Dosen FKM UMI Sosialisasi Pentingnya Asi Eksklusif di Jeneponto

FKM UMI menggelar kegiatan Ipteks Berbasis Masyarakat (IBM) dengan mengangkat topik ASI Eksklusif di Desa Arungkeke Kabupaten Jeneponto, Minggu (27/8/2

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) menggelar kegiatan Ipteks Berbasis Masyarakat (IBM) dengan mengangkat topik ASI Eksklusif di Desa Arungkeke Kabupaten Jeneponto, Minggu (27/8/2017).

Pelaksanaan IBM yang dilaksanakan dua dosen FKM UMI yakni Dr. Fairus P. Idrus SKM.,M.Kes sebagai ketua dan Andi Masnilawati,S., ST sebagai anggota ini berkerjasama dengan kelompok warga peduli Asi dan Posyandu Baji Ada Desa Arungkeke.

Dr. Fairus P. Idrus SKM.,M.Kes menjelaskan Asi Eksklusif adalah proses dimana semenjak bayi lahir sampai usia 6 bulan hanya diberikan Asi tanpa memberikan atau menambahkan makanan/minuman lainnya.

“Beberapa agenda dalam kegiatan ini yaitu berupa penyuluhan manfaat Asi Eksklusif serta jasa konsultasi kepada ibu menyusui dan hamil serta penyerahan media edukasi kepada kelompok warga peduli Asi,” ujar Dr. Fairus P. Idrus SKM.,M.Kes saat ditemui di Gedung FKM UMI, Senin (28/8/2017).

Kata dia, antusiasme dari masyarakat Desa Arungkeke cukup besar untuk mengikuti kegiatan kesehatan seperti ini.

“Banyak masyarakat yang ikut serta karena kegiatan kesehatan seperti ini masih jarang dilakukan apalagi yang berfokus pada Asi Ekslusif. Padahal, banyak Ibu yang masih gagal dalam pemberian Asi Eksklusif,” jelasnya.

Sumber suarasulsel.com

Mahasiswa FKM UMI Menolak UKSKMI, Biaya 500 Ribu Ini Sangat Mahal

Mahasiswa FKM Universitas Muslim (UMI) yang juga Kabid Humas Senat Mahasiswa FKM UMI menolak Uji Kompetensi UKSKMI seharga 500ribu.

Fakultas Kesehatan Masyarakat, Mahasiswa Universitas Muslim (UMI), Suharsono dan juga Ketua Bidang Humas Senat Mahasiswa FKM UMI menolak Uji Kompetensi Seharga 500.000.

Menurut Suharsono Akronim Anno mengatakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan perlunya Surat Tanda Registrasi penting bagi sarjana kesehatan masyarakat.

“STR memang sangat penting untuk pengakuan sarjana kesehatan masyarakat dalam menjalankan fungsionalnya di masyarakat,” kata Anno, Minggu (20/08/2017)

Namun, menurut dia, adanya uji kompetensi yang akan ditempuh melalui Prodi Kesehatan Masyarakat untuk mendapatkan STR memiliki kekurangan. “salah satu yang paling menonjol adalah biaya pendaftaran peserta ujian sebesar Rp 500.000, 2x lipat dari harga Uji Kompetensi prodi D3 Bidan dan Keperawatan yang hanya Rp 225.000 dan profesi Ners Rp 275.000,” ungkapnya.

Lanjut Kader HMI Makassar ini, berharap Komite Nasional UKSKMI, IAKMI dan AIPTKMI untuk mengkaji kembali biaya Uji Kompetensi prodi Kesehatan Masyarakat dan ISMKMI harus mengawal kebijakan tersebut.

“ISMKMI jangan tutup mata mengawal kebijakan tersebut dan Komite Nasional UKSKMI, IAKMI dan AIPTKMI mengkaji kemabali agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat”. tutupnya.

