Betty, Ya-Wen Chiu, Ph.D

Telah dilaksanakan kegiatan Webinar Internasional oleh HMKM UPN Veteran Jakarta, 2021 pada Sabtu, 24 Juli 2021 secara online via Zoom meeting dari pukul 08.30 sampai dengan 12.30 WIB. Tema dari webinar internasional ini adalah “Strategies for Improving the Healthcare Service Quality to Strengthen Health Security in the COVID-19 Pandemic Era”. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 630 mahasiswa, dosen, maupun partisipan lainnya dari internal UPN Veteran Jakarta atau pun institusi lain dari seluruh Indonesia dan beberapa negara lainnya, seperti Qatar, Prancis, Nigeria, dan lain-lain.

Kegiatan Webinar Internasional ini dipandu oleh Mohammad Rayhan Hernadi, mahasiswa aktif Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Sarjana UPN Veteran Jakarta angkatan 2019 selaku MC. Rangkaian acara Webinar Internasioal oleh HMKM UPN Veteran Jakarta, 2021 ini diawali dengan pembukaan, mengisi pre-test, mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Bela Negara, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana dan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan. Acara dilanjutkan dengan penayangan video company profile dan sponsor, pembacaan tata tertib, dan sesi foto bersama. Selanjutnya sebelum memasuki sesi pemaparan materi dan tanya jawab yang akan dipandu oleh moderator, MC membacakan terlebih dahulu CV dari Moderator yaitu Ibu Yuri Nurdiantami, S.Farm, Apt., MPH.

Materi Pertama terkait The National Health Service System in COVID-19 Pandemic & Its Projection Towards Post-Pandemic disampaikan oleh Prof. Ya-Wen Chiu (Prof. Betty) dari Taipei Medical University. Materi Kedua terkait Optimizing the Quality of Public Health Workers as an Effort to Strengthen the Health Service System disampaikan oleh Dr. Novita Dwi Istanti, S.KM., MARS, dan materi terakhir terkait Strategi Penguatan Pelayanan Kesehatan Berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah disampaikan oleh dr. Azhar Jaya, SKM., MARS dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Pembicara Pertama, Prof. Ya-Wen Chiu menyampaikan, telah terjadi beberapa kegagalan global dalam waktu respon pertama terhadap COVID-19, yang bisa menjadi alasan mengapa wabah tersebut menjadi pandemi saat ini, diantaranya:

  • Pelacakan dan pelacakan kontak yang tidak memadai mengakibatkan wabah dan penguncian kota di Wuhan, Desember 2019
  • Penundaan pengumuman Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC) dan Pandemi dari WHO
  • Kontrol perbatasan penumpang yang tertunda dari daerah epidemi
  • Sistem pelacakan tidak memadai untuk mengidentifikasi kontak dekat
  • Penguncian kota tanpa praktik kebersihan pribadi, jarak sosial, dan menghindari pertemuan skala besar
  • Tes massal tanpa isolasi 14 hari dari yang positif
  • Kekurangan dan panic buying/ penimbunan APD
  • Respon terbatas terhadap penyebaran disinformasi
  • Kurangnya profesionalisme & netralitas politik
BACA JUGA:  Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Prodi Kesmas STIKKU Adakan Webinar Serial #4

Ia juga mengatakan bahwa pendidikan kesehatan masyarakat sangat penting, apalagi dalam kondisi seperti ini.

Dr. Novita Dwi Isanti, SKM., MARS

Pembicara Kedua, Dr. Novita Dwi Isanti, SKM., MARS, menyampaikan bahwa kami memiliki 10 Layanan Kesehatan Masyarakat yang penting untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan semua orang di komunitas kami, untuk mencapai Layanan Kesehatan Masyarakat yang esensial, secara aktif mempromosikan sistem kebijakan, dan kondisi Komunitas secara keseluruhan yang memungkinkan Kesehatan Optimal untuk semua dan mencari untuk menghilangkan sistemik.

10 Pelayanan Kesehatan Masyarakat yang esensial yaitu :

  1. Menilai dan memantau status kesehatan penduduk, faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan, serta kebutuhan dan aset masyarakat;
  2. Menyelidiki, mendiagnosis, dan mengatasi masalah kesehatan dan bahaya yang mempengaruhi populasi;
  3. Berkomunikasi secara efektif untuk menginformasikan dan mendidik masyarakat tentang kesehatan, faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan cara meningkatkannya;
  4. Memperkuat, mendukung, dan memobilisasi masyarakat dan kemitraan untuk meningkatkan kesehatan;
  5. Membuat, memperjuangkan, dan menerapkan kebijakan, rencana, dan undang-undang yang berdampak pada kesehatan;
  6. Memanfaatkan tindakan hukum dan peraturan yang dirancang untuk meningkatkan dan melindungi kesehatan masyarakat;
  7. Menjamin sistem yang efektif yang memungkinkan akses yang adil ke layanan individu dan perawatan yang dibutuhkan untuk menjadi sehat;
  8. Membangun dan mendukung tenaga kesehatan masyarakat yang beragam dan terampil;
  9. Meningkatkan dan berinovasi fungsi kesehatan masyarakat melalui evaluasi berkelanjutan, penelitian, dan peningkatan kualitas berkelanjutan dan;
  10. Membangun dan memelihara infrastruktur organisasi yang kuat untuk kesehatan masyarakat.

