Keren! Sekumpulan Anak Muda Ini Luncurkan Komunitas Generasi Tanpa Rokok (GETAR) Lampung

Bandar Lampung, 14/1/2018, sekumpulan anak muda pegiat pengendalian tembakau di Lampung mengadakan kegiatan workshop dan diskusi pengendalian tembakau.

Bandar Lampung, 14/1/2018, sekumpulan anak muda pegiat pengendalian tembakau di Lampung mengadakan kegiatan workshop dan diskusi pengendalian tembakau dengan tema “Rokok, Masalah Besar yang Terabaikan”.

Bertempat di Secret Garden, Bandar Lampung, kegiatan ini selain workshop dan diskusi, juga dilakukan pemilihan kepengurusan Komunitas Getar Lampung.

Dengan terbentuknya Getar Lampung ini diharapkan bisa merangkul generasi muda di Provinsi Lampung untuk bergabung dan lebih peka terhadap bahaya merokok dan iklan rokok.

Komunitas ini terbentuk dengan dukungan para anggotanya yang terdiri atas kawan-kawan aktivis kesehatan, jurnalis, mahasiswa, penulis, musisi, dan karyawan.

Menurut Eni, jurnalis peduli pengendalian tembakau, Lampung sudah punya Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok yang disahkan per Juli 2017 lalu, tapi belum terdengar sosialisasi penerapan perda tersebut.

Ia menambahkan, isu rokok dianggap sebagian besar media bukan isu menarik untuk diangkat. Jurnalis selaku ujung tombak pembentuk opini masyarakat juga belum semuanya memiliki pemahaman yang seragam tentang pentingnya pengendalian tembakau di Lampung.

Sementara itu, Ismen Mukhtar, pegiat anti rokok sekaligus inisiator Komunitas Getar Lampung selaku pemateri mengatakan hadirnya komunitas ini bukan untuk memerangi para perokok.

“Merokok adalah pilihan setiap orang, tetapi yang terpenting dalam pergerakan kami menyelamatkan anak muda dari pengaruh rokok,” kata Ismen.

Data yang terhimpun bahwa pecandu rokok sebagian besar menyasar pada usia muda bahkan anak-anak dan perempuan yang menjadi target pasar.  Komunitas ini terbuka luas bagi masyarakat umum non partisan yang memilikin kepedulian menekan angkatan perokom muda dan anak-anak.

Launching Getar Lampung
Sumber: Endiko Agung Hardekha, SKM

Warrior Semarang Dorong Wali Kota Larang Iklan Rokok

Wayang FCTC, simbol fctc warrior, diserahkan oleh FCTC Warrior asal Pekalongan, Siti Nur Dzakiyyatul Khasanah, kepada Muslim, warrior asal Semarang.

Kota Semarang menjadi kota kelima yang didatangi Wayang FCTC dalam rangkaian “Petualangan 365 Hari FCTC Warrior di 25 Kota”.

Wayang FCTC,  yang menjadi simbol fctc warrior, diserahkan oleh FCTC Warrior asal Pekalongan, Siti Nur Dzakiyyatul Khasanah, kepada Muslim, warrior asal Semarang.

Menyambut kedatangan wayang FCTC, Muslim berkolaborasi dengan BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM Undip) dan Rumah Belajar Bermain Inspiratif dan Kreatif (Rubbik School) menggelar pergelaran wayang FCTC di Taman KB yang terletak di sisi utara Kantor Gubernur Jawa Tengah (21/10).

Muslim menjelaskan, pergelaran wayang fctc mengangkat tema tentang perokok anak karena kekhawatiran terhadap  jumlah perokok anak yang terus meningkat setiap tahun.

“Menurut data riset kesehatan dasar 2013 jumlah perokok anak di bawah usia 19 tahun sudah mencapai 16,4 juta anak,” papar mahasiswa FKM Undip ini.

“Tingginya jumlah perokok anak disebabkan harga rokok sangat murah dan dijual bebas di warung-warung dekat sekolah atau dekat rumah. Ini membuat rokok sangat mudah dijangkau anak-anak,” tambahnya.

Muslim, yang pernah bergiat di Klinik Advokasi Berhenti Merokok ini, merasa cemas karena harga rokok yang sangat murah  dipromosikan dengan agresif oleh perusahaan rokok.

“Ini berpotensi mendorong anak-anak untuk mencoba merokok,” ujar  Muslim.

Karena itu ia berpendapat, cara terbaik untuk menjauhkan keterjangkauan anak dari rokok adalah dengan menaikkan harga rokok setinggi-tingginya.

“Bila harga rokok mahal, anak-anak akan berpikir dua atau tiga kali untuk membeli rokok. Harapan ke depan semoga anak-anak tidak akan pernah tergoda sedikitpun menyisihkan uang jajannya untuk membeli rokok yang sangat mahal,” kata warrior kota Semarang ini.

