4 Tips Agar Ibu Dapat Memberikan ASI Eksklusif Pada Bayi

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupan bayi tanpa diberikan makanan tambahan lainnya. Berikut ini 4 tips untuk anda.

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupan bayi tanpa diberikan makanan tambahan lainnya.

Pemerintah telah menggalakkan berbagai program edukasi untuk memperkenalkan ASI Eksklusif melalui berbagai media.

Berikut ini 4 Tips agar ibu dapat memberikan ASI Eksklusif pada bayi:

1. Niat
Tumbuhkan niat dalam hati ibu untuk memberikan ASI pada bayi. Maka akan terbentuk energi positif yang akan mempengaruhi kesiapan organ menyusui sehingga asi bisa lancar.

2. Gizi
Kecukupan gizi ibu harus terpenuhi. Ibu harus makan dengan gizi seimbang (karbohidrat, protein, vitamin dan mineral).

3. Hindari stress
Ibu diharapkan selalu berpikir positif tentang kehamilan. Jangan jadikan kehamilan sebagai beban (ibu tidak bisa beraktifitas bebas/ aktif). Justru ibu perlu melakukan semua hal yang menyenangkan selama hamil.

4. Gaya hidup sehat
Agar kehamilan dan persalinan lancar dan janin berkembang optimal hindari makanan/ minuman yang mengandung kafein dan alkohol serta jauhi asap rokok. Dan untuk menjaga stamina lakukan olah raga.

Sudahkah anda berikan ASI Eksklusif untuk anak anda? Semoga bermanfaat.

Dosen FKM UMI Sosialisasi Pentingnya Asi Eksklusif di Jeneponto

FKM UMI menggelar kegiatan Ipteks Berbasis Masyarakat (IBM) dengan mengangkat topik ASI Eksklusif di Desa Arungkeke Kabupaten Jeneponto, Minggu (27/8/2

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) menggelar kegiatan Ipteks Berbasis Masyarakat (IBM) dengan mengangkat topik ASI Eksklusif di Desa Arungkeke Kabupaten Jeneponto, Minggu (27/8/2017).

Pelaksanaan IBM yang dilaksanakan dua dosen FKM UMI yakni Dr. Fairus P. Idrus SKM.,M.Kes sebagai ketua dan Andi Masnilawati,S., ST sebagai anggota ini berkerjasama dengan kelompok warga peduli Asi dan Posyandu Baji Ada Desa Arungkeke.

Dr. Fairus P. Idrus SKM.,M.Kes menjelaskan Asi Eksklusif adalah proses dimana semenjak bayi lahir sampai usia 6 bulan hanya diberikan Asi tanpa memberikan atau menambahkan makanan/minuman lainnya.

“Beberapa agenda dalam kegiatan ini yaitu berupa penyuluhan manfaat Asi Eksklusif serta jasa konsultasi kepada ibu menyusui dan hamil serta penyerahan media edukasi kepada kelompok warga peduli Asi,” ujar Dr. Fairus P. Idrus SKM.,M.Kes saat ditemui di Gedung FKM UMI, Senin (28/8/2017).

Kata dia, antusiasme dari masyarakat Desa Arungkeke cukup besar untuk mengikuti kegiatan kesehatan seperti ini.

“Banyak masyarakat yang ikut serta karena kegiatan kesehatan seperti ini masih jarang dilakukan apalagi yang berfokus pada Asi Ekslusif. Padahal, banyak Ibu yang masih gagal dalam pemberian Asi Eksklusif,” jelasnya.

Sumber suarasulsel.com

6 Manfaat Memberikan ASI Eksklusif Bagi si Buah Hati

Memperingati Pekan ASI Sedunia, ini 6 Manfaat Memberikan ASI Eksklusif Bagi Bayi, disadur dari Paket Informasi & Edukasi Keluarga Sehat Dinkes Indramayu.

Memperingati Pekan ASI Sedunia, kali ini saya ingin berbagi informasi mengenai ASI Eksklusif.

Berikut ini 6 manfaat memberikan ASI Eksklusif bagi bayi:

  1. Mengandung zat gizi dan berbagai zat kekebalan tubuh yang dibutuhkan bayi
  2. Melindungi bayi dari penyakit seerti diare, sakit telinga, infeksi saluran pernafasan, dan alergi
  3. mudah diserap oleh tubuh bayi, meningkatkan kecerdasan
  4. Menunjang tumbuh kembang yang optimal
  5. Mencegah terjadinya anemia, membantu menunda kehamilan
  6. Praktis, ekonomis higienis dan selalu tersedia dengan suhu yang tepat

6 Manfaat ASI Eksklusif Bagi Bayi

Materi ditulis ulang dari Paket Informasi & Edukasi Keluarga Sehat
diterbitkan oleh Bidang Promkes PL, Dinkes Kab Indramayu Th 2016.

Promosi ASI Eksklusif Wajib Dilakukan Tenaga Kesehatan

Promosi ASI eksklusif wajib dilakukan oleh tenaga kesehatan. Menurut PP Nomor 33 tahun 2012 bahwasanya pemberian susu formula hanya atas indikasi medis.

Menyusui memang bukanlah suatu penyakit yang ditangani secara medis, namun kegagalan ibu menyusui memberikan risiko yang besar terhadap kesehatan anak. Dukungan tenaga kesehatan menjadi salah satu kunci keberhasilan ibu menyusui.

“Promosi ASI eksklusif wajib dilakukan oleh tenaga kesehatan. Menurut PP Nomor 33 tahun 2012 bahwasanya pemberian susu formula hanya atas indikasi medis. Jadi, tidak boleh ada di Sumatera Utara ini tenaga kesehatan yang menawarkan susu formula, karena hal itu melanggar hukum,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Agustama usai membuka seminar nasional dengan tema Peranan Tenaga Kesehatan Membantu Keberhasilan Ibu Menyusui, Sabtu (29/4/2017) di Aula RS USU Medan.

