UNAIR Gencarkan Germas “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat”

Minggu (11/2), Didampingi Dekan FKM Prof. Prof. Dr. Tri Martiana, dr., MS., Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., menggencarkan program Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) untuk sivitas akademika UNAIR.

Senam dan jalan sehat bulanan di Universitas Airlangga dilaksanakan lagi Minggu (11/2), di halaman Rektorat UNAIR, Kampus C Mulyorejo. Kali ini, senam dan jalan sehat diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).

Pada kesempatan ini, didampingi Dekan FKM Prof. Prof. Dr. Tri Martiana, dr., MS., Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., menggencarkan program Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) untuk sivitas akademika.

Tiga aspek Germas adalah melakukan aktivitas fisik (di acara ini senam dan jalan sehat), makanan seimbang (buah dan sayur) setiap hari, dan memeriksakan kesehatan secara rutin.

Turut mewarnai kegiatan Germas kali ini yakni dilaksanakan konsultasi gizi, pemeriksaan kesehatan, bahkan “Kuliah Kopi”. Kegiatan dilaksanakan di lantai dasar Gedung manajemen UNAIR.

(Foto-foto: Bambang Bes)
Sumber: http://news.unair.ac.id/2018/02/12/unair-gencarkan-gerakan-masyarakat-hidup-sehat/

Berawal Dari BToPH Menuju Bonus Demografi Indonesia 2045

Terima kasih banyak kepada Panitia Basic Training of Public Health (2017) dan Dekanat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

The improvement of understanding is for two ends. First, our own increase of knowledge. Secondly, to enable us to deliver that knowledge to others (John Locke)

Rasanya patutlah bibir ini berucap terima kasih kepada Panitia Basic Training of Public Health (BTOPH) Tahun 2017 dan Dekanat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga yang telah memberikan kami, Civitas Alumni, khususnya buat aku sendiri, untuk bisa berjumpa, belajar bersama, berbagi ilmu dan pengalaman kepada adik-adik Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga 2017.

Tenang saja, berbagi ilmu dan pengalaman tidak akan membuat kita melarat kok. Justru sebaliknya. Kita akan semakin kaya. Kaya dengan pengetahuan baru hasil pembelajaran baru dari diskusi yang terjadi. Lebih penting, bisa ngeksis #eh jujur banget hahahaha

Basic Training of Public Health (BToPH) sendiri adalah pelatihan dasar bagi Mahasiswa Baru Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Pelatihan ini merupakan program rutin tahunan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang Kesehatan Masyarakat terhadap mahasiswa baru dan juga memberikan pengalaman terjun langsung di lapangan untuk melakukan assessment komunitas.

Lebih lengkapnya, BTOPH memiliki beberapa tujuan spesifik sebagai berikut:
1. Memberikan pemahaman tentang 8 Kompetensi Dasar dalam Kesehatan Masyarakat;
2. Memperkenalkan Ikatan Organisasi Mahasiswa Seprofesi (IOMS) khususnya Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI);
3. Membangun jejaring dan mengenalkan prospek kerja Alumni S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat;
4. Mengembangkan diri dan menumbuhkan soft skill mahasiswa baru baik soft skill public health maupun soft skill secara informal (minat dan bakat).

Dua tahun membersamai kegiatan hebat ini, nyatanya rasa kagum kepada adik-adik mahasiswa baru bukanlah manis-manis bibir saja. Itu nyada adanya. Terbukti di depan mata.

Throwback ke zaman aku mengikuti BTOPH Tahun 2010 dulu, rasanya mungkin analitycal thinkingku sebagai Calon Public Health Warrior terhadap berbagai permasalahan kesehatan tidak sekompleks yang mereka punya.

Hal ini terlihat waktu aku berkesempatan menjadi fasilitator sekaligus pemateri di POS 3: Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat bersama Mas Diansanto. Mereka sudah menyadari bahwa dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan yang kompleks ini, mereka tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi interprofesi dan multisektor dibutuhkan. Juga, pemahaman bahwa modal sosial dalam masyarakat adalah aktor kunci yang sebenarnya.

Dari hal ini, aku yakin banget bahwa kelak mereka bisa menjadi bagian dari kepingan puzzle Bonus Demografi Indonesia 2045 mendukung Pembangun Kesehatan Masyarakat.

