Dukung Program Germas, 2 Desa Ini Adakan Lomba Senam Sehat Antar Dusun!

Desa Salukanan dan Desa Bontongan mencatat nilai Plus Program Germas, Gerakan Masyarakat Sehat di Kab. Enrekang. Alhamdulillah, Minggu 4 Februari 2018, Desa Salukanan mengadakan Lomba Senam Sehat Bugar dan Tobelo yang diprakarsai Kader Posyandu.

Tak mau kalah rupanya, Desa Bontongan mengadakan Lomba serupa yang perhelatannya dimulai pada tanggal 11-14 Februari 2018. Yang menarik dari kegiatan di Desa Bontongan, semua rangkaian kegiatan berasal dari dana jimpitan masyarakat, sumbangan kelompok pemuda Bontongan. Makin meriah acara ini karena turut hadir pula Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Baraka, dan Kepala Puskesmas Baraka.

Juri Lomba Senam Sehat di Enrekang

Menurut informasi yang kami himpun dari Asra Susilawati, Str, Keb, bahwa kegiatan Kesorga Kecamatan Baraka akan dilaksanakan sinergi dengan program-program Dinas Pemuda dan Olahraga, dimana Kepala Dinas yang akrab dipanggil Pak Hamsir mengatakan bahwa kegiatan ini akan menjadi event tahunan di Desa Kalimbua, dan beliaupun menyerahkan Piala bergilir Pertama.

Hal menarik lainnya, sajian lomba tetap bertemakan Germas; buah dan makanan khas lokal daerah. Juri lomba senam sehat ini pun dari lintas sektor, perwakilan desa, Ibu Camat selaku Ketua PKK Kecamatan dan tak lupa Kepala Puskesmas Baraka, ibu Drg. Ira Desti Saptari.

Harapannya, Kab. Enrekang menjadi kabupaten yang lebih Maju, Aman, dan Sejahtera, sesuai dengan Visi besar Gerakan Kesehatan, dimana manusia maju akan terwujud jika sehat, aman dari bencana kesakitan/PTM, dan sejahtera jika masyarakatnya bisa hidup sehat dan produktif.

Senam Sehat Masyarakat Baraka Enrekang

Tahun Ini, Enrekang Optimis Sabet Juara Sekolah Sehat Tk. Provinsi Sulsel

“Kami berharap tahun ini bisa menjuarai Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Sulsel”, ujar Ambo Tuo, S. Ag, M. Ag, Kepala MTsN 1 Enrekang.

Februari 2018, perhelatan Lomba Sekolah Sehat TK. Provinsi Sulsel kembali dimulai. Hampir semua Kab/Kab. se Sulawesi Selatan punya jagoan masing-masing, begitupun dengan Kab. Enrekang.

Salah satu wakil dari Enrekang yang dijagokan untuk berlaga diperhelatan Lomba Sekolah Sehat TK. Provinsi tahun ini adalah MTsN 1 Enrekang.

Koordinasi Persiapan Lomba Sekolah Sehat 2018 Enrekang

Dalam pembinaan rutin bulan lalu oleh Tim Pembina Kabupaten yang dikomandoi oleh Kabid Kesra Kab. Enrekang, Drs. Ansar, M.Pd, berharap kali ini kami kembali menyabet juara nasional. Karena sudah cukup lama merindukannya, 3 tahun lalu kami berhasil membawa MAN 1 Enrekang Juara 4 Sekolah Sehat Nasional.

Menurut Ambo Tuo, S. Ag, M. Ag, Kepala MTsN 1 Enrekang, kami akan mengulang kembali bahkan lebih dari kesuksesan tiga tahun lalu. Tentu harapannya keterlibatan lintas sektor diperlukan, dan rencananya penilaian sekolah sehat tingkat Provinsi Sulsel di Enrekang pada tanggal 9 Februari mendatang, persiapan sekokah bisa dibilang sudah 90 % baik.

Siswa MTsN 1 Enrekang Persiapkan Lomba Sekolah Sehat

Beberapa persiapan yang sudah dilakukan antara lain mengenai administrasi kelengkapan ruangan UKS, kader KKR, duta sekolah sehat, rapor kesehatan, kantin sekolah, toga sekolah, sekokah bugar, dan masih banyak lainnya.

