Dinkes Garut Lakukan Pemeriksaan IVA TEST Bagi Para Pegawai Sambut HKN

Sambut Hari Kesehatan Nasional ke-53, Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menyelenggarakan kegiatan Pemeriksaan IVA TEST di lingkungan Pemkab Garut .

Sambut Hari Kesehatan Nasional ke-53, Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menyelenggarakan kegiatan Pemeriksaan IVA TEST di lingkungan Pemkab Garut .

Kegiatan di Pusatkan di Kantor BAPEDA Kabupaten Garut, dengan peserta para pegawai perempuan dari 10 SKPD, dimulai sejak 8.30 pagi sampai dengan jam 16.00 WIB.

Selain Pemeriksaan IVA TEST (Deteksi Dini Kanker Leher Rahim) juga dilakukan SADANIS (Periksa Payudara Secara Klinis).

Harapan dengan digelarnya acara ini adalah agar para wanita sadar akan bahaya kanker leher rahim yang merupakan penyebab kematian tertinggi dibandingkan jenis kanker yang lain.

Cegah Kanker Payudara dan Kanker Serviks, Ibu-Ibu Ini Antusias Ikuti Posbindu PTM

Nunukan – 5/9, Kegiatan posbindu PTM kali ini tentang pencegahan kanker payudara dan kanker serviks yang kami laksanakan di Desa Tembalang.

Nunukan – 5/9, Kegiatan posbindu PTM kali ini tentang pencegahan kanker payudara dan kanker serviks yang kami laksanakan di Desa Tembalang.

Sebelum memberikan pelayanan kesehatan, kami terlebih dahulu memberikan edukasi tentang kesehatan seputar kanker payudara dan kanker mulut rahim. Sebagai narasumber saya sendiri dibantu oleh Ibu Husnul selaku Bidan Pustu.

Penyuluhan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Sanur

Di wilayah kerja Puskesmas Sanur, tingkat pengetahuan masyarakat terhadap kanker payudara dan kanker mulut rahim masih sangat rendah.

Untuk Puskesmas Sanur sendiri, kami mempunyai tenaga kesehatan yang terlatih dalam melakukan pemeriksaan IVA Tes, satu Dokter Umum, Ibu Hj dr Ulan Dari, dan Bidan Ibu Hj Niah Susianti.

Semua perserta yag hadir belum pernah melakukan pemeriksaan IVA Tes atau sekrining kanker mulut rahim dan kanker payudara.

Puskesmas sanur sudah dua kali melakukan kegiatan masal pemeriksaan IVA Tes dan Sadanis, dan hasilnya negatif. Pemeriksaan dilakukan GRATIS tidak dipungut biaya.

Selama kegiatan berlangsung, antusias ibu-ibu sangat tinggi dari awal kegiatan sampai akhir mengikuti kegiatan.

Harapan kami agar masyarakat sadar dengan kesehatannya sendiri dan semua warga yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sanur khususnya wanita yang sudah menikah, 100% telah melakukan pemeriksaan IVA Tes dan Sadanis.

Dan ibu-ibu dapat melakukan pemeriksaan secara mandiri untuk pemeriksaan tanda-tanda kanker payudara. Jika ditemukan benjolan di payudara, bisa langsung memeriksakan ke pelayanan kesehatan.

Petugas Kesehatan Puskesmas Sanur Tulin Onsoi

Meski Gratis, Layanan Deteksi Dini Kanker Rahim Ini Masih Jarang Dimanfaatkan Masyarakat

Tingkat kesadaran masyarakat melakukan IVA test masih sangat rendah, jelas Sekteraris Dinas Kesehatan Kota (DKK), meskipun layanan ini Gratis.

Layanan deteksi dini kanker rahim yang sering disebut Inspeksi Visual dengan Asam Asetet (IVA) test, diketahui belum banyak diakses masyarakat, kendati fasilitasi ini diberikan secara gratis. Padahal, pemeriksaan dini potensi kanker rahim ini, sangat penting bagi kalangan ibu-ibu berusia lebih dari 40 tahun yang tergolong rentan menderita penyakit mematikan itu.

Tingkat kesadaran masyarakat melakukan IVA test masih sangat rendah, jelas Sekteraris Dinas Kesehatan Kota (DKK), Purwanti menjawab wartawan, di Balaikota, Rabu (12/4/2017), sehingga perlu upaya lain menggerakkan minat warga. Kemungkinan terbaik memperluas jangkauan layanan IVA test, melakukan jemput bola lewat program ketuk pintu dengan mendatangi rumah-rumah penduduk melakukan pemeriksaan di rumah masing-masing.

Berdasar pengalaman sebagimana dilakukan dalam penanganan pengidap Tuberkoluse (TB), program ketuk pintu, menurutnya, cukup efektif. Tingkat kesadaran penderita TB untuk memeriksakan diri, selama ini juga relatif rendah, namun melalui program ketuk pintu, ratusan pasien baru dapat terlayani secara maksimal. “Sistem ketuk pintu juga akan diterapkan dalam pelayanan IVA test, dengan menggandeng pengurus PKK di tingkat Rukun Tetangga (RT),” jelas Purwanti sembari menyebutkan, selain pula meningkatkan intensitas sosialisasi.

Berbeda dengan layanan cek laboratorium gratis, termasuk general check up, menurutnya, sejak diluncurkan awal tahun 2016 lalu, minat masyarakat cukup tnggi, yakni sekitar 150 orang per hari. Peminat layanan cek laboratotium gratis tak saja sebatas masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ber-Kartu Tanda Penduduk (KTP) Solo dengan usia lebih dari 40 tahun.

Peningkatan minat masyarakat memeriksakan kesehatan diri sebelum menderita sakit, dinilai sangat postif terkait dengan spirit Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang sejatinya memang sebagai fasilitas layanan kesehatan bersifat preventif. Selama ini, layanan kesehatan di Puskesmas, cenderung bersifat kuratif, sebab masyarakat yang datang pada umumnya untuk berobat atas penyakit yang dideritanya.

Sekarang, warga yang datang ke Puskesmas tak saja pasien yang tengah menderita sakit, tetapi juga kelompok masyarakat dalam kondisi sehat untuk memeriksakan kesehatan diri secara dini. Mencegah penyakit sejak awal, jauh lebih efektif dalam menciptakan masyarakat yang sehat, ketimbang datang ke fasilitas layanan kesehatan setelah menderita sakit. Pun biaya yang diperluakan relatif lebih murah.

SUMBER