Kader Kesehatan Remaja Puskesmas Sapala Menjuarai Semua Kategori Lomba Kesehatan Tingkat Kabupaten HSU

Tim Nusantara Sehat Kab HSU beserta staff Puskesmas Sapala berhasil menghantarkan kader kesehatan remaja menjadi juara dalam lomba kesehatan se-Kabupaten.

Sapala – 30-10-2017, Tim Nusantara Sehat Kab HSU beserta staff Puskesmas Sapala berhasil menghantarkan kader kesehatan remaja yang juga tergabung dalam anggota kepramukaan Saka Bhakti Husada Puskesmas Sapala menjadi juara.

Lomba kesehatan yang dihelat pada tanggal 28 – 29 oktober 2017 di lapangan Alabio Kecamatan Sungai Pandan, diselenggarakan dalam rangka “Giat Prestasi Satuan Karya Pramuka Bhakti Husada Kwartir Cabang Hulu Sungai Utara se- Kab Hulu Sungai Utara Tahun 2017”. Terdapat 5 kategori perlombaan diantaranya adalah lomba Penyuluhan Kesehatan, Drama Kesehatan, P3K, Senam Germas dan Yel–yel.

senam germas puskesmas sapala

Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengalaman kepada anggota pramuka Satuan Karya Pramuka Bhakti Husada kwartir tingkat puskesmas dalam hal pengembangan wawasan untuk menciptakan generasi muda yang peduli kesehatan.

Anggota pramuka Saka Bhakti Husada berasal dari SMK Sapala. Pihak sekolah bekerja sama dengan Puskesmas Sapala dan Tim Nusantara Sehat mempersiapkan mental, fisik serta ilmu kepada anggota Saka Bhakti Husada Puskesmas Sapala.

Keterbatasan alat P3K dan tempat latihan menjadi salah satu kendala yang dialami, karena sebagian besar wilayah Puskesmas Sapala adalah rawa dan sangat sulit untuk menemui tanah lapang untuk berlatih. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat para anggota Saka Bhakti Husada Puskesmas Sapala untuk serius menjalani pelatihan.

Selama kurang lebih 2 minggu berlatih secara rutin, alhamdulillah anggota saka bhakti husada Puskesmas Sapala berhasil memborong piala di SEMUA kategori lomba.

Lomba penyuluhan kesehatan dan senam germas mendapat juara 1, P3K berhasil menjuarai peringkat 2, drama kesehatan dan yel – yel berhasil meraih juara 3.

penyerahan piala untuk pemenang

Puskesmas sapala berhasil membuktikan bahwa remaja-remaja dari desa sangat terpencil dengan segala kekurangannya masih mempunyai kualitas yang sama baiknya dengan remaja-remaja di kota dalam bidang kesehatan.

Ini adalah pengalaman pertama bagi para kader kesehatan remaja Puskesmas Sapala untuk mengikuti kegiatan lomba kesehatan tingkat Kabupaten.

Sebelumnya puskesmas Sapala belum pernah mengirimkan kader remaja untuk mengikuti perlombaan karena terkendala minimnya tenaga kesehatan Puskesmas Sapala untuk melakukan pembinaan ke kader remaja. Semoga untuk kedepannya kedatangan Tim Nusantara Sehat batch 7 bisa benar-benar membantu Puskesmas Sapala untuk lebih maju.

v

Sosialisasikan Bahaya Merokok Bagi Pelajar, Tim Nusantara Sehat Puskesmas Haliwen Gelar Lomba Pidato

Belu – 24/10, siswa siswi SMA di wilayah kerja Puskesmas Haliwen mengikuti lomba pidato yang diselenggarakan oleh Tim Nusantara Sehat dan Puskesmas Haliwen.

Belu – 24/10, siswa siswi SMA di wilayah kerja Puskesmas Haliwen mengikuti lomba pidato bertemakan bahaya merokok bagi pelajar/remaja yang diselenggarakan oleh Tim Nusantara Sehat dan Puskesmas Haliwen.