“Kami berharap tahun ini bisa menjuarai Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Sulsel”, ujar Ambo Tuo menambahkan.

Peringati HKN Ke-53, Puskesmas Baraka Gelar Parade Germas, Intip Keseruannya!

Ada yang berbeda pada perayaan Hari Kesehatan Nasional atau HKN ke-53 tahun ini. Puskesmas Baraka, menggelar Parade Germas, ini pertama kalinya!

Ada yang berbeda pada perayaan Hari Kesehatan Nasional atau HKN ke-53 tahun ini. Puskesmas Baraka, Kecamatan Baraka, Kab. Enrekang menggelar Parade Germas yang berlangsung sejak 30 Oktober hingga 3 November mendatang.

Kegiatan ini pertama kalinya diadakan di tingkat kecamatan. Ada beberapa rangkaian acara yaitu mulai dari Penilaian Fasilitas Pelayanan Kesehatan terbaik se-kecamatan Baraka. Dimana hal ini bertujuan memperbaiki pelayanan kesehatan masyarakat.

Lomba Senam Sehat

Kegiatan kedua adalah lomba senam sehat bugar antar desa di Kec. Baraka. Dan acara puncak akan digelar 3 November 2017 dengan senam bersama, karnaval/ pawai kesehatan, konsumsi 1000 buah lokal, pemeriksaan kesehatan gratis; seperti ukur Tekanan Darah, BB, Pemeriksaan Laboratorium sederhana, dan dilanjutkan dengan pengundian hadiah menarik dan banyak door prize.

“Kegiatan ini sebagai wujud aktualisasi dan akselerasi kesehatan keluarga, dalam mewujudkan Gerakan Masyarakat hidup sehat/Germas,” ungkap Sunartono. SKM, selaku Ketua Panitia HKN-53 ini.

ketua panitia hkn kec baraka

Selamat! Enrekang Dapat Penghargaan Eliminasi Filariasis dari Kemenkes

Kabupaten Enrekang berhasil meraih penghargaan dari Kementerian kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, berupa sertifikat penghargaan Eliminasi Filariasis.

Kabupaten Enrekang berhasil meraih penghargaan dari Kementerian kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, berupa sertifikat penghargaan Eliminasi Filariasis.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan Indonesia, Nila Djuwita Moeloek kepada 13 kabupaten/kota se-Indonesia termasuk Enrekang di Demak, Jawa Tengah.

Menurut Kepala Dinas kesehatan Enrekang, Marwan Ahmad Ganoko, penghargaan tersebut meruapakan sebuah kebanggaan bagi Kabupaten Enrekang.

Apalagi sejak 2006, pihaknya terus melakukan pengobatan, pemeriksaan, dan penelitian terhadap penyakit tersebut.

“Hingga akhirnya berhasil pada tahun ini memperoleh penghargaan sertifikat bebas Filariasis atau penyakit kaki gajah,” kata Marwan Ganoko dalam rilisnya ke TribunEnrekang.com, Senin (9/10/2017).

Ia menjelaskan, penyakit kaki gajah dapat ditularkan oleh semua nyamuk dan dapat mengakibatkan cacat. Sehingga hendaknya melakukan pencegahan pada penyakit ini.

Dengan melakukan program pencegahan 3M plus, kulambunisasi, menanam bunga di pekarangan seperti lavender, cemangi atau bahkan memelihara ikan gabus di sekitar rumah.

“Kebersihan lingkungan itu harus dimulai pada diri sendiri maka InsyaAllah penyakit ini selamanya terbebas dari Enrekang,” ujarnya.

Sumber tribunnews.com

Puskesmas Baraka Gelar Pelatihan Pojok Konseling Adiksi Narkoba

Enrekang – 12/9, Puskesmas Baraka menggelar Lokmin Bulanan, sekaligus dirangkaikan dengan Pelatihan Konseling untuk petugas kesehatan.

Enrekang – 12/9, Puskesmas Baraka menggelar Lokmin Bulanan, sekaligus dirangkaikan dengan Pelatihan Konseling untuk petugas kesehatan yang berada di Desa (Petugas Pustu & Poskesdes).

Tujuannya adalah bagaimana petugas kesehatan mampu membuat pojok konseling adiksi narkoba serta melakukan skrining penyalahgunaan narkoba. Serta nantinya mampu melakukan konseling terhadap penyalahguna narkoba.

