Panggil Kami, Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung (Bag.I)

“Kehadiran Tim Nusantara Sehat dari penugasan Kemenkes sudah memberi warna indah di Puskesmas Sungai Guntung”, ujar Kepala Dinkes Kabupaten Inhil.

9 Desember setahun lalu adalah hari pertama kami ditempatkan di daerah ini. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, sampai pada pembekalan. Sebagai bukti bahwa merah putih ada dihati kami. Mungkin disana masih banyak anak pemuda yang menginginkan pengabdian ini, namun belum mendapat kesempatan untuk andil mengikuti.

Bermodalkan ilmu yang diterima dari bangku kuliah yang menjadi bekal utama profesi. Ditambah dengan pengalaman berorganisasi dan  pekerjaan yang sebelumnya ditekuni. Sebanyak 6 profesi ini, Kementerian Kesehatan RI mengamanakan tugas ini di UPT Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman.

Membahagiakan memang..

Betapa tidak, hey kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang sangat membutuhkan. Seolah-olah mewujudkan cita-cita dari bangsa ini dengan memajukan kualitas hidup mereka di bidang kesehatan.  Semoga langkah pengabdian ini memberikan bukti bahwa kita adalah bangsa yang besar dan kuat. Bangsa yang benar-benar mencintai negeri dari karunia Tuhan yang mengagumkan.

Baiklah.. Jangan lama-lama yah intronya..

Melalui tulisan ini, kami sebenarnya hendak menyampaikan tentang sesuatu yang memberikan energi positif dari jalan tim Nusantara Sehat ini. Maaf ini sebagian orang menganggap pencitraan, “biarin deh, ambil manfaatnya silahkan”. Sebuah batu loncatan yang cukup memberi perubahan besar wajah dunia kesehatan Indonesia. Sebuah titik pertemuan yang tidak bisa diremehkan. Bagaimana tidak, kita dikumpulkan dari berbagai daerah dengan meninggalkan segala kenyaman untuk berpayah mengikuti program ini.

Setelah menerima pengumuman hasil seleksi dan dinyatakan lolos untuk mengikuti pembekalan, kami dikumpulkan di Pusdikkes TNI AD Jakarta. 40 hari dilalui pelatihan baik materi dalam ruang maupun latihan fisik di lapangan, kurang lebih semacam tentara khusus kesehatan. Dipupuk di pembekalan tidak lain untuk mempersiapkan diri saat melaksanakan tugas di penempatan. Dan memang benar para alumni Pusdikkes atau Tim Nusantara Sehat ini menjadi survivor yang diakui masyarakat di tempat tugas.

“Saya mewakili masyarakat dan segenap jajaran pemerintah Kecamatan Kateman sangat bersyukur dengan adanya Nusantara Sehat di Kateman. Tim ini sangat kompak dan solid berbeda dengan program pemerintah yang sebelumnya. Program ini sudah dipersiapkan dari perekrutan dipilih orang-orang yang kuat oleh Kementerian Kesehatan.” Kata Camat Ketaman Bpk Marlis Syarif, S.Sos, MH.

Bekerja mengabdi di Sungai Guntung sama sekali tidak dikatakan mudah layaknya memasak mie instan. Membutuhkan proses, kesabaran, ketelitian dan tidak harus saklek dengan teori yang semestinya. Terdapat 3 Kelurahan dan 8 Desa di Kecamatan Kateman. Wilayah terdekat dari pusat kecamatan dapat di jangkau menggunakan kendaraan bermotor, namun ada desa-desa yang terpisah daratan harus menggunakan transportasi perahu pompong. Belum lagi, tergantung dengan cuaca dan keadaan air sungai itu pasang atau surut. Masalah pelik jika terjadi kasus darurat yang membutuhkan penanganan segera.

Disamping itu jarak antara Kecamatan Kateman dengan Kota Kabupaten di Tembilahan yang cukup jauh sekitar 170km. Satu-satu alat transportasi untuk mengantar kesana menggunakan kapal Boat (kapal cepat spit). Memiliki penduduk 43.413 jiwa yang setara dengan jumlah penduduk Kabupaten di wilayah Jawa pada umumnya. Dapat dibayangkan tanahnya sangat luas. Tempat ini sangat dikenal sebagai kawasan perkebunan hamparan kelapa dan sering disebut  dengan julukan ‘Negeri 1000  Parit Hamparan Kelapa Terbesar di Dunia’.

