Kota Cirebon Peringati HKN ke-53 Sekaligus HUT BKPM ke-61

Dalam rangka memperingati HKN Ke-53 Tahun 2017, Dinkes Kota Cirebon menggelar upacara dengan di Balai Kesehatan Paru Masyarakat, 14 November lalu.

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-53 Tahun 2017, Dinas Kesehatan menggelar upacara dengan tema “Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku” di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Jl. Ksatria No. 95 Kota Cirebon, 14 November lalu.

Kegiatan upacara ini dihadiri oleh Wali Kota Cirebon Drs. Nasrudin Azis, SH, juga oleh Forkopimda, SKPD dan Kepala Kantor BPJS Provinsi Jawa Barat.

” Saya berharap adanya kegiatan memperingati Hari Kesehatan Nasional, kita dapat memiliki kebiasaan, perilaku dan gaya hidup sehat bahwa keluarga merupakan unit kecil penting yang menjadi inti pembangunan kesehatan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009″, ujar Pak Walikota.

Tak hanya itu, Walikota Cirebon Nasrudin Azis merasa bersyukur Kota Cirebon dijadikan tempat pelaksanaan peringatan Hari Kesehatan Nasional di Jawa Barat. Diharapkan peringatan HKN ini menjadi motivasi masyarakat Kota Cirebon memulai menciptakan hidup sehat, terlebih Kota Cirebon berhasil meraih predikat peringkat pertama UHC se Jawa Barat.

“Bukan hanya predikat yang berhasil diraih, namun bagaimana cara memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakatnya,” tandasnya.

Setelah selesainya kegiatan upacara tersebut, dilanjutkan dengan kegiatan Penetapan Universal Health Coverage (UHC) dan pelepasan balon oleh Wali Kota Cirebon sebagai tanda penetapannya Kota Cirebon sebagai Kota Pertama dalam Universal Health Coverage (UHC).

Kota Cirebon meraih peringkat pertama Universal Health Coverage (UHC) se Provinsi Jawa Barat dan masuk 3 besar se Jawa setelah Yogyakarta dan Semarang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon Edy Sugiarto, program UHC merupakan wujud upaya pemerintah dalam penanganan dan peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Dalam progam UHC ini Kota Cirebon sudah mencapai 99 persen dari jumlah penduduk yang tercover jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat KIS maupun BPJ.

“Batas minimum yang harus tercover sebanyak 95 persen dari jumlah penduduk di wilayah, sedangkan Kota Cirebon sudah 99 persen dan meraih peringkat pertama se Jawa Barat serta masuk 3 besar se Jawa setelah Jogjakarta dan Semarang,” ungkap Kadinkes.

Penghargaan untuk 5 kecamatan dalam HKN ke-53

Dalam kegiatan ini diberikan sertifikat dan piagam kepada lima Kecamatan Kota Cirebon, yakni Kecamatan Harjamukti, Kecamatan Kejaksaan, Kecamatan Kesambi, Kecamatan Lemahwungkuk, dan Kecamatan Pekalipan. Serta peresmian gedung aula yang diresmikan oleh Wali Kota Cirebon.

Selanjutnya, kegiatan pun berlanjut dengan peringatan HUT BKPM ke-61 sekaligus memperingati Hari AIDS Sedunia ke-29, dengan tema Raih Masa Depan Gemilang Tanpa Penularan HIV.

HUT BKPM ke 61

Dinkes Kota Cirebon Targetkan 2019 Seluruh Puskesmas Terakreditasi

Dinas Kesehatan Kota Cirebon menargetkan seluruh puskesmas di Kota Cirebon terakreditasi hingga tahun 2019.

Dinas Kesehatan Kota Cirebon menargetkan seluruh puskesmas di Kota Cirebon terakreditasi hingga tahun 2019. Akreditasi puskesmas akan dilakukan secara bertahap yang dimulai sejak tahun 2016.

