Kalau Kamu Berfikir Kecantikan itu No.1, Berarti Kamu Wajib Baca Tulisan Ini!

Sadarkah kita, bahwa persepsi yang salah membuat para wanita menjadi stress dan bersikap radikal untuk mencapai kecantikan yang katanya ideal?

“Seperti apa Tipe Wanita Idamanmu?”

Sering kali kita sebagai laki-laki, saat kita ditanya tioe wanita idaman, selalu menjawab pada hal-hal yang berkaitan dengan fisik dari seorang wanita; cantik, langsing, rambutnya panjang lurus, hidungnya mancung dan tinggi semampai.

Sadarkah kita kaum pria, bahwa persepsi seperti ini membuat para wanita menjadi stress dan bersikap radikal untuk mencapai fisik yang ideal seperti yang diidamkan oleh laki-laki pada umumnya.

Berikut ini dampak dan potensi resiko bahaya dari dari persepsi yang salah soal kecantikan:

1. Langsing

Para wanita menjadi kurang PD manakala memiliki berat badan berlebih, berpipi tembem, sehingga mereka melakukan apapun untuk menurunkan berat badannya itu. Bahaya jika wanita tersebut melakukan cara yang tidak sehat, misalnya diet yang salah.

Maka wajar jika zaman sekarang ada istilah “cantik itu sakit”. Wanita akan rentan terkena penyakit dan infeksi jika melakukan diet yang salah.

Diet yang sehat tentu diet gizi seimbang. Dimana berat badan ideal (BBI) serta Indeks Masa Tubuh (IMT) menjadi standar dalam mengetahui apakah dia gemuk atau tidak.

Sejauh ini wanita mudah stress jika naik berat badan meski itu hanya setengah kilo. Ingat yang jadi penilaiannya adalah bukan cubby-nya pipi tapi berat badan ideal dan indeks masa tubuh.

2. Kulitnya putih dan mulus

Jelas wanita makin beramai-ramai membeli kosmetik demi memutihkan dan memuluskan kulitnya terutama di wajah.

Tapi tidak semua wanita memiliki pengetahuan yang baik mengenai kesehatan kulit, banyak yang tidak mengetahui kesehatan kulit. Sehingga mereka memakai sembarangan kosmetik, yang penting dapat memutihkan dan memuluskan. Apa akibatnya?

Akibatnya jika mereka membeli produk kosmetik yang abal-abal yang nilai pH tidak sesuai dengan standar, maka akan terjadi iritasi pada kulit. Bukannya putih mulus dan cantik, tapi malah sakit dan menimbulkan panas. Akhirnya jadilah masalah kesehatan dan ekonomi karena harga dari kosmetik itu lumayan mahal.

Saat ini juga kaum hawa sedang ramai-ramainya menggunakan serum. Serum memang memiliki pungsi dalam menyamarkan kerutan, dan membuat wajah terlihat cerah. Tapi perlu diketahui penggunaan serum tidak bisa digunakan semua orang.

Beberapa yang kulitnya sensitif, serum dapat menyebabkan bintik-bintik merah di kulit dan ada sensasi panas seperti terbakar. Solusinya adalah ingin cantik, harus sesuai dengan standar kesehatan.

Konsultasi dengan ahli dermatologi, dan memperbanyak konsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C, yang sudah jelas memberikan manfaat bagi kesehatan kulit.

Persepsi seperti ini tidak membuat wanita menjadi smart, justru akan membuat mereka berlebihan.

Maka, saran saya untuk kaum laki-laki, kita perlu bersikap bijak dalam mendefinisikan kata “Cantik”. Persepsi yang kita berikan terhadap kecantikan seorang wanita, haruslah membuat mereka menjadi smart dan sehat serta semakin menjadi pribadi yang lebih baik.

Saat kita ditanya soal tipe wanita idaman, maka jawablah:

“Wanita yang cantik ialah wanita yang selalu membuat hati saya tenang.”

Pandangan yang demikian akan membuat wanita untuk terus berusaha untuk menjadi pribadi yang menenangkan bagi pasangannya.

Atau, “Wanita yang cantik ialah wanita yang cerdas dan baik hatinya.”

Hal ini akan membuat wanita untuk terus belajar mengembangkan dirinya dan berusaha bersikap positif.