Dua tahun penempatan serasa tak akan cukup untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan di Kateman. Dalam waktu itu akan sia-sia jika tidak ada perubahan. Separuh waktu dari pengabdian Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung setidaknya sudah memberi warna wajah kesehatan.

“Kehadiran Tim Nusantara Sehat dari penugasan Kementerian Kesehatan RI sudah memberi warna indah di Puskesmas Sungai Guntung. Memang jika berharap signifikan itu sulit, tapi bukan berarti tidak bisa. Untuk melakukan perubahan tentunya ada langkah-langkah, apalagi perubahan besar pasti harus menggunakan langkah besar.” Kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Bpk H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes.

Sejak saat itu kami bertekad bahwa langkah Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung ini tidak boleh terhenti hanya pada waktu penugasan saja. Harus ada sosok yang bisa meneruskan perjuangan kami, apabila nanti kita tinggalkan akan tetap terus tumbuh dan berkembang. Langkah itu adalah pembinaan kader yang nantinya akan melanjutkan program ini terus dilakukan demi menjaga eksistensi kesehatan dalam jangka panjang. Nama program tersebut adalah Laskar Nusantara Sehat Kateman.

Tercatat pada tanggal 28 Oktober 2016 secara resmi 300 kader Laskar Nusantara Sehat di Kateman dilantik oleh Kepala Dinas Kesehatan dihadapan masyarakat, dan dipastikan akan terus bertambah. Terdiri para remaja sekolah yang menjadi perpanjangan tangan kami dari program Puskesmas Sungai Guntung. Inovasi ini diinisiasi oleh Tim Nusantara Sehat setelah melalui pembinaan secara insentif selama 1 tahun.

“Ini menjadi langkah positif bentuk pencegahan terhadap penyimpangan seperti kenakalan remaja, maraknya penyalahgunaan narkoba, ngelem (menghisap lem), dan pelecehan seksual yang berpotensi tinggi pada remaja.” Ungkap Kepala UPT Puskesmas Sungai Guntung Bpk Zainuddin, SKM.

Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan, sehingga para remaja berdaya dan berperilaku positif. Adapun materi yang kami latih yaitu tentang kesehatan, pendidikan, kesehatan reproduksi, napza, perilaku hidup bersih dan sehat, hiv/ims, dan kesehatan lingkungan. Hasil dari pengabdian  inilah yang menjadi pendobrak kualitas kesehatan masyarakat.

Perasaan kami sangat bersyukur dapat mengabdikan diri. Setengah waktu yang tersisa semoga dapat lebih memberi ruang untuk mengoptimalisasi tim kami bekerja disini.

“Saya profesi kesehatan masyarakat, namun enggan disebut profesi lebih tepatnya expert (keahlian). Jika ditanya bagaimana menerapkan keahlian saya ? jawabannya ya dimasyarakat. Kan sesuai judul kesehatan masyarakat..  “

Menkes Ajak Anak Muda Mengabdi Bersama Nusantara Sehat

Sudah Pernah Dengar Tentang Program Nusantara Sehat ?

Upaya Pemerintah dalam membangun kesehatan dari pinggiran melalui penugasan tim tenaga kesehatan untuk ditempatkan di Puskesmas di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan hingga daerah bermasalah kesehatan.

Peserta Program Nusantara Sehat ialah para tenaga profesional kesehatan antara lain: dokter, dokter gigi, perawat, bidan, ahli teknologi laboratorium medik, tenaga kefarmasian, tenaga kesehatan lingkungan dan tenaga kesehatan masyrakat.

Program ini telah berlangsung sejak tahun 2015, dengan mengirim 694 tenaga kesehatan untuk telah ditempatkan di 120 Puskesmas. Tahun ini (2016) Tim Nusantara Sehat periode I Tahun 2016 ini akan bertugas selama 2 tahun di 38 Puskesmas yang tersebar di 25 kabupaten di 16 Propinsi.

Program Nusantara Sehat kini menjadi program nasional dan direncanakan untuk dilaksanakan secara terus menerus. Pada akhir 2019 nanti, ditargetkan lebih kurang 1500 Puskesmas akan diisi oleh penugasan berbasis tim. Semoga Program Nusantara Sehat dapat berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan dalam menjawab permasalahan kesehatan di Indonesia.

Menteri Kesehatan, Prof Nila Moelek (19/7/2016)

“Kami imbau kepada anak-anak muda yang baru lulus agar sedikit waktunya didedikasikan kepada masyarakat, khususnya di daerah yang terpencil. Keadilan ini harus kita tegakkan, karena mereka juga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan”.

