Untuk Nusantara Sehat Batch 2 Sungai Guntung yang Hebat dan Menebar Manfaat

Terimakasih Nusantara Sehat Dua Sungai Guntung, atas apa yang telah kalian berikan untuk Puskesmas dan kampung halamanku yang paling kucintai ini.

Awal Desember 2015 lalu adalah awal kali mereka menginjakkan kaki di bumi Kateman, sebuah kota kecil daerah pinggiran yang maju pesat perkembangannya namun cukup memprihatinkan pula permasalahannya.

Hendri, Bagus, Dedeh, Diyan, Faridah dan Sabrina. Ya, mereka adalah anggota Tim Nusantara Sehat yang di tempat tugaskan di Kateman. Mereka adalah 6 Anak Bangsa pilihan rekrutan Kementerian Kesehatan yang dipilih Kemekes untuk mensukseskan program pemerintah membangun Kesehatan Indonesia dari Pinggiran.

Aku masih ingat, di pelabuhan HK Sungai Guntung-lah kami (Aku, Atasanku juga salah satu temanku bernama ‘Heri’) menjemput awal kali mereka datang ke Kateman. Berjumlah Enam orang; Dua Lelaki Sejati, Empat Wanita Bermutu Tinggi.

Mereka memang berbeda profesi tapi selalu bersinergi, memang berbeda satu dan lainnya dalam berbagai hal tapi selalu saling melengkapi. Ah, mereka hebat dan menebar banyak manfaat. Wajar bila kepergian mereka kemarin membuat sedih dan meneteskan air mata Petugas Puskesmas Sungai Guntung dan masyarakat yang pernah berbaur dengan mereka.

Aku pun masih ingat, awal kali mereka bekerja di UPT Puskesmas Sungai Guntung gedungnya kurang indah hingga ia ikut andil bersama saat kami berpindah ke gedung yang lebih kokoh, indah dan megah. Aku yakin mereka pasti masih ingat bagaimana kami melansir barang-barang yang banyak itu. Ada kebahagiaan yang luar biasa waktu ini karena hijrah dari gedung lama ke gedung baru yang megah dan indah.

Sebenarnya, hanya kurang beberapa minggu lagi, maka genap dua tahun mereka mengabdikan diri di Sungai Guntung. Hampir dua tahun itu bukan waktu yang singkat. Tentu banyak hal yang mereka rasakan dan mereka sumbangsihkan untuk Sungai Guntung khususnya di bidang kesehatan. Banyak pula kenangan yang tersimpan melekat, tentancap kuat dihatinya khususnya di Puskesmas Sungai Guntung.

Maka wajar jika perpisahan yang mereka lakoni ini agak berat. Maka kami semua pun maklum jika saat mengantar mereka pulang di Pelabuhan HK tempat awal mereka menginjakkan kaki di Sungai Guntung banyak air mata yang merembes darinya dan juga dari rekan kerjanya. Itu bukan karena mereka cengeng tapi karena berpisah memanglah hal yang berat.

Terimakasih NS Dua Sungai Guntung, atas segala yang telah kalian beri dan kalian bagi khususnya untukku, Puskesmas dan Sungai Guntung kampung halamanku yang paling kucintai ini.

Jangan pernah lupakan kenangan manis yang pernah kalian ciptakan dan ingat-ingatlah kenangan yang kalian dapatkan, tapi kuburlah dalam-dalam kenangan buruk yang ada dikampung ini. Terlebih jika Ada hal yang tak menyedapkan dari pribadi kawanmu yang nakal dan jahil ini, yang terkadang bicaranya tak terkontrol, candaan yang terlalu berlebihan.

Beberapa hari, minggu, bulan bahkan tahun ke depan pasti ada yang kalian rindui di Kateman ini. Maka, bila rindu dan berkesempatan kunjungilah kami yang ada di Sungai Guntung ini. Bukankah kalian ingin melihat kebun toga dibelakang Puskesmas yang telah kalian garap? Bukankah kalian juga ingin melihat bagaimana perkembangan Anak-Anak Laskar Nusantara Sehat? Bukankah kalian juga sangat ingin melihat bagaimana gedung di sebelah kiri Puskesmas beranggaran 5 milyaran lebih yang baru di kerjakan kemarin berdiri megah, gagah dan indah? Pasti mau-lah ya.