Acara yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa kabuna ini diikuti siswa siswi SMA yang tersebar di 5 SMU di wilayah kerja Puskesmas Haliwen yaitu SMAN 1 Atambua, SMAN 3 Atambua, SMAN 2 Tasifeto Timur, SMA Stela Gratia, SMA Stela Maris. Masing masing sekolah mengutus 2 orang perwakilan untuk berlomba di ajang ini, jadi jumlahnya 10 peserta. Peserta di dampingi oleh guru pendamping dan suporter dari masing masing sekolah.

Sebagai juri dari kegiatan ini yaitu Ibu Adriana Fouk Runa,S.SI,A.pt, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Belu; Bapak Bene Agas, S.Gz, Kasie Promosi Kesehatan Dinkes Belu; dan Bapak Andi Karim, S. KM, Staf Promkes Dinkes Belu.

Lomba Pidato Nusantara Sehat

Yang menarik dari kegiatan ini yaitu peserta terlibat secara aktif dalam lomba, peserta berpidato dengan sangat baik, dan berimprovisasi dengan media media promkes yang mereka bawa. Peserta mampu menegaskan tentang bahaya merokok dan mengajak semua yang hadir untuk mengatakan tidak pada merokok. Kegiatan lomba ini juga diliput oleh Tim TV Belu.

Harapan kami dari Tim Nusantara Sehat yang akan purna bakti di Puskesmas Haliwen pada tanggal 29 Oktober 2017, kegiatan ini dapat mendorong siswa untuk peduli dengan permasalahan perilaku merokok di lingkungan pergaulannya. Dapat menjadi contoh bagi temannya, dapat berbagi informasi kepada teman-temannya seputar bahaya merokok bagi remaja.

Harapan dari guru-guru pendamping siswa yaitu mereka sangat mengapresiasi kegiatan lomba ini, Mereka berharap dikesempatan berikutnya akan di adakan lomba debat tentang masalah seputar kesehatan remaja terutama bahaya merokok sehingga peserta dapat lebih semangat menggali dan mempelajari tentang masalah masalah kesehatan yang dapat terjadi pada mereka.

Dinas Kesehatan juga sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kegiatan ini baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Belu, sehingga perlu menjadi contoh bagi puskesmas-puskesmas lain untuk mengadakan hal yg serupa. Dan kegiatan ini tidak selesai begitu saja tapj juga dapat di lanjutkan di tahun-tahun yang akan dapat sebagai salah satu kegiatan promosi kesehatan bagi remaja.

Kegiatan yang dimulai dari jam 9 pagi ini berakhir pada jam 2 siang. Sebagai juara perlombaan kali ini yaitu Juara 1 dari perwakilan SMAN 2 Tastim, Juara 2 dari SMA Stela Gratia, Juara 3 perwakilan dari SMAN 1 Atambua. Senang sekali bisa menyelenggarakan kegiatan ini, dan terimakasih untuk semua pihak yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Pemenang Lomba Pidato

Refreshing Kader Posyandu Desa Gedung Karya Jitu Tulang Bawang

UPTD Puskesmas Gedung Karya Jitu menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan Kader Posyandu, diikuti oleh seluruh kader di Desa Gedung Karya Jitu.

Lampung – Sabtu, 21/10/2017, UPTD Puskesmas Gedung Karya Jitu menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan Kader Posyandu.

Kegiatan ini adalah Program Desa Gedung Karya Jitu di bawah naungan UPTD Puskesmas Gedung Karya Jitu guna meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan primer di wilayah setempat.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Desa wilayah setempat dan dipandu oleh Petugas Puskesmas, Bidan Desa serta Tim Nusantara Sehat.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kader di Desa Gedung Karya Jitu.