Sumber instagram @kemenkes_ri

Pendaftaran Nusantara Sehat Individual Periode I Tahun 2017 (BATCH I)

Pendaftaran Nusantara Sehat Individual Periode I Tahun 2017 (BATCH I), 20 Juni s/d 10 Juli 2017, melalui Website: nusantarasehat.kemkes.go.id.

Kemenkes kembali membuka peluang bagi Putra – Putri teraik bangsa untuk bergabung menjadi Tenaga Kesehatan Nusantara Sehat Individual. Pada Th 2017 akan direkrut sebanyak 6.000 tenaga kesehatan yang terdiri atas 9 jenis tenaga yang akan di tempatkan di Daerah Tertinggal, perbatasan dan Kepulauan seluruh Indonesia, dengan syarat sebagai berikut.

Jenis Tenaga Kesehatan yang dibutuhkan:

  • Dokter
  • Dokter Gigi
  • Bidan
  • Perawat
  • Tenaga Kesehatan Masyarakat
  • Tenaga Kesehatan Lingkungan
  • Ahli Tehnologi Laboratorium Medik
  • Tenaga Kefarmasian
  • Tenaga Gizi

Persyaratan Pendaftaran:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Usia Maksimal 40 Th
  • Tidak sedang terikat perjanjian/ kontrak kerja dengan instansi lain pemerintah/ swasta dan tidak berkedudukan sebagai CPNS/ PNS/ Calon Anggota TNI/ Polri serta Anggota TNI/ Polri
  • Status sudah menikah atau belum menikah
  • Sehat jasmani rohani
  • Bebas narkoba
  • Berkelakuan baik
  • Wajib memiliki STR yang masih berlaku (Surat Keterangan STR yang sedang diproses tidak berlaku/ tidak diterima)
  • Bersedia ditempatkan dimana saja sesuai kebutuhan Kemenkes
  • Berpartisipasi pada program JKN dengan dibuktikan memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS)

Tata Cara Pendaftaran

Dapat diunduh (download pada menu Bantuan/ Petunjuk Pendaftaran pada web: nusantarasehat.kemkes.go.id

Pendaftaran

Jadwal Pendaftaran: 20 Juni s/d 10 Juli 2017
Melalui Website: nusantarasehat.kemkes.go.id

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi HALO KEMKES:
Telp: (021) 500 567
Fax: 021 – 52921669
Email: nusantarasehat.kemkes@gmail.com

Jakarta, 20 Juni 2017
Kepala Pusat Perencanaan & Pendayagunaan SDM Kesehatan

Drs. Oos Fatimah Rosyati, M.Kes

Pendaftaran Nusantara Sehat Individual Periode I Tahun 2017 (BATCH I)

Fakta yang Kamu Musti Tahu Sebelum Berkarir Di Tim Nusantara Sehat

Salah satu program andalan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam bidang Kesehatan yang eksis adalah Tim Based Nusantara Sehat.

Salah satu program andalan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam bidang Kesehatan yang eksis adalah Tim Based Nusantara Sehat. Program ini di rekrut langsung dari Ring Satu kesehatan Indonesia, yakni sebut saja Kemenkes RI. Program ini dijalankan untuk mengatasi ketimpangan tenaga kesehatan yang terjadi.

Satu tim terdiri dari berbagai profesi kesehatan seperti dokter, dokter gigi, perawat, bidan, kesehatan masyarakat, ahli gizi, tenaga kefarmasian, tenaga kesling dan ahli laboratorium medik. Dengan berbasis tim, diharapkan dapat berkolaborasi untuk mengatasi permasalahan kesehatan langsung di masyarakat selama dua tahun.

Tentu saja tidak mudah untuk bisa bergabung menjadi anggota Tim Based Nusantara Sehat. Selain membutuhkan keahlian di bidang profesi, Nakes juga diharuskan  memiliki skill survevor, jiwa pengabdi, problem solver, dan agen perubahan.

Berikut ini 4 fakta menarik seputar Tim Based Nusantara Sehat.

  1. Seleksi Banyak Mengugurkan Calon Peserta

Langkah awal sebelum mengikuti program Nusantara Sehat ini, para calon diharuskan mendaftarkan melalui online di web nusantarasehat.kemkes.go.id. Proses seleksi ini merupakan seleksi administrasi yang dilakukan setiap calon peserta sebelum melalui proses selanjutnya. Sejak awal pembukaan program ini, banyak menjaring tenaga kesehatan dari berbagai daerah dari bermacam profesi.