dr. Azhar Jaya, SKM., MARS

Pembicara Ketiga, dr. Azhar Jaya, S.KM., MARS, menyampaikan, dalam penguatan pelayanan kesehatan berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP), terdapat 5 program utama, yaitu:

  1. Peningkatan kesehatan ibu, anak, KB, dan kesehatan reproduksi
  2. Percepatan perbaikan gizi masyarakat
  3. Peningkatan pengendalian penyakit
  4. Pembudayaan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat)
  5. Penguatan sistem kesehatan dan pengawasan obat serta makanan

Namun saat ini, COVID-19 menjadi fokus utama pelayanan kesehatan. Beliau juga menyampaikan, perlu adanya penggabungan (integrasi) upaya kesehatan perorangan dan masyarakat. Contoh dari pelayanan kesehatan masyarakat adalah testing and tracing, baru ke langkah pengobatan dari penyakit tersebut atau kuratif perseorangan.

PPKM sebenarnya adalah salah satu dari upaya kesehatan masyarakat di masa pandemi ini dan terbukti cukup efektif dalam mengurangi kasus aktif. Contohnya adalah di Pulau Jawa, kawasan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta menjadi daerah kuning yang sebelumnya merah. Diterapkan kebijakan kesehatan masyarakat seperti itu sebenarnya bertujuan untuk membantu agar pelayanan kuratif tidak memiliki beban berlebih. Karena sejatinya, Rumah Sakit atau pun pelayanan kuratif lainnya adalah garda terakhir setelah point preventive dan promotive dilakukan. Perlu ada reformasi kesehatan nasional, dimana masyarakat harus dilibatkan, serta penyelesaian masalah distribusi tenaga kesehatan yang kurang merata di Indonesia.

BACA JUGA:  Babat Ramayana Dalam Kesehatan Masyarakat

Setelah dibawakannya materi oleh masing-masing pembicara, dilakukanlah sesi tanya jawab. Pertanyaan pertama datang dari Kezia yang bertanya kepada dr. Azhar sebagai berikut “We know that the condition of health services in Indonesia is currently not good. The circumstance of hospitals in Indonesia is currently experiencing functional collapse. Covid-19 patients are increasing every day, but still cannot get the health services they need. In addition, the prevalence of non-communicable diseases has also increased, such as stroke, diabetes, and hypertension. What evaluations and programs in which the Indonesian government do to reduce these cases?”.

Selanjutnya dijawab oleh dr. Azhar sebagai berikut “Di masa pandemi saat ini pemerintah bukan tidak memperhatikan non-communicable diseases, namun posisinya saat ini Covid-19 yang menjadi perhatian utamanya. Contoh rumah sakit di DKI Jakarta dibagi menjadi rumah sakit khusus untuk Covid-19 dan rumah sakit untuk pasien yang lain, sehingga baik pasien Covid-19 maupun dengan penyakit lain dapat tetap terlayani walaupun tidak seoptimal keadaan normal. Disamping itu juga pemerintah membuat kriteria agar pasien Covid-19 yang di rawat di rumah sakit adalah pasien memiliki gejala sedang dan berat sehingga fasilitas di rumas sakit dapat digunakan dengan maksimal oleh pasien dengan gejala yang berat, sedangkan pasien dengan gejala ringan bisa isolasi mandiri di rumah dengan tetap diberikan obat dan dipantau kesehatannya. Dengan demikian semuanya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.”

Peserta Webinar Kesehatan HMKM UPN Veteran Jakarta Juli 2021

Sesi tanya terus berlangsung hingga tidak terasa sudah 10 pertanyaan sudah dijawab oleh masing-masing pembicara. Setelah itu, terdapat closing remark yang disampaikan oleh saudara Junianto Patra selaku Ketua HMKM periode 2021/2022, serta penutupan acara webinar internasional oleh HMKM UPN Veteran Jakarta dan pengerjaan post-test yang dipandu oleh MC.

Penulis: Adzkia Avisena Maghfiroh

(Visited 55 times, 1 visits today)