Selain harga rokok harus dinaikkan setinggi-tingginya, menurut Muslim hal yang juga sangat penting adalah melarang total iklan dan promosi rokok agar anak-anak tidak menjadi target pemasaran industri rokok.

“Sudah banyak studi yang menyebutkan adanya pengaruh dari paparan iklan rokok yang terus menerus terhadap keinginan untuk merokok. Studi dari Uhamka dan Komnas Anak tahun 2007 menyebutkan sebanyak 46% remaja berpendapat iklan rokok mempengaruhi mereka untuk mulai merokok,” kata pehobi futsal ini.

Karena itu Muslim mengaku sangat khawatir karena di kota Semarang iklan rokok masih sangat leluasa bertebaran hingga pelosok kota.

“Hasil survei dari Forum Anak Semarang pada Juni 2017 menemukan paparan iklan dan promosi rokok di hampir semua tempat anak muda berkumpul dan berkegiatan, seperti di sekolah, tempat berolahraga, taman bermain, hingga di warung dekat rumah dan sekolah. Ini menunjukkan bahwa industri rokok secara sengaja menempatkan iklan rokok di tempat anak muda berkumpul karena anak-anak adalah calon pelanggan potensial mereka di masa depan,” tegas Muslim.

Karena itu, di akhir pergelaran wayang fctc, Muslim dan pengurus BEM FKM Undip mendorong Walikota Semarang untuk melarang iklan dan promosi rokok secara menyeluruh di kota Semarang untuk melindungi anak-anak dari target pemasaran industri rokok.

Selain itu mereka juga membacakan deklarasi Anak Muda untuk FCTC berisi penolakan terhadap hegemoni industri rokok sekaligus mendorong pemerintah untuk menaikkan harga rokok setinggi-tingginya melalui kebijakan cukai.

Setelah Semarang, Wayang FCTC dan naskah Deklarasi 10 Mei akan diperjalankan kembali dalam rangkaian Petualangan 365 hari fctc warrior di 25 kota. Kota Yogyakarta sudah menunggu untuk menerima estafet keenam Wayang FCTC Warrior.

Sumber

Rokok Ancaman Bangsa Kita

Rokok memiliki dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat, dan jika kesehatan masyarakat buruk maka ketahanan nasional pun akan lemah.

Kita akui bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki perkebunan tembakau yang cukup luas. Bahkan Indonesia dikatakan sebagai surganya tembakau di dunia.

Namun hal ini membahayakan bagi bangsa Indonesia sendiri sebagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Kita percaya bahwa Allah menciptakan sesuatu dimuka bumi tidak 100% mudharot, pasti nilai manfaatnya.

Namun yang kita lihat saat ini bukan manfaatnya dari tembakau tetapi kerugian dan bahaya bagi kesehatan. Hal ini karena penggunaan tembakau hanya sebatas rokok.

Rokok dampaknya memang bagi kesehatan tidak langsung terasa pada saat merokok, namun adanya akumulasi zat toksin dalam tubuh. Sehingga perokok sering berkata, “Saya sudah merokok bertahun-tahun tapi sehat-sehat saja, saya sudah merokok tapi saya masih hidup sampai sekarang.”

Namun mereka tidak menyadari bahwa sedang melakukan investasi penyakit dalam tubuhnya sendiri. Asap rokok yang mengandung nikotin dan tar terhisap oleh tubuh masuk kedalam darah, bercampur dalam darah.

Ketika jantung memompakan darah tersebut, darah tersebut akan meruksak jantung secara pelan-pelan, selain itu darah akan lebih kental sehingga kerja jantung pun semakin berat, sedangkan jantung sudah mengalami keruksakan akibat nikotin dan tar.

Apa akibatnya pada pemilik jantung tersebut?

Dia akan megalami penyakit jantung coroner (PJK). Kita tahu bahwa penyakit jantung coroner (PJK) adalah penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia, serta penyakit tercepat dalam membunuh tubuh manusia. Pasien – pasien penyakit jantung coroner (PJK) rata-rata memiliki riwayat sebagai perokok aktif maupun yang terpapar asap rokok atau perokok pasif terutama ibu-ibu.

Rokok juga berbahaya bagi anak-anak dan balita, orang tua yang merokok didepan anaknya yang masih balita sama saja dengan membunuh anaknya sendiri. Dampak pada anak-anak dan balita lebih cepat dibanding dengan orang dewasa.

Dampak yang paling cepat adalah pneumonia, itu adalah paling cepat dan ringan. Pada saat saya praktek di Puskesmas, banyak pasien balita pneumonia padahal cuaca tidak dalam keadaan musim hujan atau musim peralihan.