Pada tahun 2015 telah ditempatkan Tim Nusantara Sehat Periode I sebanyak 142 orang di 20 puskesmas pada bulan Mei 2015 dan Tim Nusantara Sehat Periode II sebanyak 552 orang  di 100 puskesmas pada bulan Desember 2015.

Keberadaan Tim Nusantara Sehat nantinya akan memberi peningkatan pelayanan kesehatan, menggerakkan pemberdayaan masyarakat, serta memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi.

Kemudian pada tahun 2016 sebanyak 194 orang terpilih menjadi Tim Nusantara Sehat setelah melalui proses seleksi ketat. Hal ini terbukti dari jumlah pendaftar sebanyak 10.471 orang namun yang diterima hanya sekitar 2%. Dan yang belum banyak diketahui bahwa pada angkatan sebelumnya sekitar sebelas ribu pendaftar.

Selainitu, informasi yang disampaikanKepala PPSDM KemkesRI ,“Dari 7.700 yang daftar, yang diterima hanya 261 orang. Tandanya apa? Jadi Nusantara Sehat nggak gampang, seleksinya ketat,” tutur Usman usai melantik Nusantara Sehat angkatan ke-5 di Pusdikkes TNI AD, Jl Raya Bogot, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (25/11/2016).

Beliau menambahkan bahwa Nusantara Sehat nantinya akan mengabdi di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan terluar. Mereka juga akan ditempatkan di puskesmas daerah yang masih memiliki banyak masalah kesehatan.

  1. Pembekalan Bela Negara

Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi (online) dan seleksi tahap II, setiap calon Tim Based Nusantara Sehat diwajibkan mengikuti pembekalan Bela Negara. TenagaKesehatan menjalani program pembekalan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Pusdikkes TNI AD) Jakarta. Pembekalan dilakukan terutama untuk mepersiapkan mental para peserta Nusantara Sehat sebelum ditempatkan.

Pengabdian 2 tahun di daerah pelosok tentunya membutuhkan kematangan takhanya dari sisi ilmu kesehatan saja tetapi juga ketangguhan dan disiplin.

“Mereka sebelumnya sudah berpendidikan, hanya ditambah materi disiplin, jiwa juang, loyalitas terhadap tugas. Loyalitas terhadap bangsa. Jadi intinya materi ini adalah mental, fisik, dan ideologi. Orang pintarnya bagaimanapun, kalau tidak punya loyalitas terhadap Negara akan jadi bagaimana. Selepas dari pembekalan materi ini, para peserta akan menjalankan tugas sebagai petugas kesehatan di wilayah perbatasan atau daerah tertinggal selama 2 tahun,”kata Dan Kodiklat TNI AD saat melantik peserta Pembekalan Nusantara Sehat gelombang I tahun 2016.

  1. Penempatan Tugas di DTPK dan DBK

Daerah Terpencil Perbatasan Kepulauan (DTPK) dan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK) adalah sasaran penempatan Program Tim Based Nusantara Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indenesia sejak awal perencanaan. Lokasi penempatan tersebut berada di seluruh Indonesia yang diputuskan hasil seleksi Kemenkes RI. Ingat, tempat tidak dipilih oleh masing-masing orang namun ditentukan oleh Panitia Seleksi. Jadi harus  siap ditempatkan dimana saja, selagi masih NKRI. Aksitim Nusantara Sehat bukan hanya pada kesehatan tapi juga aktif bekerja sama dengan masyarakat lokal dalam membangun daerah.

  1. Pasca Pengabdian Nusantara Sehat

Beberapa calon pendaftar Nusantara Sehat pasti bertanya-tanya,”Nanti setelah 2 tahun pengabdian terus bagaimana? Apakah mau diangkat menjadi Pegawai?”.  Munculnya pertanyaan tersebut justru pada calon (belum sama sekali menjalani pengabdian). Jika kita jujur ingin mengabdi, pastinya akan fokus pada aksi dalam menjalankan tugas bukan mengharap-harap penghargaan yang ingin diterima.

Seperti yang disampaikan Ibu Menteri Kesehatan. Kita memiliki negara yang diperoleh dengan perjuangan. Kini kita harus loyal kepada negara. Ini bukan angkat senjata tapi otak,” kata Nila dalam “Public Expose Nusantara Sehat” di Usmar Ismail, Jakarta (12/1/2017).