Catatan Kecil Nusantara Sehat: “Perantau”, Kejutan yang Tak Terduga

Semua dimulai dari pemberangkatan kami ber-6 dari Tahuna menuju tempat penugasan kita selama 2 tahun yaitu di Puskesmas Kahakitang di Pulau Kahakitang.

Semua dimulai dari pemberangkatan kami ber-6 dari Tahuna menuju tempat penugasan kita selama 2 tahun yaitu di Puskesmas Kahakitang di Pulau Kahakitang. Perjalanan ditempuh dalam waktu hampir 5 jam karena kita menggunakan kapal kayu atau sebutan orang sini adalah “Taksi” yang kecepatan maksimalnya hanya sekitar 20-40 KM/Jam.

Sesampai di kahakitang, pemikiran kami langsung terbuka mengenai indahnya dan kompleks nya masalah di negeri ini karena melihat kondisi kahakitang. Disana listrik hanya menyala dari jam 6 malam hingga jam 10 malem, karena di pulau tersebut PLN belum masuk.

Untuk masalah air, pulau ini sangat bergantung dari air hujan, jika musim kemarau tiba air bergantung dari sumber mata air yang tidak banyak dan sedikit payau atau bergantung kiriman air dari tahuna.

Untuk stock bahan makanan pun pulau in juga sangat bergantung dari tahuna, karena disini tidak ada perternakkan dan untuk perkebunan atau pertanian tidak banyak tersedia juga.

Untuk fasilitas kesehatan, disini hanya ada 1 puskesmas dan ini melayani +- 12 kampung di 5 pulau yang masuk wilayah Kecamatan Tatoareng. Untuk sarana pra-sarananya pun masih jauh dari kata “baik” menurut saya, karena peralatannya benar-benar seadanya.

Tenaga kesehatan disini pun sangat kekurangan sehingga Puskesmas Pembantu yang ada disini pun tidak tercover. 

Masalah itu semua membuat kami ber-6 (Tenaga kesehatan tugas khusus individu) akan bertugas disana kaget dengan “kejutan” di pulau ini, membuat kami bingung harus mulai darimana untuk melakukan perubahan di tempat yang indah akan alamnya.

Namun kami tak patah semangat, kami yakin tugas mulia ini akan berakhir indah.

Puskesmas Kahakitang

#nusantarasehatindividu #nusantarasehat #exploresangihe #exploresulut

Catatan Kecil Tim Nusantara Sehat dari Pegunungan Latimojong

Sebagai Tim Nusantara Sehat yang ditempatkan di daerah terpencil dengan lokasi pegunungan yang membentang luas, harus punya kemampuan extra.

Tiga pendaki dari makassar yang sempat dikabarkan hilang selama 6 hari yang lalu di Pegunungan Latimojong telah ditemukan pada 16 Oktober 2017 pukul 09.00 WITA. Para pendaki semuanya selamat, mereka turun sendiri melalui gunung lebusan ke Desa Lange, Kecamatan Basse Sangtempe, Sulawesi Selatan.

Kondisinya yang lemas karena makan seadanya saat dalam kondisi tersesat, ini yang membuat tim Basarnas langsung memanggil tim Medis dari Puskesmas Basse Sangtempe yang didampingi oleh Tim Nusantara Sehat.

Sebagai Tim Nusantara Sehat yang ditempatkan di daerah terpencil dengan lokasi pegunungan yang membentang luas, tak hanya dibekali kekuatan fisik saja, akan tetapi juga pertolongan pertama pada pasien gawat darurat dengan sarana terbatas yang telah dilakukan oleh perawat Tim Nusantara Sehat Puskesmas Basse Sangtempe.

Inilah mengapa Nusantara Sehat menjadi pekerjaan menantang dan seru, tidak hanya sekedar menjadi tim kesehatan saja, akan tetapi kalian akan menjadi pecinta alam dengan nilai plus menjadi penolong pertama pada korban gawat darurat.

