SKM Jadi Guru, Mengajar itu Asyik Kawan. Selalu Terinspirasi dan Menginspirasi
Mengajar itu asyik kawan. Mengajar itu tersenyum. Dan mengajar itu akan terinspirasi dan menginspirasi.
Lia Farida, S.KM

Lia Farida, S.KM

Guru di SMK Mutiara Terpadu Sukabumi
Lia Farida, S.KM

S.KM…Mengajar?

Kurang dari 4 tahun menantikan gelar sarjanaku, akhirnya penantian itu terjawab tepat pada Bulan Maret 2017, tepat setahun lalu. Alhamdulillah, bulan itu aku dinyatakan lulus dan sudah menjadi hak-ku menyandang gelar S.KM.

Ceritaku tak berakhir, pun masih banyak yang harus aku jalani. Langkah demi langkah, untuk menyelesaikan soal administrasi akademikku di kampus tercinta.

Hingga saatnya, moment yang dinantikan telah tiba, dan semua orang Indonesia sepakat menyebutnya dengan nama WISUDA. Alhamdulillah, kebahagiaan itu sangat lengkap dengan kehadiran orang tuaku.

Yogyakarta. Kota sejuta cerita bagi yang pernah singgah di kota itu. Namun sayangnya masa persinggahanku di kota itu usai sudah. Saatnya aku pulang menuju kota kecil yang menjadi tempat kelahiranku, Sukabumi.

Disanalah aku lahir, dan kini akupun menjadi bagian dari sekian juta populasi penduduknya. Hidup diantara hamparan pasir dan ombak itulah pemandangan indahku, wilayah yang luas dan indah, kau takkan kuat menjangkaunya, biar aku saja yang ceritakan.

Setiap hempasan ombak mengiringi renunganku. Ya…aku seorang pemudi penyandang gelar S.KM yang tengah bimbang menentukan langkah untuk melanjutkan lembaran kisah hidup di masa depan. Tiba-tiba aku ingat Dreams Book, iya…buku yang aku khususkan untuk menulis semua tentang mimpi-mimpiku. Dengan cepat aku bergegas menuju rak buku, mencari buku yang penuh coretan rancangan masa depan, tersadarkan dari sekian rencana yang aku tulis rasanya belum mungkin aku raih saat ini.

Sadar diri karena aku belum memenuhi kualifikasi untuk meraihnya, selalu aku ingat bahwa hidup itu sebuah proses, yang menantang kita untuk sabar dalam menjalaninya secara perlahan tapi dalam kepastian, aku menyebutnya step by step, aku terus berfikir keras untuk menentukan jawaban dari kebimbanganku itu.

Hobi membaca dan menulis membawa jiwaku untuk mencintai pendidikan, entah kenapa saat itu imajinasiku penuh dengan bayangan anak-anak, bangku kelas, seragam sekolah, papan tulis, dan buku-buku pastinya.

Mengajar? Yaaa.. rasanya aku ingin mengajar, dan aku suka sekali mengajar. Sekedar bercerita, bahwa aku pernah berprinsip “Hidup itu pengabdian tanpa batas, aku ingin menikmati masa-masa muda ini dengan mewakafkan diri untuk sesuatu yg bermanfaat”.

Saat ini terkhususkan dalam dunia pendidikan, walapun orang-orang pernah meragukan keinginanku yang satu itu. S.KM mau ngajar? Kan basicnya bukan pendidikan? Kenapa gak masuk RS, Dinkes, Puskesmas, dll..? Bahwa hidup adalah pilihan, setiap manusia memiliki zona waktu, pun seorang S.KM tidak terbatas kiprahnya. Dimanapun dan apapun tetap berkarya mengukir garis-garis mimpi dalam membangun sebuah peradaban yang tak melupakan jati dirinya. Yaaa…Preventif dan Promotif, maka izinkanlah aku untuk mengajar.

“Baiklah nak, apa yang akan engkau ajarkan dan dimana engkau akan mengajar?” tanya ibuku suatu hari.

“Aku akan mengajar di sebuah sekolah dimana Ilmu Kesehatan Masyarakat diajarkan disana, dan aku tahu sekolah itu dimana!” jawabku sambil tersenyum pada ibu yang paling aku cinta dan selalu mendukungku.

Alhamdulillah, singkat cerita, dengan segala kemahaan-Nya dan dengan segala keridhoan orang tua, aku pun diterima untuk menjadi staff pengajar di salah satu sekolah swasta di daerahku. Aku kini mengajar siswaΒ SMK Mutiara Terpadu Sukabumi, SMK Keperawatan, Farmasi, Akomodasi Perhotelan.

SKM mengajar

Oh ya, dalam Ilmu Keperawatan dan Farmasi, salah satu ilmu yang dipelajari adalah Ilmu Kesehatan Masyarakat, Pendidikan Kesehatan, dan itu bagianku. Di sekolah itu juga ada Jurusan Perhotelan, dimana dalam dunia kerja ada namanya Kesehatan dan Keselamatan Kerja, dan itu juga bagianku.

Aku mempelajarinya saat kuliah dulu, aku mencintai dunia pendidikan kesehatan, aku juga suka dengan anak-anak dan sangat tertarik untuk mengajar, dan tertarik dalam pengembangan ilmu kesehatan masyarakat khusunya, senang berbagi ilmu.

“Lakukanlah apapun itu nak, yang membawamu dalam kemanfaatan, jangan pernah melihat sebuah imbalan, lakukanlah dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, biarlah waktu yang menyaksikan langkah-langkah kecilmu itu”, pesan ayahku yang selalu menyambutku setiap pagi ketika hendak berangkat mengajar.

“Apa mau melanjutkan S2 saja nak?”, tanya ayah.

“Nanti saja ayah, belum saatnya. Biarkan jalan ini tertapaki mengikuti arah. Jika sudah waktunya aku pasti lanjut S2 Ayah. Karena pengajar yang baik kaya dengan pengalaman dan ilmu pengetahuan, teori dan juga praktek”, jawabku.

Mengajar itu asyik kawan. Mengajar itu tersenyum. Dan mengajar itu akan terinspirasi dan menginspirasi.

SKM farmasi dan perhotelan

Alhamdulillah, ada satu kawan S.KM juga yang ku kenal di Kalimantan Timur, dia juga menjadi seorang pengajar juga di Jurusan Farmasi dan aku senang bahwa aku tidak sendirian.

Salam Sehat dari Guru Muda di Sukabumi, Lia πŸ™‚

Sharing is caring!

(Visited 750 times, 1 visits today)