FKM Undip Perkuat Kemitraan dengan Perguruan Tinggi Australia

Semarang – FKM Undip menerima dosen tamu selama dua hari Selasa-Rabu (24-25/10) guna memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi di Australia

Semarang – FKM Undip menerima dosen tamu selama dua hari Selasa-Rabu (24-25/10) guna memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi di Australia.

Kedua perguruan tinggi tersebut diantaranya University of New South Wales Sydney dan University of Technolgy Sydney yang mempresentasikan mengenai School of Public Health dan Faculty of Health kepada mahasiswa S2 dan S3 semua prodi di FKM yang dilaksanakan pada Selasa, 24 Oktober 2017 bertempat di Ruang Sidang Gedung C.

Kunjungan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut dikemas dengan rangkaian perkenalan fakultas pada hari pertama dan kuliah umum pada hari kedua.

Tiga tamu yang datang dari Australia tersebut diantaranya Jerico Pardosi SKM MPH PhD dan Maria Agaliotis BSos Sci BNurs MPH PhD dari UNSW serta Reece Hinchcliff BA (Hon 1) dari UTS.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Hanifa M Denny SKM MPH PhD menyampaikan apresiasinya terhadap kedatangan tiga tamu Australia tersebut. Beliau berharap kemitraan tersebut akan dilanjutkan pada tahap berikutnya.

“Saya sangat mengapresiasi kedatangan ketiga mitra dari Australia. Kemitraan ini bukan sekedar kolaborasi yang prospektif antara FKM Undip dengan UNSW dan UTS, tetapi mereka juga menyampaikan kuliah umum mengenai systematic review. Saya harap selanjutnya FKM Undip juga dapat melanjutkan kolaborasi ini dengan adanya kerjasama penelitian, pertukaran mahasiswa dan fakultas serta kerjasama dalam pengabdian masyarakat,” tutur Hanifa.

Hanifa melanjutkan selain adanya kerjasama dalam pertukaran mahasiswa FKM dapat berkolaborasi dalam kegiatan kuliah lapangan dan pertukaran dosen.

“Setelah kegiatan ini, yakni presentasi fakultas dari Autralia maupun FKM sendiri yang berjudul  A Brief Profile of Faculty of Public Health of Diponegoro University (24/10)dan kuliah umum mengenai  Writing a good systematic review for publication (25/10), selanjutnya akan dilaksanakan penyusunan rencana tindak lanjut untuk beberapa kegiatan lanjutan seperti perihal mengenai pertukaran mahasiswa, kuliah lapangan secara bergantian di Undip, UNSW dan UTS serta pertukaran dosen untuk saling memberikan program kuliah tamu bagi dosen Undip, UNSW dan UTS,” lanjutnya.

FKM yang menyabet prestasi akademik dalam pengabdian masyarakat di bidang pengembangan kesehatan masyarakat telah memiliki akreditasi A untuk prodi S1 versi BAN BT serta menjadi pelopor perolehan akreditasi AUN bagi prodi S1 Kesmas di Indonesia.

Melalui kerjasama yang telah dicanangkan dan prestasi tersebut diharapkan FKM dapat mengelevasi kompetensi kualitas fakultas melalui berbagai produk prestatif lainnya.

Sumber

Pentingnya Perda untuk Kesehatan Masyarakat

“Komisi Eakan mendorong pembentukan Perda mengenai kesehatan masyarakat”, ungkap Muh Zein Adv, angota komisi E DPRD Jawa Tengah, Senin 28/8 lalu.

Masalah kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Begitu diungkapkan oleh anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Muh Zein Adv saat dialog “Prime Topic” yang diselenggarakan oleh Sekretariat DPRD Jawa Tengah bekerja sama dengan Radio Sindo di Hotel Quest Semarang dengan tema “Menjaga Kesehatan Masyarakat”, Senin (28/7/2017).

“Kesehatan masyarakat adalah persoalan serius, bukan cuma preventif dan kuratif.  Karena usaha kesehatan masyarakat (UKM) sangat kecil sekali kontribusinya. Pentingnya kerja sama dari semua stakeholder untuk peningkatan kesehatan masyarakat di Jawa Tengah.

