Puskesmas Sukagumiwang Indramayu Edukasi Kesehatan Siswa SDN Cibeber

Indramayu – Rabu, 21 Februari 2018, Puskesmas Sukagumiwang mengadakan kegiatan Phast Mamin yang diikuti oleh 25 siswa SDN CIBEBER Kecamatan Sukagumiwang Indramayu.

Indramayu – Rabu, 21 Februari 2018, Puskesmas Sukagumiwang mengadakan kegiatan Phast Mamin yang diikuti oleh 25 siswa SDN CIBEBER Kecamatan Sukagumiwang Indramayu.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Petugas Promkes, Toto Riswanto S,KM; Promotor, Asmaul Husna; dan Petugas UKS Puskesmas Sukagumiwang, Rohayati, S.Kep Ners.

Kegiatan yang dimulai sejak jam 9.00 hingga 11.00 wib ini berlangsung secara meriah. Peserta diajak untuk beercerita, bagaimana cara mengidentifikasi perilaku baik dan buruk di sekolah, bagaimana mencegah agar tidak terjadi kontaminasi pangan, alur kontaminasi pangan, dan permainan ular tangga.

Harapan kami dari pihak Puskesmas Sukagumiwang, seluruh siswa ingat dan dapat mempraktekan perilaku baik dan sehat, serta menularkannya kepada rekan di sekolahnya.

Puskesmas Krangkeng Cari Tahu Kebutuhan dan Harapan Masyarakat Lewat Program NYASAR

Untuk mengetahui kebutuhan dan harapan masyarakat di bidang kesehatan, kami Puskesmas Krangkeng mempunyai program menyapa masyarakat di desa.

Untuk mengetahui kebutuhan dan harapan masyarakat di bidang kesehatan, kami Puskesmas Krangkeng mempunyai Program "NYASAR" (Menyapa Masyarakat) di desa. Bagian dari kegiatan penyuluhan luar gedung kolaborasi Kepala Puskesmas, Promkes, Promotor dan Bidan Desa.

Adapun kegiatan ini kami lakukan dalam beberapa tahap, seperti pada Kamis, 4 Januari 2018 bertempat di Desa Kalianyar RT 03 RW 02. Hari Selasa, 9 Januari 2018 bertempat di Desa Singakerta Blok Pesantren RT 11 RW 04. Juga pada 11 Januari 2018, kegiatan ini kami lakukan di Desa Krangkeng Blok Tegal Rasak RT 13 RW 6.

Kegiatan NYASAR ini menyasar ibu rumah tangga, ibu-ibu yang mempunyai bayi dan balita serta ibu hamil.

Dari pertemuan tersebut, kebutuhan masyarakat didapat beberapa masukan untuk Puskesmas Krangkeng seperti sarana dan prasarana kesehatan yang memadai (sarana kesehatan lingkungan, UKBM dll), yang menunjang kesehatan masyarakat, dll.

Masyarakat juga mengharapkan petugas kesehatan lebih sering berkunjung dan menyapa masyarakat untuk memberikan informasi-informasi kesehatan kepada mereka.

Dengan adanya Program "Menyapa Masyarakat" ini kami bisa tahu secara langsung kebutuhan dan harapan masyarakat dibidang kesehatan, sehingga kita bisa memberikan intervensi yang tepat.

Meriahnya Peringatan HKN ke 53 dan Pencanangan Germas UPTD Puskesmas Krangkeng

Pelaksanaan peringatan Hari Kesehatan Nasional atau HKN ke-53 di Puskesmas Krangkeng Indramayu tahun ini berjalan meriah, 14 November 2017.

Pelaksanaan peringatan Hari Kesehatan Nasional atau HKN ke-53 di Puskesmas Krangkeng Indramayu tahun ini berjalan meriah.

Rangkaian acara memperingati HKN ke-53 yang diselenggarakan oleh Puskesmas Krangkeng meliputi:

  1. Pemeriksaan Papsmear bagi peserta BPJS dan Pemeriksaan Darah lengkap bagi peserta Prolanis kerja sama dengan Prodia Lab Indramayu, 10 Nov 2017, di Gedung Poned PKM Krangkeng
  2. Lomba Mewarnai Germas bagi anak TK/ RA, 11 Nov 2017, di Aula PKM Krangkeng
  3. Lomba menggambar bagi anak SD/ MI, 13 Nov 2017, di Aula PKM Krangkeng
  4. Acara Puncak HKN ke-53 dan Pencanangan Germas, 14 November 2017, di Halaman PKM Krangkeng

Muspika Kecamatan Krangkeng bersama Kadinkes Indramayu

Pada acara Puncak HKN ke-53, acara yang dihadiri oleh Kadinkes Indramayu, dr H. Deden Bonni Koswara, MM, serta jajaran Muspika; Kecamatan, Kapolsek, Danramil.

