Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin Adakan Pelatihan Penggunaan APAR

Banjarmasin – 8/9, Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin adakan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin.

Banjarmasin - Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin adakan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin, Jumat 8 September 2017.

Sebanyak 34 orang terdiri Kepala Puskesmas, Plt. Kepata TU, Staf, Satpam, CS mengikuti kegiatan ini, mulai dari pemaparan SOP penggunaan APAR, manfaat APAR, cara penggunaan APAR.

Kegiatna ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan pegawai Puskesmas Terminal untuk menjamin mutu pelayanan dalam hal keselamatan pasien selama berada di Puskesmas apabila terjadi kebakaran ringan di Puskesmas.

Selain itu dapat diaplikasikan pula di lingkungan sekitar rumah tinggal para petugas serta dapat memberikan informasi kepada masyarakat cara penggunaan APAR kalau terjadi kebakaran ringan.

Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin Sosialisasikan Pencegahan dan Pengendalian Pneumonia

Puskesmas Terminal mengadakan pertemuan pemberdayaan kelompok masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian Pneumonia, Rabu 30/8 lalu.

Puskesmas Terminal mengadakan pertemuan pemberdayaan kelompok masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian Pneumonia bertempat di Masjid Nurul Ikhlas, Kelurahan Sungai Lulut Rabu 30/8 lalu.

Sebanyak 50 orang terdiri dari Lurah Sungai Lulut dan Pemurua Luar, Babinsa, Guru TK, Kader Puskemas Terminal, juga Ketua RT.

Sebagai narasumber yaitu dr. Atul dari Dinkes Kota Banjarmasin, juga Nurafrida R, SKM dari Puskesmas Terminal menyampaikan tentang Cara Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Pnemonia.

Acara berlangsung sekitar 120 menit diikuti sesi tanya jawab.

Harapan kami dari pihak Puskesmas Terminal semoga dengan adanya kegiatan ini masyarakat dapat mengetahui dan menyampaikan serta mensosialisasikan informasi kepada warga sekitar tentang tanda, gejala, pengobatan dan pencegahan pneumonia itu sendiri.

Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin Sosialisasikan Pencegahan dan Pengendalian Pneumonia-1

Kalsel KLB Campak, Diyakini karena Banyak yang Menolak Imunisasi

KLB campak terjadi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di wilayah tersebut, disebut-sebut ada satu desa yang warganya banyak menolak imunisasi.

Kejadian Luar Biasa atau KLB campak terjadi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di wilayah tersebut, disebut-sebut ada satu desa yang warganya banyak menolak imunisasi.

“Ada satu desa yang warganya banyak menolak imunisasi. Dari 23 kasus yang kami tangani, 12 kasus berasal dari desa tersebut,” kata Dr dr Edi Hartoyo dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, ditemui di Eijkmann Institute, Senin (23/3/2015).

Menurut dr Edi, 23 kasus campak yang ia tangani di RSUD Ulin Banjarmasin berasal dari periode Agustus-Desember 2014. Sepanjang 2014, pihaknya sudah menangani 34 kasus dan pada awal 2015 ini sudah ada 15 kasus yang ditangani.

Soal warga yang menolak imunisasi, menurut dr Edi bukan disebabkan oleh faktor agama. Beberapa warga menolak imunisasi karena ada anak yang mengalami demam setelah imunisasi.

Pada Maret 2015, KLB campak dilaporkan terjadi juga di Nunukan, Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Malaysia. Sebelumnya lagi, pada awal 2015 terjadi wabah campak di Amerika Serikat yang dikenal sebagai Disney Measles karena pertama kali muncul di Disneyland.

Hasil penelitian Eijkmann Institute yang menggunakan sampel dari RSUD Ulin Banjarmasin menunjukkan, genotype virus yang memicu KLB di Banjarmasin berbeda dengan genotype virus yang memicu Disney Measles.

SumberĀ detik.com