Bingung Pilih Peminatan Kesmas? Ini Nih Panduan Buat Kamu Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Untuk Prodi Kesehatan Masyarakat di Umitra Lampung sendiri ada peminatan unggulan seperti Epidemiologi, Promosi Kesehatan, K3, Kespro, MPK.

Kamu yang masih bingung dengan peminatan kesmas, di kesehatan masyarakat itu kan ada Peminatan Epidemiologi , Biostatististik, Kesehatan Lingkungan, Manajemen Pelayanan Kesehatan, K3, Gizi dll. Disitu kamu bisa mengexplore minat dan bakat kamu seiring dengan apa yang kamu sukai.

Nah, misalkan tidak dibuka peminatan apa yang diinginkan, jangan berkecil hati, siapkan diri kamu untuk membuka hati melihat peluang peminatan lainnya. Harus move on dari peminatan yang kamu sukai. Ingat, Salah peminatan bukan berarti salah masa depan?!

Kalo kepingin peminatan yang kamu inginkan dibuka, kamu bisa aja jadi sales dadakan yang cari pelanggan supaya mau masuk ke peminatan yang kamu sukai juga, kebayang serunya kan?

Maka dari itu kamu tentu harus mempersiakan diri, mencari tahu dan tentunya memahami tentang peminatan yang ada di kampus kamu.

“Untuk Prodi Kesehatan Masyarakat di Umitra Lampung sendiri ada peminatan unggulan seperti Epidemiologi, Promosi Kesehatan, K3, Kespro, MPK. Kalau dilihat dari prospek kerja untuk saat ini barangkali K3. Karena Pemerintah saat ini pembangunan infrastruktur jadi prioritas, dan disitu tentu profesi K3 dibutuhkan, tapi tergantung kebijakan juga”, ujar Sefa Arief Hermawan, M.Kes, salah satu pengajar di Kampus Umitra Lampung.

Berikut ini sekilas tentang gambaran prospek kerja lulusan dari masing-masing peminatan:

Epidemiologi

Singkat cerita, epidemiologi adalah ilmu yang belajar mengenai distribusi penyakit, frekuensi penyebaran penyakit, dan juga faktor determinan yang mempengaruhi distribusi dan frekuensi penyakit di populasi. Untuk tahu distribusi dan faktor resikonya, mahasiswa akan dibekali pemahaman mengenai desain penelitian yang beragam. Seperti penyakit menular dan tidak menular, ternyata untuk mengetahui distribusi dan faktor resikonya dalam satu populasi diperlukan ilmu epidemiologi yang khusus.

Untuk mahasiswa lulusan peminatan epidemiologi, bisa mengabdi diberbagai institusi terutama yang berfokus pada penelitian penyakit seperti Yayasan Pelita Ilmu, Yayasan Kes Perempuan, PKBI, World Vision, Plan International, dsb.

Kesehatan Keselamatan Kerja (K3)

Kumpulan pekerja merupakan komunitas yang ada pada lingkungan kerja. Mereka banyak beraktivitas ditempat kerja setiap harinya. Ditempat kerja ini, banyak sekali risiko yang bisa berdampak pada kesehatan pekerja. Oleh sebab itu, mahasiswa kesehatan masyarakat juga perlu untuk bisa memberikan promosi kesehatan, budaya kesehatan dan keselamatan dalam bekerja. Untuk dapat memberikan promosi kesehatan yang tepat dengan pekerja, diperlukan kemampuan untuk dapat menghitung dan mengendalikan risiko pekerja. Hasilnya dapat diaplikasikan di lapangan kerja dalam bentuk regulasi kantor ataupun perilaku.

Untuk mahasiswa lulusan K3, biasanya bekerja di perusahaan/ industri/ pabrik dalam bidang Health and Safety Environment mulai dari perusahaan pertambangan hingga perusahaan farmasi, makanan, ataupun tekstil.