Lantik Tim Nusantara Sehat, Menko PMK: Ini Tugas Mulia

“Hal ini tentunya selaras dengan agenda strategis Pemerintah untuk menghadirkan negara dalam menyejahterakan kehidupan masyarakat,” ujar Menko PMK.

Tantangan utama dalam pelayanan kesehatan adalah belum meratanya distribusi sumber daya manusia kesehatan meliputi dokter, dokter gigi, perawat, perawat gigi, bidan, kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, farmasi, analis laboratorium, dan tenaga gizi.

“Sampai saat ini,  telah terdistribusi tenaga kesehatan sebanyak 1.422 orang yang terbagi menjadi 251 tim dan ditempatkan di 251 Puskesmas,”ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani saat didaulat menjadi Inspektur Upacara pada “Penutupan dan Pelantikan Tim Nusantara Sehat Batch VI” di Pusdikkes kodiklat TNI AD, Kramat Jati, Jakarta Timur, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/05) sore.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK mewakili pemerintah memberikan apresiasinya atas penyelenggaraan Program Nusantara Sehat yang memiliki tujuan menempatkan tenaga kesehatan untuk dapat memberikan pelayanan di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK).

“Hal ini tentunya selaras dengan agenda strategis Pemerintah untuk menghadirkan negara dalam menyejahterakan kehidupan masyarakat,” ujar Menko PMK.

Menurutnya lagi, tenaga Kesehatan memiliki peranan penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat. Salah satunya yaitu untuk mendorong masyarakat agar mampu  meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat sehingga akan terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Hal ini merupakan investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi.

Melalui Program Nusantara Sehat para Tenaga Kesehatan akan dikirim secara Tim (Team Based), di mana diharapkan para Tim dapat secara cepat melakukan penyesuaian, sehingga permasalahan pelayanan kesehatan di Daerah tujuan dapat cepat ditangani.

Di hadapan 347 orang peserta program Nusantara Sehat batch VI ini, Menko PMK juga memberikan sejumlah pesannya seperti selalu mengutamakan keselamatan dan senantiasa menjaga kesehatan serta pesan positif lainnya. Selanjutnya, seluruh peserta program Nusantara yang akan tergabung dalam 60 tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu ini akan ditempatkan di 60 Puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia.

Diakhir sambutannya, Menko PMK berharap para Tim yang akan diberangkatkan ini dapat secara cepat melakukan penyesuaian sehingga permasalahan pelayanan kesehatan di daerah tujuan dapat cepat ditangani.  Selain itu diharapkan pula peserta Nusantara sehat dapat menjadi wakil Pemerintah dalam hal pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas di lokasi tempat yg ditugaskan.

“Tugas Tim Nusantara Sehat ini adalah tugas yang sangat mulia. Saya menaruh harapan dan penghormatan yang besar terhadap para peserta yang bergabung dalam Program Nusantara Sehat agar dapat berkonstribusi secara nyata di tempat penempatannya,” tutup Menko PMK.

Sebelum memberikan amanat, Menko PMK melakukan Penanggalan Tanda Peserta Pelatihan dan Penyematan Pin Nusantara Sehat kepada perwakilan pasukan dan memberikan pernyataan resmi atas penutupan pelatihan pembekalan Tim Nusantara ini. Hadir pada kesempatan ini Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, Asisten Teritorial dan para peserta Nusantara Sehat.

Wabup Rohil Teken MOU Program Nusantara Sehat

Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir mendapat bantuan tenaga kesehatan melalui program nusantara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir mendapat bantuan tenaga kesehatan melalui program nusantara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Hal itu dituangkan dalam MOU ditanda tangani Bupati Rokan Hilir Diwakili Wakil Bupati Rokan Hilir Drs Jamiludin, MOU Bersama menteri Kesehatan melalui Sekretaris Kementerian, Senin (8/5/2017) di Hotel Kuningan Jakarta.

Dalam MOU tersebut, Kabupaten Rokan Hilir mendapat bantuan 7 orang tenaga pendukung kesehatan yang terdiri dari Dokter, Bidan, Perawat, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Tenaga Gizi, dan Tenaga Gizi Farmasi.

Pelayanan kesehatan berbasis Tim dan Bertugas membantu Pukesmas dalam memberi pelayanan kepada masyarakat. Untuk seluruh indonesia terdapat 40 Tim yang tersebar dibeberapa kabupaten dan untuk Provinsi Riau hanya Kabupaten Rohil yang mendapatkan jatah tersebut.

