Cita Sehat Palembang Bentuk Club Hipertensi Wong Kito bagi Warga Kelurahan 13 Ulu

Banyaknya masalah hipertensi pada kalangan dewasa khususnya lansia produktif, menjadi salah satu alasan program Club Hipertensi Wong Kito ini dibentuk.

Palembang – Banyaknya masalah penyakit yang disebabkan oleh hipertensi pada kalangan dewasa khususnya lansia produktif, menjadi salah satu alasan program Club Hipertensi Wong Kito ini dibentuk.

Cita Sehat Palembang bersama Rumah Zakat membentuk Club Lansia Hipertensi Wong Kito di Jln. Fatmajaya lrg. Batu, RT 31, RW 06 Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 2 Palembang pada Sabtu 21 Oktober 2017 lalu.

Setelah dilakukan social mapping berdasarkan data kesehatan dari Puskesmas Nagaswidak Palembang serta survey secara berkala ke warga kelurahan 13 Ulu, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara mendalam tentang akibat dari tekanan darah yang melewati batas normal ini.

Kegiatan yang dilakukan di rumah ibu Yanti, Ketua Kader Posyandu Balita Cempaka dilakukan pengecakan kembali tekanan darah para lansia oleh Nila S.Kep, Ners, sekaligus sedikit mengedukasi kembali tentang apa itu darah tinggi atau hipertensi.

Setelah dilakukan pengecekan dan sedikit edukasi pembuka, peserta lansia sebanyak 15 orang yang akan dibina rutin ini diberikan pengarahan untuk program kedepan selama 2 bulannya. Mereka diberikan jadwal evaluasi bersama untuk melihat perkembangan kesehatan dan intervensi lanjut.

“Sabtu depan dan 2 pekan pertemuan selanjutnya akan kita lakukan latihan otot progresif, selain itu juga akan diberikan beberapa intervensi lainnya serta simulasi praktek dalam pembuatan obat tradisional pendukung.” ujar Sugandi, S.KM, selaku Public Health Cita Sehat Palembang.

Harapannya, semoga program ini dapat menjadi solusi bagi warga binaan Jln. Fatmajaya lrg. Batu, RT 31, RW 06 kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 2 Palembang, terutama para kader dan lansia untuk saling memberikan motivasi dalam menurunkan tekanan darah tinggi.

CIta Sehat Palembang Bentuk Club Hipertensi Wong Kito bagi Warga Kelurahan 13 Ulu

7 Pola Hidup Sehat Berikut Ini Bisa Cegah Hipertensi

Salah satu upaya untuk mencegah penyakit darah tinggi adalah dengan melaksanakan “Pola Hidup Sehat. Nah, yuk kita lihat, 7 Pola Hidup Sehat Berikut Ini.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi termasuk salah satu penyakit tidak menular (PTM). Termasuk penyakit yang banyak ditemukan pada masyarakat baik di negara maju maupun negara berkembang.

Seseorang disebut Hipertensi bila tekanan darahnya sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan diastolik lebih dari sama dengan 90 mmHg.

Salah satu upaya untuk mencegah penyakit darah tinggi adalah dengan melaksanakan “Pola Hidup Sehat. Nah, yuk kita lihat, 7 Pola Hidup Sehat Berikut Ini Bisa Cegah Hipertensi lho:

1. Cek Rutin Tekanan Darah

Periksa tekanan darah. Tekanan darah adalah ukuran seberapa kuatnya jantung mempompa darah ke seluruh tubuh Anda agar kinerja tubuh maksimal.

Seseorang dengan kedua orang tua pengidap tekanan darah tinggi akan memiliki resiko terserang penyakit darah tinggi dua kali lebih besar daripada mereka yang tidak memiliki orang tua dengan darah tinggi. Oleh karena itu kita harus selalu cek tekanan darah kita.

2. Kurangi makanan yang berkadar garam tinggi

Saat kadar garam berlebih, tubuh akan berusaha menetralkannya. Yaitu dengan menstimulus otak untuk merasakan haus, sehingga mendorong manusia untuk banyak meminum air. Dengan demikian volume darah akan bertambah karena sifat garam adalah mengikat air, ia akan mempertahankan air di dalam darah sehingga volume darah akan bertambah.

Apabila volume darah meningkat otomatis aliran darah juga akan meningkat. Sedangkan ukuran pembuluh darah akan tetap. Akibatnya akan terjadi tekanan darah yang berlebih di dinding pembuluh darah yang menjadi sebab utama dari penyakit hipertensi.

Ada banyak versi dalam menentukan berapa batas yang dibolehkan dalam konsumsi garam setiap hari bagi orang yang menderita tekanan darah tinggi Namun Batas konsumsi garam yang dianjurkan American Heart Association tidak lebih dari 2.300 gr perhari. Itu artinya dalam sehari anda boleh makan garam tidak lebih dari 1 sendok teh.