#sharingiscaring #RuangAlumni #BTOPH2017 #FKMUNAIR

Nih, Segudang Manfaat Ikut Pertukaran Pelajar bagi Mahasiswa

Program pertukaran pelajar kerap dijadikan ajang mengembangkan kemampuan nonakademik bagi mahasiswa, seperti yang dirasakan oleh mahasiswa S-2 FKM Unair ini

Program pertukaran pelajar atau program exchange kerap dijadikan ajang mengembangkan kemampuan nonakademik bagi mahasiswa. Salah satunya dirasakan oleh mahasiswa S-2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Nurhasmadiar Nandini.

Ia mengisahkan pengalamanya selama mengikuti program research exchage di Universitas Brunei Darussalam.

Diar -sapaan akrabnya-, mengaku selama proses pertukaran pelajar itu mendapatkan wawasan tentang pelayanan kesehatan di negara tetangga. Selain itu, ia juga mendapatkan pegalaman berkolaborasi dengan peneliti di negeri minyak tersebut untuk menghasilkan publikasi riset di jurnal internasional yang telah memiliki reputasi.

Menurut Diar, program exchange-nya yang terkait keperluan penelitian tersebut bukan hanya menambah kaya wawasan semata, tetapi juga jaringan.

“Keikutsertaan dalam program pertukaran itu tidak hanya berhenti saat penelitian selesai, tetapi juga bisa dikembangkan untuk keperluan membangun networking (jejaring),” ungkap Diar seperti dilansir dari laman Unair, Selasa (23/5/2017).

Selain Diar, ada pula kisah mahasiswa program studi S-1 Manajemen, Evelyn Rahmadanti Darminto yang pernah melakukan hal yang saat program exchange di Negeri Kincir Angin, Belanda. Menurutnya, kegiatan-kegiatan selama mengikuti pertukaran mahasiswa menjadi pengalaman tak ternilai.

Di Belanda, Evelyn mengaku belajar mengaktualisasi diri. Dengan berada di Belanda, ia menjadi berani berinteraksi dengan sesama mahasiswa, dosen, termasuk mengutarakan pendapat di saat kuliah berlangsung.

“Nilai terbesar yang kita dapatkan ketika exchange adalah aktualisasi diri,” ungkap Evelyn peserta Fontys University Exchange Program yang mengaku dulu tak berani tampil.

Selain pengembangan aktualisasi diri, Evelyn mengatakan tinggal di negara orang membuatnya lebih disiplin mengatur waktu. “Selama mengikuti pertukaran, saya lebih menghargai waktu bahwa satu menit bisa mengubah segalanya,” tutupnya.

Sumber news.okezone.com

4 Universitas dengan Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Terbaik di Indonesia

Universitas dengan fakultas ilmu kesehatan masyarakat memang banyak dicari oleh para calon mahasiswa baru. 4 Besar diantaranya FKM UI, UNHAS, UNDIP, UNAIR.

Universitas dengan fakultas ilmu kesehatan masyarakat memang banyak dicari oleh para calon mahasiswa baru. Banyak universitas di Indonesia yang memang menyediakan fakultas ini. Bahkan, ada beberapa di antaranya yang sudah memiliki predikat peringkat terbaik atau peringkat A. Fakultas ilmu kesehatan masyarakat pada dasarnya adalah fakultas yang prodi-prodi di dalamnya mendalami ilmu seputar public health atau kesehatan masyarakat. Ilmu jenis ini dapat didefinisikan sebagai usaha untuk memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Usaha-usaha tersebut dilakukan dengan cara pengorganisasian masyarakat dan memberikan pendidikan dan pendampingan langsung pada masyarakat. Defenisi lain dari ilmu kesehatan masyarakat adalah ilmu untuk mengusahakan peningkatan kesehatan fisik dan mental terhadap masyarakat, memperpanjang hidup masyarakat, dan juga meningkatkan efisiensi hidup masyarakat melalui usaha pendampingan yang terorganisir. Biasanya pendampingan dan pendidikan yang dilakukan untuk mengupayakan kesehatan masyarakat yang maksimal adalah seputar peningkatan sanitasi lingkungan, pemaksimalan kebersihan lingkungan, pencegahan penyakit, pengorganisasian pelayanan medis, dan pengembangan aspek sosial. Jika aspek-aspek tersebut sudah maksimal, masyarakat mempunyai standar kehidupan dan kesehatan yang lebih tinggi.

