60 Tenaga Honorer Promkes Puskesmas se Riau, Ikuti Orientasi di Pekanbaru

Dinas Kesehatan Prov.Riau mengadakan pelatihan bagi 60 Tenaga Honorer Promkes Puskesmas Angkatan I & II dari 11 Kabupaten yang ada di wilayah Prov. Riau.

Dinas Kesehatan Prov.Riau bagian Promosi Kesehatan mengadakan pelatihan bagi Tenaga Honorer Promkes Puskesmas Angkatan I & II berjumlah sekitar 60 orang dari 11 kabupaten yang ada di Riau.

Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Furaya Pekanbaru, 14 sampai 17 November 2017 mendatang.

Tenaga Honorer Promkes Puskesmas Prov Riau

Adapun tujuan dari di adakannya pelatihan ini adalah agar nantinya tenaga promkes ini mampu membantu melakukan pendekatan secara Advokasi, mampu membantu melaksanakan kebijakan promkes dengan cara ABK (Advokasi, Bina Suasana, dan Kemitraan).

Acara ini di buka oleh Bapak Kabid KesMas, Drs. Dedi Parlaungan, Apt, sekaligus memberikan materi Program Indonesia Sehat. Beliau berharap agar tenaga honorer promkes ini nantinya mampu membantu melaksanakan tugas di Puskesmas dengan baik dan lebih mengutamakan pendekatan secara Promotif dan Preventif.

Kabid KesMas, Drs. Dedi Parlaungan, Apt

Adapun Puskesmas yang ditunjuk untuk mengutus tenaga promkes Inhil antara lain; PKM Tembilahan Hulu, PKM Tembilahan Kota, PKM Sungai Piring, PKM Sungai Salak, PKM Sapat, PKM Concong Luar, PKM Pengalihan Kritang, PKM Sungai Guntung, PKM Teluk Pinang, PKM Mandah, PKM Pulau Burung, PKM Selensen.

Adapun materi yang disampaikan diantaranay Program Indonesia Sehat, Keluarga Sehat Pendekatan Secara Promotif dan Preventif, Penyakit Tidak Menular dsb.

Menurut Kasi Promkes Dinkes Prov Riau, Ibu Rozita mengatakan Paradigma Sehat itu nantinya lebih mengutamakan Promotif dan Preventif sebagai salah satu pilar utama agar tujuan akhirnya bisa mencapai Kota Sehat, Kecamatan Sehat serta Paradigma Sehat yang harus diutamakan.

Tenaga Promkes Puskesmas Prov Riau

Siswa SMA di Kecamatan Pulau Merbau Dapat Muatan Lokal Ilmu Kesehatan Remaja

UPT Puskesmas Pulau Merbau memasukkan Muatan Lokal Ilmu Kesehatan Remaja di dua sekolah tingkat SMA/ Sederajat di Kecamatan Pulau Merbau.

Tahun ajaran baru telah tiba, tahun ini merupakan tahun ke-II UPT Puskesmas Pulau Merbau memasukkan Muatan Lokal Ilmu Kesehatan Remaja di dua sekolah tingkat SMA/ Sederajat di Kecamatan Pulau Merbau, yaitu MA Hidayatul Mubtadiin Semukut dan MA Hidayatul Rahmah Batang Meranti.

Muatan Lokal Ilmu Kesehatan Remaja yang di gagas oleh UPT Puskesmas Pulau Merbau ini merupakan satu-satunya muatan lokal di sekolah tingkat SMA/ Sederajat yang berbasis kesehatan di Kab Kepulauan Meranti, bahkan di Provinsi Riau.

Mata pelajaran ini merupakan kerja sama lintas sektoral dengan UPTD Pendidikan Kecamatan Pulau Merbau melalui Penandatanganan MoU dengan kedua sekolah tersebut.

Untuk Kelas Pertama di tahun ajaran baru ini, dilakukan kemarin, Rabu 13 September 2017, dengan guru saya pribadi, dr Rio Herison, dengan materi tentang Etika Pergaulan Remaja.

Sistem Pembelajaran Ilmu Kesehatan Remaja Menganut sistem PBL (Problem Base Learning) dengan jadwal sebulan sekali pada hari Sabtu di Minggu ke-III setiap bulannya.

Di kelas ini, siswa diharapkan mampu memahami dan mengerti tentang informasi-informasi kesehatan remaja mulai dari bahaya rokok, sex bebas, bahaya narkoba, HIV-AIDS dan masalah lainnya.

Yang membuat mata pelajaran ini "spesial" dibandingkan dengan penyuluhan kesehatan remaja lainnya adalah, didalam Muatan Lokal ini, siswa tidak hanya mempelajari materi materi yang diberikan akan tetapi juga mengikuti test diakhir materi. Dan nilai Mid semester dan UAS dimasukkan kedalam rapor sekolah.

Pada kelas pertama Muatan Lokal Ilmu Kesehatan Remaja di MA Hidayatul Rahmah diikuti sebanyak 28 orang siswa dan pelaksanaan nya di gedung sekolah MA Hidayatul Rahmah.

Dengan terselenggaranya muatan lokal ini diharapkan dapat membentuk generasi remaja sehat yang berkualitas di Kecamatan Pulau Merbau.

Awas Hati-hati Jangan Tertipu, Bubuk Abate Tidak Dijual, GRATIS!

“Bubuk abate tidak dijual, gratis, itu dibeli menggunakan anggaran pemerintah,” kata Kadinkes Prov Riau, Mimi Yuliani Nazir di Pekanbaru, Jumat (25/8/2017).

Memasuki musim pancaroba atau peralihan musim antara musim kemarau dan musim penghujan sering marak terjadi Demam Berdarah Dengue (DBD). Situasi ini sering dimanfaatkan untuk menjual bubuk abate sebagai pembunuh telur nyamuk.

Ternyata bubuk abate bisa didapat secara gratis dan sudah disediakan oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan.

“Itu (bubuk abate-red) tidak dijual, gratis, itu dibeli menggunakan anggaran pemerintah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir di Pekanbaru, Jumat (25/8/2017).

Menurutnya, bila ditemukan ada yang menjual bubuk abate kepada masyarakat itu hanya oknum-oknum nakal.

“Kalau masyarakat menemukan hal seperti itu (oknum menjual bubuk abate-red) harusnya dilaporkan ke Dinas Kesehatan,” katanya melanjutkan.

Lebih lanjut dikatakannya, bubuk abate itu didistribusikan dari Dinas Kesehatan Provinsi kepada Dinas Kesehatan di kabupaten dan kota. Nantinya Dinas Kesehatan kabupaten dan kota yang akan mendistribusikan itu ke Puskesmas masing-masing.

Artinya bila masyarakat menemukan oknum yang menjual bubuk abate disarankan untuk melaporkannya ke Dinas Kesehatan karena bubuk tersebut dibagikan secara gratis kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan.

Sumber riaubook.com