Gebyar Posyandu Puskesmas Ciledug Berlangsung Meriah

UPT Puskesmas Ciledug gelar kegiatan Gebyar Posyandu, di Halaman Kecamatan Ciledug, diikuti oleh seluruh Kader Posyandu, Sabtu 09 Desember 2017.

UPT Puskesmas Ciledug gelar kegiatan Gebyar Posyandu, di Halaman Kecamatan Ciledug bekerjasama dengan Kecamatan, PKK , UPTD Pendidikan, PGRI, PPKBP3A Kecamatan Ciledug dan 10 Desa wilayah Kec. Ciledug, Sabtu 09 Desember 2017.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kader Posyandu Kecamatan Ciledug berjumlah 300 orang lebih, staf instansi di Kec. Ciledug juga para warga Kec. Ciledug.

Sebelumnya, acara dimeriahkan oleh penampilan Tari Topeng khas Cirebon lalu dilanjut senam bersama terlebih dahulu sebagai wujud aktivitas fisik yang merupakan indikator Germas.

Bapak H.Mohamad Sayid, S. KM. MM. selaku Kepala Puskesmas Ciledug

Kemudian acara dimulai dengan pembukaan, doa, sambutan dari Ketua Panitia Ibu Uciyatun, AMG. Dilanjutkan Kepala Puskesmas Ciledug, Bapak H. Mohamad Sayid, S. KM, dan Kepala Camat Ciledug, Bapak Drs. Solihin, MM sekaligus membuka kegiatan Gebyar Posyandu ini.

Kegiatan Gebyar Posyandu berupa kegiatan perlombaan penyuluhan yang diikuti oleh Kader Posyandu Kecamatan Ciledug. Setiap desa mewakilkan satu orang kader untuk perlombaan penyuluhan kader.

Kedua yaitu lomba Stand Terbaik, yang diikuti oleh 10 desa di wilayah kerja Puskesmas Ciledug. Setiap desa mendekor stand desanya masing-masing dengan kreatif dan memunculkan ciri khas dari masing-masing desanya dengan tema Posyandu.

Stand Kader Posyandu

Lomba Ketiga yaitu, lomba PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dengan bahan baku jagung. Setiap desa membuat PMT dengan bahan baku dari jagung yang dikreasikan oleh masing-masing desa.

Kemudian lomba Keempat yaitu, Senam Maumere, yang diikuti oleh seluruh desa dan instansi yang ada di Kecamatan Ciledug. Satu tim berjumlah 5 orang dengan durasi senam 7-15 menit.

Dan ada juga penghargaan untuk Kader Posyandu dengan kriteria 5 tahun masa kerja (dikategorikan Madya), dengan masa kerja 5-10 tahun (dikategorikan Purnama) dan masa kerja 10 tahun ke atas (dikategorikan Mandiri).

Juri Penyuluhan, Dinkes Kab. Cirebon, PGRI kec. Ciledug dan PKK kec Ciledug

“Gebyar Posyandu itu bukan akhir, tapi sebagai awal untuk kebersamaan untuk memajukan Kecamatan Ciledug” ujar Ibu Siti Dewi Nirwana, S.Tr.Keb, Bidan Koordinator UPT Puskesmas Ciledug.

“Harapan sih tahun depan bisa diselenggarakan lagi lomba-lomba, bisa ditambah lokasi di tengah alun alun. Sponsor lebih banyak lagi, panitia 3 bulan sebelunya sudah bergerak terus ada dukungan Muspika, Dinas Kesehatan dan masyarakat ciledug yang partisipatif, Insya Allah lebih sukses lagi” ujar Bapak H. Mohamad Sayid, S. KM. MM, Kepala Puskesmas Ciledug.

Kegiatan ini disponsori oleh K link, Air mineral cleo, pegadaian ciledug, surya toserba ciledug, sophie martin paris ciledug, elzatta pasar pagi cirebon, kelana cirebon, paloma, jg yamaha ciledug, daihatsu, rocket chicken ciledug, BFI pabuaran, wardah, SAMSAT ciledug, prisma losari, dan donatur lainnya.

Imunisasi MR di Kab Cirebon Sudah 87 Persen, Kadinkes Optimis Capai Target

Kadinkes mengaku optimis, seluruh anak di Kabupaten Cirebon dapat imunisasi mr hingga 95 persen pada 30 September 2017 mendatang.

Capaian imunisasi Measles Rubella (MR) di Kabupaten Cirebon kini sudah menunjukkan persentase cukup baik dari apa yang ditargetkan. Untuk data up date sudah 356.000 anak balita dan siswa SD/SMP yang diimunisasi.