Saat ini, dari 22 puskesmas di Kota Cirebon, baru 2 puskesmas yang sudah menempuh akreditasi di tahun 2016, yaitu Puskesmas Kalitanjung dan Puskesmas Jagasatru.

“Tahun 2016 ada 2 puskesmas. Tahun ini 8 puskesmas, dan sisanya 12 puskesmas lagi akan kami laksanakan di tahun 2018. Sehingga nanti 1 Januari 2019 semua puskesmas sudah terakreditasi sesuai dengan Permenkes,” ungkap Kabid Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PSDMK) Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Zulfikar kepada fajarnews.com, Senin (31/7).

Saat ini, kedelapan puskesmas tersebut sedang menjalani tahapan proses akreditasi, yaitu Puskesmas Kejaksan, Puskesmas Gunungsari, Puskesmas Sunyaragi, Puskesmas Kesunean. Kemudian Puskesmas Pegambiran, Puskesmas Larangan, Puskesmas Perumnas Utara, dan Puskesmas Kalijaga.

Selain kesiapan sarana dan prasarana pendukung, kesiapan SDM juga menjadi hal penting dalam penilaian akreditasi. Juga capaian standar pelayanan minimal (SPM) juga menjadi poin penilaian akreditasi.

Dan yang tak kalah penting lagi, kata Zulfikar, yaitu adanya komitmen yang kuat dari struktur organisasi puskesmas itu sendiri sebagai modal persiapan mencapai akreditasi.

“Komitmen yang utama. Komitmen organisasi puskesmas mulai dari pemimpin kepala puskesmas sampai ke staf semua jajaran, semua dokter, pemegang program, itu harus satu komitmen,” tegasnya.

Tim dari Dinkes Kota Cirebon saat ini tengah melakukan pendampingan terhadap puskesmas-puskesmas tersebut. Rencananya, penilaian akan dilaksanakan sekitar bulan Oktober-November 2017 mendatang.

“Nanti triwulan terakhir tim akreditasi pusat akan datang untuk menilai 8 puskesmas tadi,” tukas Zulfikar.

Menurutnya, akreditasi dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) dan ketentuan BPJS Kesehatan.

Permenkes mengamanatkan hingga tahun 2019 seluruh fasilitas layanan kesehatan (Faskes), baik itu Klinik Pratama, Puskesmas, maupun rumah sakit sebagai Faskes rujukan yang sudah bekerjasama dengan BPJS harus sudah terakreditasi.

“Jadi tidak hanya puskesmas, tapi semua faskes, baik faskes tingkat pertama maupun faskes rujukan,” jelasnya.

Tujuan akreditasi ini erat berkaitan dengan peningkatan mutu layanan fasilitas kesehatan. Hasil penilaian akreditasi yang akan dicapai meliputi Madya, Utama, dan Paripurna yang merupakan tingkatan penilaan tertinggi.

Makin tinggi hasil penilaian akreditasinya, kata Zulfikar, berarti mutunya juga tinggi. Puskesmas Kalitanjung dan Puskesmas Jagasatru menyandang akreditasi tingkat Madya.

“Jadi sebenarnya akreditasi apakah itu fasilitas pelayanan primer di puskesmas, klinik, rumah sakit itu berkaitan dengan mutu. Kan tujuan utamanya peningkatan mutu pelayanan, memberikan pelayanan prima. Kalau pelayanannya bagus kan masyarakat merasa puas,” tukasnya.

Sumber fajarnews.com

Sosialisasi Internal Keluarga Sehat Bagi Tenaga Kesehatan di Puskesmas Larangan

Sumartin Hatin,SKM,MMkes melakukan sosialisasi Internal Keluarga Sehat Bagi Tenaga Kesehatan di Puskesmas Larangan, 25 Juli 2017 lalu.

Tenaga Kesehatan di Puskesmas Larangan Kota Cirebon mendapatkan sosialisasi teknis pendataan Keluarga Sehat baik secara manual maupun melalui aplikasi on line, 25 Juli 2017 lalu.