Program studi atau jurusan seputar kesehatan masyarakat umumnya berdiri sendiri di banyak universitas dengan nama Fakultas Kesehatan Masyarakat atau yang biasa disingkat menjadi FKM. Selain memiliki jurusan kesehatan masyarakat, FKM juga biasanya memiliki jurusan kesehatan lingkungan, ilmu gizi dan masih banyak lagi. Ilmu kesehatan masyarakat tidak hanya terdapat di universitas, tapi juga bisa didapatkan di sekolah tinggi kesehatan atau STIKES. Hal ini berbeda dengan jurusan kedokteran umum atau kedokteran gigi yang biasanya hanya ada di universitas saja.

Kalau kamu pengen medalami ilmu kesehatan masyarat seperti ini, banyak universitas di Indonesia, baik negeri atau swasta, yang memiliki FKM atau Fakultas Kesehatan Masyarakat. Untuk universitas negeri, ada 4 universitas negeri di Indonesia yang fakultas kesehatan masyarakatnya sudah dianggap paling baik. FKM di keempat universitas negeri ini memiliki akreditasi A dari BAN PT. Keempat universitas negeri dengan FKM terbaik tersebut adalah:

  1. Universitas Hasanuddin Makassar (UNHAS)
  2. Universitas Indonesia Jakarta (UI)
  3. Universitas Diponegoro Semarang (UNDIP)
  4. Universitas Airlangga Surabaya (UNAIR)

Berikut pembahasannya satu per satu

1. FKM Universitas Hasanuddin Makassar (UNHAS)

FKM Unhas sudah dibuka sejak tahun ajaran 1982/1983. Pada saat dibuka, FKM Unhas memiliki program studi ilmu kesehatan masyarakat saja. Kuliah perdana dilakukan pada tanggal 18 Agustus 1982 dan diikuti oleh 21 orang mahasiswa. Dibukanya FKM Unhas ini adalah hasil dari kelas kerjasama antara Unhas dengan Departemen Kesehatan. Hari ini, FKM Unhas sudah jauh berkembang dengan adanya berbagai program studi seperti Administrasi Kebijakan Kesehatan, Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Biostatistik/Kependudukan Keluarga Berencana, Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan, Gizi Kesehatan Masyarakat, Kesehatan &  Keselamatan Kerja, dan lain sebagainya. Lulusan FKM Unhas dianggap memiliki ketrampilan yang mumpuni untuk mengedukasi masyarakat tentang kesehatan dan kesehatan lingkungan. Selain itu, FKM Unhas juga sudah terbukti kualitasnya dengan mendapatkan akreditasi A.

2. FKM Universitas Indonesia Jakarta (UI)

FKM UI adalah salah satu FKM tertua di Indonesia. FKM UI secara resmi berdiri pada tanggal 1 Juli 1965. FKM UI ini merupakan fakultas ke-13 di lingkungan Universitas Indonesia. Salah satu program studi paling diminati di FKM UI ini adalah Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat. Dibangunnya FKM UI ini berlandaskan keinginan dari pihak universitas untuk menghasilkan tenaga-tenaga kompeten di bidang kesehatan masyarakat agar mereka nantinya berguna dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan juga derajat kesehatan masyarakat. Salah satu misi dari FKM UI adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di bidang kesehatan masyarakat. UI sudah menghasilkan ribuan lulusan dari FKM hingga hari ini. FKM di UI juga termasuk salah satu fakultas yang paling diminati oleh mahasiswa baru.

3. FKM Universitas Diponegoro Semarang (UNDIP)

FKM Undip adalah salah satu fakultas favorit di universitas paling terkenal di Semarang ini. FKM Undip biasanya memiliki 450 kursi atau lebih untuk diperebutkan oleh calon mahasiswa baru. Tak hanya mahasiswa dari Indonesia saja, FKM Undip ini terkenal hingga ke manca negara sehingga mahasiswa asing pun berminat untuk mendalami imu kesehatan masyarakat di FKM UI. Salah satu keunggulan dari FKM Undip adalah masa studinya yang tidak lama. Hasil belajar mahasiswa memang berpengaruh, namun rata-rata mahasiswa di FKM Undip hanya membutuhkan waktu sekitar 3,5 hingga 4 tahun untuk menyelesaikan studi. Menurut banyak alumni, lulus dari FKM Undip juga masa tunggunya untuk mendapatkan pekerjaan terbilang tidak terlalu lama. Hanya sekitar 3 hingga 6 bulan saja. Bahkan, ada banyak mahasiswa FKM Undip yang saat belum lulus sudah dipesan oleh berbagai perusahaab dari berbagai industri untuk bekerja sebagai karyawan. Dari berbagai fakultas dan program studi yang ada di Udip, FKM termasuk yang paling banyak diminati.

