STOP Diskriminasi ODHA, AIDS is Enemy and ODHA is My Friends

Dengan penyebaran informasi mengenai HIV AIDS ini semoga bisa meningkatkan kewaspadaan masyarakat sulawesi tenggara untuk menjaga diri.

Kendari, 3/12/2017, Memperingati Hari AIDS Sedunia, Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Tenggara, Komisi Penanggulangan AIDS Prov. Sulawesi Tenggara dan Pengurus ISMKMI Daerah Sulawesi Tenggara menggelar sejumlah kegiatan di Tugu Religi Kendari Sulawesi Tenggara.

Dengan tema Stop Diskriminasi ODHA disini, AIDS is Enemy and ODHA is My Friend, peringatan Hari AIDS Sedunia ini diramaikan dengan senam sehat jantungku, pembagian bunga sekaligus pembagian brosur dan leafleat mengenai HIV AIDS.

Berlangsung sejak pukul.06.00-10.00 WITA, kegiatan ini melibatkan pegawai Dinkes Prov. Sultra, staf Komisi Penanggulangan Aids Prov. Sultra, Mahasiswa FKM UHO, juga siswa siswi SMAN 4 Kendari.

Yang menarik dari kegiatan ini kami mengajak masyarakat untuk tidak mendiskriminasi ODHA, dengan meminta tanda tangan seluruh peserta kegiatan sebagai bentuk dukungan mereka terhadap kehidupan ODHA.

ODHA harus kita rangkul bukan untuk didiskriminasi. Tapi penyakitnyalah yang harus kita lawan. Dukungan kita bisa dalam bentuk memberikan motivasi kepada ODHA agar tetap memperjuangkan kehidupannya.

"Dengan penyebaran informasi mengenai HIV AIDS ini semoga bisa meningkatkan kewaspadaan masyarakat sulawesi tenggara untuk menjaga diri dan menghindari perilaku beresiko agar tidak tertular HIV AIDS", kata Bapak dr. H. Asrum Tombili, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sultra.

Cegah HIV/ AIDS Pada Remaja, BEM FKM Universitas Halu Oleo Ikuti Seminar dari KPAP Sultra

Kendari – 23/9, Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Sulawesi Tenggara mengadakan Seminar Program Pencegahan HIV/ AIDS Pada Remaja di Zenith Hotel.

Kendari - 23/9, Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Sulawesi Tenggara mengadakan Seminar Program Pencegahan HIV/ AIDS Pada Remaja di Zenith Hotel, Jl. Malik Raya No.20, Korumba, Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Mengusung tema "HIV/ AIDS Ancaman Nyata Bagi Remaja", kegiatan seminar ini diikuti oleh 48 peserta dari berbagai institusi pendidikan, seperti SMA/ SMK/ MA Kota Kendari, BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo, BEM Mandala Waluya, BEM PPNI, BEM Poltekes Kendari, BEM Akper PPNI, BEM Karya Kesehatan Kendari.

Materi Sosialisasi Pencegahan HIV/ AIDS dibawakan oleh dr. Irma Jumiati, dari Sub. Bagian P2 Dinkes Prov. Sulawesi Tenggara. Dan materi Dampak HIV/ AIDS Pada Remaja dan Lingkungannya disampaikan oleh Dr. Hj. Jasmurni Munir, M.Kes, Sekretaris KPAP Prov. Sulawesi Tenggara.

Berlangsung pukul. 08.00- 13.00 wita, acara ini cukup menarik, karena selain pematerinya yang asyik dalam menyampaikan informasi, juga info yang disampaikan merupakan informasi terupdate mengenai trend HIV/ AIDS di Sulawesi Tenggara.

Harapan dari kegiatan ini, terbinanya kerja sama dari KPAP Prov. Sulawesi Tenggara dengan Perguruan Tinggi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya mengenai HIV/AIDS dengan memanfaatkan SDM Mahasiswa Kesehatan Masyarakat sebagai Promotor Kesehatan.

Arah Masa Depan Sarjana Kesehatan Masyarakat di Era Global

Kendari – 26/8, FKM Universitas Halu Oleo Kendari menyelenggarakan Kuliah Tamu dengan tema “Arah Masa Depan Sarjana Kesehatan Masyarakat di Era Global”.

Kendari – 26/8, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Halu Oleo Kendari menyelenggarakan Kuliah Tamu dengan tema “Arah Masa Depan Sarjana Kesehatan Masyarakat di Era Global”.

Bertempat di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo, dihadiri oleh para mahasiswa juga dosen dosen FKM, acara Kuliah Tamu kali ini menghadirkan beliau Bp. DR. Ridwan M. Thaha, M.Sc, selaku Ketua PP IAKMI.

Dalam kesempatan kali ini beliau menekankan perlunya mahasiswa kesmas sebagai calon sarjana kesehatan masyarakat membekali diri dengan skill seperti leadership, kemampuan komunikasi, agar kedepannnya S.KM mampu menjawab tantangan isu-isu kesehatan dimasa yang akan datang.

Beliau juga menyampaikan saat ini IAKMI terus memperjuangkan regulasi agar S.KM sebagai tenaga kesehatan yang berkompeten tidak lagi dipandang sebelah mata oleh tenaga kesehatan yang lainnya.

Beliau juga berpesan, sebagai calon sarjana kesehatan masyarakat, mahasiswa kesmas harus bangga karena menjadi agent of change dibidang kesehatan. “I’m public health, I’m miracle.” tutup beliau.

Acara ini berlangsung dari pukul 10.00 – 11.30 Wita. Dengan diselenggarakan acara ini diharapkan para mahasiswa baru sebagai calon sarjana kesehatan masyarakat, kedepannnya S.KM tidak lagi dipandang sebelah mata, dan memahami mindset tentang apa itu Kesmas, serta dapat lebih memahami tugas dan tanggungjawab sebagai seorang kesmas.