PJ Promkes Sosialisasikan BPJS PBI APBD Kepada Pengunjung Puskesmas Krangkeng

Indramayu – Rabu, 6/9, Puskesmas Krangkeng melaksanakan kegiatan rutin edukasi kesehatan (penyuluhan dalam gedung) pada pengunjung di ruang tunggu pasien.

Indramayu - Rabu, 6/9, Puskesmas Krangkeng melaksanakan kegiatan rutin edukasi kesehatan (penyuluhan dalam gedung) pada pengunjung di ruang tunggu pasien.

Setiap hari Rabu, semua pemegang program digilir bergantian untuk memberikan penyuluhan. Dan untuk Rabu kali ini, PJ Promkes dan Promotor yang mendapat jadwal mengisi kegiatan tersebut.

Sebagai narasumber yaitu Ibu Neneng Nurhayati, SKM dan Bapak Fuad Hasyim, SKM, dengan materi Perawatan Kehamilan dan Sosialisasi BPJS PBI APBD.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, membiayai pembayaran premi bagi penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan dan ditanggung oleh Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Bupati Indramayu Anna Sophanah mengatakan pemkab mengalihkan peserta Kartu Sehat dan Pintar (Kasep) ke BPJS Kesehatan dalam rangka memproteksi masyarakat yang tidak mampu dalam bidang kesehatan.

Untuk meng-cover Kasep yang bersumber dari APBD setiap tahunnya terus meningkat anggarannya pada tahun 2017 ini mencapai 57,8 miliar, dengan migrasi ke BPJS ini berharap hasilnya bisa maksimal dan anggaran yang digunakan bisa lebih efektif, Senin (31/7/2017), seperti dikutip dari Suara.com

Dengan adanya kegiatan edukasi kesehatan ini diharapkan ibu hamil, suami dan keluarga serta pengunjung pasien lainnya bertambah wawasan kesehatan (merawat kehamilan) dan menginformasikan pada masyarakat lainnya tentang BPJS PBI APBD.

Ibu Hamil Wajib Baca! 10 Cara Menjaga Kehamilan Dengan Cerdas

Daripada kita merenungi kekhawatiran yang belum tentu terjadi, lebih baik yuk kita lihat 10 Cara Menjaga Kehamilan Dengan Cerdas berikut ini.

Kehamilan merupakan suatu anugerah terindah-Nya yang diberikan kita kaum hawa. Namun meskipun demikian masih banyak perempuan yang merasa khawatir dengan kondisi kehamilan kelak.

Banyak faktor yang menyebabkan kekhawatiran di mulai dari takut akan keguguran, takut akan melahirkan nanti, khawatir akan masa depan sikecil dan masih banyak hal lainnya.

Wajar memang kekhawatiran banyak menyelimuti para perempuan yang masih diliputi keraguan mengenai kehamilan.

Namun daripada kita merenungi kekhawatiran yang belum tentu terjadi, lebih baik yuk kita lihat 10 Cara Menjaga Kehamilan Dengan Cerdas berikut ini:

1. Cerdas merencanakan kehamilan
Rencanakan kehamilan pada waktu dan usia yang tepat.
Hindari 4T :

  • Terlalu Muda,
  • Terlalu Tua,
  • Terlalu Sering dan
  • Terlalu Banyak

2. Periksa/kontrol kehamilan
Segera periksa ke bidan atau dokter jika terlambat datang bulan. Memeriksakan kehamilan paling sedikit 4x selama kehamilan:

  • Pertama saat ibu mulai mengetahui kehamilan hingga 3 bulan pertama (trimester 1)
  • Kedua pada saat usia kehamilan 4-6 bulan (trimester 2)
  • Ketiga dan keempat pada saat usia kehamilan 7-9 bulan (trimester 3)

3. Gizi seimbang
Asupan nutrisi harus diperhatikan. Makan dengan gizi seimbang (karbohidrat, protein, vitamin dan mineral) dan beraneka ragam makanan dan 1 porsi lebih banyak dari sebelum hamil.

Jika mual,muntah dan tidak nafsu makan pilihlah makanan yang tidak berlemak dalam porsi kecil tapi sering.

4. Istirahat cukup
Usahakan ibu hamil.dapat istirahat dengan cukup. Tidur malam 6-7 jam dan siang tidur/berbaring 1-2 jam.

5. Jaga kebersihan
Kebersihan harus dijaga pada masa kehamilan dianjurkan sedikitnya 2x sehari selama hamil dimulai dari kebersihan rambut, gigi dan mulut, payudara ( persiapan menyusui) kebersihan daerah kewanitaan dan kebersihan pakaian

6. Ikuti kelas ibu hamil
Untuk mempersiapkan kelahiran bayi, ikuti kelas ibu hamil (usahakan didampingi suami) untuk menambah pengetahuan ibu tentang perawatan kehamilan. Dengan begitu akan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama kehamilan dan proses persalinan berlangsung.

