Hadiri Majelis Taklim, Puskesmas Pelangiran Edukasi Tentang Garam Beryodium

UPT Puskesmas Pelangiran melakukan penyuluhan garam yodium di pengajian majelis taklim Kelurahan Pelangiran, Jumat 26 Januari 2018.

Hubungan keadaaan alam geografi dan lingkungan dengan kejadian gangguan akibat kurang yodium (GAKY) masih menjadi masalah gizi di Indonesia. GAKY adalah rangkaian efek akibat kekurangan yodium pada tumbuh kembang manusia. Untuk itu, UPT Puskesmas Pelangiran melakukan penyuluhan garam yodium di pengajian majelis taklim Kelurahan Pelangiran.

Acara penyuluhan dibuka oleh Ibu Camat Pelangiran, Ibu Fitriani, S.Pd, beliau menyampaikan kepada peserta pengajian majelis taklim untuk seksama mendengarkan apa yang akan disampaikan pihak narasumber, agar kita semua dapat mengetahui apa kegunaan dari penggunaan garam yodium dan dapat terhindar dari hal yang tidak diinginkan bila tak menggunakan garam beryodium.

dr.Panggih Sekar Palupi, dokter umum UPT Puskesmas Pelangiran selaku narasumber menyampaikan agar para ibu-ibu pengajian menggunakan garam beryodium. Hal ini dapat menghindarkan keluarga dari penyakit gondok, keguguran dalam kandungan, tumbuh kembang anak yang tidak maksimal. Dan dengan menggunakan garam yodium dapat meningkatkan kecerdasan anak kita.

Apabila kita masih ragu dalam membeli garam itu mengandung yodium apa tidak, kita dapat mengetesnya dengan cairan yodium test yang dapat dibeli di apotek terdekat.

Acara ini dilaksanakan di majelis taklim Kelurahan Pelangiran, Jum’at 26 Januari 2018 pukul 15.00 WIB yang dihadiri oleh ibu Camat Pelangiran, ibu-ibu pengajian, kader kesehatan,dan staf UPT Puskesmas Pelangiran.

dr.Panggih Sekar Palupi, dokter umum UPT Puskesmas Pelangiran

Gudiken Jadi Penyakit yang Sering Dialami Santri, Ini Sebabnya

Kabid Kesehatan Dinkes Kendal dr Sri Handoko menjelaskan, penyuluhan kesehatan di Pesantren akan rutin diadakan agar kesehatan para santri tetap terjaga.

Puluhan santri di Pondok Pesantren Al Ulya Kedungsuren, Kecamatan Kaliwungu Selatan nampak serius mendengarkan penyuluhan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kendal, Rabu (19/04/2017).

Satu diantaranya Ahmad Faiz, santri dari Pandeglang, Banten baru tahu kalau di lingkungan santri tersembunyi berbagai penyakit.

“Alhamdulilah… saya senang ada penyuluhan kesehatan jadi tahu cara hidup sehat, ” ujar siswa yang duduk di kelas VII ini, Rabu (19/04/2017)

Kepala Puskesmas Kaliwungu Selatan, Dr Hesti Sulistyaningsih mengungkapkan, penyakit yang sering di derita oleh para santri adalah penyakit kulit diantaranya skabies atau gudiken.

Menurutnya, penyakit skabies bersifat menular sehingga para santri di lingkungan pondok pesantren harus bisa menjaga diri dan kesehatan.

“Penyakit ini bisa disembuhkan dan dicegah melalui penanaman hidup bersih dari diri sendiri serta lingkungannya” ujar Hesti

Dia berharap Pondok pesantren Al Ulya nantinya bisa menjadi contoh ponpes tanpa penyakit skabies.
Untuk itu, Hesti menghimbau agar para santri menjaga kebersihan kamar, mencuci sprai minimal satu minggu sekali dan menjaga kebersihan lingkungan.

Kabid Kesehatan Dinas Kesehatan Kab Kendal dr Sri Handoko menjelaskan, penyuluhan kesehatan di Pondok Pesantren akan rutin diadakan agar kesehatan para santri tetap terjaga.

“Santri adalah harapan masyarakat, dan calon pemimpin bangsa, sehingga itu santri harus sehat dan kuat tidak boleh mudah sakit” pesan Handoko.

Pengasuh Ponpes Al Ulya Kedungsuren, Kyai Khoiruddin al Hafidz mengucapkan terima kasih. Tidak hanya memberikan penyuluhan namun Dinas Kesehatan Kendal juga memberikan bantuan berupa alat kebersihan dan obat-obatan.

“Semoga penyuluhan ini bisa menambah wawasan para santri untuk hidup sehat dan bersih sehingga bisa belajar dengan nyaman” tuturnya.

SUMBER