Setelah di anamesis ternyata ayahnya sering merokok di dalam rumah. Saya juga pernah melakukan penelitian terkait pneumonia pada balitapa dan warga bantaran sungai di wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Balita yang mengalami pneumonia status gizinya baik, keberadaan ventilasi dalam rumah juga baik, namun ayahnya memiliki kebiaaan merokok di dalam rumah.

Hal ini jangan dianggap sepele, jika lebih sering terpapar asap rokok balita akan mengalami peradangan broncolus atau penyakit bronchitis. Penyakit ini akan terbawa sampai tumbuh menjadi dewasa.

Dampak rokok terhadap kesehatan memang banyak, dalam tulisan ini saya hanya berbicara tentang penyakit jantung coroner (PJK), dan pada balita pneumonia serta bronchitis. Belum lagi kita berbicara impotensi, kanker paru, kanker nasoparing dan kanker saluran pernapasan lainnya, keruksakan janin pada ibu hamil dan lain-lain. Kita harus menyadari bahwa rokok pun menjadi ancaman bagi ketahanan nasional.

Rokok memiliki dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat, dan jika kesehatan masyarakat buruk maka ketahanan nasional pun akan lemah. Suatu ketika saya bertugas melakukan penelitian di pedalaman Kalimantan Barat, saya bertemu dengan anggota TNI yang berpatroli dan berbincang-bincang mengenai ketahanan nasional, menurutnya Ketahanan Nasional tidak akan terwujud jika kesehatan masyarakat buruk, bagaimana angkat senjata jika sakit-sakitan. Dampak buruk rokok adalah penyakit-penyakit yang sangat melemahkan fisik, itu berbahaya bagi ketahanan.

Melalui tulisan ini saya memberikan rekomendasi, diantaranya:

  1. Mengingat adanya steatment bahwa Indonesia sebagai surganya tembakau, maka perlu dikembangkannya riset-riset pemanfaatan tembakau non rokok. Seperti digunakan sebagai obat luka pada pasien diabetes. Penggunaan tembakau dengan cara dibakar seperti pada rokok jelas berbahaya.
  2. Para Ulama dari berbagai macam ormas di Indonesia bersatu dan membuat fatwa haram terhadap rokok. Di negara-negara kawasan arab, rokok adalah barang haram maka Indonesia yang penduduknya mayoritas beragama islam mengapa tidak menfatwakan haram untuk rokok. Padahal Allah telah berfirman:
    “Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan…” (QS. Al-Baqoroh: 195). Dampak rokok yang sudah jelas dapat membinasakan manusia.
    “Dan (Rosul) itu menghalalkan yang baik-baik dan mengharamkan segala yang buruk …”.  (QS. Al-A’rof : 157).
    Rokok adalah sesuatu yang buruk dam memberikan dampak buruk yang mebahayakan tubuh.
  3. Pemerintah segera membuat regulasi, pengendalian tembakau dan pembatasan produksi rokok. Bahkan jika pemerintah berani alangkah baiknya mengalih fungsikan industri rokok menjadi industri farmasi, bahwa tembakau tidak lagi diproduksi sebagai rokok namun tembakau diproduksi sebagai produk farmasi seperti obat luka pada pasien diabetes.

Ini Nih Alasan Kenapa Wajib Menjauhkan Buah Hati Dari Asap Rokok

Asap rokok yang terpapar kepada perokok pasif lebih berbahaya daripada yang diisap oleh perokok aktif, apalagi anak-anak dan bayi,

Asap rokok yang terpapar kepada perokok pasif lebih berbahaya daripada yang diisap oleh perokok aktif. Apalagi anak-anak dan bayi, mereka adalah golongan yang paling rentan jika terpapar asap rokok.

Paparan asap rokok membuat kelompok ini berisiko mengalami berbagai gangguan penyakit. Bahkan, bayi yang terpapar asap rokok berisiko tinggi mengalami sindrom kematian bayi mendadak.

Jauhkan Asap Rokok Sekarang Juga

Rokok memiliki efektivitas yang sangat baik dalam menyebarkan bahan kimia beracun. Jika diisap di dalam rumah, maka seluruh rumah Anda akan menjadi tempat yang nyaman bagi nikotin, karbon monoksida, dan aneka karsinogen berat. Karsinogen sendiri adalah segala sesuatu yang bisa menyebabkan kanker.

Parahnya, semua zat tersebut tidak hanya ada di lokasi Anda merokok. Seluruh ruangan di dalam rumah, termasuk kamar anak-anak dan bayi, berisiko dihinggapi oleh berbagai zat yang berbahaya bagi tubuh. Hanya beberapa menit saja yang dibutuhkan untuk persebaran segala zat berbahaya tersebut.