Sumber matasulsel.com

Dosen FKM UMI Gelar Pelatihan Penjernihan Air di Gowa

Dosen FKM UMI Makassar, menggelar Ipteks bagi Masyarakat (IbM) atau pelatihan terkait teknik penjernihan air di Pesantren Darul Ulum, Gowa, 17/08.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, menggelar Ipteks bagi Masyarakat (IbM) atau pelatihan terkait teknik penjernihan air di Pesantren Darul Ulum, Kabupaten Gowa, Kamis (17/08/2017).

Kepala Lab terpadu FKM UMI, Alfina Baharuddin mengatakan, kegiatan yang dilakukan di Gowa ini bertujuan untuk melatih siswa, agar mampu menerapkan metode penjernihan air secara sederhana dari bahan-bahan yang mudah dan murah didapatkan, misalnya pasir, ijuk, kerikil, dan arang.

“Sebagian besar masyarakat di sini tidak memasak air minum, tetapi langsung diminum tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Seperti kita ketahui, syarat kualitas air ada 3 yaitu fisik, kimia dan biologi,” jelasnya.

Alfina Baharuddin dan Rahman membawakan materi pengantar penyediaan air bersih. Kegiatan ini juga dibantu mahasiswa peminatan kesehatan lingkungan, melakukan praktek penjernihan air.

Sumber rakyatku.com

FKM UMI Jalin Kerjasama dengan FKM Universitas Indonesia

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) dan FKM UI jalin kerjasama pengembangan mutu dan kualitas pendidikan.

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) dan FKM Univeritas Indonesia (UI) jalin kerjasama pengembangan mutu dan kualitas pendidikan.

Hal ini ditandai dengan studi banding yang dilakukan FKM UMI ke UI untuk meningkatkan kualitas dan akreditasi. Pasalnya, FKM UI saat ini terakreditasi A.

“Kami saat ini, tanggal 25 Juli 2017, kami melakukan studi banding ke Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Kunjungan yang diikuti pimpinan fakultas mulai dari wakil dekan, Kaprodi dan dosen-dosen Prodi Kesmas untuk meningkatkan kualitas dan akreditasi,” ujar wakil dekan I FKM UMI Dr. Muhammad Ikhtiar SKM MKes seperti rilis yang diterima Tribun.

Ikhtiar berharap, dengan adanya kunjungan ini, ukhuwah islamiyah dengan FKM UI dapat terjalin dengan baik.

“Tak kalah pentingnya juga dosen-dosen kami bisa belajar “trik-trik” untuk mendapat peringkat akreditasi terbaik seperti yang diraih UI,” ujarnya.

Kunjungan unsur pimpinan FKM UMI ini diterima langsung Dekan I FKM UI, Dr. dr. Sabarinah Prasetyo, M.Sc. Sabarinah memberikan presentasi singkat tentang profil FKM UI.

“Terima kasih atas kunjungan FKM UMI dan permohonanan maaf dari Dekan FKM UI Dr.dr. Agustin yang berhalangan hadir karena menghadiri acara UI di Bali. Terimakasih kami ucapkan kepada FKM UMI atas kunjungan ke UI,” ucapnya.

Setelah acara seremonial selesai dilanjutkan dengan diskusi dan sharing pengalaman pihak FKM UI.
Kegiatan ini meliputi Tour ke berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang yang ada di FKM UI seperti laboratorium, perpustakaan, dan gedung perkuliahan lainnya.

Sumber tribunnews.com

Alumni FKM UMI Jabat Kepala Puskesmas di Palopo

Irsan Anugrah, salah satu alumni FKM UMI angkatan 2003 saat ini menjabat Kepala Puskesmas di Wisata Padang Lampe, Kota Palopo.

Kualitas dan kualifikasi alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) tak diragukan lagi. Selain jumlahnya yang tersebar diseluruh Indonesia dan dunia, mereka juga menduduki posisi strategis di pemerintahan.

Irsan Anugrah, salah satu alumni FKM UMI angkatan 2003 saat ini menjabat Kepala Puskesmas di Wisata Padang Lampe, Kota Palopo.

“Alhamdulillah, ilmu selama kuliah di FKM UMI sangat bermanfaat dalam jenjang karir saya di pemerintahan. Disini saya bisa mengimplementasikan ilmu saya ke masyarakat,” kata Irsan, Minggu (23/7/2017).