Jumlah tersebut mendekati sasaran imunisasi MR Kabupaten Cirebon sebanyak 548.686 orang. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni menyampaikan, kampanye MR sudah menyasar ke balita usia 9 bulan hingga 15 tahun sejak 1 Agustus lalu.

“Capaian targetnya cukup bagus. Secara persentase sudah ada sekitar 60 persen balita dan 87 persen siswa SD maupun SMP yang kami lakukan imunisasi MR,” ungkap Enny pada Radar Cirebon, Minggu (3/9).

Dia mengaku optimis, seluruh anak di Kabupaten Cirebon dapat diimunisasi mencapai 95 persen pada 30 September 2017 mendatang. Dalam hal ini, dinkes juga bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak serta sejumlah rumah sakit dan bidan untuk menambah pemahaman pentingnya kebutuhan vaksin tersebut.

“Meski di awal ada yang menolak, kami optimis tercapai hingga September nanti. Sekarang saja pencapaiannya sudah bagus,” tuturnya.

Pelaksanaannya sendiri dibagi menjadi jadwal berselang atau pola gilir. Yakni di sekolah PAUD, TK, SD/MI/sederajat, SDLB dan SMP/MTs/sederajat, serta SMPLB. Juga dilakukan di posyandu, polindes, poskedes, puskesmas, rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Sementara itu, menanggapi adanya beberapa sekolah dan orang tua murid yang melakukan penolakan imunisasi MR, Kepala Dinas Pendidikan Asdullah Anwar menjamin bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi. “Di awal sempat ada penolakan. Tapi setelah kami lakukan pendekatan dan pemahaman, tidak ada lagi yang menolak,” tandasnya.

Sumber radarcirebon.com

Dinkes Kabupaten Cirebon: 55 Persen Depot Air Minum Belum Punya Surat Layak Sehat

Dari sekian banyaknya Depot Air Minum (DAM), tidak sedikit yang belum memiliki surat layak sehat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon.

Kebutuhan masyarakat terhadap air membuat banyak pengusaha menyediakan depot isi ulang. Namun, dari sekian banyaknya Depot Air Minum (DAM), tidak sedikit yang belum memiliki surat layak sehat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Jajang Prihatna. Menurut Jajang, setiap pengusaha depot air isi ulang, wajib memiliki surat layak sehat. Jumlah pengusaha depot air isi ulang yang tercatat di dinkes terdapat 251 pengusaha.

Dari sekian yang mendaftar, tidak lebih dari 45 persen yang memiliki surat layak sehat. “Dari 251 usaha depot air isi ulang yang ada, baru 45 persenan yang sudah, itu atas kesadaran mereka. Sisanya, 55 persen, belum memiliki surat layak sehat,” ujar Jajang, kepada Radar, kemarin (27/6).

Lebih lanjut Jajang mengungkapkan, air yang dapat dikategorikan sehat yakni yang sudah lulus uji laboratorium dan tidak mangandung zat kimia. Serta tidak berbau ataupun berwarna. Menurutnya, serangkaian uji laboratorium ini penting.

Apalagi, air merupakan kebutuhan primer masyarakat Kabupaten Cirebon, sehingga kesehatan dan kebersihannya harus dijaga pengusaha. Apabila tidak, akan merugikan masyarakat.

“Bila air ini tidak sehat, bisa mengakibatkan diare. Maka dari itu saya meminta masyarakat berhati-hati saat membeli air isi ulang. Apakah depot tersebut sudah layak atau belum,” ucapnya.

Dia menyatakan, sebenarnya para pengusaha depot air isi ulang jika hendak dilakukan layak sehat sangatlah mudah. Hanya dengan mengajukan ke puskesmas terdekat, nanti pihak puskesmas yang akan langsung ke dinkes untuk membawa sample dan dilakuakan uji laboratorium.

Pengajuan tersebut, kata Jajang, hanya dikenakan biaya untuk uji laboratoriumnya saja, yakni sekitaran Rp50 ribu. “Setelah itu nantinya akan terus dilakukan pembinaan secara rutin,” terangnya.

Dia mengakui, selama ini, pembinaan yang dilakukan kepada para pengusaha depot isi ulang selalu dilakukan secara intensif. Bahkan, sambung Jajang, setiap setahun sekali pihaknya selalu mengadakan pertemuan dengan seluruh pengusaha depot isi ulang se-Kabupaten Cirebon.

“Dalam pertemuan itu, selain kita memaparkan sosialisasi terkait dengan kesehatan air yang dimilki para pengusaha tersebut, juga kita menampung apa-apa yang menjadi kendala mereka,” jelasnya.

Jajang juga mengimbau, tak hanya untuk para pengusaha depot air saja, namun juga para pedagang warung-warung makanan di Kabupaten Cirebon untuk melakukan pengajuan layak sehat melalui puskesmas terdekat maupun langsung ke dinkes.