Turut menghadiri Hj Dahniar,Mkes Sekretaris Dinkes Provinsi Riau Dr Riswaldi Munir,Spko, Kabid Yankes H.Ahmad, S.sos MH, Kapuskesmas Pasir Limau Kapas, dr Hj Netty Juliana, Kasubag Humas Hasnul Yamin,SE.Msi.

Sementara wakil Bupati Rokan Hilir Drs Jamiludin menjelaskan program Nusantara sehat merupakan penugasan khusus tenaga kesehatan berbasis tim untuk Pelayanan kesehatan didaerah-daerah tertinggal seperti halnya daerah perbatasan dan daerah-daetah kepulauan.

“Dengan program ini diharapkan dapat memperkuat dan memberi pelayanan kesehatan didaerah yang sulit terjangkau agar mudahnya kemeratan distribusi tenaga kesehatan serta penunjang fasilitas sudah ada,” kata Wabup.

Dikutip dari harianriau.co

Nusantara Sehat INHIL : “Beri Pelayanan Kesehatan Terbaik”

Puskesmas bukan lagi harus terfokus pada yankes saat masyarakat sakit saja. Tapi juga harus berperan sebagai agen pembangunan kesehatan di wilayahnya.

Keberadaan Puskesmas sebagai ujung tombak saat ini, bukan lagi harus terfokus pada pelayanan kesehatan saat masyarakat sakit saja. Akan tetapi, juga harus berperan sebagai agen pembangunan kesehatan di wilayahnya.

Menjadi penggerak pembangunan kesehatan artinya menjadi pemicu kemajuan kesehatan masyarakat yang akan berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat. Dengan majunya bidang kesehatan, nantinya produktifitas masyarakat juga akan bertambah semakin besar.  Dengan demikian keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari keberhasilan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo, mengajak seluruh komponen bangsa dalam membangun dimulai dari pinggiran (desa). Pengutamaan pembangunan melalui wilayah pinggiran menuju ke wilayah tengah ini tak terkecuali untuk bidang kesehatan. Pola seperti ini ingin menghadirkan Negara pada setiap jengkal tanah di Indonesia, dipelosok, terpencil, maupun daerah perbatasan sekalipun.

Salah satu kebijakan di bidang kesehatan, Pemerintah menghadirkan Nusantara Sehat, yakni penugasan khusus bidang kesehatan berbasis tim. Tenaga Kesehatan ini di rekrut langsung oleh Badan PPSDM (Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia) Kemenkes RI dengan melalui proses seleksi yang sangat ketat. Kehadiran Tim Nusantara Sehat diharapkan dapat memberi perubahan dunia kesehatan menuju pelayanan kesehatan yang paripurna.

Kabupaten Indragiri Hilir yang berada di Provinsi Riau menjadi sasaran program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berupa penempatan Tim Nusantara Sehat. Saat ini terdapat 2 Tim yang ditempatkan di UPT Puskesmas Sungai Guntung (Kecamatan Kateman) dan Batang Tumu (Kecamatan Mandah).  Tim pertamakali ditempatkan mulai tanggal 9 Desember 2015 adalah Tim Nusantara Sehat Puskesmas Sungai Guntung, kemudian diikuti pada akhir tahun 2016 untuk tim yang ditempatkan di Puskesmas Batang Tumu.

“Kegiatan turun ke desa yang menyenangkan walaupun harus jalan kaki tak apa kalau dilakukan dengan ikhlas, insya Allah ladang pahala buat kita. Karena kiri-kanan kita juga bisa lihat keindahan dan kekayaan alam sekitar pohon kelapa yang hijau meskipun jauh dari pemukiman warga.” tutur Dedeh Supriatin, SST saat turun ke Desa Sungai Teritip (Bidan Nusantara Sehat)

Dapat dibayangkan bagaimana gambaran implementasi program Nusantara Sehat yang ditempatkan di DTPK (Daerah Terpencil Perbatasan Kepulauan) dan DBK (Daerah Bermasalah Kesehatan). Pelaksanaan program kesehatan yang dilakukan tidak hanya terfokus pengobatan dalam gedung, namun juga diiringi aksi jemput bola ke masyarakat. Peningkatan upaya promotif dan preventif-lah yang terkadang lebih berdampak dalam kegiatan.