K3 merupakan peminatan kesmas unggulan di Umitra

Promosi Kesehatan

Mahasiswa peminatan ini adalah orang-orang yang jago banget untuk membuat metode penyuluhan dan promosi kesehatan. Mereka belajar mengenai pendekatan kepada masyarakat, psikologi dasar, dan juga penyusunan kurikulum hingga monitoring evaluasi. Buat kamu yang suka dengan bidang kesehatan dan punya kreativitas yang tinggi, pas banget untuk bisa masuk di peminatan ini. Lulusan peminatan ini akan banyak mempromosikan kesehatan secara langsung atau pun melalui media.

Sebagai tenaga Promosi Kesehatan Masyarakat, anda dapat bekerja di Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit, Asuransi Kesehatan, dan lembaga-lembaga CSR/ NGO.

Manajemen Pelayanan Kesehatan

Mahasiswa yang concern dengan sistem kesehatan pas banget kalau masuk peminatan ini. Disini, kita akan belajar mengenai kebijakan kesehatan yang tepat sesuai kondisi negara, ekonomi kesehatan dimana kesehatan yang dipandang secara ekonomi, perhitungan distribusi tenaga kesehatan beserta fasilitas pelayanannya, manajemen keuangan bidang kesehatan dan juga manajemen program kesehatan di Indonesia. Selain itu, mahasiswa di peminatan manajemen pelayanan kesehatan juga perlu mengetahui mengenai persoalan pelayanan kesehatan kepada pasien yang tidak dapat ditangani oleh pengadilan.

Kalau lulusan MPK ini, super strategis ranah kerjanya. Insya Allah dimana aja bisa, mulai dari pusat penelitian kebijakan kesehatan hingga praktisi program juga bisa, mulai dari Puskesmas, Dinas Kesehatan, Kementerian Kesehatan, NGO, dll.

Prodi Kesehatan Masyarakat Umitra sejak tahun 2015 menerapkan Kurikulum Nasional (Kurnas) KKNI Sarjana Kesehatan Masyarakat, dan untuk semester peminatan bagi kelas reguler ada di semester 4 dan bagi kelas transfer/ pindahan ada di semester 2.

Sebelumnya nanti akan diadakan sosialisasi mengenai peminatan dan prospek pekerjaan yang sesuai dengan peminatan dan prospek pekerjaan yang sesuai dengan peminatan yang sesuai dengan peminatan yang akan dipilih oleh mahasiswa sendiri.

Semua peminatan pada prinsipnya baik semua asalkan tekun dan rajin dalam perkuliahan dan praktik yang diberikan di masing-masing peminatan dan yang utama disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan.

Bebas Stunting Untuk Mengejar Bonus Demografi Indonesia Sehat, Cerdas dan Produktif

S1 IKM STIKIM gelar “SEMINAR KESEHATAN NASIONAL 2018. Tema “Bebas Stunting Untuk Mengejar Bonus Demografi Indonesia Sehat, Cerdas dan Produktif”.

S1 IKM STIKIM proudly present, “SEMINAR KESEHATAN NASIONAL 2018”.

Tema “Bebas Stunting Untuk Mengejar Bonus Demografi Indonesia Sehat, Cerdas dan Produktif”

Tentunya dengan menghadirkan pembicara hebat yang tidak kalah menarik, diantaranya:

Keynote Speaker :
dr. Anung Sugihanto, M.Kes, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI*

  • dr. Imran Agus Nurali.,Sp.KO, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI
  • Iing Mursalin, M.Si, Direktur PKGBM Millenium Challenge Account Indonesia
  • dr. BRW Indriasari Sp.A, M.Si, Med. M.Kes, Dokter Anak RS Puri Mandiri Kedoya & RSUD Mampang Prapatan
  • Ns. Nana Supriyatna, M.Kep.,Sp.Kep.Kom, Ketua PPNI Jakarta Pusat.

MODERATOR*

  • Dr. Sobar, S.Psi, MKM
  • Arseka Pertiwi, Amd. Keb

CATAT TANGGALNYA!

Dont forget to mark your calendar !!!!
📆Sabtu, 03 Februari 2018
⏰ 07.00-14.00 WIB
🏬Gedung BPPT, Jl. M. H Thamrin No. 8 RT 02/RW 01, Menteng, Jakarta Pusat.