Kegiatan ini juga melibatkan lintas sektor seperti Ka UPTD se Kec.Krangkeng, Kuwu dan Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa, Kader Posyandu, Kepala Sekolah serta Guru UKS se wilayah Kec.Krangkeng dan seluruh staf PKM Krangkeng.

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama untuk melakukan, yang diawali oleh Kadinkes secara langsung.

Pencanangan Germas di Kec Krangkeng Indramayu

Dengan adanya acara ini diharapkan semua perwakilan yang hadir dalam kegiatan ini bisa mengaplikasikan Germas baik di Kecamatan, Desa, Sekolah, di lingkungan masing-masing.

Wujudkan Keluarga Samawa & Keluarga Sehat, 30 Calon Pengantin Ikuti Suscatin

Dalam rangka membentuk keluarga samawa, sehat dan berkualitas, BP4 Kecamatan Krangkeng mengadakan kegiatan kursus calon pengantin (SUSCATIN), Kamis, 14/9.

Dalam rangka membentuk keluarga sakinah, mawaddah warokhmah, sehat dan berkualitas, Badan Penasehat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kecamatan Krangkeng mengadakan kegiatan kursus calon pengantin (SUSCATIN), Kamis, 14/9.

Bertempat di Aula KUA Kecamatan Krangkeng, dengan narasumber H.Mashadi, S.Ag., MM, Kepala KUA Kec Krangkeng, Makmun, S. Sos, dari Dinas KB, dan saya sendiri, neneng Nurhayati, SKM.

Sebanyak 30 pasangan calon pengantin mendapatkan materi pembekalan tentang Bagaimana Mempersiapkan Perkawinan yang Kokoh Menuju Keluarga Sakinah, Bagaimana Menjaga Kesehatan Reproduksi, dan Mempersiapkan generasi yang berkualitas.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat mewujudkan keluarga SAMAWA bagi para calon pengantin. Selain itu dapat mengurangi angka perselisihan, perceraian dan KDRT, dan juga pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi bagi kedua pengantin.

PJ Promkes Sosialisasikan BPJS PBI APBD Kepada Pengunjung Puskesmas Krangkeng

Indramayu – Rabu, 6/9, Puskesmas Krangkeng melaksanakan kegiatan rutin edukasi kesehatan (penyuluhan dalam gedung) pada pengunjung di ruang tunggu pasien.

Indramayu - Rabu, 6/9, Puskesmas Krangkeng melaksanakan kegiatan rutin edukasi kesehatan (penyuluhan dalam gedung) pada pengunjung di ruang tunggu pasien.

Setiap hari Rabu, semua pemegang program digilir bergantian untuk memberikan penyuluhan. Dan untuk Rabu kali ini, PJ Promkes dan Promotor yang mendapat jadwal mengisi kegiatan tersebut.

Sebagai narasumber yaitu Ibu Neneng Nurhayati, SKM dan Bapak Fuad Hasyim, SKM, dengan materi Perawatan Kehamilan dan Sosialisasi BPJS PBI APBD.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, membiayai pembayaran premi bagi penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan dan ditanggung oleh Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Bupati Indramayu Anna Sophanah mengatakan pemkab mengalihkan peserta Kartu Sehat dan Pintar (Kasep) ke BPJS Kesehatan dalam rangka memproteksi masyarakat yang tidak mampu dalam bidang kesehatan.

Untuk meng-cover Kasep yang bersumber dari APBD setiap tahunnya terus meningkat anggarannya pada tahun 2017 ini mencapai 57,8 miliar, dengan migrasi ke BPJS ini berharap hasilnya bisa maksimal dan anggaran yang digunakan bisa lebih efektif, Senin (31/7/2017), seperti dikutip dari Suara.com

Dengan adanya kegiatan edukasi kesehatan ini diharapkan ibu hamil, suami dan keluarga serta pengunjung pasien lainnya bertambah wawasan kesehatan (merawat kehamilan) dan menginformasikan pada masyarakat lainnya tentang BPJS PBI APBD.

