Percepatan Penanggulangan TB, SSR Aisyiyah TB HIV Care Audiensi Dengan Bupati Sragen

Percepatan Penanggulangan TB, SSR Aisyiyah TB HIV Care Audiensi dengan Bupati Sragen, didampingi Pimpinan Daerah Muhammadiyah & Aisyiyah, Selasa 19/12/2017.

SSR Aisyiyah TB HIV Care Kabupaten Sragen melakukan audiensi dengan Bupati Sragen bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bapak Abdullah Afandi, M.Ag dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Ibu Pudji Astuti, S.Ag serta Tim SSR Aisyiyah Care, Selasa 19 Desember 2017.

Pertemuan kali ini dalam rangka percepatan penanggulangan TB di kabupaten Sragen. Peningkatan penemuan suspek pada bulan Juli – November sebanyak 384 dan 90 kasus penderita positif TB menunjukkan angka kenaikan di bulan sebelumnya.

Ini perlu gerak cepat dan saat ini 48 kader TB  tersebar di 8 kecamatan (Sragen Kota, Masaran, Kedawung, Sidoarjo, Ngrampal. Karangmalang, Sambirejo dan Gondang).

Harapan kami tahun depan masih dengan lembaga Donor yang sama yaitu The Global Fund, mampu menambah jumlah daerah kecamatan intervensi sehingga eliminasi TB di masyarakat akan semakin cepat.

Oleh karena itu kami meminta dukungan dan support terhadap Pemerintah kabupaten sragen melalui Ibu Bupati dr. Kusdinar Utung Yuni Sukowati agar kegiatan penanggulangan TB ini memiliki payung hukum yang jelas yaitu Perda yang mengatur tentang TB.

Sehingga terkait pendanaan tidak menjadi kendala apabila di tahun 2020 nanti Global Fund menarik diri dari pendanaan. Hal tersebut akan dikomunikasi dengan OPD terkait yaitu Dinas Kesehatan terkait penganggaran dana yang akan di masukkan pada APBD di tahun 2018.

Peran Muhammadiyah sebagai NGO melalui organisasi ortom aisyiyah mendukung penuh usaha penanggulangan penyakit menular tersebut dan berusaha memutus mata rantai penyebaran kuman TB dengan berbagai metode sosialisasi dan pengajian pengajian yang secara langsung mampu menjaring suspek dan penderita TB. Akses informasi terkait TB telah tersampaikan oleh kader Aisyiyah Care dan acceptability/ penerimaan informasi terkait TB ini sudah banyak dipahami di sebagian masyarakat Sragen.

Kemudian menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan (Puskesmas & Rumah sakit) untuk meningkatkan pelayanan suspek TB maupun pasien TB sesuai dengan Progam Dots Pemerintah, misalnya menyediakan Pojok Dots, ketersediaan TCM (Tes Cepat Molekuler ), masker dan obat.

Kami berharap dukungan dari Legislatif, eksekutif, Ormas, KPA, DKK dan peran aktif masyarakat akan semakin cepat menyelesaikan permasalahan TB yang ada di Sragen.

TB HIV Care Aisyiyah Sragen dengan Bupati

Puskesmas Pelangiran Lakukan Penyuluhan TBC di Desa Wonosari

Selasa 12 September 2017, UPT Puskesmas Kecamatan Pelangiran mengadakan sosialisasi penyakit TB di Balai Desa Wonosari.

Untuk mencegah penyakit TBC yang sulit diberantas dimasyarakat karena minimnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini UPT Puskesmas Kecamatan Pelangiran mengadakan sosialisasi penyakit TB.

Acara penyuluhan ini dibuka langsung oleh Bapak Alif Fauzy selaku Kepala Desa Wonosari. Dalam sambutannya beliau menghimbau kepada warganya untuk waspada dengan penyakit ini, karena penyakit ini penularannya sulit dideteksi dan penyebaran virus ini sangat sulit dihindari.

Kepala desa juga menghimbau warganya bila ada warganya bila ada tanda-tanda gejala teserang TBC segera mengecek ke Puskesmas agar bisa mengetahui warganya ada terserang penyakit tersebut.

Dalam penyuluhan tersebut, Wahyu Ramadhan,SKM selaku Tenaga Promosi Kesehatan UPT Puskesmas pelangiran menghimbau, agar masyarakat dapat mewaspadai akan penularan penyakit TB ini.

Bila ada satu warga terinfeksi penyakit TB segera untuk diajak berobat mengecek sample dahaknya untuk mengetahui si penderita positif atau negatif terserang TB. Apabila ada warga yang positif terserang maka pasien tersebut diharapkan berobat tuntas 6 bulan minum obat secara rutin sampai dinyatakan sembuh oleh tenaga kesehatan. Karena apabila penderita tidak sampai tuntas minum obat dan sakit semakin parah, maka kematian yang akan jadi ancamannya. Seperti kita tahu, Penyakit TB ini masih merupakan penyakit nomer tiga mematikan di Indonesia.

Ia juga menghimbau masyarakat untuk melaksanakan pola hidup bersih dan sehat agar terhindari dari segala penyakit.

Acara ini dilaksanakan di Balai Desa Wonosari, Selasa 12 September 2017. Dihadiri oleh Kepala Desa, Kepala UPT Puskesmas Pelangiran, Dokter Puskesmas, Staff Puskesmas, warga desa dan kader kesehatannya.

Harapan kami selaku tenaga kesehatan dengan penyuluhan ini masyarakat dapat memahami apa itu penyakit TBC dan mengurangi sentimen masyarakat desa bahwa penyakit TB itu adalah penyakit guna-guna atau kutukan. Dan kami mengaharapkan penyakit ini tuntas untuk Indonesia Sehat.