Pembayaran :
📎PRE-SALE = Rp. 175.000,-
📎ON THE SPOT = Rp. 200.000.-

Fasilitas:
📍Sertifikat ber-SKP 9 *SKP (2 SKP IAKMI, 2 SKP IBI, 1 SKP PPNI, 2 SKP PERSAGI, 2 SKP HAKLI)*
📍Seminar kit
📍Snack
📍Lunch
📍Doorprize
📍Mini Konser

Pendaftaran:
Bit.ly/SemnasSTIKIM2018

Cara Pembayaran:
💵Pembayaran langsung : Gedung HZ Jl. Harapan No. 50 Lenteng Agung.
💳Via transfer : No rek BNI. 610679168 a.n Mifta Ulyasari

Konfirmasi pembayaran : NAMA LENGKAP_INSTANSI_PRODI/JABATAN
Contoh : HAMIMAH_STIKIM_KESMAS_
Cantumkan gelar jika ada dan kirim foto bukti transfer ke. 085782599684 (Mifta)

Apabila ada yang kurang jelas ataupun ingin bertanya terkait acara bisa hubungi CP dibawah ini:
Contact person :
Darusman (087837540778)
Mifta (085782599684)

Special Performence
Lutfi Aulia *Artis Hits Jaman Now*

Grab it fast!

Bebas Stunting Untuk Mengejar Bonus Demografi Indonesia Sehat, Cerdas dan Produktif

Olah Barang Bekas Saat PBL, Bawa Mahasiswi Kesmas Ini Jadi Alpha Zetizen Sulawesi Barat

Mahasiswi Prodi Kesmas Universitas Al Asyariah Mandar Sulawesi Barat ini lolos tingkat provinsi mengikuti seleksi tingkat nasional “Zetizen Summit”.

Elvit Indirawati, mahasiswi prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar Sulawesi Barat berhasil lolos tingkat provinsi mengikuti seleksi tingkat nasional “Zetizen Summit” dalam rangkaian kompetisi Zetizen National Challenge Go to New Zealand 2017 di Surabaya.

Demikian ditegaskan Rektor Unasman Polman, Dr Chuduriah Sahabuddin, M.Si kepada media Kamis (21/9/2017).

Dijelaskan, kegiatan ini diselenggarakan oleh Zetizen Jawa Pos Group yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar New Zealand.

“Aksi pengelolahan barang tak terpakai menjadi lebih bermanfaat  disalah satu desa saat menjalankan Praktek Belajar Lapangan bersama teman-temannya mampu membawanya menjadi  Alpha Zetizen Sulawesi Barat,” tegas Chuduriah.

Pengumuman tersebut  dirilis oleh Radar Sulbar dalam edisi Zetizen tanggal 18 September 2017.   Sebelumnya telah melalui seleksi ketat, dari 50 besar finalis, kemudian jadi 20 besar, terpilihlah 5 besar finalis disetiap provinsi dan nantinya akan terpilih 1 mewakil provinsi untuk berangkat ke New Zealand.

Mewakili Sulawesi Barat Elvit Indirawati bersama  empat orang finalis lain dari beberapa kabupaten tengah mempersiapkan beberapa keperluan penunjang penilaian untuk kompetisi Zetizen National Challenge Go to New Zealand 2017.

Kegiatan Zetizen Summit akan diselenggarakan pada tanggal 25-28 September 2017.

Namun, menurut Elvit Indirawati ia akan berangkat ke Mamuju  23 September untuk persiapan bersama rekan-rekannya dari kabupaten lain tegasnya.

Sumber bonepos.com

Pengabdian Masyarakat, Prodi Kesmas STIKes Kuningan Edukasi Kesehatan Murid SD dan Ponpes

Prodi Kesmas STIKes Kuningan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di SDN 1 Nusaherang dan Pondok Pesantren Madrasah Tsanawiyah Al-Ikhlas Jambar.

Rabu, 09 Agustus 2017, dosen dan mahasiswa Prodi Kesmas melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di SDN 1 Nusaherang dan Pondok Pesantren Madrasah Tsanawiyah Al-Ikhlas Jambar, Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Kesmas.