Acara sosialisasi internal Keluarga Sehat(KS) ini dilaksanakan di ruang pertemuan UPT Puskesmas Larangan, dengan peserta semua tenaga kesehatan UPT Puskesmas Larangan. Seabgai narasumber  kegiatan ini beliau Ibu Sumartin Hatin, SKM, MMkes.

Harapan dari diselenggarakan kegiatan sosialisasi ini, seluruh tenaga kesehatan di UPT Puskesmas Larangan memahami dan mampu mengisi instrumen Prokesga (Profil Kesehatan Keluarga) manual dan aplikasi.

Penyeliaan Pengisian Instrumen Manual Keluarga Sehat Bagi Nakes Puskesmas Astanagarib

Senin, 24/Juli 2017, di ruang Seksi Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Dinkes Kota Cirebon, dilaksanakan kegiatan penyeliaan pengisian instrumen manual Keluarga Sehat(KS).

Senin, 24/Juli 2017, di ruang Seksi Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Dinkes Kota Cirebon, dilaksanakan kegiatan penyeliaan pengisian instrumen manual Keluarga Sehat(KS).

Kegiatan ini diikuti oleh surveyor tenaga kesehatan Puskesmas Astanagarib, dengan fasilitator yaitu Ibu Sumartin Hatin, SKM, M.Kes.

Harapan dari dilakukannya kegiatan ini yaitu tenaga kesehatan UPT Puskesmas Astanagarib memahami dan mampu mengisi instrumen Prokesga (Profil Kesehatan Keluarga) manual.

Puskesmas Pulasaren Adakan Kegiatan Lintas Sektor Sosialisasi Imunisasi MR

Selasa, 25/7, Puskesmas Pulasaren menyelenggarakan kegiatan lintas sektor dalam rangka sosialisasi pelaksanaan imunisasi MR.

Selasa, 25/7, Puskesmas Pulasaren menyelenggarakan kegiatan lintas sektor dalam rangka sosialisasi pelaksanaan imunisasi MR yang akan dilaksanakan serentak mulai bulan Agustus mendatang ini.

Berlangsung sejak pukul 9 pagi sampai dengan 12 siang, acara ini dihadiri oleh sekitar 50 peserta baik dari Camat Pekalipan, Lurah Pulasaren, Kader, Guru UKS, Guru PAUD, Ketua RW, dan juga dari Dinas Kesehatan Kota Cirebon.

Dalam sambutannya, Bapak Camat berpesan, secara personal mendukung beliau mendukung penuh kegiatan ini dan tentunya berharap para kader & Ketua RW bisa turut serta mensukseskan kampanye MR ini.

Sebagaimana kita ketahui bersama, pada bulan Agustus mendatang akan dimulai kampanye imunisasi MR, dengan sasaran imunisasi ini adalah dr usia 9bln s.d 15 th, harapannya masyarakat Pulasaren memahami akan pentingnya imunisasi MR serta bersedia mengimunisasikan anaknya.

Karena di wilayah Puskesmas Pulasaren tidak terdapat sekolah SMP, untuk sasaran usia 15 th, diarahkan kepada mereka yang putus sekolah, untuk dapat mengikuti imunisasi ini ke posyandu terdekat.

Puskesmas Kejaksan Sosialisasikan Imunisasi MR Bagi Guru PAUD, TK/ Sederajat

Selasa (25/07), Puskesmas Kejaksan Kota Cirebon melaksanakan kegiatan Sosialisasi Imunisasi MR bagi Guru PAUD, TK/ Sederajat.

Selasa (25/07), Puskesmas Kejaksan Kota Cirebon melaksanakan kegiatan Sosialisasi Imunisasi MR bagi Guru PAUD, TK/ Sederajat, bertempat di Ruang Pertemuan Lt. 2 Puskesmas Kejaksan.