Komisi E sendiri akan mendorong pembentukan peraturan daerah (Perda) mengenai kesehatan masyarakat, agar ke depan dapat dipantau oleh pemerintah mulai puskesmas sampai dengan rumah sakit. Misalkan nanti akan dibentuk desa siaga, semua data-datanya bisa diperinci oleh pemerintah karena pelaporannya diawasi.

Sependapat dengan Muh Zein, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan, “kesehatan masyarakat ini merupakan keberhasilan pelayanan pemerintah. Sampai sekarang pengalokasian APBN 5% untuk kesehatan sudah sesuai UU. Sayangnya alokasi tersebut masih banyak dialokasikan untuk pengobatan, karena masalah kesehatan bukan cuma pengobatan, pencegahan juga sangat penting. Namun, peningkatan pelayanan dari Pemerintah sudah semakin baik.”

Sedangkan Zahroh Shaluhiyah dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip mengatakan, “perilaku masyarakat sendiri harus diedukasi, bagaimana caranya menjaga kesehatan di masyarakat? kalau sudah sakit harus diobati.

“Salah satu langkah konkret misalnya dari Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) di situ semua pemangku jabatan bisa ikut agar bisa membantu masyarakat tentang kesadaran untuk hidup sehat,” tambahnya.

Sumber wartalegislatif.dprd.jatengprov.go.id/

FKM Undip Berpartisipasi Dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat

FKM Undip tidak hanya sebagai tempat belajar mahasiswa menghasilkan ijasah, tapi betul-betul bisa berperan untuk mencari solusi dan membantu pemerintah.

Angka stunting Indonesia berdasarkan riset tahun 2013 masih tinggi yaitu 37,2 persen. Artinya jika jumlah balita di Indonesia 22 juta anak, total stuntingnya mencapai 9 juta balita, atau 3 balita 1 stunting.

Hal tersebut dikemukakan Direktur Gizi, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Ir. Dody Izwardi, seusai Pembekalan Supervisor Mahasiswa Baru tentang Pendampingan Desa Mitra Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip, di Kampus Undip Tembalang, Sabtu (19/8/2017).

“Stunting itu masalahnya bukan pendeknya, tapi konigtifnya rendah. Nah itu hanya bisa diperbaiki dari usia 0 hingga 2 tahun. Tapi kalau sudah lebih dari 2 tahun itu sudah sangat sulit memperbaiki tinggi badannya,” ucapnya.

Dody menambahkan, pada usia 20 tahun ke atas, anak-anak stunting bisa punya beberapa penyakit seperti ginjal, jantung, hipertensi, dan Kanker.

“Yang paling kita takuti adalah Konigtif. Yaitu gangguan kecerdasannya, sehingga kesuliatan nanti dalam proses pendidikan, dan mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Dekan FKM Undip, Hanifa M. Denny, SKM, MPH, Ph.D. menuturkan, pihaknya mempunyai program, FKM Undip tidak hanya sebagai tempat belajar mahasiswa menghasilkan ijasah, tapi betul-betul bisa berperan untuk mencari solusi dan men scaling up, membantu pemerintah.

Menurutnya, masalah yang masih sangat serius dihadapi pemerintah Indonesia saat ini adalah bagaimana menyelamatkan 1000 hari pertama kehidupan, termasuk menurunkan angka stunting.

“Kami mengamati bahwa dari tahun ke tahun tinggi badan mahasiswa bukan malah makin tinggi tapi justru semakin pendek-pendek,” tuturnya. Artinya ini ada hal yang harus diselesaikan, karena ke depan kita akan sulit mencari, atlit, kita akan sulit mencari pramugari, serta akan sulit mencari tentara yang tangguh. In masalah yang sangat serius,” tegasnya.

Sementara Koordinator Program Desa Mitra Kampus FKM Undip, Yudhy Darmawan, SKM, MKes, menambahkan, kegiatan Pendampingan Desa Mitra merupakan bagian dari proses Program Soskil dan Pengembangan Karakter Mahasiswa Baru (MABA).

“Kami saat ini mendampingi di 2 wilayah Puskesmas, yaitu puskesmas Rowosari dan Puskesmas Kedungmundu Semarang. Puskesmas Rowosari kita mendampingi 5 Kelurahan, di Kedungmundu kita mendampingi 2 kelurahan. Jadi kita sesuaikan dengan jumlah mahasiswa. 2 atau 3 mahasiswa mendampingi 1 keluarga,” jelasnya.