Selain jangkauan luas dan persebarannya yang cepat, asap rokok juga memiliki durasi bertahan yang cukup lama. Asap rokok bisa bertahan di udara hingga 2,5 jam, bahkan saat ventilasi rumah atau jendela dibuka. Untuk mendeteksinya juga tidak mudah, sebab meski tidak terlihat dan tanpa bau.

Lalu bagaimana cara terbaik agar buah hati kita terhindar dari asap rokok? Jangan pernah biarkan ada perokok di rumah, bahkan di luar ruangan sekalipun. Karena di manapun Anda merokok, asapnya berisiko menjangkau anak-anak atau bayi.

Asap rokok juga bisa mengendap di lantai dan benda-benda yang ada di sekitar tempat Anda merokok. Hal ini tentu membahayakan bagi buah hati kita, mengingat mereka sering bermain di lantai dan menyentuh benda-benda di sekeliling.

Racun yang berasal dari asap rokok juga dapat menempel di badan, baju, rambut, dan tangan Anda. Agar aman, jangan pernah langsung bersentuhan dengan anak-anak atau bayi Anda. Mencuci tangan, muka, dan mengganti pakaian sebaiknya dilakukan dulu agar anak-anak aman dari racun rokok.

Alasan Hal Ini Harus Dilakukan

Sebegitu berbahayakah paparan asap rokok bagi anak-anak dan bayi Anda? Patut diketahui bahwa anak-anak dan bayi memiliki kondisi tubuh yang masih berkembang. Jangan heran jika bayi rentan mengidap gangguan pernapasan. Asma dan penurunan fungsi paru-paru adalah dua gangguan yang bisa diidap buah hati Anda jika terpapar oleh asap rokok dalam jangka panjang. Selain itu, radang paru-paru dan bronkitis juga rentan diderita oleh bayi yang terpapar asap rokok.

Sinus bayi yang terpapar asap rokok juga berisiko memicu produksi cairan berlebihan di telinga bagian tengah. Jika hal ini dibiarkan, bukan tidak mungkin mereka akan terkena infeksi telinga yang bisa berujung kepada hilangnya kemampuan pendengaran.

Bayi yang memiliki ibu perokok berisiko lebih tinggi mengalami kematian mendadak dibandingkan yang memiliki ibu bukan perokok. Selain itu, anak-anak atau bayi yang terpapar rokok juga memiliki risiko terkena meningitis lebih tinggi . Batuk dan pilek juga akan lebih mudah menyerang anak-anak dan bayi yang terpapar asap rokok. 

Sebagian orang merasa mendapatkan kesenangan dari menghirup asap rokok, tapi jangan biarkan kesenangan tersebut justru membahayakan keluarga tercinta di rumah.

Sumber alodokter.com

Hari Ini Larangan Merokok di Seluruh Filipina Diberlakukan, Indonesia Kapan?

Kantor Presiden Rodrigo Duterte mendorong publik untuk mendukung larangan merokok nasional yang diterapkan di seluruh Filipina hari ini, (23/7/2017).

Kantor Presiden Rodrigo Duterte mendorong publik untuk mendukung larangan merokok nasional yang diterapkan di seluruh Filipina hari ini, (23/7/2017).

“Perintah eksekutif ini merupakan tonggak sejarah lainnya di mana pemerintah memberikan prioritas pada hak untuk melindungi kesehatan masyarakat,” kata Juru Bicara Presiden Ernesto Abella dalam sebuah pernyataan pers, seperti dilansir Inquirer.net.

Larangan merokok nasional di tempat umum ditandatangani oleh Presiden Duterte pada 16 Mei 2017 lalu.

“Implementasi perintah ini adalah realisasi impian kita akan masa depan bebas tembakau,” kata Abella.

“Bersama-sama, marilah kita memberikan kerja sama dan dukungan penuh kita pada penetapan bebas rokok di tempat umum dan tertutup.”

Perundang-undangan yang baru berarti merokok akan benar-benar dilarang di tempat-tempat seperti institusi pendidikan, rumah sakit dan tempat makanan. Area dalam ruangan seperti lift dan tangga juga bebas asap rokok.

Perintah tersebut juga memperkuat undang-undang yang ada yang melarang pembelian dan penjualan rokok dan produk tembakau lainnya kepada dan oleh anak di bawah umur dan di tempat-tempat yang sering dikunjungi anak-anak di bawah umur.

Semua kota dan kotamadya juga akan membentuk Pasukan Bebas Asap Rusak untuk membantu pelaksanaan perintah tersebut. Ibu kota Manila telah menerapkan larangan merokok secara publik pada bulan Februari.

Departemen Kesehatan telah membuat hotline bagi publik untuk melaporkan perusahaan yang melanggar larangan merokok secara nasional.

Asisten Sekretaris Departemen Kesehatan Eric Tayag mengatakan kepada The Manila Times bahwa hanya perusahaan dan bukan orang pribadi yang dapat dilaporkan melalui hotline.