Dinkes Indramayu Gelar Sosialisasi Program Keluarga Sehat

Selasa, 8/8, Dinkes Indramayu gelar acara sosialisasi keluarga sehat untuk penanggung jawab program Promkes dan tenaga Promotor se-wilayah Kab.Indramayu.

Indramayu - Selasa, 8/8, Dinkes Indramayu gelar acara sosialisasi keluarga sehat untuk penanggung jawab program Promkes dan tenaga Promotor se-wilayah Kab.Indramayu.

Dilaksanakan di aula Kopsuka Indramayu, acara ini diikuti 49 PJ Promkes, dan 35 promotor . Sebagai narasumber, Bapak H. Joko Nurhidayat dan Bapak Harsono.

Acara berlangsung sejak pagi jam 8.30 bertujuan untuk menjaga kekompakan antara PJ Promkes dan promotor dalam mensukseskan program Keluarga Sehat di Kabupaten Indramayu.

6 Manfaat Memberikan ASI Eksklusif Bagi si Buah Hati

Memperingati Pekan ASI Sedunia, ini 6 Manfaat Memberikan ASI Eksklusif Bagi Bayi, disadur dari Paket Informasi & Edukasi Keluarga Sehat Dinkes Indramayu.

Memperingati Pekan ASI Sedunia, kali ini saya ingin berbagi informasi mengenai ASI Eksklusif.

Berikut ini 6 manfaat memberikan ASI Eksklusif bagi bayi:

  1. Mengandung zat gizi dan berbagai zat kekebalan tubuh yang dibutuhkan bayi
  2. Melindungi bayi dari penyakit seerti diare, sakit telinga, infeksi saluran pernafasan, dan alergi
  3. mudah diserap oleh tubuh bayi, meningkatkan kecerdasan
  4. Menunjang tumbuh kembang yang optimal
  5. Mencegah terjadinya anemia, membantu menunda kehamilan
  6. Praktis, ekonomis higienis dan selalu tersedia dengan suhu yang tepat

6 Manfaat ASI Eksklusif Bagi Bayi

Materi ditulis ulang dari Paket Informasi & Edukasi Keluarga Sehat
diterbitkan oleh Bidang Promkes PL, Dinkes Kab Indramayu Th 2016.

Mahasiswa Kesmas STIKes Indramayu Gelar Overa Van Campak Rubella di SMP Unggulan

Selasa, 1/8-17, mahasiswa Kesehatan Masyarakat STIKes Indramayu menggelar “Overa Van Campak Rubella” dalam acara kampanye Imunisasi Campak-Rubella (MR).

Indramayu, Selasa, 1/8-17, mahasiswa Kesehatan Masyarakat STIKes Indramayu menggelar “Overa Van Campak Rubella” dalam acara kampanye Imunisasi Campak-Rubella (MR) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Indramayu di SMP Unggulan Indramayu.

Dalam overa tersebut mahasiswa Kesehatan Masyarakat STIKes Indramayu menyampaikan pentingnya Imunisasi Campak-Rubella (MR) agar bisa melindungi generasi emas Indonesia.

Mahasiswa juga menghimbau kepada siswa/siswi yang hadir untuk mengikuti Imunisasi MR dan ibu-ibu yang memiliki anak atau saudara yang usia 9 bulan – 15 tahun kurang untuk melakukan imunisasi yang dilaksanakan dalam dua fase yaitu Fase Pertama pada Bulan Agustus sasarannya anak  SD/MI/SMP/MTS atau sederajat. Sedangkan fase kedua dilakukan di Posyandu, Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya sasarannya bayi dan anak yang belum bersekolah serta anak usia sekolah, namun tidak bersekolah.

Overa Van Campak Rubella mampu menggugah perwakilan pengurus OSIS SMP di Indramayu dan siswa-siswi SMP Unggulan untuk melakukan imunisasi MR, siswa mengaku takut untuk di imunisai namun setelah melihat overa van campak rubella dari mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indramayu menjadi tidak takut justru malah menjadi takut kalau tidak di imunisasi.

Kampanye MR ini dihadiri oleh Wakil Bupati Indramayu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Kepala Puskemas Se-Indramayu, Kepala Dinas Pendidikan, Kapolres Indramayu, dan Perwakilan dari Pengurus OSIS SMP di Indramayu.