Menurut Yudhy, kegiatan ini diperuntukkan bagi mahasiswa baru, sejak masuk hingga April 2018.

“Jadi selama 1 tahun kita paparkan mereka dengan pola pendidikan karakter. Salah satunya  langsung praktek ke masyarakat mendampingi keluarga yang sedang hamil atau mempunyai bayi. Sehingga setiap bayi yang lahir diharapkan bayi-bayi sehat, tidak stunting dan tidak kekurangan gizi,” pungkasnya.

Sumber rri.co.id

Inovasi Mahasiswa FKM Undip Ubah Kemangi Jadi Obat Alergi Kulit

Mengandung antioksidan tinggi, serta melimpahnya Kemangi di Kota Semarang, mendorong mahasiswa FKM Undip ini meramunya menjadi obat salep untuk alergi.

Di Indonesia tanaman kemangi tidak terdengar asing lagi. Sampai saat ini kemangi dimanfaatkan sebagai lalapan dan resep berbagai macam makanan, namun sebenarnya tanaman kemangi memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan.

Tanaman kemangi memiliki kandungan flavonoid, eugenol, betakaroten, magnesium, fosfor, kalsium, zat arginin, astenol, dan boron. Yang mana zat tersebut bermanfaat bagi tubuh untuk membantu pertumbuhan tulang, melawan radikal bebas, melancarkan aliran darah, meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah kemandulan, mengobati sariawan, menghilangkan bau mulut, dan mengobati panu.

Selain itu, kandungan antioksidan yang tinggi berupa flavonoid polifenol dan eugenol ini berperan untuk mencegah adanya pertumbuhan virus, bakteri, jamur dan mengurangi rasa nyeri. Sedangkan kandungan Betakarotin, memiliki peran dalam sintesis protein sehingga  dapat memperbaiki selsel yang rusak. Tanaman kemangi juga memiliki kandunga thymol yang bersifat anti gatal yang dapat mengurangi dorongan untuk menggaruk sehingga tidak akan menyebabkan infeksi.

Hal itu melatar belakangi kami untuk berionovasi mebuat sebuah obat penyakit kulit khususnya obat alergi yang disebabkan oleh gigitan serangga berupa salep yang ramah lingkungan dan terbuat dari bahan  alami, yaitu tanaman kemangi (Ocinumcanum).

Produk ini dibuat dengan sasaran yaitu para petani, pegawai kebersihan, dan mahasiswa yang beinteraksi langsung dengan serangga. Kami berharap produk ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Selain harganya yang terjangkau, produk ini juga aman dipakai karena terbuat dari bahan-bahan alami yang dapat meminimalisir efek samping, sehingga tidak menimbulkan iritasi, dan peradangan kulit.

SamaVita atau Salep Kemangi bervitamin merupakan alternatif baru sebagai obat yang dapat mengurangi gatal karena alergi serta menyembuhkan pembengkakan yang diakibatkan oleh gigitan serangga.

Kemangi yang biasaya digunakan sebagai resep berbagai macam makanan, sebenarnya memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan. Kami berharap produk ini dapat diterima  oleh masyarakat karena selain harganya yang terjangkau, produk ini juga aman bagi kesehatan kulit. Kami memanfaatkan tanaman kemangi karena kandungan kaya oksidannya yang tinggi berupa flavonoid yang memilik banyak manfaat salah satunya adalah dapat mengangkap radikal bebas dan mencegah penuaan dini.

Obat Anti Alergi Sama VITA

Metode produksi SAMA VITA ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu : 1) Pra produksi, meliputi persiapan tempat produksi, penetuan tempat pembelian bahan baku, pembelian peralatan, perancangan kemasan dan label. 2) Penentuan harga produk dan mekanisme promosi prodk serta menganalisis usaha dalam menentukan harga jual produk. 3) Produksi meliputi mempersiapkan alat dan produksi, penyortiran bahan baku, ekstraksi kemangi, pembuatan salep di laboratorium steril serta pengemasan produk. 4) Pemasaran dan evaluasi, yaitu memasarkan produk serta menjaring konsumen dengan berbagai metode terutama dalam menjaga dan meningkatkan kualitas produk. Peralatan produksi utama yang disiapkan antara lain mortir, rotary evaporator, sendok, pot, tube, timbangan, oven, nampan, waterbath, dan loyang . Adapun bahan baku yang diperlukan dalam produksi SAMA VITA  yaitu kemangi, vaselin album, cera alba, nipagin, dan mint essense. Dalam melakukan usaha penjualan SAMA VITA diperlukan manajemen usaha yang baik, karena hal ini akan menentukan income saat melakukan pengembangan usaha. Yang harus diperhatikan diantaranya :