“Ada banyak yang bertanya apakah mereka bisa melaporkan seseorang. Itu akan sulit karena persoalannya adalah apakah mereka merokok atau tidak,” katanya.

“Apa yang akan Anda laporkan kepada kami saat menerima telepon, adalah saat Anda melihat pelanggaran, penetapan dan alamat yang tepat.”

Dia juga meminta masyarakat untuk tidak menyalahgunakan hotline yang dapat mempengaruhi pelaksanaan larangan merokok.

“Kami meminta masyarakat agar tidak menyia-nyiakan hotline dengan menggunakan laporan palsu, dendam, atau alasan lainnya. Mereka seharusnya hanya melaporkan kebenaran,” kata pejabat kesehatan tersebut.

Menurut survei terbaru dari Southeast Asia Tobacco Control Alliance (Seatca) pada bulan November 2016, hingga saat ini diperkirakan ada 122,4 juta perokok dewasa di Asia Tenggara.

Dari jumlah tersebut, separuh (53,3 persen) tinggal di Indonesia. Filipina, di sisi lain, adalah konsumen tembakau terbesar kedua di wilayah ini sebesar 13,5 persen. Temuan Seatca juga menunjukkan tingkat merokok perempuan sangat tinggi di Indonesia, Laos, Burma (Myanmar) dan Filipina.

Mereka yang melanggar undang-undang baru tersebut dapat menghadapi hukuman empat bulan penjara dan denda sebesar PHP 5.000 (USD 100).

Sumber netralnews.com

Cerita Tentang Satu-satunya Kampung Tanpa Rokok di Jakarta

Empat bulan lalu, 50 meter dari rumah Pertiwi Ayu dan suaminya, Koko Sundoko di Cipinang Besar, Jakarta Timur. Kurang dari 10 lelaki tua dan paruh baya berkumpul malam itu.

Asap rokok mengepul saat rapat RT 015 di Balai Warga selebar 3 langkah kaki itu. Asap sampai terlihat keluar dari pintu. Tidak semua dari lelaki itu merokok, ada juga yang menutup hidung mereka sembari menyeruput segelas kopi hitam dan gorengan.

Biasanya rapat hanya membahas seputar keuangan RT dan kerja bakti, kali ini tidak. Bahasannya agak serius setelah mendengar banyak keluhan warga sekitar soal rokok. Mereka ingin membuat kampungnya menjadi kawasan bersih, teratur dan tanpa asap rokok.

“Banyak ibu-ibu yang mengeluh suaminya merokok di dalam rumah. Bahkan kalau kami rapat RT, pasti di Balai Warga ini penuh dengan asap rokok,” kata Sekertaris RT 015/02 Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Sumardi.

Ini adalah Kampung Penas. Letaknya tak jauh dari Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur. Gedung bertingkat seperti Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menutupi kampung ini.

Berada di Jalan Penas bantaran Kali Ciliwung, sebelumnya di sini kumuh. Pemandangan sampah rumah tangga  yang terbawa air hitam pekat di kali sudah biasa. Bau busuknya, jangan ditanya.

Namun kini beda, Kampung Penas sudah jadi tempat tinggal yang manusiawi setahun terakhir. Warga memulai menata kampung menjadi ‘rumah layak’. Sudah 4 bulan terakhir Kampung Penas jadi kawasan tanpa asap rokok. Kaum bapak atau perokok dilarang mengepul di dalam rumah. Secara perlahan, kampung itu akan menjadi kawasan tanpa rokok sepenuhnya.

“Dari larangan di dalam rumah, di halaman rumah sampai larangan di dalam kampung,”cerita Sumardi.

Ada sejumlah alasan kampung yang diisi hampir 500 jiwa itu menerapkan KTR. Masalah kesehatan warga dan kemiskinan menjadi alasan utama. Selain itu warga ingin menata kampung yang terletak di pinggiran Sungai Ciliwung itu menjadi ramah lingkungan.

Pengendalian tembakau Kampung Penas sebagai kawasan tanpa rokok setali tiga uang dengan Framework Convention on Tobacco Control atau FCTC yang diinisiasi negara berkembang, seperti Indonesia.

Dokumen FCTC yang terdiri dari 11 bab dan 38 pasal itu mengatur pengendalian permintaan konsumsi rokok dan pengendalian pasokan rokok. Selain itu mengatur tentang paparan asap rokok orang lain, iklan promosi dan sponsor rokok, harga dan cukai rokok, kemasan dan pelabelan, kandungan produk tembakau, edukasi dan kesadaran publik, berhenti merokok, perdagangan illegal rokok hingga penjualan rokok pada anak di bawah umur.