Tujuan kampanye ini untuk mensukseskan program Imunisasi MR di Indramayu. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Indramayu mengajak seluruh elemen yang terlibat dalam pelaksanaan Imunisasi MR ini bisa berperan aktif untuk mengajak masyarakat yang memiliki anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun untuk melaksanakan imunisasi MR.

Dengan demikian kekebalan tubuh masyarakat Indramayu terhadap campak rubella bisa meningkat dan bisa mensukseskan program pemerintah yaitu Indonesia Bebas Rubella pada tahun 2020.

Puskesmas Sukagumiwang Gelar Rakor Tingkat Kecamatan Tentang Kampanye MR

Kamis, 28/7, Puskesmas Sukagumiwang mengadakan rapat koordinasi tingkat kecamatan tentang kampanye MR.

Kamis, 28/7, Puskesmas Sukagumiwang mengadakan rapat koordinasi tingkat kecamatan tentang kampanye MR. Tujuan diselenggarakan acara ini agar terjalin kerjasama lintas program & sektoral dalam rangka menurunkan incident rate kasus Rubela/ Campak.

Rakor yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Sukagumiwang Indramayu ini dihadiri oleh Camat Sukagumiwang, Kapolsek, Danramil, Kepala UPTD/ UPTB, Staff Puskesmas, Kepala Sekolah, Guru UKS, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, PKK juga Kuwu se-kecamatan Sukagumiwang.

Penjelasan tentang imunisais MR disampaikan oleh Kepala Puskesmas Sukagumiwang, H. Carbadi, SKM dan dr. Fidya Febriyanti. Acara ini berlangsung sejak pagi pukul 08.00 hingga 14.00 Wib.

Harapan dengan diselenggarakan acara ini, agar informasi Campak Rubella dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, dan pelaksanaan imunisasi MR dan rubella berjalan dengan baik. Agar target minimal 95% dapat tercapai.

Dengan demikian masyarakat yang ada di kecamatan Sukagumiwang kususnya anak usia 9 bulan s.d <15 th terbebas dari penyakit campak.

 

14 Puskesmas di Indramayu Belum Miliki Tenaga Promotor Kesehatan

Dari 49 puskesmas yang ada di Kabupaten Indramayu, baru 35 yang memiliki tenaga promkes. Targetnya, di Th 2021 nanti semua puskesmas bisa terpenuhi.

Menciptakan masyarakat desa yang sehat masih menajdi PR Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu. Tenaga Promotor Kesehatan (Promkes) dikerahkan di setiap puskesmas untuk mengedukasi masyarakat mengenai pola hidup sehat.

Namun sayang, dari 49 puskesmas yang ada di Kabupaten Indramayu, baru 35 puskesmas yang memiliki tenaga promkes. Sementara sisanya tanpa promkes.

Kasi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinas Kesehatan Indramayu H Joko Nurhidayat SKM MKes mengatakan, keberadaan tenaga promkes ini juga menentukan pembentukan desa siaga aktif yang sedang dicanangkan Dinas Kesehatan. Pasalnya, Promkes memiliki peran yang cukup vital untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Idealnya memang setiap desa dan puskesmas ada tenaga promkes. Untuk target di tahun 2021 setiap puskesmas sudah memiliki promkes. Dan di setiap desa juga ada,” tuturnya,

Dengan keberadaan Promkes, sambungnya, keinginan menciptakan masyarakat sehat bisa terwujud. “Untuk role model bisa lihat Desa Majasari karena penerapan desa siaga aktif sendiri sudah berjalan,” tuturnya,

Nantinya, rekrutmen promkes dilakukan oleh masing-masing puskesmas. Begitu juga penyeleksiannya. Sementara, Desa Siaga Aktif adalah bagian dari Program SIDESI (Sinkronisasi dan Integrasi Desa Siaga Aktif) yang dicanangkan oleh Dinas Kesehatan.

Pada program ini, Promkes dan bidan desa memiliki tugas untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Khususnya bagi ibu hamil sehinigga bisa memperkecil risiko kematian ibu dan bayi.

“Nanti untuk mewujudkan desa siaga aktif, satu desa dibentuk tim yang berisi enam orang yakni Kuwu, PKK, BPD, Bidan Desa, Promkes, dan Posling, yang kami latih,” ujarnya.

Sumber radarcirebon.com