  1. Adanya riset survei pasar dan evaluasi yang dipantau secara berkala untuk meningkatkan kualitas produk, selain itu hal ini dilakukan agar mengetahui minat konsumen terhadap produk yang telah di produksi
  2. Memiliki manajemen dan strategi pemasaran yang baik. Hal ini dilakukan dengan cara menawarkan secara langsung kepada konsumen mauun melalui media masa seperti brosur, online shop, di simpan di toko-toko atau di swalayan

Adapun segmentasi pasar dan tergeting dari produk SAMA VITA ini sebagai berikut :

  1. Keadaan ekonomi, produk SAMA VITA ini dipasarkan dengan harga yang terjangkau oleh semua pihak yaitu Rp. 10.000,00 sehingga dapat digunakan oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan
  2. Pekerjaan, produk SAMA VITA ini dipasarkan kepada petani, mahasiswa entomologi, tukang kebun serta pekerjaan lainnnya yang berhubungan langsung dengan serangga
  3. Demografis, produk ini dipasarkan kepada seluruh laisan masyarakat baik anak kecil, pelajar, remaja ,dewasa hingga lansia tanpa memandang jenis kelamin.
  4. Kebaruan, produk SAMA VITA memiliki ekunggulan dibandingkan dengan produk sejenis karena produk ini menggunakan 100 % bahan alami sehingga tidak menimbulkan efek samping

Produk SAMA VITA memiliki keunggulan dibandingkan produk serupa yang telah di produksi, diantaranya:

  1. Berbahan dasar alami sehingga tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan
  2. Telah lulus uji laboratorium dan terbukti steril serta aman untuk kulit sehingga tidak menimbulkan alergi
  3. Harga ekonomis sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh semua kalangan
  4. Dengan kemasan yang tidak terlalu besar sehingga mudah dibawa ketia berpergian

5 Mahasiswa FKM Undip Ciptakan Hand Sanitizer Dari Ekstrak Daun Trambesi

5 Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat, FKM Undip membuat cairan pembersih tangan yang ramah di tubuh yang diberi merek dagang Handasi.

Cairan pembersih antiseptik (hand sanitizer) sebagai alternatif pengganti sabun dipilih lantaran kepraktisannya. Hanya saja, mayoritas hand sanitizer di pasaran mengandung 80 persen alkohol yang dapat memicu iritasi kulit dan reaksi hormon.

Hal ini pun mendorong lima mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) membuat cairan pembersih tangan yang ramah di tubuh.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Enggit Putri Wiguna, Fatimatuzzahro, Peni Maydinar, Ayu Ernawati, dan Lintang Dian Saraswati.

Hand sanitizer yang mereka buat berbahan ekstrak daun Albizia saman (trembesi), peppermint dan lavender essensial oil, vitamin E oil, gel lidah buaya, witch hazel, etanol 60 persen.

Mereka lantas membranding produknya dengan nama Handasi, yang merupakan akronim dari Hand sanitizer Ekstrak Daun Trembesi.

Fatima mengatakan, ekstrak daun trembesi memiliki kandungan antimikroba terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albican, dan Xanthomonas. Daun trembesi (Albizia saman) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu tanin, flavonoid, saponin, steroid, terpenoid, dan glikosida kardiak.

Selain alasan kandungan tersebut, mereka memilih pohon Trembesi untuk diteliti lantaran banyak dijumpai di kawasan Undip dan Tembalang. Selama ini, pohon Trembesi hanya ditanam di pinggir jalan sebagai penangkal polusi udara.
“Produk hand sanitizer berbahan dasar daun Trembesi belum ada di pasaran. Hal ini memunculkan peluang usaha potensial. Penjualan Handasi sudah mencapai luar Kota Semarang, di antaranya Jakarta, Bogor, dan Temanggung,” kata Fatima, Senin (7/8/2017).

Fatima Cs memproduksi Handasi sejak Maret lalu. Proses produksi dimulai dari mengekstraksi daun trembesi dan membuat larutan aloe vera. Setelah produksi, Handasi diuji antibakteri di laboratorium terpadu Undip.