4. FKM Universitas Airlangga Surabaya (UNAIR)

FKM Unair dibuka pada tahun 1984. Pada saat dibuka, FKM Unair ini khusus untuk para mahasiswa lulusan D3 kesehatan linier yang sudah bekerja selama minimal 3 tahun. Namun, seiring berjalannya waktu, FKM Unair kemudian juga membuka program S1 bagi mahasiswa baru dan juga membuka berbagai program studi yang terkait dengan bidang kesehatan masyarakat. Hari ini, FKM Unair adalah satu dari empat FKM di universitas negeri yang mendapatkan akreditasi A. Lulusan FKM Unair dipercaya memiliki skill yang cukup untuk memberi arahan dan pendampingan tentang kesehatan pada masyarakat. Selain itu, FKM Unair tiap tahun rutin mencetak sarjana-sarjana kompeten di bidang kesehatan masyarakat.

Kalau kamu memang tertarik ingin kuliah di FKM dan maunya kuliah di FKM universitas negeri, keempat universitas negeri di atas bisa jadi pilihan kamu. Tapi ingat, Unhas, UI, Undip, dan Unair merupakan universitas negeri favorit yang pasti jadi serbuan calon maba baik saat SNMPTN, SBMPTN, maupun saat SM. Makanya, persiapkan diri mulai dari sekarang. Belum telat kok kalau mau coba-coba daftar lewat SBMPTN atau SM. Kalau memang belum rejekinya bisa kuliah di FKM universitas negeri, masih banyak kok FKM di universitas swasta yang juga memiliki nilai akreditasi yang baik. Ada juga STIKES dan poltekkes yang biasanya juga menyediakan FKM dengan berbagai program studi.

SUMBER

WOW! Wisudawan Terbaik Magister FKM Unair Ini Lulus Dengan IPK Nyaris Sempurna

Ana Islamiyah Syamila, wanita asal Lumajang ini menjadi wisudawan terbaik jenjang Magister Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair dengan meraih IPK 3,95.

Berkomitmen untuk menjalani perkuliahan dengan fokus, mengantarkan Ana Islamiyah Syamila menjadi wisudawan terbaik jenjang Magister Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga. Wanita asal Lumajang itu berhasil meraih IPK 3,95.

Ana merasa bangga dan tidak menyangka bahwa dirinya bisa menjadi wisudawan terbaik. Capaian ini menjadi persembahan yang dapat diberikan kepada orang tua.

“Perasaan saya tentunya senang, paling tidak lulus tepat waktu ditambah nilai plus menjadi wisudawan tebaik. Tetapi, sepertinya sedikit menjadi beban, karena ke depannya harus baik pula,” tutur Ana seperti disitat dari laman Unair, Sabtu (18/3/2017).

Selama proses perkuliahan, tentu tidak selalu berjalan mulus seperti di jalan tol, ada tantangan yang harus dihadapinya. Menempuh studi magister K-3 mendapat tugas yang tidak sedikit, ditambah dengan tesis yang berat. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menyiapkan mental dan fisik agar kondisi kesehatan tidak menurun.

“Hal terpenting bagi mahasiswa adalah selesaikan apa yang menjadi tanggungjawab dan jangan menunda,” pesan Ana yang juga penggemar novel ini.

Bagi Ana, membagi waktu secara proporsional adalah prinsip yang ditekuninya. Tak heran ia pun bisa menyelesaikan kuliah selama empat semester di program studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3).

Seperti saat mengerjakan tugas kuliah, ia selalu bersungguh-sungguh. Baginya tidak ada prinsip mengerjakan tugas yang penting selesai. Hal itu harus dibuang jauh-jauh.

Dalam tesisnya, Ana meneliti tentang penyelam kompresor di kawasan Papuma, Jember, dari aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K-3). Para pekerja informal tersebut menggunakan peralatan penyelaman yang tidak sesuai standar yakni kompresor ban modifikasi. Ana berpendapat, pekerjaan-pekerjaan semacam itu harus disentuh standar K-3 agar para pekerja memahami terkait standar dan prosedur yang benar.

Sumber news.okezone.com