7. Cerdas menghadapi komplikasi
Ibu hamil sebaiknya memperhatikan setiap tanda bahaya pada kehamilan diantaranya:

  • Muntah terus menerus dan tidak mau makan,
  • Demam tinggi,
  • Bengkak kaki tangan dan wajah atau
  • Sakit kepala disertai kejang,
  • Pergerakan janin berkurang dibandingkan sebelumnya,
  • Perdarahan,
  • Air ketuban keluar sebelum waktunya.

Apabila mengalami tanda bahaya tersebut segera minta pertolongan bidan atau dokter terdekat

8. Mempersiapkan kelahiran
Ibu didampingi suami perlu bertanya kepada bidan/ dokter tanggal perkiraan persalinan, agar ibu dpat mempersiapkan mental dan fisik.

9. Persiapan menyusui

  • Persiapan psikologi
    Persiapan ini merupakan langkah awal yang penting bagi ibu . Sebab sikap positif ibu untuk memberikan asi harus sudah ada sejak kehamilan
  • Perhatikan nutrisi selama kehamilan
    Ibu sehat bugar serta mutu asibpun baik harus ditunjang dengan asupan nutrisi selama hamil

10. Persiapan alat kontrasepsi
Ibu hamil dan suami mulai mencari dan memilih kontrasepsi yang sesuai untuk digunakan setelah kelahiran.

“Merawat kehamilan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin didalam rahim dan juga akan berpengaruh dengan proses kelahiran. Dengan menjaga kehamilan dengan cerdasvibu dan bayi sehat pada saat hamil dan aman pada saat persalinan “

Boleh di SHARE jika kerabat, sahabat anda sedang dalam proses hamil juga. Salam Sehat, Semoga bermanfaat!

Mendagri: 3 Permasalahan Kesehatan Ini Perlu Perhatian Lebih Dari Kepala Daerah

Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut ada tiga permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian lebih, yaitu anak, kematian ibu hamil, dan kanker serviks.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebut ada tiga permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian lebih. Tiga hal tersebut adalah masalah anak, kematian ibu hamil, dan kanker serviks.

“Tiga hal ini saya rasa harus mendapat perhatian. Yang diinginkan Pak Presiden adalah akhir tahun ini infrastruktur sosial dan kesehatan bisa selesai dengan baik,” kata Tjahjo dalam pidatonya di Rakernas X Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA) di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (23/8/2017).

Menurutnya, salah satu cara agar infrastruktur sosial dan kesehanan terwujud adalah dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang baik. Stabilitas ekonomi di tingkat paling bawah juga menurutnya sangat penting.

“Trennya sekarang, masyarakat Indonesia kalau sakit ingin bermalam di rumah sakit. Banyak pihak swasta yang ingin membangun rumah sakit, jadi ini baik untuk memberikan layanan dan fasilitas kepada masyarakat dan pastinya nggak akan rugi jika membangun ini,” sebutnya.

Tjahjo mengatakan koordinasi antara pihak juga harus terus terjalin dengan baik. Dengan begitu penanganan layanan kesehatan untuk masyarakat bisa lebih maksimal.

“Saya Kemendagri, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi adalah bagian yang tidak terpisahkan. Kita harus terus berkoordinasi untuk menangani masalah kesehatan dan masalah-masalah lainnya dengan baik,” tuturnya.

Tjahjo menambahkan, pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan. Pelayanan tersebut menurutnya juga termasuk dalam penyelenggaraan otonomi daerah.

“Penyelenggaraan upaya kesehatan ini suatu hal yang prinsip di otonomi daerah. Ini wajib dilaksanakan. Kepala daerah bisa dikatakan berhasil jika mampu memberikan kesehatan gratis dan pendidikan gratis kepada masyarakat. Jadi pelayanan kesehatan ini harus terus ditingkatkan,” tuturnya.

Sumber detik.com

Ibu Hamil Tak Boleh Makan Ikan, Mitos atau Fakta?

Pemerintah terus mempopulerkan budaya makan ikan sebagai asupan protein hewani dengan kandungan gizi tinggi untuk mencegah gizi buruk dan stunting.

Pemerintah terus mempopulerkan budaya makan ikan sebagai asupan protein hewani dengan kandungan gizi tinggi untuk mencegah gizi buruk dan kekerdilan pada anak (stunting).

“Makan ikan itu murah, sehat dan tersedia banyak. Momentum ini merupakan jawaban dari tantangan untuk mempopulerkan makan ikan, agar menjadi budaya masyarakat kita,” kata Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki seperti dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis, saat mengumumkan 10 finalis Lomba Masak Ikan Nusantara Menuju Istana.

Menurut Teten, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa mengkonsumsi daging lebih berkelas dibandingkan mengonsumsi ikan.