“Awalnya kami hanya membuat 20 botol. Lalu kami produksi lagi 130 botol dan mulai menjual Handasi kepada mitra kerja. Empat bulan ini kami telah menjual 986 botol dengan harga Rp 9.000 per 60 mililiter,” ujarnya.

Handasi meminimalisir penggunaan bahan kimia berbahaya sehingga aman digunakan. “Penggunaan lidah buaya untuk menjaga kelembaban kulit, mengandung vitamin E oil untuk menghaluskan dan menutrisi kulit, mengandung peppermint essensial oil atau lavender essensial oil sebagai penambah aroma Handasi, dan ekstrak daun trembesi yang memiliki khasiat sebagai antimikroba,” ujarnya.

Handasi juga memiliki kemasan yang menarik dan praktis. Untuk aroma, mereka menyediakan aroma strawberry dan lavender yang dinilai cocok digunakan untuk segala usia.

“Kami berharap, Handasi bisa memberikan manfaat besar bagi konsumen sebagai alternatif cara praktis mencuci tangan. Kami harap bisa digunakan di instansi kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit, serta kampus, sekolah, atau kantor,” ujarnya.

Sumber tribunnews.com

Undip Siapkan Program Profesi Kesehatan Masyarakat

Disampaikan Dekan FKM, Hanifa Maher Denny, Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP sedang mempersiapkan program profesi kesehatan masyarakat.

Fakultas Kesehatan Masyarakat sedang mempersiapkan program profesi kesehatan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Dekan FKM Hanifa Maher Denny dalam acara workshop persiapan penyelenggaraan pendidikan profesi kesehatan masyarakat KKNI level 7 dan pertemuan anggota AIPTKMI Regional Tengah I Kamis (27/7) di Hall FKM Undip Tembalang.

Dekan FKM Hanifa Maher Denny mengatakan bahwa untuk profesi kesehatan yang lain sudah ada pendidikan profesi-nya untuk itu FKM ingin membentuk program profesi.

“Untuk dokter, perawat dan psikolog sudah ada program profesinya, nah untuk program profesi kesehatan masyarakat sedang kita siapkan agar lulusan kami dapat bersaing dengan lulusan luar negeri. Di Amerika sudah ada profesi dengan istilah Tier I, Tier 2 dan Tier 3 sedangkan di Indonesia setara dengan KKNI Level 7, 8 dan 9. Sehingga lulusannya nanti mendapatkan gelar certified of public health professional,” ujarnya.

“FKM sendiri dipercaya untuk membantu pemerintah dalam program penyelamatan 1000 hari kehidupan dan juga stunting di beberapa daerah seperti Brebes, Temanggung dan Kota Semarang. Kami juga berusaha untuk menangani pencegahan kaki gajah. Sehingga segenap Civitas akademika FKM Undip tidak hanya bersandar pada teori saja namun juga praktek di lapangan dan juga pengabdian dimasyarakat,” imbuhnya.

Sumber undip.ac.id

UNDIP Umumkan Hasil SBMPTN 2017, Fakultas Kesehatan Masyarakat Paling Banyak Diminati Setelah Fakultas Hukum

Fakultas paling banyak menjaring calon mahasiswa baru setelah FH, adalah Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dengan jumlah 154 orang.

Universitas Diponegoro (Undip) Semarang telah mengumumkan hasil penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 pada Selasa (13/6/2017). Ada 3.546 calon mahasiswa baru yang lolos dalam selesi tersebut.

Dari 3.546 peserta SBMPTN 2017 yang terjaring di Undip itu paling banyak mengambil Fakultas Hukum (FH). Dari data yang diterima Harianjogja.com, total ada 253 calon mahasiswa baru hasil dari SBMPTN yang diterima di FH.

“Dari sekian pendaftar yang diterima masuk di Undip melalu jalur SBMPTN paling banyak mengambil ilmu sosial atau non-eksakta, dengan peminat paling banyak di Fakultas Hukum, yakni 253 orang,” ujar Wakil Dekan I Undip, Prof. M. Zainuri, saat dihubungi Harianjogja.com, Selasa (13/6/2017).