Kegiatan ini sebagai langkah awal pencegahan, penemuan serta pengobatan masyarakat Enrekang yang memang teradiksi Narkoba. Dalam hal ini kecanduan Rokok dan Alkoholpun masuk kategori untuk di skrining.

Sebelum melakukan konseling tentu melaksanakan skrining dengan menggunakan metode assist sesuai standar WHO. Dimana tujuan skrining adalah untuk melakukan edukasi risiko penggunaan zat, menentukan strategi promkes untuk intervensi, memperkuat gaya hidup sehat, dan untuk mendapatkan penanganan sesuai risiko (termasuk rujukan) bila hasil skrining masuk kategori skor risiko tinggi.

Puskesmas Baraka Gelar Pelatihan Pojok Konseling Adiksi Narkoba-1

Bertindak sebagai fasilitator dalam pelatihan dan simulasi pojok konseling adiksi ini adalah drg. Nustriati. M. Adm. Kes, yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan serupa yang di adakan oleh BNN Provinsi Sulsel.

Besar harapan kedepan bahwa dengan adanya Pojok Konseling adiksi ini, masyarakat yang melakukan penyalahgunaan narkoba mampu berubah, mau curhat dengan niat ingin bebas dari narkoba, bebas ketergantungan dari narkoba.

Enrekang Tanpa Narkoba

Kenalin Istruktur Cantik Kesorga Puskesmas Baraka Enrekang

Sejalan dengan Program Kementrian kesehatan, yaitu Gerakan masyarakat Hidup sehat, ada 3 semangatnya, yaitu salah satunya adalah membudayakan olahraga pada masyarakat, nah untuk mendukung program tersebut, inilah 4 sosok hebat, penyemangat gerakan senam dan olahraga sehat dari Desa – Desa pelosok Kec. Baraka,

Dari kiri, adalah kepala Puskesmas Baraka, drg. Ira Desti Saptrai. M. Adm. Kes,selanjutnya ada Masyanti, Mirna dan Asra.

Menurut Kapus Baraka, alumni kedokteran Gigi Unhas ini, menyatakan ke 3 Dara ini adalah harapan dan semangat dalam membudayakan olahraga dari keluarga-keluarga, Desa, bahkan pada skala yang lebih besar.

Senam pagi Puskesmas Baraka Enrekang

Puskesmas Baraka Kerja Sama Dengan STAIN Pare Pare Gelar Lomba Balita Sehat

Lomba Balita Anak Muslim, kerjasama Puskesmas Baraka dengan mahasiswa STAIN Pare-pare berlangsung Minggu 30 Juli 2017 di desa Botongan.

Lomba Balita Anak Muslim, kerjasama Puskesmas Baraka dengan mahasiswa STAIN Pare-pare berlangsung Minggu 30 Juli 2017 di desa Botongan.

Lomba balita sehat ini bertujuan mengukur sejauh mana, peran keluarga menjadi tonggak utama kesehatan Balitanya, baik dari aspek fisik, psikis dan spiritual.

Menurut Hj. Samania, Str. Keb selaku Kepala Pustu Botongan, ada 4 kriteria yang menjadi penilaian lomba kali ini, Pertama, Aspek Kerapihan yang mendukung nilai estetika balita. Kedua, aspek Soulmate, menilai keintiman kasih sayang ibu dan anak. Ketiga, aspek Kesehatan Balita dan Keluarga, sejauhmana kebersihan diri, Asi Ekskusif, Imunisasi dll. Keempat, Aspek Religius, seberapa banyak hafalan - hafalan doa yang dikuasai oleh balita peserta lomba.

Dengan banyaknya aspek penilaian, tentu ada banyak tim penilainya, imbuh bidan senior Puskesmas Baraka ini. Ada tim penilai dari Ibu Kemenag Kec. Baraka, Petugas Kesehatan di Desa, Ibu Ketua PKK Desa Bontongan dan dan Perwakilan Mahasiswa sebagai wakil STAIN Pare-Pare.

Kepala Puskesmas Baraka, Ira Desti Saptari, M.Adm.Kes mengapresiasi kegiatan seperti ini, dan perlu kita dukung dan tingkatkan. Beliaupun sangat berharap semua petugas di desa-Desa, baik bidan, perawat menjadi ujung tombak, dan mampu mencontoh Petugas Pustu Bontongan sebagai garda terdepan penggerak Germas di Desa-Desa.