Saat ini para pendaki tersebut dalam kondisi membaik dan telah dirujuk ke kota palopo untuk mendapat pertolongan selanjutnya. Untuk Para Pendaki Gunung yang lain, hati-hati dalam perjalanan, jaga sikap dan tuturkatanya, semoga selamat dalam pendakian.

Tim Nusantara Sehat Puskesmas Basse Sangtempe

Capaian 5 Pilar STBM Dinyatakan 100%, Rehak Siap Deklarasi Desa STBM

“Semoga masyarakat desa Rehak akan terbebas dari penyakit yang berbasis lingkungan dengan mengaplikasikan 5 pilar STBM”, ujar Camat Welak.

Rehak – Senin, 16/10 tepat pada jam 09.00 WIT, balai desa Rehak diramaikan oleh kedatangan Tim STBM kecamatan Welak yang bertujuan untuk melaksanakan monitoring STBM di desa tersebut. Hal ini dilakukan untuk persiapan verifikasi Tim STBM kabupaten untuk selanjutnya dilakukan deklarasi desa STBM.

Dalam kesempatan tersebut, dari Tim STBM kecamatan hadir bapak Veliks janggur, SP
selaku Camat Welak beserta bapak Vitus Suparji, SP selaku Sekcam, Ibu Patrisia Sinarti Murti selaku Kepala Puskesmas Orong beserta sanitarian dan fasilitator STBM Puskesmas Orong, sanitarian dan fasilitator STBM Puskesmas Datak, Kepolisian Pospol Sub Sektor Welak dan Pol PP Kecamatan Welak. Kedatangan Tim STBM kecamatan ini disambut dengan bahagia oleh bapak Fabianus Jemahun selaku Kepala Desa Rehak beserta jajarannya.

Kegiatan tersebut diawali dengan brifing yang dipimpin langsung oleh Bapak Fabianus Jemahun selaku kepala desa Rehak, dimana beliau mengawalinya dengan sapaan hangat kepada Tim STBM kecamatan Welak dengan mengucapkan selamat datang di desa Rehak.

Kemudian untuk memudahkan monitoring 5 pilar STBM di desa tersebut, semua Tim STBM kecamatan beserta perangkat desa dibagi menjadi 4 kelompok, yang terdiri dari beberapa orang, dengan tugas di beberapa lokasi; Dusun Rehak, Dusun Manges, Dusun Wae Rii, Dusun Tueng.

Beberapa jam kemudian, tim kembali berkumpul di balai desa Rehak untuk melakukan evaluasi hasil monitoring yang dilakukan masing-masing tim di tiap pedukuhan, kegiatan evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Bapak Veliks Janggur, SP selaku Camat Welak.

Dari hasil presentasi 4 tim yang melakukan evaluasi di lapangan, diketahui capaian 5 pilar STBM di desa Rehak sudah dinyatakan 100% dan semua tim menyatakan bahwa desa Rehak siap melakukan deklarasi 5 pilar STBM.

“Semoga masyarakat desa Rehak akan terbebas dari penyakit yang berbasis lingkungan dengan mengaplikasikan 5 pilar STBM dan desa Rehak bisa menjadi percontohan bagi masyarakat desa lain, khususnya di kecamatan Welak” Ujar Bapak Veliks Janggur Selaku Camat Welak.

Inspiratif! Ini Kisah Bidan Apung Nusantara Sehat di Batas Samudra

Ini Kisah Bidan Apung Nusantara Sehat di Batas Samudra. “Saya hanya ingin melakukan yang terbaik dari apa yang saya miliki saat ini.” Inspiratif!

Seperti inilah salah satu kegiatan pelayanan kesehatan oleh @tenagakesehatan.indonesia yang ada di Pulau Pini (Kecamatan Pulau-Pulau Batu Timur, Kabupaten Nias Selatan – Sumut ), daerah ini merupakan Daerah Kepulauan yang jarak antar Desanya hanya bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan laut, itupun dengan menggunakan perahu atau kapal Nelayan yang biasa digunakan masyarakat untuk mencari Ikan.