Sementara itu, lanjut Zainuri, fakultas paling banyak menjaring calon mahasiswa baru setelah FH, adalah Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dengan jumlah 154 orang. Fakultas Kedokteran berada diurutan ketiga dengan jumlah calon mahasiswa baru yang terjaring masuk 140 orang.

Disusul Fakultas Ekonomi Manajemen dengan 131 orang, Fakultas Peternakan dengan 117 orang, Teknik Sipil 116 orang, Ekonomi Akutansi 108 orang, Psikologi 106 orang, dan Teknik Kimia 105 orang.

“Kami berharap setelah diterima masuk Undip, para calon mahasiswa baru ini bisa menjalankan studi dengan baik dan benar,” imbuh Zainuri.

Para calon mahasiswa baru yang diterima melalui jalur SBMPTN 2017 itu selanjutnya diwajibkan melakukan registrasi secara online melalui website Undip di http://reg-online.undip.ac.id mulai Kamis-Rabu (15-21/6/2017).

Setelah melakukan registrasi, calon mahasiswa baru Undip itu harus menjalani serangkaian persyaratan, seperti membayar biaya pendidikan mulai tanggal 24-30 Juli 2017, pemeriksaan kesehatan mulai 25-27 Juli 2017 dan verifikasi registrasi pada 27-31 Juli 2017.

Sumber harianjogja.com

4 Universitas dengan Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Terbaik di Indonesia

Universitas dengan fakultas ilmu kesehatan masyarakat memang banyak dicari oleh para calon mahasiswa baru. 4 Besar diantaranya FKM UI, UNHAS, UNDIP, UNAIR.

Universitas dengan fakultas ilmu kesehatan masyarakat memang banyak dicari oleh para calon mahasiswa baru. Banyak universitas di Indonesia yang memang menyediakan fakultas ini. Bahkan, ada beberapa di antaranya yang sudah memiliki predikat peringkat terbaik atau peringkat A. Fakultas ilmu kesehatan masyarakat pada dasarnya adalah fakultas yang prodi-prodi di dalamnya mendalami ilmu seputar public health atau kesehatan masyarakat. Ilmu jenis ini dapat didefinisikan sebagai usaha untuk memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Usaha-usaha tersebut dilakukan dengan cara pengorganisasian masyarakat dan memberikan pendidikan dan pendampingan langsung pada masyarakat. Defenisi lain dari ilmu kesehatan masyarakat adalah ilmu untuk mengusahakan peningkatan kesehatan fisik dan mental terhadap masyarakat, memperpanjang hidup masyarakat, dan juga meningkatkan efisiensi hidup masyarakat melalui usaha pendampingan yang terorganisir. Biasanya pendampingan dan pendidikan yang dilakukan untuk mengupayakan kesehatan masyarakat yang maksimal adalah seputar peningkatan sanitasi lingkungan, pemaksimalan kebersihan lingkungan, pencegahan penyakit, pengorganisasian pelayanan medis, dan pengembangan aspek sosial. Jika aspek-aspek tersebut sudah maksimal, masyarakat mempunyai standar kehidupan dan kesehatan yang lebih tinggi.

Program studi atau jurusan seputar kesehatan masyarakat umumnya berdiri sendiri di banyak universitas dengan nama Fakultas Kesehatan Masyarakat atau yang biasa disingkat menjadi FKM. Selain memiliki jurusan kesehatan masyarakat, FKM juga biasanya memiliki jurusan kesehatan lingkungan, ilmu gizi dan masih banyak lagi. Ilmu kesehatan masyarakat tidak hanya terdapat di universitas, tapi juga bisa didapatkan di sekolah tinggi kesehatan atau STIKES. Hal ini berbeda dengan jurusan kedokteran umum atau kedokteran gigi yang biasanya hanya ada di universitas saja.