Acara sosialisasi disampaikan langsung oleh Ibu Desy Nita Dwi Nur CahyaNingsih, SKM, selaku petugas Promkes dengan materi seputar Program Kampanye MR, sasaran yang hendak dicapai, alur mekanisme, waktu pelaksanaan MR, serta dimana saja pos-pos pelayanan MR disediakan.

Sosialisasi kali ini merupakan lanjutan dari kegiatan 2 minggu sebelumnya,  yaitu Guru SD, SMP, SMA serta lintas sektor lainnya.

Secara umum, 9 PAUD, 3 TK, 11 SD, 1 SMP dan 16 Posyandu, 1 Puskesmas, serta 1 Pustu menjadi tanggung jawab Puskesmas Kejaksan dalam mensukseskan kampanye imunisasi MR tahun ini.

Harapannya target 95% sasaran yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kejaksan dapat tercapai.

Dinkes Kota Cirebon Lakukan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan PTM di Puskesmas Pegambiran

Senin, 24/7, Ka Sie PTM Dinkes Kota Cirebon, berkunjung ke Puskesmas Pegambiran Kota Cirebon, dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Kegiatan PTM.

Senin, 24/7, Ka Sie PTM Dinkes Kota Cirebon, Ibu Gusida, SKM,MH di dampingi staf, berkunjung ke Puskesmas Pegambiran Kota Cirebon, dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Kegiatan PTM.

Dalam pertemuan kali ini, selain dihadiri oleh Kepala Puskesmas Pegambiran, Bp. Eyo Karmulya, SKM.M.Kes, juga dihadiri oleh Ka. TU Puskesmas, Programer PTM, Programer K3 dan Promkes UPT Puskesmas Pegambiran.

Pertemuan yang berlangsung sekitar 3 jam tersebut membahas mengenai konsolidasi kegiatan PTM agar dapat bersinergi dengan kegiatan Posbindu di lingkungan kerja, kegiatan K3, maupun prolanis beserta sistem laporannya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran pencegahan penyakit tidak menular di kalangan masyarakat meningkat signifikan.

Bulan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR)

Pada bulan Agustus dan Setember 2017, Dinas Kesehatan Kota Cirebon akan mengadakan Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR).

Tahukah semuanya, ada apa di bulan Agustus – September 2017 ? Ayo sapa yg sudah tau?

Yaitu KAMPANYE IMUNISASI MEASLES – RUBELLA (IMUNISASI MR).

Apa Itu Kampanye Imunisasi MR?

Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara masal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan <15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya

Campak & Rubella berbahayakah?

Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital yang meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan.

Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit campak dan rubella. Satu vaksin untuk mencegah dua penyakit sekaligus.

Siapa aja yang beruntung mendapatkan imunisasi kampanye MR?

Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan usia kurang dari 15 tahun selama kampanye Imunisasi MR bulan Agustus – September 2017.

Dimanakah bisa mendapatkan Kampanye Imunisasi MR?

BULAN AGUSTUS : Imunisasi MR diberikan untuk Anak Usia Sekolah 7 tahun s.d <15 tahun (SD/MI/ Sederajat, SMP/MTS/sederajat), Kalo ada yang sdh berusia 15 tahun bersekolah di SMU/sederajat harus juga yaa diberikan imunisasi MR.

BULAN SEPTEMBER : Imunisasi MR diberikan untuk Bayi Usia 9 bulan s.d anak usia <7 tahun dilaksanakan di Posyandu, Puskesmas dan Sarana Pelayanan Kesehatan lainnya.

Ayo, lindungi buah hati Anda dari kesakitan, kecacatan, dan kematian karena penyakit Campak
dan Rubella.

Cegah penyakit Campak dan Rubella dengan Imunisasi.

Sayangi buah hati Anda dengan Imunisasi Campak-Rubella (MR), GRATIS lho.

Kegiatan ini merupakan program pemerintah untuk menyehatkan Anak – anak Indonesia dari penyakit Campak – Rubella, dari,
Seksi Surveilans dan Imunisasi
Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Dinas Kesehatan Kota Cirebon