Kali ini bercerita tentang seorang Bidan @nusantara_sehat @nusantarasehat4 @pkm.labuhanhiu yang pelayanan baik Promotif dan Preventif bahkan dalam kondisi tertentu mengharuskan ia untuk melakukan tindakan Kuratif terkait Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Keluarga Berencana (KB) di Kecamatan tersebut.

@naning_susiani yang kerap di sapa Naning ini merupakan seorang Tenaga Bidan asal Jawa Timur. Pada saat itu, ia ditemani 2 rekannya @alfha.project seorang Tenaga @kesmas.id dan @badran_saputra seorang @perawat.indonesiaa untuk memenuhi panggilan medis di Kecamatan tersebut.

Naning merupakan wanita yang terlahir di tanah Jawa yang dikelilingi tanah sawah dan atau pegunungan, namun dengan ketulusan hatinya mengabdi sebagai Tenaga Bidan tak mematahkan semangatnya untuk beradaptasi dengan asinnya air laut dan kerasnya hantaman ombak Samudera Hindia tempat ia mengabdikan diri.

Hal itu ditunjukkannya dengan kesehariannya yang selalu menantang ancaman-ancaman Laut lepas demi membantu masyarakat yang membutuhkannya, terkadang sampai harus mengenyampingkan nyawanya sendiri dalam beberapa situasi dan tindakannya.

Sejauh ini gadis kelahiran 1993 ini masih menikmati perjuangan yang hanya 2 tahun di Pulau tersebut, “Saya hanya ingin melakukan yang terbaik dari apa yang saya miliki saat ini, saya tidak ingin amanah dari @kemenkes_ri melalui program Nusantara Sehat ini tidak berbuah apa-apa nantinya setelah saya usai dari sini” ujarnya dengan nada ringan dan ceria.

@tenagamedisindonesia @medical.indonesia @tenagakesehatanindonesia @ikatanbidanindonesia_ @jokowi @indonesiabertauhidofficial @indozone.id @ndorobeii @wowfakta @jevuska @officialhitamputiht7 @kickandyshow @thecommentnet_ @tvrinasional @officialrcti @sctv @globaltvseru @netmediatama @tvonenews @metrotv @transtv_corp

Cegah Penularan HIV, Tim Nusantara Sehat PKM Nualain Periksa Warga Desa Ekin

Tim Nusantara Sehat PKM Nualain Kec. Lamaknen Selatan bersama staf Puskesmas dan bidan desa setempat melakukan pemeriksaan HIV di Desa Ekin.

Tim Nusantara Sehat PKM Nualain Kec. Lamaknen Selatan bersama staf Puskesmas dan bidan desa setempat melakukan pemeriksaan HIV di Desa Ekin, 3/10 lalu.

Kegiatan ini menyasar para Ibu hamil, penderita TB, STKI, dan masyarakat setempat. Kegiatan ini selain di Desa Ekin juga dilaksanakan di 8 desa lainnya.

Kegiatan ini dimaksudkan agar masyarakat tahu secara jelas mengenai HIV/ AIDS, mulai dari penularan, pencegahan dan pengobatannya. Karena kasus HIV/ AIDS ini sudah ada yang positif sampai meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan sekitar 50 orang warga Desa Ekin ini, 49 orang dinyatakan negatif dan 1 orang positif.

Camat dan para Kepala Desa berharap dengan diadakan pemeriksaan di setiap desa bisa menbantu dari awal dan bisa menjaga diri dan setia pada pasangan masing – masing.

Ibu Hamil lakukan pemeriksaan HIV

Ini Aksi Nyata Kami Tim Nusantara Sehat PKM Nualain Dari Batas Timor Leste – Indonesia

Ini aksi nyata kami Tim Nusantara Sehat PKM Nualain, membangun Desa Binaan, Desa Siaga Nusantara Sehat di Desa Lutharato Kec Lamaknen Selatan (batas Timor Leste – Indonesia).