Seminar laktasi nasional ini yang diikuti sekitar 250 praktisi/tenaga kesehatan ini diisi empat pembicara seperti dr RA Dwi Pujiastuti, MKed (Neu), SpS (Ketua AIMI Sumut); Etty Sudaryati, M.K.M, Ph.D (Dosen dan Ketua Prodi S2/S3 IKM FKM USU); Mia Sutanto, SH, LL.M (Ketua Umum AIMI Pusat); dan dr. Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC, FABM (Sentra Laktasi Indonesia-Laktivis Senior Indonesia).

“Menyusui itu cukup kompleks bagi seorang ibu, karena melibatkan faktor fisik dan psikologis yang tidak dapat diabaikan. Kegagalan seorang ibu menyusui merupakan masalah kesehatan, sehingga tenaga kesehatan perlu dibekali ilmu yang tepat untuk mencegah hal tersebut. Di Sumatera Utara, masih minim sekali fasilitas kesehatan yang menerapkan layanan proASI. Semoga dengan adanya seminar ini, para tenaga kesehatan semakin meningkatkan dukungan dan pendampingan sejak dari masa kehamilan ibu sampai pasca melahirkan” ujar dr. RA Dwi Pujiastuti, MKed (Neu), SpS (Ketua AIMI Sumut). –

Menurut RA Dwi, selain kegiatan seminar ini, secara regular AIMI Sumut juga mengadakan kelas edukasi bagi masyarakat, konseling menyusui (oleh konselor bersertifikasi), sosialisasi di kantor pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam rangka melakukan advokasi untuk mendukung keberhasilan ibu menyusui.

Sementara itu, Natalius Bago, salah satu peserta seminar yang berasal dari Kabupaten Nias menjelaskan, keikutsertaan dirinya dalam seminar tersebut bertujuan ingin mengaplikasikan ilmu yang didapatnya nanti untuk di tanah kelahirannya.

“Tantangan dan masalah menyusui yang didiskusikan pada seminar ini tepat sekali dengan apa yang pengalaman saya bekerja di masyarakat. Informasi yang saya dapatkan sangat bermanfaat dan memberikan banyak solusi untuk dapat saya terapkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Natalius menjelaskan, di Kepulauan Nias khususnya yang tinggal di pelosok tidak pernah menyusui anaknya. “Kalau di sana itu, mereka langsung memberikan bubur untuk anak-anaknya. Kata mereka, dulu saja seperti itu, sehat-sehat aja kok anak-anaknya. Makanya, saya ingin memberikan informasi yang didapat ini untuk kita teruskan di sana,” ungkapnya.

SUMBER

 

Produksi Asi Terhambat? 5 Faktor Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan utama yang dibutuhkan oleh bayi saat pertama lahir sampai usia 2 tahun. ASI merupakan emulsi lemak dalam larutan protein, laktose dan garam-garam organik yang disekresi oleh kedua belah kelenjar payudara seorang ibu.

ASI sangatlah dibutuhkan pada minggu-minggu pertama bayi dilahirkan karena banyak menggandung anti body dan sel darah putih serta kaya akan vitamin A, agar bayi terhindar dari penyakit dan alergi yang bisa saja timbul.

ASI selalu ada pada suhu yang tepat sehingga tidak menyebabkan alergi pada bayi, serta dapat mencegah kerusakan gigi. ASI juga menggandung minyak tak jenuh yang sangat penting untuk pertumbuhan dam perkembangan otak.

Namun, kenyataanya saat ini banyak bayi lahir tidak diberi ASI, karena air susu ibunya tidak dapat di produksi atau tidak dapat keluar.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini terjadi, diantaranya:

  1. Suka merokok
    Merokok dapat mengurangi volume ASI karena dapat menggangu kerja dari hormon prolaktin dan oksitosin yang berfungsi dalam memproduksi ASI.
  1. Konsumsi alkohol
    Mengkonsumsi alkohol dapat mempengaruhi volume ASI yang keluar, mengkonsumsi alkohol dalam julah dosis yang rendah pun tetap berpengaruh dalam volume ASI yang keluar walaupun di satu sisi dapat membuat ibu merasa lebih rileks sehingga membantu pengeluaran ASI namun disisi lain etanol dapat menghambat produksi ASI dari seorang ibu yang menyusui.
  1. Pil Kontrasepsi
    Penggunaan pil kontrasepsi kombinasi dan estrogen dan progesteron yang sangat berkaitan dengan penurunan volume dan durasi ASI. Namun apabila pil kontrasepsi tidak mengandung progestin maka tidak berpengaruh dalam volume asi yang keluar.
  1. Stres dan Penyakit Kronik
    Keadaan seorang ibu juga dapat berpengaruh terhadap ASI yang di produksi oleh seorang ibu. Seorang ibu yang ada dalam keadaan cemas atau stres dapat mengganggu laktasi sehingga dapat mempengaruhi produksi ASI. Penyakit kronis seperti tumor payudara akan sangat berpengaruh pada produksi ASI yang dikelurkan karena mengganggu produksi laktasi.
  1. Umur Kehamilan saat Melahirkan
    Umur kehamilan dan berat lahir mempengaruhi produksi ASI yang dapat keluar. Hal ini disebabkan bayi yang lahir prematur (umur kelahiran kurang dari 34 minggu) sangat lemah dan tidak dapat menghisap asi dengan normal atau efektif sehingga mempengaruhi produksi ASI lebih rendah dari pada bayi yang tidak lahir prematuratau bayi yang lahir secara normal.