Surat Terbuka Untuk Kamu Pejuang Tangguh Covid-19

Alone we can do so little , together we can do so much- Hellen Keller

Perkenalkan saya Nadhirul Mundhiro lulusan S1 Kesehatan masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta Tahun 2019, seorang pembelajar yang suka berbagi kisah.

Tahun lalu, tepatnya bulan Desember 2019, kita dihebohkan dengan kasus COVID-19 pertama kali di Wuhan yang kemudian menyebar di beberapa negara dan sampai saat ini telah mencapai 33.109 kematian dan 693.224 kasus per 31 Maret 2020, pukul 09.00 WIB berdasar data web covid19.kemkes.go.id . Banyak Negara berjuang untuk melawan virus tersebut, tak terkecuali Negara kita, Indonesia. Saat itu (2 Maret 2020) Indonesia digegerkan karena 2 kasus COVID-19 dan sampai saat ini (31 Maret 2020, pukul 10:45 WIB) jumlah kasus mencapai 1.414 orang.

Setiap harinya kita disuguhkan berita buruk pandemi COVID-19. Mulai dari semakin bertambahnya angka kasus dan kematian, panic buying, kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis, polemik kebijakan yang ditetapkan, kabar duka dari pasien, dan telah gugurnya pahlawan kemanusiaan saat menjalankan tugas mulia.

Satu sisi, tentu ada duka, kesedihan dan penderitaan yang telah dirasakan akibat pandemi ini. Namun, sisi lainnya yang harus juga kita syukuri dan menguatkan harapan saya pribadi, bahwa kita bisa bersama-sama menghadapi pandemi COVID-19. Kita harus meyakini kita bisa melewati ini, karena kita adalah bangsa yang kuat. Seperti Bapak presiden Joko Widodo sampaikan bahwa kita adalah bangsa besar, bangsa petarung, bangsa pejuang, dan kita mampu melewati tantangan ini.

Saya yakin dengan budaya “gotong royong”, kita bisa bersama-sama menghadapi situasi ini. Bukan hanya pemerintah, namun banyak orang-orang baik yang berbondong-bondong untuk memberikan segenap daya dan kemampuan dalam membantu meringankan beban mereka yang terdampak langsung COVID-19. Karena prinsipnya tak perlu takut ataupun ragu. Semua butuh dihadapi bahkan dijalani. Bukan sekedar ucapan namun butuh eksekusi nyata.

Pertama kali saya melihat berita Gubernur DKI Jakarta, Bapak Anies Baswedan menuliskan surat untuk tim medis sebagai pejuang garda terdepan. Saya kemudian berinisiatif ingin menuliskan surat terbuka untuk kamu pejuang tangguh COVID-19 dan tulisan ini murni dari ungkapan perasaan saya. Saya tau perjuangan kita masih harus terus dilakukan. Semoga melalui surat ini semangat perjuangan kita bisa semakin membara dan melalui surat terbuka ini izinkan saya mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya serta apresiasi setinggi-tingginya kepada kamu pejuang tangguh COVID-19.