Hal ini diperparah dengan masih banyaknya mitos yang salah di masyarakat, seperti ibu hamil tidak diperbolehkan mengonsumsi ikan karena alasan kebudayaan. Padahal, mengonsumsi ikan selama kehamilan justru sangat dianjurkan.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan bahwa prinsip makan adalah beragam dan berimbang.

Untuk itu, dia meminta agar masyarakat memahami bahwa sumber protein tidak hanya pada daging, namun justru ikan merupakan sumber protein yang menjadi kekayaan Indonesia yang melimpah.

“Salah satu kelebihan sumber protein ikan yaitu mengandung omega 3. Bila dibandingkan dengan daging yang kadarnya sangat rendah atau bahkan sebagian besar tidak ada,” ujar Anung.

Anung menegaskan bahwa protein ikan sangat membantu pertumbuhan dan perkembangan yang bukan sekadar mencukupi kebutuhan tetapi juga mencerdaskan.

Sumber tempo.co

Tak Ada Ambulans, Seorang Ibu Ditandu Sejauh 9 Km ke Rumah Sakit

Kejadian ini dialami oleh masyarakat Desa Bahenap, Kec. Kalis Kabupaten Kapuas Hulu. Puskesmas terdekat di Kec. Kalis sekitar 39 kilometer dari pusat desa.

“Fenomena Sekitar”, demikian judul unggahan foto yang diunggah Selvianus Saludan di akun media sosial Facebook miliknya menggugah hati. Postingan tersebut menjadi viral di ranah jagat maya media sosial.

Dalam foto-foto yang diunggah tersebut, tampak seorang perempuan digotong menggunakan tandu oleh sejumlah pria. Selvianus juga mengunggah sebuah video berdurasi singkat yang menggambarkan suasana saat itu.

Ini Bukan Hoax apa lagi Sekedar pencitraan, ini terjadi disekitar kita. di jaman yang katanya pemerintah telah berbuat dengan adil khususnya dalam pembangun infrastruktur jalan. tetapi kita masih terjadi kesenjanganan dimana – mana,” tulis Selvianus dalam postingan yang diunggah pada Sabtu (10/6/2017).

dalam 2 minggu terakhir saya sudah menjumpai dua kasus dimana warga yang sakit harus harus dibawa dengan bersusah payah untuk sampai ke RS. kejadian ini dialami oleh masyarakat Desa bahenap, Kec. kalis Kabupaten Kapuas Hulu, ini bukan kali pertama masyarakat mengalami hal ini, setiap ada warga yang sakit dan ingin di rawat di RS harus melawati medan yang sama,”

Selain itu, bukan hanya desa ini yang mengalami nasib seperti ini, masih banyak desa-desa lainnya, khususnya desa – desa yang berada di daerah perhuluan, yang secara akses hampir terisolasi, pemerintah pun hampir bisa dipastikan tidakakan mengunjunginya. Jadi wajar kalau masih banyak yang berpendapat bahwa pembangunan didaerah ini masih terfokus pada daerah – daerah tertentu, karena ada daerah yang selalu mendapat bangunan dan tidak sedikit yang belum pernah mendapatkan sama sekali. kalau pembangunan dari pemerintah itu ibaratkan kue, mungkin ada daerah/desa yang sampai muntah – muntah makannya namun masih tetap dikasi bagian/jatah, ini mungkin karna desa ini adalah basisnya (Mungkin), tetapi disisi lain ada daerah/desa yang tidak dapat sama sekali, sampai kelaparan, seolah seperti anak tiri. seolah kami yang tinggal di pedalaman dilarang untuk sakit, karna apabila sakit untuk berobat ke RS bukan pekara mudah, salah – salah penyakit bisa semakin parah” sambungnya kemudian.

Saat dikonfirmasi Kompas.com, Selvianus mengatakan, dua perempuan yang dilihatnya tersebut masing-masing mengalami keguguran karena hamil di luar kandungan dan yang satunya terkena tipes dan malaria.

Seorang Ibu Ditandu Sejauh 9 Km ke Rumah Sakit

Salah satu yang di ditandu itu bernama Nuryana, warga Desa Bahenap, Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

“Beliau mengalami sakit kurang lebih dua minggu yang lalu, namun karena bidan desa tidak dapat menanganinya dia dirujuk ke RS Putussibau,” kata Selvianus.

Dia menambahkan, foto itu diambil pada tanggal 8 Juni 2017. Akses jalan yang begitu parah, sambung Selvianus, menjadi kendala untuk membawanya ke Putussibau.

“Jarak tempuh dari desa itu ke desa terdekat sebenarnya tidak begitu jauh, hanya kurang lebih 9 Kilometer, namun akses tidak bisa dilewati kendaraan roda empat,” ungkapnya.

Sementara itu, jarak tempuh ke Puskesmas terdekat di Kecamatan Kalis sekitar 39 kilometer dari pusat desa.

Sumber regional.kompas.com