Saat ini munculnyakekinian masalah kesehatan harus di imbangi dengan kemajuan program kesehatan masyarakat. Umumnya masyarakat datang ke fasilitas kesehatan untuk berobat, baik kepada dokter praktik maupun langsung ke Puskesmas. Sedangkan jika ditelusuri sumber penyebab masalah itu dapat diantisipasi dengan pencegahan yang efektif yaitu melalui program KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi). Lebih banyak orang sakit baru berobat dibandingkan orang sehat / beresiko yang menjaga kesehatanya agar tidak sakit.

“Kunjungan nakes kali ini di salah satu desa terisolir wilayah kerja Puskesmas Sungai Guntung di Kabupaten Indragiri Hilir yang hanya bisa ditempuh berjalan kaki. Dengan kondisi jalan yang berlumpur  dan licin pada musim hujan kurang lebih dengan jarak 3 km. Namun semangat pengabdian, jarak yang kami tempuh dan lelah berjalan kaki terasa ringan ketika melihat senyuman dan antusias masyarakat menyambut.” Ujar Ns.Hendri H,S.Kep (Perawat Nusantara Sehat).

Mendatangi masyarakat yang belum tersentuh pelayanan kesehatan menjadi pilihan dalam upaya pelaksanaan program promosi kesehatan. Tenaga Kesehatan merasa memiliki tanggungjawab untuk menurunkan resiko masalah kesehatan dengan memberikan pelayanan turun lapangan. Hal itu tidak lain timbul dari harapan besar untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di lokasi penempatan kami (Tim Nusantara Sehat).

PENDAFTARAN NUSANTARA SEHAT PERIODE II TAHUN 2017

Kemekes kembali membuka peluang bagi anda untuk bergabung menjadi Tenaga Kesehatan Nusantara Sehat di 188 lokus puskesmas seluruh Indonesia.

Kementerian Kesehatan melaksanakan program Nusantara Sehat sejak tahun 2015-2016, telah mengerahkan 1422 orang tenaga kesehatan ditempatkan pada 251 lokus puskesmas pada 91 Kabupaten/Kota di 28 Provinsi se Indonesia, meliputi 9 jenis tenaga kesehatan, yaitu dokter, dokter gigi, perawat, bidan, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium medik, gizi, dan kefarmasian.

Pada tahun 2017 Kementerian Kesehatan kembali membuka peluang bagi Putra dan Putri Bangsa untuk bergabung menjadi Tenaga Kesehatan Nusantara Sehat di 188 lokus puskesmas seluruh Indonesia, dengan persyaratan sebagai berikut :

Jenis tenaga kesehatan yang dibutuhkan :
Dokter *
Dokter gigi
Tenaga Kesehatan Lingkungan
Ahli Tehnologi Laboratorium Medik
Tenaga Gizi
* Pasca Internship, pendaftaran dapat menggunakan STR Internship

Persyaratan Pendaftaran :
Warga Negara Indonesia (WNI)
Usia maksimal 35 tahun untuk dokter dan dokter gigi, 30 tahun untuk tenaga kesehatan lainnya
Tidak sedang terikat perjanjian/kontrak kerja dengan instansi lain pemerintah/swasta dan tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS/Calon Anggota TNI/Polri serta Anggota TNI/Polri
Belum menikah, dan bersedia tidak menikah selama 6 bulan masa penugasan
Sehat jasmani rohani
Bebas narkoba
Berkelakuan baik
Wajib memiliki STR yang masih berlaku (Surat Keterangan STR yang sedang diproses tidak berlaku/tidak diterima)
Bersedia ditempatkan dimana saja sesuai kebutuhan Kementerian Kesehatan
Berpartisipasi pada program Jaminan Kesehatan Nasional dibuktikan dengan memiiki Kartu Indonesia Sehat (KIS)

File-file yang harus diupload saat pendaftaran :
1. Pas Foto
2. Scan Ijasah
3. Scan STR yang masih berlaku
4. Scan KTP
5. Scan Kartu Keluarga
6. Sertifikat pelathan
Semua file yang diupload harus kurang dari 250kb

**Bagi peserta yang sudah pernah mengikuti proses pendaftaran pada periode yang lalu, akun masih dapat digunakan dan apabila lupa password dapat mengakses menu lupa password pada saat login.