Satu lagi, dengan kepergian kalian maka kuranglah langgananku. Hehehe. Tak kudengar lagilah bagaimana kalian meneriakiku saat aku sedang berjualan.

Terakhir Untuk kalian Tim Nusantara Sehat Bacth 2, rekan kerjaku sekaligus teman. Aku ucapkan terima kasih berjuta kali. Maafkan kawanmu yang tak bisa memberi lebih ini. Kapan-kapan datanglah kembali, kota yang aku cintai ini. Semoga di mana pun kalian berada Allah selalu memberikan Kesehatan, kebaikan, keberkahan juga kesuksesan selalu dalam genggaman kalian. Aamiin.

Sungai Guntung, 01 November 2017

Penulis:
Agusman 17an
Pemuda yang Bermimpi Berjaya, Bangsanya Berdaya dan Dirinya Dirindukan Syurga.

Panggil Kami, Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung (Bag.I)

“Kehadiran Tim Nusantara Sehat dari penugasan Kemenkes sudah memberi warna indah di Puskesmas Sungai Guntung”, ujar Kepala Dinkes Kabupaten Inhil.

9 Desember setahun lalu adalah hari pertama kami ditempatkan di daerah ini. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, sampai pada pembekalan. Sebagai bukti bahwa merah putih ada dihati kami. Mungkin disana masih banyak anak pemuda yang menginginkan pengabdian ini, namun belum mendapat kesempatan untuk andil mengikuti.

Bermodalkan ilmu yang diterima dari bangku kuliah yang menjadi bekal utama profesi. Ditambah dengan pengalaman berorganisasi dan  pekerjaan yang sebelumnya ditekuni. Sebanyak 6 profesi ini, Kementerian Kesehatan RI mengamanakan tugas ini di UPT Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman.

Membahagiakan memang..

Betapa tidak, hey kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang sangat membutuhkan. Seolah-olah mewujudkan cita-cita dari bangsa ini dengan memajukan kualitas hidup mereka di bidang kesehatan.  Semoga langkah pengabdian ini memberikan bukti bahwa kita adalah bangsa yang besar dan kuat. Bangsa yang benar-benar mencintai negeri dari karunia Tuhan yang mengagumkan.

Baiklah.. Jangan lama-lama yah intronya..

Melalui tulisan ini, kami sebenarnya hendak menyampaikan tentang sesuatu yang memberikan energi positif dari jalan tim Nusantara Sehat ini. Maaf ini sebagian orang menganggap pencitraan, “biarin deh, ambil manfaatnya silahkan”. Sebuah batu loncatan yang cukup memberi perubahan besar wajah dunia kesehatan Indonesia. Sebuah titik pertemuan yang tidak bisa diremehkan. Bagaimana tidak, kita dikumpulkan dari berbagai daerah dengan meninggalkan segala kenyaman untuk berpayah mengikuti program ini.

Setelah menerima pengumuman hasil seleksi dan dinyatakan lolos untuk mengikuti pembekalan, kami dikumpulkan di Pusdikkes TNI AD Jakarta. 40 hari dilalui pelatihan baik materi dalam ruang maupun latihan fisik di lapangan, kurang lebih semacam tentara khusus kesehatan. Dipupuk di pembekalan tidak lain untuk mempersiapkan diri saat melaksanakan tugas di penempatan. Dan memang benar para alumni Pusdikkes atau Tim Nusantara Sehat ini menjadi survivor yang diakui masyarakat di tempat tugas.

“Saya mewakili masyarakat dan segenap jajaran pemerintah Kecamatan Kateman sangat bersyukur dengan adanya Nusantara Sehat di Kateman. Tim ini sangat kompak dan solid berbeda dengan program pemerintah yang sebelumnya. Program ini sudah dipersiapkan dari perekrutan dipilih orang-orang yang kuat oleh Kementerian Kesehatan.” Kata Camat Ketaman Bpk Marlis Syarif, S.Sos, MH.