Sayangnya, sampai 2 kali presiden berganti dari Megawati Soekarnoputri ke Susulo Bambang Yudhoyono, lalu ke Joko Wiwodo, Indonesia belum menandatangai dan mengaksesi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau itu. Catatan Kementerian Kesehatan, Indonesia merugi karena itu. Selain menjadi target pasar tujuan utama industri rokok multi nasional, ini juga bisa merusak kesehatan generasi mendatang.

Pemborosan uang pun dirasakan oleh rata-rata ibu rumah tangga di Kampung Penas jika rokok tidak dikendalikan. Mereka mengeluh uang belanja rumah tangga terkuras lantaran suaminya merokok. Selain itu asap rokok mengganggu nafas. Asap rokok juga jadi masalah ketika warga berkumpul di balai pertemuan.

“Rata-rata penghasilan warga UMR sekitar Rp3 jutaan. Mereka berdagang. Di sisi lain, luas kampung ini tidak besar, hanya kurang dari 900 meter sepanjang Kali Ciliwung. Kalau ada 10 orang merokok saja, asapnya sudah seperti bakar sampah,” cerita Sumardi.

Sehingga rapat warga 4 bulan lalu membuat kesepakatan membatasi perokok.

Kebijakan itu didukung oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) anti-rokok, Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA). FAKTA meminta 6 warga Kampung Penas mengikuti pelatihan mengelola kawasan tanpa rokok (KTR) di Yogyakarta selama sepekan. Salah satu warga yang ikut, Koko.

Sepulangnya dari Yogya, Koko dan kelima warga menginisiasi pemugaran kampungnya. Mulai dari membersihkan halaman kampung, menambah pagar pembatas antara rumah warga dengan sungai sampai mewarnai tembok rumah warga. Dana pemugaran kampung didapat dari warga, ditambah dari dana bantuan FAKTA.

“Sekarang kampung warna warni dan menerapkan kawasan tanpa rokok,” jelas Sumardi.

Hanya saja kampung ini tidak sepenuhnya menjadi kawasan tanpa asap rokok, toko kelontong dan sembako di kawasan itu masih jual rokok. Salah satu pedagang, Eli mengaku masih menjual rokok dengan stok sedikit. Dia tidak memasalahkan jika nantinya rokok tidak laku di kampungnya.

“Paling banyak orang beli beras dan sembako. Jadi nggak pengaruh,” kata perempuan paruh baya itu.

Warga tidak dipaksa berhenti merokok, hanya mengendalikan perokok. Kampungnya pun akan memberikan kawasan khusus perokok di sudut jalan.

“Jadi bisa merokok di kampung ini, tapi hanya di satu sampai dua sudut saja. Tidak boleh merokok di sembarang tempat,” catat Sumardi.

Koko dan Ayu jadi potret keluarga anti-rokok di kampungnya. Setelah 2 tahun Koko berjuang berhenti merokok membuahkan hasil. Mereka mempunyai TV, motor dan mencicil keperluan rumah lainnya.

“Tuh hasilnya (menunjuk motor). TV juga sudah punya, dan ketiga anak jadi punya tambahan gizi. Anak-anak juga jadi sadar, rokok membakar uang,” kata Ayu.

Sumber uzone.id

 

Asal Muasal Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Anak Kesmas Wajib Tahu!

Bertepatan pada ulang tahun WHO ke-40 pada 7 April 1988, dicanangkanlah Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada 31 Mei.

HARI Tanpa Tembakau Sedunia pertama kali diperkenalkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Peringatan ini terus digaungkan setiap 31 Mei agar masyarakat dunia mengetahui masalah dan komplikasi mengunyah atau merokok tembakau.



WHO meletakkan harapan besar agar peringatan ini dapat menyadari dan mendorong orang-orang untuk mengurangi atau sama sekali menghentikan konsumsi tembakau dalam bentuk apapun di seluruh dunia. Tak lupa, peringatan ini membawa pesan bahaya penggunaan tembakau dan komplikasinya.

Penggunaan tembakau membunuh setidaknya 10 juta orang di dunia setiap tahun, sementara pengguna tembakau di seluruh dunia mencapai 1,3 miliar. Semestinya, kita mampu mengendalikan sekira 100 juta kematian dini dengan mengurangi penggunaan tembakau sebesar 20-25 persen pada 2020. Menurut statistik, tercatat sekira 37,6 persen penurunan jumlah perokok pada 1955, sedangkan 29,8 persen pada 2006.

WHO telah mengawali resolusi mereka melalui WHA40.38 pada 1987 dengan merayakan acara yang disebut ‘Hari Tanpa Rokok Sedunia’. Bertepatan pada ulang tahun WHO ke-40 pada 7 April 1988, dicanangkanlah Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada 31 Mei. Sebelumnya, peringatan tersebut sudah diselenggarakan oleh negara anggota WHO.