Menurut Irsan, salah satu cara pengabdian kepada masyarakat, pihaknya mengunjungi rumah warga. Hal ini dilakukan guna meningkatkan akses jaga sehat warga.

“Salah satu kegiatan yang paling rutin kami lakukan yang memberikan imunisasi kepada anak serta pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.

“Alumni FKM UMI sudah dikenal punya kapasitas yang baik, termasuk kemampuan dalam memimpin,” tambahnya.

Sumber rakyatku.com

Rektor UMI Buka Pelatihan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum

Pelatihan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum ini diikuti 13 orang, umumnya alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI.

Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA didampingi Ketua Lembaga Ketenagakerjaan Nasional Indonesia (LKNI) UMI Hasanuddin Damis, SE, MM,. Ph.D membuka Pelatihan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum (AK3U) angkatan ke V kerjasama LKNI UMI dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulsel, di Kantor LKNI Kampus II UMI, Senin, 10 Juli 2017.

Rektor UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA mengatakan, pimpinan UMI mengapresiasi pelatihan ini, karena dapat memberi bekal tambahan kepada alumni UMI. Sertifikat Ahli K3 sangat bermanfaat bagi alumni UMI dan dapat menjadi penilaian tersendiri dalam bersaing di dunia kerja.

Tidak semua alumni UMI dapat mengikuti dan mendapatkan sertifikat Ahli K3. Untuk itu pelatihan ini dapat diikuti dengan baik, karena apa yang diperoleh selama pelatihan tidak didapat dibangku kuliah. Ini merupakan  keterampilan tersendiri, dan dapat menjadi bekal ketika sudah bekerja.

Sebagai alumni yang lahir dari lembaga pendidikan dan dakwah, tentu punya ciri  khusus, sehingga dilingkungan manapun berada senantiasa memperlihatkan tingkah laku dan akhlak yang baik sesuai nilai-nilai ajaran Islam.

Sementara itu. Ketua LKNI UMI Hasanuddin Damis, SE, MM,. Ph.D mengatakan, pelatihan ini merupakan sumbangsih UMI terhadap alumni, sebagai bekal dalam mencari dan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan. Keterampilan K3 ini sangat dibutuhkan di perusahaan, sehingga alumni UMI yang memiliki sertfikat K3 tentu menjadi pertimbangan tersediri dalam melamar pekerjaan. Ini terbukti berdasarkan laporan dari peserta pelatihan angkatan sebelumnya, mereka lebih cepat terserap di dunia kerja.

Pelatihan ini diikuti 13 orang, umumnya alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI, dengan pemateri dari unsur pimpinan UMI, Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulsel, akan berlangsung selama 12 hari.

Sumber rakyatsulsel.com

Disdik Sulsel Gandeng FKM UMI Bina Sekolah Sehat

Disdik Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan penandatangan MOU dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI).

Dinas Pendidikan Provinsi  (Disdik) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan penandatangan MOU dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) diselah acara buka puasa bersama di Rujab Gubernur, Rabu (21/6/2017).

Pendatanganan MOU tersebut dalam rangka pembinaan sekolah sehat dan pelatihan gawat darurat (Gadar) SMA se-Sulsel yang dicanangkan Disdik Sulsel.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan pihaknya menggandeng FKM UMI untuk membantu menyukseskan program tersebut di sekolah-sekolah SMA. Selain FKM UMI, Irman YL turut menggandeng DPD I KNPI Sulsel untuk program pendidikan karakter di SMA se-Sulsel.

Penandatanganan MOU yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama dan juga launching KNPI Goes To School ini turut disaksikan langsung oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, unsur pemuda, beserta tokoh masyarakat.

Dekan FKM UMI, Sudirman mengatakan FKM UMI dipilih bukan serta merta begitu saja, tapi sesuai dengan prestasinya.

“Seperti diketahui bersama di Sulsel ada banyak universitas dan banyak fakultas kesehatan, kalau bukan karena prestasi dan hubungan baik yang dijaga mana bisa FKM dilirik,” kata Sudirman.