Kalau kamu pengen medalami ilmu kesehatan masyarat seperti ini, banyak universitas di Indonesia, baik negeri atau swasta, yang memiliki FKM atau Fakultas Kesehatan Masyarakat. Untuk universitas negeri, ada 4 universitas negeri di Indonesia yang fakultas kesehatan masyarakatnya sudah dianggap paling baik. FKM di keempat universitas negeri ini memiliki akreditasi A dari BAN PT. Keempat universitas negeri dengan FKM terbaik tersebut adalah:

  1. Universitas Hasanuddin Makassar (UNHAS)
  2. Universitas Indonesia Jakarta (UI)
  3. Universitas Diponegoro Semarang (UNDIP)
  4. Universitas Airlangga Surabaya (UNAIR)

Berikut pembahasannya satu per satu

1. FKM Universitas Hasanuddin Makassar (UNHAS)

FKM Unhas sudah dibuka sejak tahun ajaran 1982/1983. Pada saat dibuka, FKM Unhas memiliki program studi ilmu kesehatan masyarakat saja. Kuliah perdana dilakukan pada tanggal 18 Agustus 1982 dan diikuti oleh 21 orang mahasiswa. Dibukanya FKM Unhas ini adalah hasil dari kelas kerjasama antara Unhas dengan Departemen Kesehatan. Hari ini, FKM Unhas sudah jauh berkembang dengan adanya berbagai program studi seperti Administrasi Kebijakan Kesehatan, Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Biostatistik/Kependudukan Keluarga Berencana, Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan, Gizi Kesehatan Masyarakat, Kesehatan &  Keselamatan Kerja, dan lain sebagainya. Lulusan FKM Unhas dianggap memiliki ketrampilan yang mumpuni untuk mengedukasi masyarakat tentang kesehatan dan kesehatan lingkungan. Selain itu, FKM Unhas juga sudah terbukti kualitasnya dengan mendapatkan akreditasi A.

2. FKM Universitas Indonesia Jakarta (UI)

FKM UI adalah salah satu FKM tertua di Indonesia. FKM UI secara resmi berdiri pada tanggal 1 Juli 1965. FKM UI ini merupakan fakultas ke-13 di lingkungan Universitas Indonesia. Salah satu program studi paling diminati di FKM UI ini adalah Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat. Dibangunnya FKM UI ini berlandaskan keinginan dari pihak universitas untuk menghasilkan tenaga-tenaga kompeten di bidang kesehatan masyarakat agar mereka nantinya berguna dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan juga derajat kesehatan masyarakat. Salah satu misi dari FKM UI adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di bidang kesehatan masyarakat. UI sudah menghasilkan ribuan lulusan dari FKM hingga hari ini. FKM di UI juga termasuk salah satu fakultas yang paling diminati oleh mahasiswa baru.

3. FKM Universitas Diponegoro Semarang (UNDIP)

FKM Undip adalah salah satu fakultas favorit di universitas paling terkenal di Semarang ini. FKM Undip biasanya memiliki 450 kursi atau lebih untuk diperebutkan oleh calon mahasiswa baru. Tak hanya mahasiswa dari Indonesia saja, FKM Undip ini terkenal hingga ke manca negara sehingga mahasiswa asing pun berminat untuk mendalami imu kesehatan masyarakat di FKM UI. Salah satu keunggulan dari FKM Undip adalah masa studinya yang tidak lama. Hasil belajar mahasiswa memang berpengaruh, namun rata-rata mahasiswa di FKM Undip hanya membutuhkan waktu sekitar 3,5 hingga 4 tahun untuk menyelesaikan studi. Menurut banyak alumni, lulus dari FKM Undip juga masa tunggunya untuk mendapatkan pekerjaan terbilang tidak terlalu lama. Hanya sekitar 3 hingga 6 bulan saja. Bahkan, ada banyak mahasiswa FKM Undip yang saat belum lulus sudah dipesan oleh berbagai perusahaab dari berbagai industri untuk bekerja sebagai karyawan. Dari berbagai fakultas dan program studi yang ada di Udip, FKM termasuk yang paling banyak diminati.

4. FKM Universitas Airlangga Surabaya (UNAIR)

FKM Unair dibuka pada tahun 1984. Pada saat dibuka, FKM Unair ini khusus untuk para mahasiswa lulusan D3 kesehatan linier yang sudah bekerja selama minimal 3 tahun. Namun, seiring berjalannya waktu, FKM Unair kemudian juga membuka program S1 bagi mahasiswa baru dan juga membuka berbagai program studi yang terkait dengan bidang kesehatan masyarakat. Hari ini, FKM Unair adalah satu dari empat FKM di universitas negeri yang mendapatkan akreditasi A. Lulusan FKM Unair dipercaya memiliki skill yang cukup untuk memberi arahan dan pendampingan tentang kesehatan pada masyarakat. Selain itu, FKM Unair tiap tahun rutin mencetak sarjana-sarjana kompeten di bidang kesehatan masyarakat.

