Puskesmas Sumberlawang Sragen Gelar Kegiatan SMD di Desa Jati

Puskesmas Sumberlawang melakukan kegiatan Survey Mawas Diri atau biasa dikenal dengan istilah SMD, di Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, 8 Februari 2018 lalu.

Puskesmas Sumberlawang melakukan kegiatan Survey Mawas Diri atau biasa dikenal dengan istilah SMD, di Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, 8 Februari 2018 lalu.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama dengan Pemerintah Desa Jati, dan Puskesmas Sumberlawang, dan dihadiri oleh kader kesehatan Desa Jati, perangkat desa, dengan total peserta sekitar 30 orang.

Sebagai narasumber dari Pihak Puskesmas Sumberlawang menghadirkan Sdr Wahyu Indratmoko, SKM dan Bapak Slamet Riyanto, SKM.

Promkes Puskesmas Sumberlawang Kabupaten Sragen

Melalui kegiatan SMD ini,  narasumber menyampaikan tentang maksud dan tujuan SMD, serta penjelasan pengisian kuesioner SMD.

Sebagaimana yang kita tahu, kegiatan Survei Mawas Diri adalah kegiatan untuk mengenali keadaan dan masalah yang dihadapi masyarakat, serta potensi yang dimiliki masyarakat untuk mengatasi masalah tersebut.

Hal ini penting untuk diidentifikasi oleh masyarakat sendiri, agar selanjutnya masyarakat dapat digerakkan untuk berperan serta aktif memperkuat upaya-upaya perbaikannya, sesuai batas kewenangannya.

Salah satu tujuan SMD adalah masyarakat dapat mengetahui masalah kesehatan diwilayahnya sehingga bisa menyusun program untuk mengatasinya dan menyambut program pengentasan wilayah.

Harapan kami dari Puskesmas Sumberlawang, agar masyarakat lebih aktif, terutama dalam penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Karena jika masyarakat aktif, insyaallah 100% target program dapat tercapai.

Kader kesehatan Desa Jati Kec Sumberlawang Kabupaten Sragen

Menuju Istitha’ah Kesehatan, Pemkab Sragen Adakan Sosialisasi Haji Sehat di GOR Diponegoro

Menuju Istitha’ah kesehatan, para calon jamaah haji Kabupaten Sragen mendapatkan materi Sosialisasi Haji Sehat pada Minggu, 29 Oktober 2017.

Ibadah Haji merupakan Rukun Islam dan merupakan kewajiban bagi segenap umat Islam yang “mampu” untuk mengerjakannya. Kata “Mampu” tersebut dimaknai dengan Istitha’ah.

Istitha’ah Kesehatan akan menjamin peserta agar dapat melaksanakan seluruh rangkaian rukun dan wajib haji kesehatan. Oleh karena itu menjadi kewajiban bersama antara Pemerintah, Jemaah Haji dan Masyarakat untuk mewujudkan Istitha’ah Kesehatan Jemaah Haji.

Menuju Istitha’ah kesehatan, para calon jamaah haji Kabupaten Sragen mendapatkan materi Sosialisasi Haji Sehat pada Minggu, 29 Oktober 2017 di GOR Diponegoro Sragen.

Jumlah jemaah haji tahun 2018 yang rencananya akan diberangkatkan dari Kabupaten Sragen sebanyak 132 orang.

Petugas Pembinaan terpadu terdiri dari

  1. Bapak Iwan Kurniawan, SE, Kepala Sub Bagian Umum & Kepegawaian Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI
  2. Bapak  H. Dedy Endriyatno, SE, Wakil Bupati Sragen
  3. Bapak dr. Hargiyanto, M.Kes , Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sragen
  4. Bapak Drs. H. Muh. Fadlan, M.Ag, Perwakilan Kemenag Kab Sragen
  5. Ibu Anis Tri Wahyuni, SKM, Pengelola Program Kesehatan Haji Dinkes Prov. Jawa Tengah
  6. 25 Puskesmas di wilayah Kabupaten Sragen

Kadinkes menyampaikan, berharap bahwa kegiatan sosialisasi haji tahun depan dapat dilakukan sama seperti tahun ini, artinya dialokasikan anggaran pada tahun berikutnya. Karena tahun ini Kab Sragen masuk sebagai sampel dari kemenkes, selain 10 kabupaten/ kota lain se-Jawa Tengah.

Kasubag Kemenkes, menyampaikan pelaksanaan sosialisasi haji pada hari ini. Juga catatan mengenai permasalahan kesehatan jamaah haji, 299 jamaah, atau 45% Cardiovaskular Deseases, 202 jamaah, atau 31% Respiratory Diseases
dan 61 jamaah, atau 9% Circulatory Disease.

laporan pelaksanaan kesehatan haji 2017

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Wakil Bupati Sragen, H. Dedy Endriyatno, SE, menyampaikan bahwa upaya Preventif Promotif Kesehatan penting untuk jamaah haji, karena kembali ke jamaah sendiri. Biasanya jamaah yang berangkat itu kondisi sudah sepuh, jadi perlu kondisi extra, sehingga perlu disiapkan kondisi fisik yang baik agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik.

Beliau juga menambahkan, kloter tahun kemarin, kalau tidak darah tinggi, jantung, gula, paling dominasi, kalau sampai di sana ketambahan ISPA. Kalau ada sakit itu jangan kecil hati. Satu tahun kedepan persiapkan dengan baik.

Tambahan perlengkapan obat & perlengkapan kesehatan juga sangat penting. Kalau sudah sampai disana, harus antri obat, dan kalau dapat itu sedikit atau bahkan habis tidak kebagian.

Alhamdulillah,kemarin Ibu Bupati membawakan bekal obat-obatan, antibiotik, suplemen, sangat bermanfaat untuk para jamaah. Kreativitas para petugas kesehatan juga perlu diacungi jempol, kawan nakes pendamping jamaah membawa nebulizer, ini sangat membantu.

Sebagai penutup, Kadinkes Sragen berpesan, agar jamaah betul-betul menjaga kesehatan. banyak makan buah, minum. Jangan merasa sungkan “ngerepoti” tenaga kesehatan disana. Mulai dari sekarang harus rajin senam, olahraga. Semoga dengan sosialisasi haji sehat ini, calon jamaah haji dari Kab. Sragen dapat berangkat semuanya, dan kembali dalam keadaan sehat wal’afiat, dan menjadi Haji yang mabrur.

Foto Bersama Sosialisasi Haji Sragen 2017