Apa lagi, lanjut Sudirman, Irman mengetahui baru-baru ini mahasiswa FKM mendapatkan juara satu tingkat nasional kategori kelompok terbaik di bidang gawat darurat.

“Bukan hanya itu jauh sebelum Pak Irman YL jadi Kadis Pendidikan, beliau sudah pernah bekerjasama dengan FKM UMI lagi-lagi dibidang gawat darurat (BTCLS), waktu itu Pak Irman  YL menjabat sebagai Kepala Badan Diklat Provinsi Sulsel,” tambahnya.

Sumber 

FKM UMI Raih Juara pada Ajang Pameran Pendidikan UMI

FKM UMI, berhasil menjadi juara III, di ajang Pameran Pendidikan Kategori Kebersihan tingkat fakultas se-UMI, Selasa (14/3/2017).

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI), berhasil menjadi juara III, di ajang Pameran Pendidikan Kategori Kebersihan tingkat fakultas se-UMI, di Auditorium al-Jibra UMI, Selasa (14/3/2017).

Sementara Juara 1 Fakultas Teknologi Informasi (FTI), Juara 2 Fakultas Ilmu Komputer, dan Juara 3 FKM. Pemberian piala diberikan langsung oleh Rektor UMI, Prof Masrurah Mokhtar. Dekan FKM UMI Dr Sudirman menerima penghargaan tersebut.

“Alhamdulillah kita tetap mempertahankan juara tahun lalu. Bisa dilihat sendiri kondisi FKM sekarang. Alhamdulillah kebersihan di lingkungan FKM semakin baik. Karena memang kita selalu mengedepankan kebersihan,” ujar Sudirman, Selasa (14/3/2017).

Sudirman menjelaskan, selain memperhatikan kebersihan fakultas, pihaknya juga memperhatikan penataan parkir antara motor dan mobil yang harus dipisahkan.

“Juga tidak saling menghalangi saat ada salah satunya yang ingin keluar. Tapi yang paling penting itu adalah kebersihan fakultas, kita arahkan memang seluruh warga FKM agar senantiasa menjaga kebersihan,” tutupnya.

SUMBER

Dosen Muda FKM UMI Ikuti Pelatihan Menulis Berita

Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI menggelar pelatihan jurnalistik di ruang rapat FKM UMI, Kamis (2/2/2017).

Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI menggelar pelatihan jurnalistik di ruang rapat FKM UMI, Kamis (2/2/2017).

Dekan FKM UMI, DR R Sudirman yang membuka kegiatan menilai, kegiatan penulisan berita ini sangat strategis bagi FKM UMI.

Sebab, tak bisa dipungkiri, saat ini adalah era dimana informasi cepat menjadi kebutuhan masyarakat.

“FKM UMI ini sudah punya website. Kedepannya kami ingin agar website itu berisi informasi-informasi kegiatan FKM UMI. Penulisnya dari FKM UMI juga,” papar Sudirman, mengawali kegiatan pelatihan menulis berita ini.

Menurut Sudirman, FKM UMI bisa unggul jika terdepan dalam hal memberi informasi kepada publik. Apalagi, hampir semua lembaga atau unit kerja yang besar, punya akses informasi ke publik.

“Untuk itulah saya minta agar website FKM UMI ini digunakan sebaik-baiknya,” tutup Sudirman.

Kegiatan itu berlangsung dengan hangat. Peserta dan pemateri, terlibat diskusi tentang bagaimana menulis berita yang baik dan benar.

Pemateri juga memaparkan tentang pentingnya mengelola akun sosial media.

Sementara itu, Ketua Panitia Wakil Dekan III FKM UMI, Andi Surahman Batara mengatakan, bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan profesionalisme dari dosen muda FKM UMI.

“Kami berharap, setelah kegiatan ini, seluruh dosen muda FKM UMI, bisa menulis berita dengan baik dan benar,” katanya.

Salah satu dosen muda FKM UMI, Hairil, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi perkembangan website FKM UMI.

“Kendala kami selama ini adalah bagaimana kaidah penulisan berita. Mudah-mudahan setelah kegiatan ini, kami sudah bisa menulis beriota dengan baik dan benar,” harapnya.

SUMBER