Enrekang Darurat DBD, Masyarakat Harus Lebih Aktif dgn 3M Plus

Sampai pekan terakhir Juli 2017, tercatat sudah ada 10 Kasus DBD di Kab. Enrekang, salah satu penyumbang ada di Kecamatan Baraka

Sampai pekan terakhir Juli 2017, tercatat sudah ada 10 Kasus DBD di Kab. Enrekang, salah satu penyumbang ada di Kecamatan Baraka, tahun ini kita tak boleh kecolongan, kata Kadinkes Enrekang, Marwan Ganoko,

Penyakit Demam Berdarah disebabkan oleh virus dengue yang penyebarannya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Karena diperantarai oleh nyamuk tersebut, maka demam dengue tidak bisa menular dari orang ke orang secara langsung. Jadi intervensi kita adalah nyamuknya, bagaimana supaya nyamuk Aedes aegypti diputus mata rantai berkembangannya dan kita jangan sampai tergigit,

Sebagai langkah pencegahan Dinas Kesehatan dlm hal ini Puskesmas Baraka, melalui pengelola Program Pengendalian DBD Anita, AMK, sudah melaksnakan Penyelelidikan Epiodemiologi dan Abatisasi di lokasi-lokasi yang dicurigai terdapat kasus ataupun lokasi Endemik DBD di Wilayah Kec. Baraka.

pengelola Program Pengendalian DBD Puskesmas Baraka

Kadinkes Enrekang berpesan bawah, nyamuk Aedes Aegepty itu banyak berkembang biak di daerah padat penduduk, seperti Daerah Kelurahan Balla, Baraka, dan Tomenawa, tentu kita semua perlu waspada, kita tak bisa mengandalkan fogging, karena biayanya cukup mahal dan tak bisa banyak.

Kadis Menenakan masyarakat harus slebih aktif. Kegiatan pencegahan penyakit demam berdarah dengue tidak hanya melibatkan sektor kesehatan saja, melainkan semua pihak termasuk masyarakat juga harus peduli.

GHBS, Gerakan Hidup Bersih dan Sehat, harus kembali kita aktifkan. Berantas jentik dan hindari gigitan nyamuk demam berdarah dengan cara 3M Plus kunci utama,

  1. Ingatlah untuk menguras tempat-tempat penampungan air (bak mandi/WC, tempayan, ember, vas bunga, dsb) seminggu sekali.
  2. Menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong dan drum.
    Mengubur barang-barang bekas yang ada di sekitar atau di luar rumah yang dapat menampung air hujan seperti kaleng bekas, botol, plastik dan tempurung kelapa.
  3. Menaburkan bubuk abate atau altosid 2-3 bulan sekali di tempat air yang sulit dikuras atau tempat sulit air.
  4. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk. serta cegah gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk, memakai obat repelant, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi dsb.

Kadinkes Enrekang juga menyarankan bahwa, jika Anda mengalami gejala seperti flu (misalnya sakit kepala dan demam tinggi) selama lebih dari satu minggu, sebaiknya segera untuk memeriksakan diri Anda ke Puskesmas.

Masyarakat jangan takut, karena petugas kami di tiap-tiap kecamatan Aaktif melayani masyarakat, kita siap lebih keras bekerja, karena masyrakat sehat kunci kita menuju Enrekang yang maju, aman dari ancaman DBD dan jika kita sehat maka masyrakat mampu Produktif dan Sejahtera.

cegah demam berdarah dengan 3 M plus

Komunikasi Lintas Sektor Kunci keberhasilan Pembangunan Kesehatan Masyarakat

Lokakaryamini lintas sektor, Puskesmas Baraka, Rabu, 26/7, mengangkat tema “Integrasi Lintas Sektor dalam Penguatan Program Kesehatan Masyarakat.

Lokakaryamini lintas sektor, Puskesmas Baraka, Rabu, 26/7, mengangkat tema "Integrasi Lintas Sektor dalam Penguatan Program Kesehatan". Acara ini dihadiri oleh Camat, Kepala Puskesmas, Lurah, Kepala Desa serta Kepala Sekolah se-Kecamatan Baraka.

