Sssstttt...Ini Lho Bahayanya Kalau Kamu Menikah Muda!
Pada pernikahan dimana kedua mempelai masih berusia remaja, yang paling dirugikan sebenarnya adalah pihak perempuan. Ini Bahayanya Kalau Kamu Menikah Muda!

Sabtu, 6/7 2019 sekira 30 orang pemuda pemudi berkumpul di rumah salah satu anggota Karang Taruna Dukuh Kedunggandu RT 14 Desa Puro Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen. Selain dalam rangka arisan rutin awal bulan, dalam kegiatan kali ini juga dilakukan edukasi kesehatan remaja, yang disampaikan oleh Renati Nur Linde dari Forum *GenRe Sragen. Turut hadir pula Kang Niwa selaku Founder Kesmas-ID dalam pertemuan ini.

Materi Bahaya Nikah Muda

Membawakan materi tentang resiko menikah muda, para pemuda-pemudi Kedunggandu diajak mengenal betapa berbahaya, beresiko menikah usia muda, beresiko untuk ibunya juga bagi bayinya.

1. Tekanan Darah Tinggi

Hamil di usia sangat muda memiliki risiko yang tinggi terhadap naiknya tekanan darah. Seseorang bisa saja menderita preeklampsia, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, adanya protein dalam urin, dan tanda kerusakan organ lainnya. Pengobatan harus dilakukan untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi, tetapi secara bersamaan hal ini juga dapat mengganggu pertumbuhan bayi dalam kandungan.

BACA JUGA:  Hima Kesmas UPNVJ Kupas Tuntas Problematika Kesehatan Reproduksi Remaja

2. Anemia

Hamil di usia remaja juga dapat menyebabkan anemia saat kehamilan. Anemia ini disebabkan karena kurangnya zat besi yang dikonsumsi oleh ibu hamil. Itu sebabnya, untuk mencegah hal ini, ibu hamil dianjurkan untuk rutin mengonsumsi tablet tambah darah setidaknya 90 tablet selama masa kehamilan.

Anemia saat hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan kesulitan saat melahirkan. Anemia yang sangat parah saat kehamilan juga dapat berdampak pada perkembangan bayi dalam kandungan.

3. Bayi lahir prematur dan BBLR

Kejadian bayi lahir prematur meningkat pada kehamilan di usia sangat muda. Bayi prematur ini pada umumnya mempunyai berat badan lahir rendah (BBLR) karena sebenarnya ia belum siap untuk dilahirkan (di usia kurang dari 37 minggu kehamilan). Bayi prematur berisiko untuk menderita gangguan sistem pernapasan, pencernaan, penglihatan, kognitif, dan masalah lainnya.

4. Ibu meninggal saat melahirkan

Perempuan di bawah usia 18 tahun yang hamil dan melahirkan berisiko mengalami kematian saat persalinan. Pasalnya, di usia belia ini tubuh mereka belum matang dan siap secara fisik untuk melahirkan. Selain itu, panggul mereka yang sempit karena belum berkembang sempurna juga dapat menjadi penyebab bayi meninggal saat dilahirkan.

BACA JUGA:  Pentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Pernikahan dini sendiri, menurut UNICEF (United Nations Children’s Fund), dilakukan karena beberapa faktor, diantaranya:

  1. Kemiskinan
  2. Tingkat pendidikan yang rendah
  3. Anggapan bahwa menikah adalah sumber rezeki untuk mendapatkan uang
  4. Anggapan bahwa menikah bisa menjaga nama baik dan kehormatan keluarga
  5. Norma sosial
  6. Mengikuti hukum adat dan agama
  7. Aturan hukum pernikahan yang kurang tegas

Founder Kesmas-ID hadir di PIK KRR Tunas Muda

Pada pernikahan dimana kedua mempelai masih berusia remaja, yang paling dirugikan sebenarnya adalah pihak perempuan, karena pernikahan usia muda ini akan mengorbankan perkembangan fisik atau mungkin juga mental wanita. Hamil terlalu muda dan berhenti sekolah bisa membatasi kesempatan wanita untuk berkarier. Pernikahan dini juga meningkatan risiko adanya kekerasan dalam rumah tangga.

Cukup menarik diskusi tentang resiko menikah muda, betapa tidak, peserta yang hadir masih usia sekolah (SMP – SMA) dan diajak berani berbicara tentang perkawinan, meski malu-malu tapi mereka merasakan manfaat dari materi yang disampaikan.

BACA JUGA:  Lokmin Puskesmas Ngawen 2, Inovasi Posbindu Remaja Jadi Sorotan

“Terima kasih Mbak Rena, Mas Niwa sudah menyepatkan waktunya untuk berbagi ilmunya kepada kami semua, semoga bermanfaat untuk saya dan juga teman-teman nantinya”, ujar Windha salah satu peserta yang juga kader PIK-R Tunas Muda.

PIK KRR Tunas Muda Desa Puro Karang Malang Sragen


Program GenRe adalah Program yang dikembangkan BKKBN dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana; berkarir dalam pekerjaan secara terencana; serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Program GenRe tersebut dilaksanakan melalui pendekatan langsung kepada remaja serta orang tua yang memiliki remaja. Pendekatan kepada remaja dilaksanakan melalui pengembangan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) dan pendekatan kepada orang tua yang memiliki remaja dilaksanakan melalui pengembangan Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR).

Pada saat ini, PIK Remaja berjumlah sekitar 23.579 tersebar di 34 Provinsi yang diharapkan menjadi wadah bagi remaja untuk berkumpul, berbagi cerita, berkreatifitas dan saling tukar informasi. Salah satunya yaitu PIK-R Tunas Muda di Kedunggandu Karangmalang Sragen ini.

Infografis Nikah Muda di Indonesia
Sumber Gambar Tirto.id

Sharing is caring!

(Visited 257 times, 1 visits today)