3.Melakukan Aktivitas fisik

Aktivitas fisik dan olah raga yang cukup dan teratur merupakan salah satu cara yang efektif dan terbukti dapat menguatkan otot jantung sehingga jantung dapat memompa lebih banyak darah dengan usaha yang minimal. Olah raga secara teratur bersifat protektif bagi kesehatan.

4. Tidak merokok

Nikotin yang terkandung dalam rokok merupakan penyebab naiknya tekanan darah. Dalam asap rokok nikotin akan diserap oleh pembuluh darah yang kemudian diedarkan, dalam hitungan detik sudah mencapai otak.

Otak akan memberi sinyal pada kelenjar adrenal untuk melepaskan epineprin yang akan bereaksi menyempitkan pembuluh darah yang akan diikuti kenaikan darah.

5. Jaga Berat Badan

Seseorang butuh melindungi berat badannya supaya terhindar dari beragam risiko penyakit yang dikarenakan oleh obesitas atau kegemukan.

Berlebihan berat badan bisa menambah kemungkinan seseorang untuk mengembangkan hipertensi.

Obesitas bisa punya pengaruh pada resistensi pembuluh darah sistemik atau perifer. Saat anda berlebihan berat badan, resistensi pembuluh darah sistemik dapat meningkat serta mengakibatkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Makanlah dengan gizi seimbang.

6. Kendalikan Stress

Pada keadaan stres juga, tubuh meningkatkan produksi hormon stres yakni kortisol dan adrenalin. Kedua ini meningkatkan kerja jantung, yang jika terus menerus terpapar akan membuat gangguan pada jantung.

Jika dilihat dari sistem saraf, stres dapat menyebabkan hipertensi dengan menstimulasi sistem saraf dalam meningkatkan hormon yang menyempitkan pembuluh darah.

Langkah pertama mengatasi stres adalah dengan mengetahui apa yang menyebabkan stres, dalam hal ini Anda sendiri yang mengetahuinya.

Cobalah untuk menjadi seseorang yang positif. Tanamkan pada diri anda bahwa anda dapat mengatasi segala sesuatu dengan baik daripada hanya memikirkan betapa buruknya segala sesuatu yang terjadi.

7. Istirahat

Istirahatlah yang cukup, sesibuk apapun andaharus istirahat dengan cukup. karena daya tahan tubuh terbatas jadi jangan paksakan untuk bekerja.

Pola tidur yang buruk dapat menimbulkan gangguan keseimbangan fisiologis dan psikologis seseorang yang dapat meningkatkan resiko terjadinya hipertensi.

Setiap orang pastinya membutuhkan istirahat agar tubuh dan pikirannya kembali segar, namun apakah pola tidur anda sesuai dengan kebutuhan istirahat? Waktu tidur yang baik adalah 6-8 jam/ hari dan pastikan tidur anda berkualitas.

Melalui Puskesmas dan Posbindu PTM, masyarakat cukup mendapat kemudahan akses untuk mendeteksi atau monitoring tekanan darahnya. Tinggal bagaimana perilaku kita untuk mencegah hipertensi.

Mudah-mudahan bermanfaat, salam sehat.

Angka Hipertensi dan Diabetes Militus di Bulukumba Masih Tinggi

Angka Hipertensi dan Diabetes Militus di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi-Selatan masih tergolong tinggi.

Angka Hipertensi dan Diabetes Militus di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi-Selatan masih tergolong tinggi. Hal tersebut diungkapkan Koordinator Kabupaten Kuliah Kerja Nyata-Profesi Kesehatan (KKN-PK) Unhas, Bahri saat menyampaikan laporan akhirnya di acara pelepasan Mahasiswa KKN Unhas, Jumat (18/8/17).

“Hasil observasi menunjukkan di daerah ini, tinggi angka hipertensi dan diabetes melitus. Masih kurangnya kesadaran PHBS pada anak sekolah, masalah gizi seimbang pada keluarga, serta ditemukannya kejadian kecelakaan kerja seperti KLL, fraktur pada petani,” ujar mahasiswa Fakultas Kedokteran Prodi Keperawatan ini.

Hipertensi dan Diabetes Militus merupakan 2 kategori penyakit yang apabila tak diperhatikan secara seksama bisa berakibat fatal.

Atas temuan para mahasiswa ini pihaknya juga merekomendasi berharap masukan tersebut dapat ditindak lanjuti oleh pemerintah desa kelurahan, camat dan puskesmas, terkait tingginya angka Hipertensi dan Diabetes Militus.