Pelaksanaan pengmas pada kesempatan ini dibagi menjadi dua tim. Tim pertama melakukan penyuluhan di SDN 1 Nusaherang dengan sasaran siswa-siswi kelas IV, V dan VI. Kegiatan diawali dengan melakukan pretest kepada semua siswa siswi dan dilanjutkan dengan pemberian materi penyuluhan. Adapun materi penyuluhan yang disampaikan yaitu tentang cuci tangan pakai sabun (CPTS), kesehatan gigi dan mulut serta tentang jajanan sehat. Siswa-siswi kelas IV mendapatkan penyuluhan tentang cuci tangan pakai sabun. Materi disampaikan dengan cara menampilkan video yang berisi langkah-langkah cara mencuci tangan yang benar.

Siswa siswi kelas V mendapatkan materi tentang jajanan sehat yang disampaikan melalui permainan Kwartet. Sedangkan siswa siswi kelas VI mendapatkan materi tantang kebersihan gigi dan mulut yang disampaikan melalui permainan UNO.

Selanjutnya Tim Kedua memberikan penyuluhan tentang rokok di Madrasah Tsanawiyah Al-Ikhlas Jambar yang berlokasi tidak jauh dari SDN 1 Nusaherang. Media yang dipakai dalam menyampaikan materi yaitu dengan memutar video tentang bahaya rokok bagi kesehatan. Media penyampaian materi yang digunakan pada kesempatan ini merupakan hasil kreatifitas mahasiswa Kesmas dalam mengembangkan media promosi kesehatan, dengan tujuan agar materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan menarik perhatian khususnya bagi anak sekolah.

Partisipasi para siswa siswi sangat baik terlihat dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang muncul ketika sesi tanya jawab berlangsung. Kegiatan diakhiri dengan posttest serta pemberian doorprize bagi siswa siswi yang dapat menjawab pertanyaan.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar dan harapannya, melalui kegiatan ini Prodi Kesehatan Masyarakat STIKes Kuningan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat disekitarnya.

Mahasiswa STIKes Umitra Lampung Praktek Pemeriksaan Air Bersih di Wilayah Puskesmas Godean II

Di hari kedua, melakukan kegiatan khususnya peminatan epidemiologi melakukan pemantauan kualitas air bersih di Wilayah Puskesmas Godean II.

Hallo guys, kenalin nih, aku Sigit dari STIKes Umitra Lampung.

Ini ceritaku saat melakukan Praktek kerja Lapangan (PKL) di Jogja, tepatnya di Puskesmas Godean II. Aku bersama rekan yang lain dibagi menjadi 2 kelompok,  peminatan Promkes (3 Orang) dan Peminatan Epidemiologi (3 Orang ).

Kegiatan PKL sendiri mulai dilaksanakan di Puskesmas Godean II dari tanggal 8 Agustus 2017 dan dijadwalkan berjalan selama 2 pekan kedepan.

Awal kegiatan PKL, kami Mahasiswa membantu melakukan Imunisasi MR ( Measles & Rubella) di beberapa sekolah TK dan SD. Rekan peminatan Promkes melakukan Penyuluhan bersama Petugas Kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Godean II.

Di hari kedua, melakukan kegiatan khususnya peminatan epidemiologi melakukan pemantauan kualitas air di desa Sangonan Sidorejo. Sampel air lalu dimasukan ke dalam dirigen dan botol khusus untuk dibawa ke Lab Kesehatan Sleman bersama petugas Puskesmas.

Kegiatan PKL di Puskesmas Godean II akan terus berlanjut, nantikan cerita selanjutnya ya guys hanya di Kesmas-ID.com

Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat STIKes Kuningan Presentasikan Penelitiannya di International Conference on Public Health

Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat STIKes Kuningan, berkesempatan mempresentasikan hasil penelitiannya di 3rd International Conference on Public Health

Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat STIKes Kuningan, Nissa Noor A., S.KM., MKM, berkesempatan mempresentasikan hasil penelitiannya di International Conference on Public Health, 27-29 Juli 2017, di Hotel Armad Petaling Jaya, Kuala Lumpur Malaysia.