  1. Terima kasih saya ucapkan kepada jajaran pemerintahan baik pemerintahan pusat hingga tingkat RT yang telah bekerja keras dan berusaha menangani pandemi COVID-19 pada wilayah masing-masing. Saya yakin opsi-opsi untuk menangani pandemi COVID-19 sangat sulit diputuskan dengan berbagai pertimbangan risiko yang ada. Saya masih percaya dan yakin bahwa pemerintah akan berupaya sekuat tenaga untuk menangani pandemi COVID-19 dan memprioritaskan kesehatan masyarakat Indonesia.
  2. Terima kasih sebanyak-banyaknya juga saya ucapkan untuk garda terdepan dalam melawan COVID-19 yaitu tenaga medis. Terimakasih telah berkorban dan bahkan rela tidak pulang ke rumah sebagai bentuk pencegahan agar keluarganya tidak tertular. Terimakasih untuk semua tenaga, waktu, dedikasi, intinya terimakasih untuk semua perjuangan kalian. Duka cita yang sangat mendalam juga saya haturkan kepada para dokter dan tenaga medis, pahlawan kemanusiaan yang meninggal dunia ketika sedang menjalankan tugas mulia ini. Demikian juga, untuk para pasien yang meninggal akibat COVID-19.
  3. Terima kasih saya ucapkan kepada orang-orang yang secara sukarela membantu untuk menghadapi kondisi ini. Saat kebanyakan orang sibuk memikirkan dirinya sendiri, para volunteer meluangkan waktunya untuk menolong sesama manusia. Saya percaya bahwa, pemerintah memang tak bisa bergerak sendiri. Masyarakat, organisasi dan komunitas yang telah bergerak, baik melalui gerakan edukasi, kegiatan kerelawanan hingga kegiatan penggalangan donasi terimakasih banyak.
    Saya sangat senang, terharu dan bangga banyak sekali yang memulai pergerakan untuk menghadapi COVID-19 ini. Mulai dari Influencer Rachel Vennya bersama KitaBisa.com yang membuka penggalangan dana membantu orang-orang yang bekerja di sektor kesehatan serta orang-orang yang bekerja di luar sektor tersebut, Atta Halilintar yang mendedikasikan penghasilan youtubenya.
    Arief Muhammad juga turut membuka penggalangan dana yang ditujukan untuk para ojek online, tukang sapu, hingga pedagang kecil, Edward Suhadi dengan video kreatif dan inspiratifnya untuk memudahkan masyarakat lebih mengerti tentang COVID-19 ini, Hans Danials @eatandtreats melakukan hal positif dengan mengorder makanan melalui ojek online dan makanannya diberikan ke ojek onlinenya sehingga menyebar dan banyak diikuti orang lain.
    Fathur (M. Atiatul Muqtadir) bersama dompet dhuafa menghadirkan 1000 disinfection chamber, dr.tirta membagikan APD kepada teman-teman medis di fasilitas kesehatan, Awkarin bersama sekolahrelawan melakukan aksi penyemprotan disinfektan di beberapa fasilitas umum, seperti tempat beribadah, dan masih banyak orang-orang baik lainnya yang tidak bisa disebutkan satu-persatu tanpa mengurangi rasa hormat saya mengucapkan terimakasih banyak. Saya bersyukur, Indonesia masih memiliki banyak sekali orang-orang baik yang hatinya tulus membantu sesama manusia. Inilah definisi memanusiakan manusia.
  4. Terima kasih kepada pihak media massa karena telah berusaha keras menyediakan berita edukasi dan ataupun fakta pandemi ini, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang dibutuhkan, khususnya dalam membangun kesadaran untuk mencegah meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia.
  5. Terima kasih juga buat KAMU, iya kamu yang udah mau #DIRUMAHAJA. Pasti sulit, saya tahu itu dan buat pejuang yang terpaksa harus keluar rumah untuk menghidupi keluarganya dengan risiko juga dapat tertular virus corona ini terima kasih tetap melaksanakan rekomendasi WHO dalam pencegahan seperti rutin mencuci tangan dengan sabun, jaga jarak, tutup mulut dan atau hidung saat batuk atau bersin dan lain-lainnya. Terima kasih juga buat kamu yang sudah berdonasi. Bahkan tukang cukur, buruh, penjual online shop, tukang sapu dan lain-lain juga turut berdonasi. Mungkin pada kehidupan mereka sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bisa jadi masih kurang tapi kenapa tetap berdonasi? Saya yakin, tujuannya hanya satu yaitu membantu mengatasi COVID-19 di Indonesia.

Intinya terimakasih ya buat semua orang yang sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melawan COVID-19 ini. Yuk jangan berhenti bergerak. Kita semua masih harus ektra bekerja keras. Kita terus berjuang bareng ya! Seluruh elemen perlu bersatu, kita sama-sama bantu Indonesia untuk melawan dan memutus mata rantai pesebaran COVID-19. Aksi dan Kolaborasi adalah KUNCI. INDONESIA PASTI BISA!

Sumber Gambar
AyoBandung.com

Sharing is caring!

(Visited 450 times, 1 visits today)