Pada 1988, WHO mencanangkan resolusi lain WHA42.19 untuk merencanakan ‘Hari Tanpa Tembakau Sedunia’ setiap 31 Mei. Kala itu, mereka juga membentu sebuah program Tobacco Free Initiative (TFI) untuk mendorong dunia internasional dan menarik perhatian masyarakat paham mengenai masalah penggunaan tembakau global. Sukses, program ini membantu pengadaan kebijakan kesehatan masyarakat global untuk mengendalikan penggunaan tembakau.

Sementara itu, pada 2003 WHO menggiatkan WHO Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC), yakni kesepakatan penerapan kebijakan untuk menghentikan produksi tembakau.

Terus begulir demi masyarakat dunia bebas tembakau, WHO juga berupaya melarang promosi, iklan dan sponsor tembakau saat perayaan Hari Tanpa Tembakau sedunia pada 2008 melalui kampanye ‘Pemuda Bebas Tembakau’.

Kampanye WHO mengenai Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini menggerakkan berbagai negara, baik pemerintah maupun organisasi non-pemerintah. Mereka mengambil bagian untuk menyebarluaskan informasi seputar penggunaan tembakau dan dampaknya.

Berbagai kegiatan bahkan diselenggarakan untuk memperingati hari penting tersebut, melalui demonstrasi publik, spanduk, kampanye iklan, program pendidikan, komunikasi lisan dengan masyarakat umum. Tak pernah bosan mereka mengingatkan pentingnya berhenti merokok melalui penyelenggaraan parade dan seni publik.

Bahaya penggunaan tembakau

Kampanye yang telah beredar mengatakan, tembakau tidak hanya ditemukan dalam bentuk tembakau, tetapi juga dalam berbagai bentuk lain, seperti ceurutu, bidis, pasta gigi, kretek, pipa, tembakau kunyah, dan banyak lainnya. WHO melarang keras penggunaan produk tembakau dalam bentuk apapun.

Melalui peringatan ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesadaran penuh bahwa merokok bisa menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kanker paru, serangan jantung, stroke, penyakit jantung kronis, berbagai jenis kanker, dan lainnya.

Candu rokok bisa menyebabkan seseorang sulit menghentikan kebiasaan yang merugikan kesehatan ini. Apalagi kecanduan nikotin sangat buruk bagi kesehatan, termasuk bagi otak dan paru-paru. Pasalnya, asap tembakau dapat mengikat jalur dopamin otak seperti obat-obatan ilegal lainnya, misalnya meth, alkohol, maupun heroin. Zat-zat beracun mempersiapkan otak mengirim pesan palsu agar tubuh membutuhkan nikotin sebagai “aktivitas” untuk bertahan hidup.

Meski Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati setiap tahun dengan deretan kampanye yang berlangsung, apakah perokok di Indonesia telah berkurang dari tahun ke tahun?

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terjadi peningkatan prevalensi perokok dari 27 persen pada 1995, meningkat menjadi 36,3 persen pada 2013. Artinya, pada 20 tahun yang lalu dari setiap 3 orang terdapat 1 orang perokok. Sementara perbandingan masa kini, dari setiap 3 orang terdapat 2 orang di antaranya ialah perokok.

Walau kampanye terus digaungkan, bagaimanapun masyarakat harus betul menanamkan kesadaran diri untuk berhenti merokok. Setiap orang yang sadar akan bahayanya dan para perokok berupaya untuk berhenti merokok, setidaknya mereka berkontribusi pada menurunkan data statistik perokok aktif ke depannya.

Sumber okezone.com

FCTC Youth Summit, Berakhirnya Hegemoni Industri Rokok Di Tangan Anak Muda

FCTC Youth Summit ditujukan untuk kamu yang berusia 17 – 25 tahun yang selama ini sudah bergerak mendukung Indonesia aksesi FCTC. Daftar Sekarang Juga!

FCTC Youth Summit mengajakmu menjadi #FCTCWarrior untuk saling bersinergi dan berkolaborasi dengan anak muda lainnya dari seluruh Indonesia.Kegiatan dikemas secara partisipatif dan menarik untuk menyatukan komitmen dan bergerak bersama mendukung Indonesia aksesi FCTC demi menyelamatkan Indonesia Emas 2045.

Di sini kamu akan menikmati pertunjukan wayang FCTC Warrior, diskusi dengan FCTC Guardian, Konferensi FCTC Untuk Indonesia, menaklukkan tantangan The adventure of FCTC Warrior, menyusun strategi FCTC Warrior di bawah nyala api unggun, aksi kreatif dukung Indonesia aksesi FCTC dan kegiatan seru lainnya.