ICOPH adalah konferensi internasional yang membahas berbagai bidang ilmu kesehatan yang mengundang para akademisi, peneliti, mahasiswa dan praktisi kesehatan baik dari institusi kesehatan pemerintah maupun swasta untuk bertemu dan bertukar ide serta mendiskusikan isu-isu kesehatan diantaranya occupational and environmental health, child health, health care systems, infectious diseases dan preventive health care. Acara ini dihadiri sekitar 270 peserta dari 37 negara.

Pada kesempatan ini, Nissa mepresentasikan hasil penelitiannya dengan judul Hubungan Kadar Timbal Dalam Darah Dengan Eritrosit Berbintik Basofilik pada Anak.

Variabel independen yang diteliti adalah kadar timbal dalam darah, variabel confounding terdiri dari asupan gizi (zat besi, protein, kalsium, kalium), status gizi, tingkat pendapatan keluarga dan pendidikan orangtua, sedangkan variabel dependen adalah eritrosit bebrintik basofilik.

Dalam presentasinya beliau memaparkan dari 103 anak (terdiri dari 43 laki-laki dan 60 perempuan) dengan usia rata 11,27±1,03 tahun di Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor yang menjadi sampel penelitian diketahui rata-rata kadar timbal dalam darahnya mencapai 14,70 µg/dl. Hal tersebut menunjukkan angka tersebut lebih besar dari NAB (Nilai Ambanga Batas) yang telah ditetapkan oleh WHO (10 µg/dl) dan CDC (5 µg/dl).

Kadar timbal terendah sebesar 0,05 µg/dl dan kadar timbal dalam darah tertinggi 52,11 µg/dl. Hasil penelitian menunjukkan 61,2% anak memiliki kadar timbal dalam darah tinggi (>10 µg/dl) dan 62,1% anak memiliki eritrosit berbintik basofilik. Analisis statistik bivariat dengan uji chi square menunjukkan variabel kadar timbal dalam darah dan tingkat pendidikan ibu memiliki hubungan yang sifnifikan dengan eritrosit berbintik basofilik.

Sel basofilik terbentuk sebagai bagian dari gangguan metabolik dari pembentukan Hb merupakan tanda-tanda keracunan timbal meski umumnya tidak menimbulkan gejala (asimtomatik).

Mengingat pajanan timbal yang berlangsung lama dapat mengakibatkan gangguan berbagai sistem organ, maka diperlukan penelitian lebih lanjut terkait dampak pajanan timbal seperti pada penurunan IQ, hiperaktivitas pada anak atau penelitian mengenai kadar corproporfirin dalam urin sebagai indikator pajanan timbal serta penelitian genetik untuk mengetahui kadar δ-aminolevulinat (δ-ALA).

Kegiatan semacam ini merupakan prestasi kesekian kalinya bagi dosen Prodi Kesmas STIKEs Kuningan dalam berperan aktif di kegiatan konferensi internasional. Harapannya dengan mengikuti acara semacam ini dapat menambah wawasan tentang isu-isu kesehatan terkini berdasarkan hasil riset dari berbagai negara dan mampu mendiskusikan isu-isu kesehatan global.

Nissa Noor A., S.KM., MKM

Peran Tenaga Kesehatan Masyarakat Dalam Perspektif Non Governmental

Prodi Kesmas STIKes Kuningan mengadakan kuliah pakar pada hari Senin, 31/7, dengan tema Peran Tenaga Kesehatan Masyarakat Dalam Perspektif Non Governmental

Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Kuningan mengadakan kuliah pakar pada hari Senin, 31 Juli 2017, bertempat di Aula Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Kuliah Pakar kali ini menghadirkan pembicara Ibu Dr. Esty Febriyani, MKM dari Konsultan UNFPA dan Chief of Party, CEPAT (Community Empowerment of People Against Tuberculosis), dan Ibu Dr. Ir. Lely Wahyuniar, Msc (Advisor UNAIDS Indonesia dalam Strategi Informasi, Monitoring dan Evaluasi).

