Kabupaten Bolaang Mongondow Endemik Penyakit Kusta

Bolaang Mongondow termasuk satu di antara 11 daerah endemik kusta di Sulawesi Utara. Kasus di Bolmong masih di atas satu per sepuluh juta penduduk.

Bolaang Mongondow termasuk satu di antara 11 daerah endemik kusta di Sulawesi Utara. Kasus di Bolmong masih di atas satu per sepuluh juta penduduk.

Data di Dinas Kesehatan Bolmong menunjukkan, sejak tahun 2011 hingga 2016 angka penemuan kusta cenderung fluktuatif. Penyakit ini pun menyasar orang dewasa. Ada kasus untuk anak-anak namun sangat sedikit.

Tahun 2011 ada 32 penderita dewasa dan dua anak. Tahun 2012 ada 43 penderita dewasa dan tiga anak. Tahun 2013 ada 41 penderita dewasa dan empat anak.

Tahun 2014 ada 41 penderita dewasa dan empat anak. Tahun 2015 ada 42 penderita dewasa dan empat anak serta tahun 2016 ada 30 penderita dewasa dan satu anak.

Wiyono, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular, Penyakit Tidak Meluar, Kesehatan Jiwa mengatakan saat ini penanganan pada penderita terus berlangsung.

Dr Tiffany Tiara Pakasi dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung mengatakan warga jangan malu untuk berobat. Apalagi sudag menemukan gejala.

“Jadi kalau ada bercak baik merah maupun putih dan itu tidak gatal serta mati rasa, segera ke puskesmas terdekat. Jangan malu. Sebelum lebih parah,” ujarnya.

Obat bagi penderita kusta gratis, bahkan pengobatan hingga sembuh. Memang ada anggapan tak baik di masyarakat terkait penyakit ini. Namun warga harus mencegah lebih cepat.

“Jangan malu berobat. Pokoknya kalau sudah temukan bercak mati rasa langsung ke puskesmas. Penanganan yang cepat akan meminimalisir sakit yang lebih parah,” jelasnya.

Sumber manado.tribunnews.com

Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung, “Ubah Stigma Negatif Penderita Kusta”

Saat sebagian besar masyarakat jijik dan menjauhi penyakit kusta, Tim Nusantara Sehat justru sebaliknya, kami melakukan sosialisasi perawatan kusta.

Penyakit Kusta merupakan penyakit menular yang menyerang kulit, sistem syaraf perifer, selaput lendir pada saluran perapasan atas dan mata. Penyakit ini disebabkan oleh sejenis bakteri yang berkembang di dalam tubuh.

Umumnya masyarakat menghindari pada penderita penyakit ini. Bahkan ada yang menyebutnya seperti penyakit kutukan. Stigma ini akan membuat orang yang memiliki penyakit kusta, hidupnya seakan menjadi terpinggirkan dan cenderung berkoloni.

Saat sebagian besar masyarakat menganggapnya jijik dan menjauhi penyakit kusta atau lepra ini, Tim Nusantara Sehat justru bersikap sebaliknya untuk melakukan sosialisasi perawatan kusta.

Dalam kegiatannya di Aula UPT Puskesmas Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (15/06/2017) Ns. Hendri Hardi Wiradinata, S.Kep (Tim Nusantara Sehat) mejelaskan tujuan dari kegiatan tersebut kepada pasien/ keluarga pasien untuk mengetahui cara perawatan penyakit tersebut.

“Acara hari ini, sosialisasi tentang perawatan kusta di rumah. Sasaran pasien kusta dan keluarganya tujuannya untuk mengetahui apa itu kusta, penyebab, dan cara penularannya. Kami sampaikan juga bagamana cara pengawasan minum obat pada penderita, sehingga dapat mereka lakukan perawatan sederhana dirumah agar tidak terjadi komplikasi lebih parah dari penyakit tersebut.”  ujar Hendri.

Sosialisasi yang dilakukan dengan cara penyampaian materi oleh tenaga kesehatan kepada pasien, keluarga pasien dan masyarakat dengan media powerpoint kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sementara untuk pelayanan kesehatan, UPT Puskesmas Sungai Guntung juga membuka pos pemeriksaan baik di puskesmas induk, puskesmas pembantu di desa maupun kelurahan.

Penderita kusta yang tak melakukan self care memiliki resiko lebih tinggi mengalami kecacatan. Seringkali pula penderita kusta datang ke fasilitas pelayanan kesehatan sudah dalam keadaan terlambat dan dalam keadaan cacat.

“Padahal penyakit ini dapat dicegah dengan cara melakukan budaya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di dalam kehidupan sehari-hari.” ungkap Hendri yang merupakan Perawat Tim Nusantara Sehat.