut, para relawan telah berkontribusi dengan mengumpulkan total donasi sebesar 41,6 juta rupiah, membantu 59 posyandu yang tersebar di seluruh Indonesia, mengedukasi 1124 orang terkait stunting, membuat 189 konten edukasi di media sosial dan mendistribusikan 1326 poster ukur tinggi badan yang juga digunakan sebagai alat edukasi stunting kepada kader maupun masyarakat.

Generasi Bebas Stunting di Kab Malang

“Masalah stunting ini telah menjadi urgensi nasional, namun banyak yang belum menyadarinya. Kami melihat peluang melalui anak-anak muda, ketika program ini diluncurkan kami juga memiliki kekhawatiran tidak ada yang ingin terlibat. Ternyata di luar dugaan, banyak juga anak-anak muda yang memiliki kepedulian luar biasa, mereka mau terlibat dan turun ke masyarakat melalui Generasi Bebas Stunting. Kami banyak mendengar dan melihat hal yang luar biasa dan membanggakan terjadi dalam 1 tahun kemarin, ini hal yang patut diapresiasi dan perlu terus dilanjutkan agar bisa melahirkan lebih banyak agen-agen perubahan isu stunting di Indonesia”, ujar Marsya Nurmaranti selaku Executive Director Indorelawan dan Program Manager Generasi Bebas Stunting tahun 2022.

BACA JUGA:  GEMASTING di Posyandu Mawar 5 Desa Bojong Rangkas, Kabupaten Bogor Tahun 2022

Sejak tahun 2021, Generasi Bebas Stunting juga turut bekerja sama dengan berbagai pihak seperti 1000 Days Fund, Yayasan Usaha Mulia, Feelwell Ceramics (Toilet Untuk Semua), BKKBN, Kitabisa, dr. Nadhira Afifa, dr. Mesty Ariotedjo, dan dr. Arti Indira yang berperan sebagai knowledge partner maupun pemateri kelas pembekalan.

“Selain mendapat banyak ilmu dari para narasumber yang keren-keren, aku juga dapat banyak wawasan dari cerita dan pengalaman teman-teman relawan. Aku jadi semakin aware dengan lingkungan sekitar terkait isu stunting dan sanitasi. Jadi bisa lebih berbaur dengan masyarakat terutama ibu-ibu kader di Posyandu. Aku juga jadi tertarik membuat konten edukasi di media sosial, yang mana di era digital ini bisa memotivasi aku agar bisa berpikir lebih kritis, kreatif, dan inovatif tentunya dalam menyuarakan isu stunting”, ujar Heryu Wulandari, salah satu relawan Generasi Bebas Stunting Batch 3.

Generasi Bebas Stunting di Sragen

Generasi Bebas Stunting berharap program ini dapat menginspirasi anak-anak muda untuk ambil peran dan menyadarkan lebih banyak masyarakat bahwa stunting adalah pekerjaan rumah kita bersama yang memerlukan kerjasama dan gotong royong berbagai pihak. Untuk itu, kami membuka kembali Generasi Bebas Stunting Batch 4 dan mengajak 200 relawan untuk terlibat, silakan pelajari lebih lanjut dan daftarkan diri di link bit.ly/generasibebasstunting, kami tunggu kontribusimu!


Kontak Person:

Generasi Bebas Stunting (0811-9777-140)
generasibebasstunting@indorelawan.org
www.indorelawan.org/p/generasibebasstunting

(Visited 26 times, 1 visits today)