Pendaftaran Nusantara Sehat Periode II 2017

TATA CARA PENDAFTARAN
Dapat di unduh (download) pada menu Bantuan / Petunjuk Pendaftaran pada
website : nusantarasehat.kemkes.go.id

PENDAFTARAN
Jadwal Pendaftaran : 4 April – 16 April 2017
Melalui Website : nusantarasehat.kemkes.go.id

PENGUMUMAN
Hasil Seleksi Administrasi : 19 April 2017

PELAKSANAAN
Seleksi Tahap 2 : 25 – 29 April 2017

Informasi Lebih Lanjut Dapat Menghubungi HALO KEMKES :
Telp : (021)500567
Fax : 021-52921669
WA/SMS : 0821 1380 8625
Email : nusantarasehat.kemkes@gmail.com

SUMBER

Update informasi terbaru melalui akun resmi Kementrian Kesehatan RI
Website : sehatnegeriku.kemkes.go.id
Facebook Fanpage : Kementerian Kesehatan RI
Twitter : @KemenkesRI
Instagram : @kemenkes_ri

Jamban Sehat di Pulau Enggano Warisan Tim Relawan Nusantara Sehat

Sebanyak delapan orang yang tergabung dalam program Nusantara Sehat di Pulau Enggano akan segera meninggalkan pulau yang berada di samudera Hindia lantaran waktu pengabdian mereka akan segera berakhir.

Ini dikatakan oleh salah seorang relawan yang berasal dari Provinsi Bengkulu, Elza Puspita Sari Jum’at (31/03/2017) jika masa mengabdi yang telah dilakukan oleh tim relawan nusantara sehat telah berjalan selama 2 tahun terhitung sejak tanggal 01 Mei 2015 dan berakhir 30 April 2017, dari pengabdian yang dilakukan oleh tim relawan Nusantara Sehat telah banyak memberikan pencerahan terhadap pola hidup masyarkat di Pulau Enggano, salah satunya diadakanya Arisan Jamban di desa Banjarsari Pulau Enggano dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 30 KK, yang saat ini telah meluas hingga ke tiga dusun yang termasuk dalam wilayah desa Banjarsari, serta dikemukakan oleh Elza jika dalam waktu dekat ini nantinya akan merambat ke desa Meok, ini menandakan bahwa program arisan jamban dapat diterima oleh masyarakat Enggano.

“Kita pada April mendatang akan selesai di Enggano dan akan pulang kembali ke wilayah masing – masing, program arisan jamban yang kita galakan juga sudah menjadi pedoman masyarakat untuk memulai hidup yang sehat tentunya, ini berlanjut ,” kata Elza.

Kemudian Elza juga menuturkan bahwa selain arisan jamban yang sebelumnya menjadi program terdepan bagi mengubah pola hidup masyarakat Enggano yang sehat, tim relawan enggano juga dalam waktu dekat akan melakukan kegiatan sosial lainya seperti melakukan bantuan pemenuhan alat tulis bagi para siswa yang kurang mampu serta juga diuatarakan oleh Elza bahwa juga akan diadakan sunat masal secara gratis serta pemasangan implan, sunat masal program yang dibuat oleh tim relawan enggano ini merupakan sebuah program penutup mereka sebelum meninggalkan Pulau Enggano, namun Elza juga menuturkan bahwa guna menjalankan program ini, pihaknya masih terkendala persoalan dana yang dirasa cukup besar.

“Saat ini kita tengah menyiapkan beberapa program penutup yakni sunatan masal pemasangan Implan dan memberikan bantuan alat tulis kepada anak – anak yang ada di enggano,”ujarnya.

Namun meski demikian dijelaskan lagi oleh Elza bahwa meski masa pengabdian mereka akan berakhir dalam waktu dekat, akan ada tim relawan Nusantara Sehat yang akan mengemban tugas yang telah lebih dahulu dijalankan mereka.

“Akan ada yang baru nantinya untuk meneruskan ini semua,”ujarnya.

Untuk diketahui juga Delapan relawan yang berasal dari lulusan perguruan tinggi Ilmu kesehatan dan kedokteran se Indonesia merasa prihatin dengan masyarakat Pulau Enggano mengabdi di daerah itu. Kedelapan relawan itu berasal dari seluruh Indonesia menjadikan Enggano sebagai desa binaan. Relawan Nusantara Sehat merupakan program Kementerian Kesehatan melibatkan puluhan pemuda yang berasal dari seluruh Indonesia program tahun 2016. Tim relawan ini tidak saja bekerja membantu masyarakat di bidang kesehatan namun juga bidang pendidikan.

SUMBER