Acara dibuka dengan kata sambutan dari Wakil Ketua I STIKes Kuningan, Bapak C. Heriana, SKM, MPH, dilanjutkan sambutan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Husada Kuningan (YPBHK), Prof. Dr. Hj. Dewi Lailatul Badriah, M.Kes., AIFO.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan menyampaikan kegiatan kuliah pakar merupakan kegiatan rutin semesteran Program Studi Kesehatan Masyarakat yang bertujuan untuk menumbuhkan suasana/ iklim akdemik di lingkungan STIKes Kuningan.

Pembicara pertama Dr. Esty Febriyani, MKM., menyampaikan tentang strategi pengendalian penyakit menular berbasis pemberdayaan masyarakat. Kemudian dilanjutkan dengan pembicara kedua, Dr. Ir. Lely Wahyuniar, Msc menyampaikan tentang prospek tenaga kesehatan masyarakat di sektor non-government.

Kuliah pakar ini diikuti oleh Mahasiswa Prodi Kesmas kurang lebih sekitar 180 orang. Dengan tema kuliah pakar kali ini harapannya mahasiswa kesehatan masyarakat dapat mendapatkan wawasan tentang pemberdayaan masyarakat dan prospek tenaga kesmas non governmental.

Selain itu harapannya mahasiswa dapat berperan aktif dalam menumbuhkan partisipasi masyarakat untuk mengatasi permasalahan kesehatan.

Kegiatan kuliah pakar ini disambut baik oleh para mahasiswa, terlihat dari antusiasme mahasiswa ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab.

Acara ditutup dengan pembagian doorprize dan pemberian plakat bagi pembicara dan sertifikat bagi peserta.

29 Mahasiswa Prodi Kesmas Umitra PBL di Pringsewu Lampung

Sebanyak 29 mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Umitra akan Praktik Belajar Lapangan di Puskesmas Fajar Mulia mulai 14 Agustus-7 September 2017.

Praktek Belajar Lapangan adalah proses belajar untuk mendapatkan kemampuan profesional di bidang kesehatan masyarakat, yang merupakan kemampuan spesifik yang harus dimiliki oleh seorang tenaga profesi kesehatan masyarakat.

Hal itu diungkapkan oleh sekretaris program studi kesehatan masyarakat , STIKes Umitra, Febria Listina, SKM., MKes. Menurut Febria ada beberapa kemampuan speseifik yang diharpkan diantaranya,  menerapkan diagnosis kesehatan masyarakat yang intinya mengenali, merumuskan dan menyusun prioritas masalah kesehatan masyarakat, mengembangkan program penanganan masalah kesehatan masyarakat yang bersifat promotif dan preventif. Melakukan pendekatan masyarakat, serta bekerja dalam tim multidisipliner.

Berkenaan dengan PBL, sebanyak 29 mahasiswa prodi kesehatan masyarakat akan melakukan PBL di wilayah kerja Pringsewu, di Puskesmas Fajar Mulia, selama sebulan penuh, sejak 14 Agustus mendatang.

Sementara  itu, sebanyak 131 mahasiswa akan melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di wilayah kerja Dinkes Kabupaten Sleman di 25 PKM selama 2 minggu.  PKL akan dimulai pada 5 Agustus mendatang.

“Seluruh mahasiswa baik yang mengikuti kegiatan PBL atau pun PKL harus bersungguh-sungguh di lapangan , agar secara umum t mahasiswa lebih mengenal masalah kesehatan masyarakat dan memiliki bekal keterampilan dasar untuk menyelesaikan masalah kesehatan berdasarkan teori yang diperoleh saat kuliah dan menerapkannya di lapangan,” pungkas alumni Umitra itu.

Praktik belajar lapangan (PBL) adalah suatu proses kegiatan untuk
meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam memecahkan berbagai masalah
kesehatan masyarakat  langsung di masyarakat dan sekaligus sbg program
pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Prodi Kesehatan
Masyarakat STIKES Mitra Lampung.

PBL merupakan salah satu mata kuliah wajib di Prodi Kesmas yakni 2 SKS yang ditujukan pada mahasiswa reguler semester 5.
Menurut Dian Utama Pratiwi, M.Kes , Ketua PBL Prodi Kesmas Umitra, setelah sebelumnya berlokasi di wilayah kerja Padangcermin Kab. Pesawaran, untuk tahun ini pelaksanaan PBL akan dilaksanakan di Pekon Margosari wilayah kerja Puskesmas Fajar Mulia Pagelaran Kab.
Pringsewu.