“Kegiatan kami pada dasarnya hanyalah contoh, namun masyarakatlah bersama pemerintah setempat yang harus melanjutkannya,” beber Bahri.

Sementara itu Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali yang melepas perwakilan mahasiswa, menuturkan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat dan pemerintah Kabupaten, karena pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan Unhas ini, telah dilaksanakan di Kabupaten Bulukumba.

Apa yang menjadi capaian, catatan, atau rekomendasi dari pelaksanaan KKN ini kata Andi Sukri, tentu menjadi masukan bagi Pemerintah Daerah dalam melaksanakan program kegiatan di bidang kesehatan, guna mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

“Olehnya itu saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para adik-adik mahasiswa yang telah mendedikasikan dirinya untuk melakukan pengabdian di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, AM Sukri Sappewali mengemukakan tentu selama berada di Bulukumba terjadi dinamika di tengah masyarakat. Ia berharap yang jelek ditinggalkan, dan menimbang yang baik saja untuk dibawa pulang.

“Saya juga ingin kalian menjadi duta wisata kepada keluarga dan kerabatnya, sehingga semakin banyak orang yang berkunjung ke Bulukumba” ucapnya di depan para mahasiswa.

Seperti diketahui, sebanyak 535 Mahasiswa KKN Unhas ini melakukan praktek di lima kecamatan yang ada di Bulukumba, yakni Bontobahari, Bontotiro, Herlang, Bulukumpa dan Kindang selama dua bulan lamanya.

Secara keseluruhan program yang dilaksanakan oleh sebanyak 200 program kerja (Proker). Proker tersebut terdiri dari kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatan fisik seperti skrening tekanan darah, sedangkan non fisik lebih banyak pada aspek penyuluhan, seperti penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyuluhan gosok gigi, penyuluhan ibu hamil dan penyuluhan hipertensi.

Sumber suaralidik.com

Senam Prolanis, Lansia Juga Harus Berperilaku Hidup Sehat

Kegiatan senam sebagai upaya untuk untuk membuat para lansia di Kateman untuk tetap aktif, produktif dan menjaga kesehatannya dalam mengarungi usia senja.

Setiap hari minggu pagi, UPT Puskesmas Sungai Guntung mengadakan kegiatan senam sehat untuk lansia di Lapangan Balai Rakyat Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir. Dari seluruh peserta diindikasi bahwa para lansia memiliki penyakitHipertensi.

Kegiatan senam prolanis dimulai Pukul 06.30 pagi setiap Minggu. Sudah sejak akhir tahun 2016 lalu diikuti para lansia dari kecamatan sini. Dan antusiasme masyarakat cukup bagus karena kita juga bekerjasama dengan TP PKK untuk mengajak lansia aktif senam pagi.

Sementara itu, jumlah pasien paling banyak yang berobat di Faskes Puskesmas Sungai Guntung yaitu penyakit Hipertensi yang dapat dilihat dari rekap10 penyakit terbanyak. Dan penyakit hipertensi tersebut rata-rata diderita oleh seorang lansia. Untuk itu, para lansia diharapkan dapat mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi perilaku sehat.

“Hampir setiap bulan penyakit hipertensi selalu masuk dalam kategori 10 penyakit terbanyak di Faskes Pertamini. Data tersebut dapat dilihat berdasarkan laporan kunjungan pasien pengguna kartu BPJS Kesehatan. Bahkan pada bulan April lalu tercatat lebih dari 100 lansia terdiagnosa tersebut.” tutur Operator Pcare BPJS Kesehatan UPT Puskesmas Sungai Guntung.

Kegiatan senam sebagai upaya untuk untuk membuat para lansia di Kateman untuk tetap aktif, produktif dan menjaga kesehatannya dalam mengarungi usia senja. Dalam penyelenggaraan senamlansiaitu, menjadi salah satu aktifitas positif yang termasuk dalam perilaku hidup sehat.

Para lansia masih bisa aktif serta produktif meskipun memasuki usia senja. Buktinya, mereka dapat mengikuti senam enerjik dan aktif pada kegiatan lainnya. Karenanya, usia bukanlah menjadi halangan bagi para lansia untuk tetap aktif, produktif dan enerjik. Melalui pola hidup yang baik, makan makanan sehat dan rutin berolahraga, maka tingkat kualitas hidup para lansia semakin baik lagi.

Selain itu, UPT Puskesmas Sungai Guntung juga rutin melakukan penyuluhan kesehatan kepada lansia melalui program promkes yang dilakukan setiap bulan sekali.

Dengan penambahan pemeriksaan cek kesehatan rutin mulai dari tekanan darah, kolesterol, glukosa, serta asam urat dapat dipantau status kesehatan mereka.