Puskesmas Selatbaru Menyelenggarakan Edukasi STBM di Desa Bantan Timur

Bengkalis – 7/9, Puskesmas Selatbaru menyelenggarakan edukasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Bantan Timur, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Bengkalis – 7/9, Puskesmas Selatbaru menyelenggarakan edukasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Bantan Timur, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Kegiatan STBM kali ini diikuti oleh 40 orang masyarakat Desa Bantan Timur. Sebagai narasumber, saya sendiri Agus supriyono, bersama rekan Rosmaini.

Harapan kami sebagai tenaga kesehatan dari Puskesmas Selatbaru, semoga dengan kegiatan STBM ini dapat meningkatkan akses jamban di Desa Bantan Timur, menuju universal akses 2019, dan berubahnya prilaku masyarakat Desa bantan Timur.

Puskesmas Diminta Terapkan SPM Penyakit Tidak Menular

Pengelola program penyakit tidak menular (PTM) yang ada di Puskesmas diminta untuk menerapkan standar pelayanan minimal (SPM)

Pengelola program penyakit tidak menular (PTM) yang ada di Puskesmas diminta untuk menerapkan standar pelayanan minimal (SPM). Puskesmas harus mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan PTM secara komprehensip mulai dari promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Alwizar SKM kepada wartawan, Senin (27/3/17) kemaren.

“Sosialiasi sudah kita lakukan kepada para petugas Puskesmas Rabu lalu (22 Maret,red). Dengan harapan, dari sosialiasi ini mampu menambah wawasan dan pengetahuan tentang pengendalian dan pelayanan penyakit tidak menular,” ujarnya.

Dikatakan, program pengendalian PTM merupakan salah satu program prioritas nasional  seperti  hipertensi, diabetes melitus, obesitas dan kanker,  saat ini perubahan gaya hidup masyarakat ditengarai menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit tidak menular.

“Tahun 2017 ini merupakan tahun pertama sebagai seksi baru  dengan nama Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, Napza  dengan nama bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, memang sebelum masih bergabung dengan Seksi Surveilans dan Wabah Bencana Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan dan Lingkungan di Kabupaten Bengkalis,” ujarnya lagi.

Terpisah, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa dan Napza, Edi Sudarto SKM menambahkan, adanya program PTM ini perlunya pendekatan akses pelayanan PTM. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan terdepan melalui revitalisasi puskesmas harus mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan PTM secara komprehensip mulai dari promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

Dikatakan, salah satu pelayanan skrining kesehatan usia 15-59 tahun sesuai standar adalah pelayanan skrining kesehatan  usia 15-59 diberikan sesuai kewenangannya oleh dokter, bidan, perawat, nutrisionis/tenaga gizi,petugas pelaksana posbindu PTM terlatih.

Pelayanan skrining kesehatan dilakukan di Puskesmas dan jaringannya seperti PosPembinaan Terpadu (Posbindu) dan UKBM lainnya serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, Pelayanan skrining kesehatan minimal dilakukan setahun sekali.

“Pelayanan skrining kesehatan usia 15-59 tahun meliputi deteksi kemungkinan obesitas dilakukan dengan memeriksa tinggi badan dan berat badan serta lingkar perut, deteksi hipertensi dengan memeriksa tekanan darah sebagai pencegahan primer, deteksi kemungkinan diabetes melitus menggunakan tes cepat gula darah, deteksi gangguan mental emosional dan perilaku. Kemudian  pemeriksaan ketajaman penglihatan, pemeriksaan ketajaman pendengaran, deteksi kanker dilakukan melalui pemeriksaan payudara klinis dan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Atetat (IVA) dan Sadanis khusus untuk wanita usia 30-49 tahun,” papar Edi Sudarto.

Sosialisasi dan Road Map Program PTM, Bengkalis Dua Kali Raih Penghargaan

Dinkes Bengkalis meraih dua kali penghargaan pada kegiatan sosialisasi dan road map program penyakit tidak menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis diwakili oleh Dinas Kesehatan meraih dua kali penghargaan pada kegiatan sosialisasi dan road map program penyakit tidak menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa Napza di Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan berlangsung selama empat hari, dan berakhir pada tanggal 10 Maret 2017.

Bengkalis meraih penghargaan untuk kategori pemaparan seluruh materi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dan Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa Napza (P2MKJN). Berikutnya, penghargaan kedua untuk kategori peserta teraktif dalam menyampaikan saran pendapat setiap panel program kelas bersama yang disampaikan oleh narasumber.

“Juga termasuk 10 besar dalam acara pertemuan Sosialisasi dan Road Map Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa & Napza,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis. Bapak Moh Sukri. SH, Selasa (14/3/2017).

Rasa bangga juga disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Bengkalis, Alwizar. Dikatakan, Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa merupkan seksi baru dalam susunan perangkat daerah Kabupaten Bengkalis bahkan di seluruh di Indoenesia.

“Kita dapat perhatian dari Departemen Kesehatan RI dalam acara sosialisasi. Ini merupakan langkah awal yang baik terutama untuk prioritas program strategis nasional kita siap dukung dengan cara melakukan advokasi kepada pengambil kebijakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Edi Sudarto SKM   mengatakan, tujuan dari pertemuaan meliputi melakukan sosialisasi Program Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM dan Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza (P2MKJN), tersusunnya  target sasaran kinerja program P2PTM dan P2MKJN dan tercapainya pemahaman tentang program P2PTM dan P2MKJN.

“Dewasa ini penyakit tidak menular telah menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia karena telah terjadi perubahan dalam pola penyakit terkait dengan perilaku manusia menyebabkan kematian telah bergeser menjadi penyakit tidak menular seperti jantung, darah tinggi, stroke, kanker, diabetes mellitus karena tingginya kesakitan dan kematian dan beban pembiayaan pengobatan.

Demikian juga masalah kesehatan jiwa dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adaktif  lainnya (NAPZA) menjadi komitmen nasional yang tertuang di dalam RPJMN maupun Rencana Strategis di Pusat, Propinsi dan Kabupaten/kota serta sinergiitas dan percepatan pencapaian program nasional,” papar Edi Sudarto.

Dalam pertemuan tersebut, keluaran yang dihasilkan adalah, ada pemetaan standar pelayanan minimal bidang kesehatan yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 43 tahun 2016 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2016, Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa.

“Ada 5 (lima) standar pelayanan minimal meliputi 1. Pemeriksaan/skrining kesehatan usia produkstif 5-59 tahun, 2. Pemeriksaan /skrining kesehatan usia lanjut 60 tahun ke atas, 3. Pelayanan kesehatan penderita hipertensi, 4. Pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus dan 5. Pelayanan kesehatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat, agar program, indikator, dan target baik P2PTM dan P2MKJN dipahami oleh seluruh pihak yang berkepentingan Kabupaten Bengkalis wajib menyusun skala prioritas dengan baik dan rencana program sejalan dengan target nasional,” ujarnya lagi.

SUMBER