Hal demikian, akan baik secara kesehatan mental. Mengurangi risiko stress bagi wanita dan tentunya indeks happy-nya juga baik.

Intinya apapun persepsi yang diberikan oleh laki-laki terhadap wanita haruslah yang memiliki nilai positif yang berkaitan dengan intelektual dan moralitas serta kesehatan.

Dinkes Kab Enrekang Stop Sajian Snack Kue yang Belum Terukur Kadar Gizinya

Dalam rangka mewujudkan Germas, setiap agenda pertemuan Dinas Kesehatan tak lagi menyajikan snack atau kue-kue yang belum terukur kadar gizinya.

Hari ini ada yang bereda, yang beda adalah jajanan atau snack dalam pertemuan rapat koordinasi & intergarasi penguatan program promosi kesehatan & pemberdayaan masyarakat se Kab. Enrekang.

Dalam rangka mewujudkan Germas, mulai hari ini dan seterusnya, setiap agenda pertemuan Dinas Kesehatan tak lagi menyajikan snack atau kue-kue yang belum terukur kadar gizinya.

Tetapi pertemuan Dinas kesehatan lingkup kab. enrekang sudah mulai mengikuti program kementrian Kesehatan, yaitu mengganti jajanan/snack dengan buah-buah segar yang kaya akan manfaat,

Tak hanya itu Kepala Seksi Promkes Sulhari. SKM, M. Adm. Kes mengungkapkan, Dinas Kesehatan Kab. Enrekang sudah mencanangkan bersama semua OPD se-Kab. Enrekang pada Jumat 14 juli 2017 pekan lalu untuk melaksanakan hal yang sama pada setiap kegiatan, menyajikan snack buah-buahan yang kaya serat.

Sulhari melanjutkan, hal ini demi mewujudkan pembiasaan pola konsusmsi sehat dimasyarakat kita, Kab. Enrekang khsususnya, demi mewujudkan Visi Besar, Enrekang EMAS, Enrekang Maju aman & Sejahtera.


Rijalul Jabar, SKM, M Adm.Kes

  • Promkes Puskesmas Baraka
  • Sekertaris Umum PERSAKMI Cabang Kab. Enrekang

4 Sehat 5 Sempurna, Sudah Ketinggalan Zaman!

Slogan “4 Sehat 5 Sempurna” sudah jadi sejarah ilmu pengetahuan. Kini, Pedoman Gizi Seimbang (PGS) adalah acuan terbaru untuk menentukan pola makan sehat.

Sejak zaman SD dulu, kita pasti sudah sangat akrab dengan pedoman makan berslogan “4 Sehat 5 Sempurna”. Namun ternyata, slogan tersebut sudah tidak berlaku lagi sejak tahun 1995!

Pedoman makan “4 Sehat  5 Sempurna” merupakan adaptasi dari pedoman makan masyarakat Amerika Serikat, Basic Four. “4 Sehat 5 Sempurna”  berisi acuan makanan yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, buah, dan susu. Sejak tahun 1990-an, pedoman tersebut dianggap sudah tidak sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi gizi.

Pada konferensi pangan sedunia tahun 1992 di Roma dan Genewa, Badan Pangan Dunia (FAO) mengharuskan setiap negara merubah pedoman “Basic Four” menjadi “Nutrition Guide for Balance Diet” yang diterjemahkan menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) di Indonesia. Sayangnya, PGS kurang disosialisasikan sehingga masyarakat cenderung tetap menggunakan pedoman “4 Sehat 5 Sempurna”. PGS secara resmi diterima melalui Undang-Undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009.

Mengapa “4 Sehat 5 Sempurna” diganti dengan “Pedoman Gizi Seimbang” ?

Ada 3 alasan utama, yaitu :

  1.  “4 Sehat 5 Sempurna” belum tentu sehat. Makanan dapat dikatakan sehat tergantung pada porsi dan jenis zat gizi dalam makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu
  2. Susu bukan “makanan sempurna” karena kandungan protein hewani dalam susu dapat digantikan dengan telur, ikan, atau daging.
  3. Pedoman “Basic Four” yang menjadi acuan slogan “4 sehat 5 sempurna” dianggap tak lagi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan gizi saat ini. Basic Four dari AS yang diciptakan tahun 1940-an bertujuan mencegah pola makan orang Amerika yang cenderung banyak lemak, tinggi gula, dan kurang serat. Namun, setelah dievaluasi tahun 1970-an, ternyata slogan tersebut tidak memperbaiki pola makan penduduk Amerika, yang disertai dengan meningkatnya penyakit degeneratif terkait gizi.

