Puskesmas Balai Riam Beri Penyuluhan Kesehatan Jiwa Masyarakat di Desa Air Dua

Sukamara – 7/9, Puskesmas Balai Riam melaksanakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Jiwa Masyarakat dan Posbindu PTM di Desa Air Dua Kec. Balai Riam.

Sukamara – 7/9, Puskesmas Balai Riam melaksanakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Jiwa Masyarakat dan Posbindu PTM di Desa Air Dua Kec. Balai Riam Sukamara Kalteng.

Sesuai dengan Program Indonesia Sehat bahwa keluarga memperoleh akses dalam pelayanan kesehatan jiwa sehingga keluarga yang sehat untuk wujudkan Indonesia sehat.

Masyarakat Desa Air Dua kali mendapatkan edukasi tentang kesehatan jiwa masyarakat dan kegiatan pemeriksaan faktor resiko Penyakit Tidak Menular(PTM) yang disampaikan oleh Tim Nakes Puskesmas Sukamara.

Kegiatan ini terdiri dari pengukuran Tekanan Darah, TB, BB, dan Lingkar perut dan pemeriksaan lab Gula Darah Sewaktu (GDS), Asam Urat dan Cholesterol,serta dilakukan konseling kesehatan. Dalam kegiatan penyuluhan kesehatan jiwa, masyarakat yang hadir diajarkan teknik bernafas yang bermanfaat untuk mengatasi stress.

Harapan kami dengan kegiatan penyuluhan kesehatan jiwa ini, masyarakat dapat memahami tentang kesehatan jiwa, peran dan fungsi keluarga serta masyarakat dalam upaya kesehatan jiwa, dan berperan aktif dalam upaya kesehatan jiwa.

Dengan adanya posbindu PTM dapat mendeteksi secara dini faktor resiko PTM sehingga pencegahan dapat segera dilakukan.

Puskesmas Balai Riam Beri Penyuluhan Kesehatan Jiwa Masyarakat di Desa Air Dua

Dinkes Kota Medan Adakan Pembinaan Tim Perawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat Bagi Petugas Puskesmas

Medan – Dinkes Kota Medan adakan Pembinaan Tim Perawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat bagi petugas puskesmas, 04-07 September 2017.

Medan - Dinkes Kota Medan adakan Pembinaan Tim Perawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat bagi petugas puskesmas tentang penanganan orang dengan gangguan jiwa atau di singkat dengan ODGJ pada fasilitas kesehatan tahap pertama di RS Royal Prima, Jl. Ayahanda No 68 Medan, 04-07 September 2017.

Kegiatan pembinaan ini diikuti oleh petugas perawat kesehatan jiwa puskesmas yang ada di 39 puskesmas se-Kota Medan.

Acara ini menghadirkan narasumber yang sangat berpengalamañ dibidang ilmu jiwa yang juga berlatar pendidikan perawat yaitu Prof. Dr. Budi Ana Keliat. M.APP.Sc.

Seperti kita ketahui masalah kejiwaan dan ODGJ pada dekade terakhir merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus bertambah secara cepat di masyarakat. Masalah kejiwaan dan penyebab ODGJ yang terjadi saat ini adalah dikarenakan beban hidup yang bertambah berat dan pengaruh narkoba jika hal ini terus dibiarkan maka kesepannya akan sulit di kendalikan.

Menurut data yang diperoleh dari Kasie.PTM Dinas Kesehatan Kota Medan Ibu dr. Pocut Fatimah Fitri, MARS, sampai saat ini ada sekitar 120 orang dengan masalah kejiwaan yang ditangani oleh perawat FKTP di Kota Medan.

Untuk itu, agar dapat tertanganinya kasus ODGJ di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan dapat melakukan home care untuk melakukan pendekatan terhadap keluarga dalam penanganan penderita dengan masalah kejiwaan maka dirasa sangat penting dilakukannya pembinaan tim perawatan kesehatan jiwa masyarakat dan praktek lapangan oleh Dinas Kesehatan Kota Medan

Sosialisasi dan Road Map Program PTM, Bengkalis Dua Kali Raih Penghargaan

Dinkes Bengkalis meraih dua kali penghargaan pada kegiatan sosialisasi dan road map program penyakit tidak menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis diwakili oleh Dinas Kesehatan meraih dua kali penghargaan pada kegiatan sosialisasi dan road map program penyakit tidak menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa Napza di Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan berlangsung selama empat hari, dan berakhir pada tanggal 10 Maret 2017.

Bengkalis meraih penghargaan untuk kategori pemaparan seluruh materi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dan Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa Napza (P2MKJN). Berikutnya, penghargaan kedua untuk kategori peserta teraktif dalam menyampaikan saran pendapat setiap panel program kelas bersama yang disampaikan oleh narasumber.

“Juga termasuk 10 besar dalam acara pertemuan Sosialisasi dan Road Map Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa & Napza,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis. Bapak Moh Sukri. SH, Selasa (14/3/2017).

Rasa bangga juga disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Bengkalis, Alwizar. Dikatakan, Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa merupkan seksi baru dalam susunan perangkat daerah Kabupaten Bengkalis bahkan di seluruh di Indoenesia.

“Kita dapat perhatian dari Departemen Kesehatan RI dalam acara sosialisasi. Ini merupakan langkah awal yang baik terutama untuk prioritas program strategis nasional kita siap dukung dengan cara melakukan advokasi kepada pengambil kebijakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Edi Sudarto SKM   mengatakan, tujuan dari pertemuaan meliputi melakukan sosialisasi Program Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM dan Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza (P2MKJN), tersusunnya  target sasaran kinerja program P2PTM dan P2MKJN dan tercapainya pemahaman tentang program P2PTM dan P2MKJN.

“Dewasa ini penyakit tidak menular telah menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia karena telah terjadi perubahan dalam pola penyakit terkait dengan perilaku manusia menyebabkan kematian telah bergeser menjadi penyakit tidak menular seperti jantung, darah tinggi, stroke, kanker, diabetes mellitus karena tingginya kesakitan dan kematian dan beban pembiayaan pengobatan.

Demikian juga masalah kesehatan jiwa dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adaktif  lainnya (NAPZA) menjadi komitmen nasional yang tertuang di dalam RPJMN maupun Rencana Strategis di Pusat, Propinsi dan Kabupaten/kota serta sinergiitas dan percepatan pencapaian program nasional,” papar Edi Sudarto.

Dalam pertemuan tersebut, keluaran yang dihasilkan adalah, ada pemetaan standar pelayanan minimal bidang kesehatan yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 43 tahun 2016 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2016, Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa.

“Ada 5 (lima) standar pelayanan minimal meliputi 1. Pemeriksaan/skrining kesehatan usia produkstif 5-59 tahun, 2. Pemeriksaan /skrining kesehatan usia lanjut 60 tahun ke atas, 3. Pelayanan kesehatan penderita hipertensi, 4. Pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus dan 5. Pelayanan kesehatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat, agar program, indikator, dan target baik P2PTM dan P2MKJN dipahami oleh seluruh pihak yang berkepentingan Kabupaten Bengkalis wajib menyusun skala prioritas dengan baik dan rencana program sejalan dengan target nasional,” ujarnya lagi.

SUMBER