Bekerja mengabdi di Sungai Guntung sama sekali tidak dikatakan mudah layaknya memasak mie instan. Membutuhkan proses, kesabaran, ketelitian dan tidak harus saklek dengan teori yang semestinya. Terdapat 3 Kelurahan dan 8 Desa di Kecamatan Kateman. Wilayah terdekat dari pusat kecamatan dapat di jangkau menggunakan kendaraan bermotor, namun ada desa-desa yang terpisah daratan harus menggunakan transportasi perahu pompong. Belum lagi, tergantung dengan cuaca dan keadaan air sungai itu pasang atau surut. Masalah pelik jika terjadi kasus darurat yang membutuhkan penanganan segera.

Disamping itu jarak antara Kecamatan Kateman dengan Kota Kabupaten di Tembilahan yang cukup jauh sekitar 170km. Satu-satu alat transportasi untuk mengantar kesana menggunakan kapal Boat (kapal cepat spit). Memiliki penduduk 43.413 jiwa yang setara dengan jumlah penduduk Kabupaten di wilayah Jawa pada umumnya. Dapat dibayangkan tanahnya sangat luas. Tempat ini sangat dikenal sebagai kawasan perkebunan hamparan kelapa dan sering disebut  dengan julukan ‘Negeri 1000  Parit Hamparan Kelapa Terbesar di Dunia’.

Dua tahun penempatan serasa tak akan cukup untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan di Kateman. Dalam waktu itu akan sia-sia jika tidak ada perubahan. Separuh waktu dari pengabdian Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung setidaknya sudah memberi warna wajah kesehatan.

“Kehadiran Tim Nusantara Sehat dari penugasan Kementerian Kesehatan RI sudah memberi warna indah di Puskesmas Sungai Guntung. Memang jika berharap signifikan itu sulit, tapi bukan berarti tidak bisa. Untuk melakukan perubahan tentunya ada langkah-langkah, apalagi perubahan besar pasti harus menggunakan langkah besar.” Kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Bpk H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes.

Sejak saat itu kami bertekad bahwa langkah Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung ini tidak boleh terhenti hanya pada waktu penugasan saja. Harus ada sosok yang bisa meneruskan perjuangan kami, apabila nanti kita tinggalkan akan tetap terus tumbuh dan berkembang. Langkah itu adalah pembinaan kader yang nantinya akan melanjutkan program ini terus dilakukan demi menjaga eksistensi kesehatan dalam jangka panjang. Nama program tersebut adalah Laskar Nusantara Sehat Kateman.

Tercatat pada tanggal 28 Oktober 2016 secara resmi 300 kader Laskar Nusantara Sehat di Kateman dilantik oleh Kepala Dinas Kesehatan dihadapan masyarakat, dan dipastikan akan terus bertambah. Terdiri para remaja sekolah yang menjadi perpanjangan tangan kami dari program Puskesmas Sungai Guntung. Inovasi ini diinisiasi oleh Tim Nusantara Sehat setelah melalui pembinaan secara insentif selama 1 tahun.

“Ini menjadi langkah positif bentuk pencegahan terhadap penyimpangan seperti kenakalan remaja, maraknya penyalahgunaan narkoba, ngelem (menghisap lem), dan pelecehan seksual yang berpotensi tinggi pada remaja.” Ungkap Kepala UPT Puskesmas Sungai Guntung Bpk Zainuddin, SKM.

Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan, sehingga para remaja berdaya dan berperilaku positif. Adapun materi yang kami latih yaitu tentang kesehatan, pendidikan, kesehatan reproduksi, napza, perilaku hidup bersih dan sehat, hiv/ims, dan kesehatan lingkungan. Hasil dari pengabdian  inilah yang menjadi pendobrak kualitas kesehatan masyarakat.

Perasaan kami sangat bersyukur dapat mengabdikan diri. Setengah waktu yang tersisa semoga dapat lebih memberi ruang untuk mengoptimalisasi tim kami bekerja disini.

“Saya profesi kesehatan masyarakat, namun enggan disebut profesi lebih tepatnya expert (keahlian). Jika ditanya bagaimana menerapkan keahlian saya ? jawabannya ya dimasyarakat. Kan sesuai judul kesehatan masyarakat..  “