Kalau kamu memang tertarik ingin kuliah di FKM dan maunya kuliah di FKM universitas negeri, keempat universitas negeri di atas bisa jadi pilihan kamu. Tapi ingat, Unhas, UI, Undip, dan Unair merupakan universitas negeri favorit yang pasti jadi serbuan calon maba baik saat SNMPTN, SBMPTN, maupun saat SM. Makanya, persiapkan diri mulai dari sekarang. Belum telat kok kalau mau coba-coba daftar lewat SBMPTN atau SM. Kalau memang belum rejekinya bisa kuliah di FKM universitas negeri, masih banyak kok FKM di universitas swasta yang juga memiliki nilai akreditasi yang baik. Ada juga STIKES dan poltekkes yang biasanya juga menyediakan FKM dengan berbagai program studi.

SUMBER

Walikota Apresiasi Kegiatan Komunitas Peduli Lingkungan FKM Undip

Komunitas Peduli Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip ikut andil dengan menyelenggarakan acara Tambak Lorok Peduli Sampah.

Tingkat kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin tinggi. Buktinya, salah satu komunitas di Kota Semarang, yaitu Komunitas Peduli Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip ikut andil dengan menyelenggarakan acara Tambak Lorok Peduli Sampah. Tak hanya anggota komunitas tersebut, Walikota Semarang pun terlihat ikut memungut sampah yang ada di halaman mushola RT 02 RW 15 Kampung Tambak Lorok.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang hadir juga memberikan apresiasi kepada anggota komunitas peduli lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip yang kerap melakukan transfer ilmu kepada para pelajar hingga tingkat SMP.

“Memang harus begini, kita seluruh warga Kota Semarang bersama pemerintah bersinergi untuk mengelola dan membenahi sebuah kota agar menjadi lebih baik. Jangan semuanya diserahkan kepada pemerintah. Jika ada persoalan dapat diatasi bersama-sama seperti yang dilakukan di Kelurahan Tambaklorok ini,” ujarnya, Sabtu (11/3).

Sebuah hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 menunjukkan, bahwa potensi sampah plastik yang ada di lautan Indonesia mencapai 187,2 juta ton per tahun, sehingga menempatkan Indonesia sebagai Negara kedua terbesar di dunia yang menyumbang sampah ke laut setelah Tiongkok.

Bahkan dalam lima tahun terakhir, dari 2011 hingga 2015, ada kecenderungan peningkatan volume sampah plastik di 22 kota metropolitan dan kota besar di Indonesia dari yang semula 400 ribu m3/tahun di tahun 2011 menjadi 1.200.000 m3/tahun di tahun 2015.

Sedangkan di Kota Semarang dengan jumlah penduduk mencapai 1,6 juta jiwa yang tersebar di 16 Kecamatan dan 177 Kelurahan setiap harinya menghasilkan 1000 ton sampah, sementara yang masuk ke TPA mencapai 850 ton, 15% sisanya dikelola oleh kurang lebih 50 bank sampah yang ada di Kota Semarang untuk menjadi pupuk dan gas metana.

Dinas Lingkungan Hidup telah menganggarkan kontainer baru sebanyak 90 unit. Ini merupakan fokus utama Dinas tersebut dalam pembenahan di bidang kebersihan lingkungan. Dengan pembaharuan kontainer pengangkut sampah tersebut diharapkan para pengguna jalan tidak terganggu dengan bau sampah yang diangkut serta tidak ada ceceran sampah akibat kontainer yang berlubang.

Lebih lanjut Hendi menambahkan, saat ini sampah menjadi persoalan yang sangat serius di Semarang. Banjir yang kerap terjadi di beberapa wilayah di Kota Semarang salah satu penyebab terbesarnya adalah karena sampah yang menyumbat saluran-saluran atau drainase.

“Kalau hujan dan saat air rob pasang menimbulkan persoalan yaitu tidak berfungsinya pompa padahal kita memiliki sebanyak 97 pompa. Tapi saat hujan deras disertai pasangnya rob ditambah banyaknya sampah tentu resiko banjir tidak dapat kita hindari. Untuk itu, melalui kegiatan semacam ini sedikit banyak dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan sehingga harapannya dapat mengurangi sampah yang ada di Kota Semarang,” pungkasnya.

SUMBER