Dalam sambutannya Kepala Puskesmas Baraka, Ira Desti Saptari, M.Adm.Kes mengungkapkan, kualitas kesehatan masyarakat akan terwujud apabila ada Gerakan Masyarakat untuk sehat, gerakan yang bersumber dari dalam diri masyarakat itu sendiri.

Kepala Puskesmas Baraka menekankan pentingnya Germas dalam setiap aktifitas instansi di linkungan Kecamatan Baraka. Sebagai contoh, saat lokmin berlangsung ada senam peregangan dan aneka snack lokal hasil bumi masyarakat Duri Kab. Enrekang seperti ubi, jagung, salak, pepaya jenis California, dll sebagainya.

Selain itu, Camat Baraka, Bapak Zulkarnaen, S.STP, M. Si, menyampaikan pula kepada peserta lokmin, bahwa sejarah pembangunan suatu bangsa tidak pernah terlepas dari aspek pembangunan kesehatan.

Pembangunan kesehatan tentunya membutuhkan irisan peran-peran. Irisan peran lintas sektor menjadi kunci terwujudnya pembangunan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Calon Doktor Unhas Makassar ini pun menyatakan, benar desa memiliki anggaran yang besar, tapi tidak serta merta dapat begitu saja digunakan tanpa dasar. Perlu koordinasi, komunikasi yang baik, khususnya antara pihak Pemerintah Desa dan Puskesmas, baik dalam penyusunan RPJMDES dan atau Musrenbang Desa.

Hal senada ikut diutarakan oleh Kepala Desa Salukanan. Jika pihak Puskesmas hendak bekerja sama dengan pemerintah desa, dan ingin memasukan usulan kegiatan-kegiatan agar bisa diakomodir, perlu di dukung dengan memberikan daftar kebutuhan, inventaris kegiatan dan atau barang, baik alkes atau hal-hal penting yang perlu dimasukan, sesuai kebutuhan masyarakat.

Informasi tersebut perlu disampaikan, baik lewat persuratan, permintaan yang sifatnya resmi, dan yang terpeting adalah sebelum RPJMDES di SAH-kan di Desa, agar semua harapan pembangunan Kesehatan di Desa, bisa di wujudkan.

Catatan penting dari lokmin kali ini yaitu, menjadi penting untuk tim Puskesmas mempersiapkan agenda penguatan jejaring di Desa, agar mampu menganalisis, mengolah data dan membuat rasionalisasi kegiatan berbasis masalah. Sehingga saat Musrenbang Desa, agenda kegiatan Pembangunan Kesehatan yang berawal dari Desa-Desa dapat terwujud.

SKRINING Perilaku Merokok Pada Anak Usia Sekolah di MTS Negeri 1 Enrekang

Puskesmas Baraka melaksanakan skrining perilaku merokok pada anak usia sekolah di MTS N 1 Enrekang, dengan sampel masing – masing 2 kelas di tiap sekolah.

Hari ini (19/7), Puskesmas Baraka melaksanakan skrining perilaku merokok pada anak usia sekolah di MTS Negeri 1 Enrekang. Kegiatan ini dilaksanakan secar terpadu antara Program Penyakit Tidak Menular (PTM) serta Promkes.

Tujuan skrining ini dilaksanakan sebagai upaya mendapatkan data awal perilaku merokok di lingkungan sekolah, dan perilaku merokok warga sekolah, baik siswa, guru dan orang – orang yang terlibat aktif dalam proses belajar & mengajar. Kegiatan skrining ini dilakukan sebagai langkah awal untuk usaha berhenti merokok.

Menurut Ibu Nurlina, S.KM, Kepala Program PTM Puskesmas Baraka, skrining perilaku merokok ini dilaksanakan dengan mengambil sampel masing – masing 2 kelas di tiap sekolah, sekitar lebih kurang 100 peserta, kelas XI dan Kelas X.

Hasil skrining akan dilanjutkan Evaluasi serta koordinasi dengan pihak sekolah, sebagai langkah pencegahan dampak buruk rokok, dan bahkan pencegahan penyalahgunaan narkoba, demi mewujudkan generasi EMAS enrekang yang sehat.

Quesioner Skrining Perilaku Merokok Bagi Anak Sekolah