Slogan “4 Sehat 5 Sempurna” sudah menjadi bagian dari sejarah ilmu pengetahuan. Kini, Pedoman Gizi Seimbang (PGS) adalah acuan terbaru untuk menentukan pola makan sehat bangsa Indonesia.

gambar-piramida-makanan-pedoman-gizi-seimbang

Tulisan ini  pernah saya terbitkan di fineandfun.blogspot.co.id

5 Cara Diet Tepat Untuk Pasien Kanker Serviks

Ahli gizi akan memantau status gizi dari awal hingga pengobatan selesai, membuat modifikasi yang diperlukan untuk meminimalisir efek samping dengan mempercepat proses penyembuhan.

Banyak pasien kanker yang mengalami gangguan pencernaan. Konsultasi dengan ahli gizi merupakan langkah yang tepat karena tak hanya untuk mengatasi gangguan sistem pencernaan tapi juga bisa dapat rekomendasi diet yang tepat selama pengobatan.

Ahli gizi akan memantau status gizi dari awal hingga pengobatan selesai, membuat modifikasi yang diperlukan untuk meminimalisir efek samping dengan mempercepat proses penyembuhan.

Termasuk bagi pasien kanker serviks, setidaknya perlu dipahami makanan apa saja yang disarankan untuk dikonsumsi guna memberi efek penyembuhan selain metode pengobatan yang dijalani, dikutip laman Healwithfood.

  1. Makanan dengan indeks glikemik rendah

Pola makan dengan tinggi karbohidrat dan indeks glikemik tinggi telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, termasuk kanker serviks. Makanan dengan indeks glikemik rendah merupakan dasar dari pola makan anti-kanker.

Indeks glikemik ini adalah ukuran kemampuan makanan terhadap kenaikan kadar gula dalam darah. Umumnya makanan dengan indeks glikemik rendah itu berupa makanan yang lambat dicerna seperti sayuran, kacang-kacangan dan buah yang membuat kadar gula dalam darah lebih stabil.

  1. Hindari protein berlebih

Seorang peneliti kanker asal Skotlandia pada abad 20, John Beard mengusulkan bahwa pertahanan utama tubuh terhadap sel kanker adalah pancreatin. Senyawa ini pada dasarnya campuran enzim protein yang sudah dicerna.

Para ahli menyarankan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk bebas protein setidaknya 12 jam dalam sehari untuk memerangi sel kanker. Karenanya, hindari konsumsi protein berlebih agar tubuh mampu mengolah protein lebih efektif.

  1. Konsumsi makanan yang kaya I3C

Sayuran seperti brokoli, kubis, kembang kol dan kale disebut-sebut memiliki kemampuan untuk mencegah kanker, termasuk kanker serviks. Hal itu disebabkan oleh kandungan indole-3-carbinol (I3C) yang terbentuk ketika sayuran dicincang atau dikunyah. Perlu diketahui, I3C ini memiliki sifat detoksifikasi sama seperti antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas.

  1. Curcumin

Curcumin berupa fitokimia yang ada pada kunyit dan telah terbukti ampuh melawan semua jenis kanker. Para peneliti dari Institute of Cytology dan Pencegahan Oncology (ICPO) di New Delhi, India baru-baru ini menemukan fakta bahwa curcumin dapat melawan kanker serviks sekaligus melindungi tubuh dari Human Papilloma Virus (HPV) yang jadi penyebab utama kanker serviks dan rahum.

  1. Konsumsi makanan dengan asam ellagic

Untuk melawan kanker serviks, asam ellagic berperan penting. Bukti ilmiah telah menunjukkan bahwa asam ellagic secara efektif bisa menghilangkan penyebab kanker serviks serta berfungsi sebagai detoks racun. Asam ellagic terdapat pada buah berry merah seperti raspberry dan kacang-kacangan seperti kenari dan pecan.