Desa siaga ini dapat terwujud atas dukungan dan kerja sama Dinas Kesehatan Kab Belu, Camat Lamaknen Selatan dan Bapak Desa Lutharatao, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan seluruh masyarakat.

Ini Aksi Nyata Kami Tim Nusantara Sehat PKM Nualain Dari Batas Timor Leste - Indonesia-1

Langkah ini kami lakukan, mengingat pernah terjadi kematian ibu disini, dan jarak lokasi sangat jauh dari fasilitas kesesehatan. Kondisi jalan rusak, bebatuan lepas, kondisi jalan naik turun gunung dan ada 1 dusun disini yang harus melewati sungai.

Ada 3 dusun yang benar-benar sulit kondisi jalannya dan rusak dan tidak ada listrik, seperti pada Dusun Haulatan dan Boltoi.

Kegiatan yang kami lakukan antara lain melakukan pendampingan pembuatan jamban sederhana dan sehat di 6 dusun di Desa Lutharato.

Bukan cuma itu, kami juga membuat tali jemuran, tempat sampah dan rak piring bersama-sama. Kunci dari kegiatan ini yaitu ingin wewujudkan kesehatan yang maksimal di batas negara.

Desa siaga ini kami bentuk jejaring di dusun-dusun, ada 6 jejaring di desa tersebut diantaranya:

  1. Jejaring Dana.
  2. Jejaring Data
  3. Jejaring Donor
  4. Jejaring KIA dan ASI Esklusif
  5. Jejaring Transport
  6. dan ada tambahan Jejaring Stop Buang Air Besar Sembarang

Dengan terbentuknya desa binaan atau desa siaga kami berharap supaya masyarakat siap dan siaga dalam menagani masalah kesehatannya.

Ini Aksi Nyata Kami Tim Nusantara Sehat PKM Nualain Dari Batas Timor Leste - Indonesia-2

Puskesmas Wedomu Bersama Tim Nusantara Sehat Lakukan Lomba Bayi Balita

Puskesmas Wedomu bersama Tim Nusantara Sehat menyelenggarakan Lomba Bayi Balita. Peserta Lomba Bayi Balita kali ini adalah anak-anak Desa Bauho Dusun Boe.

Anak- anak adalah masa depan bangsa, calon-calon pemimpin dimasa yang akan datang. Sudah seharusnya kita mempersiapkannya sedari kecil, memberikan perhatian bagi mreka untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Untuk mendukung hal ini, Puskesmas Wedomu bersama Tim Nusantara Sehat menyelenggarakan Lomba Bayi Balita Rabu, 7 September 2017. Peserta Lomba Bayi Balita kali ini adalah anak-anak Desa Bauho Dusun Boe.

Maksud kegiatan ini adalah bersama kita tingkatkan kesehatan masyarakat, melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi/ balita. Aspek penilaian terdiri dari status gizi, Imunisasi, serta perkembangan motorik bayi/ balita.

Adapun Dewan Juri yang menilai beberapa aspek kriteria pada lomba ini, yaitu:

  1. Sofia Lan : Bidan Desa Bauho
  2. Adelina Marlince Taek : Tenaga Promkes Puskesmas Wedomu
  3. Maria Alinya : Tim Nusantara Sehat yang berprofesi sebagai Ahli Gizi.

Pada kesempatan ini kami memberikan apresiasi bagi ibu bayi/ balita yang terlibat pada kegiatan ini, terutama orang tua bagi bayi/balita yang memenangkan lomba ini.

Kegiatan ini diharapkan memberikan motivasi, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan bagi orang tua serta kader dalam pemantauan tumbuh kembang bayi/ balita.

Tiada harapan yang lebih indah dari kegiatan ini selain bertambahnya motivasi orang tua untuk meningkatkan status gizi anak. Agar Nusa Tenggara Timur terbebas dari Gizi Buruk.