FCTC Youth Summit ditujukan untuk kamu yang berusia 17 – 25 tahun yang selama ini sudah bergerak bersama kelompok/komunitas/organisasi untuk mendukung Indonesia aksesi FCTC (Framewrok Convention on Tobacco Control). Untuk mengikuti FCTC Youth Summit kamu harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu pendaftaran, mengirim tulisan tentang FCTC, cerita tentang aksi atau kegiatanmu, serta mengumpulkan foto kartu identitas diri pendukungmu sebagai wujud keterwakilanmu hadir di perhelatan FCTC Youth Summit.

Tujuan

FCTC Youth Summit bertujuan untuk mengkolaborasikan anak muda dari berbagai daerah di Indonesia, membangun gerakan bersama serta mendeklarasikandukungan anak muda kepada Bapak Presiden Joko Widodo untuk segera mengaksesi FCTC.

Peserta                                

Klasifikasi Peserta:

  1. Warga Negara Indonesia.
  2. Wanita atau Pria berusia 17-25 tahun.
  3. Memiliki komitmen mendukung Indonesia Aksesi FCTC
  4. Anggota atau pengurus aktif dari organisasi/komunitas/kelompok/forum anak atau remaja
  5. Sudah melakukan sebuah aksi atau kegiatan nyata untuk pengendalian tembakau.


Persyaratan  :

  1. Mengirim form pendaftaran
  2. Mengirim tulisan tidak lebih dari 500 kata dengan tema “Kenapa Indonesia Harus Aksesi FCTC?”
  3. Mengirim cerita tentang aksi atau kegiatan yang telah dilakukan bersama organisasi/komunitas/forum untuk pengendalian tembakau, tidak lebih dari 300 kata.
  4. Menjadi perwakilan daerahmu, dibuktikan dengan mengumpulkan minimal 15 kartu tanda pengenal/identitas diri yang masih aktif (KTP/SIM/Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa/Kartu tanda pengenal lainnya) misalnya dari teman organisasi atau komunitas, sekolah/kampus, lingkungan sekitarmu dan sebagainya. Format pengumpulan kartu tanda pengenal: foto atau scan.

Pendaftaran

  1. Pendaftaran dimulai tanggal 18 Maret 2017 sampai tanggal 17 April 2017.
  2. Calon peserta harus melakukan pendaftaran dengan cara mengirim persyaratan ke email: youthsummit@fctcuntukindonesia.org dengan subjek youthsummit_namalengkap. Contoh: youthsummit_Annisa Zahara
  3. Form Pendaftaran dan persyaratan dapat di-download di sini
  4. Persyaratan yang harus dikirimkan adalah :
    1. Data diri dan informasi tentang organisasi/komunitas/kelompok/forum
    2. Membuat tulisan tidak lebih dari 500 kata, dengan tema “Kenapa Indonesia Harus Aksesi FCTC?”
    3. Menuliskan cerita tentang aksi atau kegiatan yang telah dilakukan bersama organisasi/komunitas/forum terkait pengendalian tembakau maksimal 300 kata.
    4. Melampirkan 1 foto favoritmu
    5. Melampirkan paling banyak 2 (dua) foto aksi/kegiatan yang telah kamu lakukan
    6. Melampirkan foto/scan minimal 15 kartu tanda pengenal aktif (KTP/SIM/Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa/Kartu tanda anggota dan lainnya
  5. Panitia akan melakukan verifikasi data diri dan tanda pengenal pendukung yang kamu kirim : 18 Maret 2017 sampai tanggal 17 April 2017.
  6. Panitia akan memberikan penilaian terhadap tulisan dan aksi /kegiatan yang telah dilakukan : 17 -21 April 2017
  7. Panitia akan menentukan peserta terpilih berdasarkan hasil verifikasi dan penilaian terhadap essay dan aksi/kegiatan.
  8. Pengumuman peserta terpilih akan diumumkan melalui fanpage FCTCT Untuk Indonesia dan juga akan dikirim melalui email pribadi peserta yang terpilih pada tanggal 24 April 2017.
  9. Keputusan panitia mutlak, tidak dapat diganggu gugat.
  10. Peserta terpilih melakukan konfirmasi kesediaan hadir /daftar ulang dengan mengirim email ke youthsummit@fctcuntukindonesia.org : 24 – 28 April 2017
  11. 20 pendaftar yang beruntung akan mendapatkan merchandise ekslusif dari FCTC untuk Indonesia.

Transporatsi dan Akomodasi

Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan email pemberitahuan dari panitia dan diharapkan melakukan konfirmasi selambat-lambatnya tanggal 28 April 2017. Panitia akan menyediakan transportasi pulang pergi dan akomodasi selama kegiatan berlangsung bagi peserta yang lolos.

Untuk informasi lebih lanjut

Contact person WA atau SMS:
Iman – 0819 7594 389,
Audy – 0812 8750 179
Website : www.fctcuntukindonesia.org ,
Fanpage : FCTC Untuk Indonesia
Email: lenteraanak.indonesia@gmail.com dan
youthsummit@fctcuntukindonesia.org