“PBL ini nantinya akan diikuti oleh 29 mahasiswa reguler mulai tanggal 14 Agustus – 7 September 2017 dan didampingi oleh 4 dosen pembimbing,” ujar Dian.

Adapun bentuk dari kegiatan PBL ini meliputi kegiatan analisis situasi masalah kesehatan masyarakat melalui survey mawas diri (SMD) selanjutnya mahasiswa menentukan prioritas masalah
kesehatan dan prioritas tsb nantinya akan dimusyawarahkan dlm kegiatan MMD (musyawarah masyarakat desa), hasil dari MMD adalah rencana tindaklanjut (RTL) aksi yang dilakukan bersama masyarakat, aparat pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan petugas kesehatan sehingga masalah kesehatan yang ada di Margosari dapat dilakukan intervensi secara komprehensif.

Sebelum pelaksanaan PBL dilaksanakan, telah dilaksanakan pembekalan PBL pada  28-29 Juli 2017 mulai dari arah dan kebijakan pembangunan kesehatan oleh Ketua STIKes Umitra, Konsep PBL oleh Kaprodi Kesmas, Program kerja Puskesmas oleh Kepala Puskesmas Fajar Mulia, materi SMD, MMD dan RTL serta teknis penyusunan laporan PBL. Sedangkan unsur penilaian PBL meliputi Pembekalan 10%, kegiatan lapangan 50%, penyusunan laporan 20% dan seminar laporan PBL 20%.

Cegah Sex Bebas, Mahasiswa Prodi IKM STIKes Indramayu Lakukan Penyuluhan di Sekolah Ini

Cegah Sex Bebas, mahasiswa Semester 4 Program Studi IKM, STIKes Indramayu melakukan penyuluhan kesehatan remaja di SMK N1 Indramayu.

Mahasiswa Semester 4 Program Studi IKM, STIKes Indramayu melakukan penyuluhan kesehatan remaja di SMK N1 Indramayu dalam upaya mencegah perilaku sex bebas di kalangan remaja di Kab Indramayu.

Mahasiswa yang sudah dibagi dalam beberapa kelompok, dengan didampingi satu dosen menyajikan tema yang berbeda - beda di setiap kelompoknya.

Sebagai target dari kegiatan penyuluhan kali ini yaitu siswa siswi SMK N1 Indramayu kelas XI.

Kegiatan ini, selain menjadi agenda rutin kampus, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi mereka dalam berkomunikasi dan kepemimpinan.

Prodi Kesehatan Masyarakat STIKes Umitra Siapkan Tenaga Handal di Bidang Kesehatan

Prodi Kesehatan Masyarakat STIKes Umitra, sejak semester keempat mahasiswa dapat memilih peminatan, sesuai yang diinginkan.

Penyuluhan kesehatan masyarakat, merupakan gabungan berbagai kegiatan dan kesempatan yang berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan dimana individu,kelompok atau masyarakat secara keseluruhan ingin hidup sehat, tahu bagaimana caranya dan melakukan apa yang bisa dilakukan secara perorangan maupun secara kelompok dan meminta pertolongan bila perlu dalam mengatasi masalah kesehatanya.

“Aktivitas penyuluhan rutin dilakukan oleh mahasiswa STIKes Umitra, tidak hanya di program studi (prodi) keperawatan, tetapi juga di Prodi Kesehatan Masyarakat dengan didampingi  dosen-dosen yang profesional di bidangnya,” ujar Ir. Affan Zaldi Erya, Waket 3 STIKes Umitra.

Prinsip dasar penyuluhan kesehatan adalah tercapainya perubahan perilaku individu,keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.

Sasaran jangkauan penyuluhan  adalah kelompok umum : masyarakat umum dan kelompok khusus: masyarakat daerah terpencil, masyarakat didaerah pemukiman baru,  masyarakat yg terkena masalah kesehatan wabah , masyarakat yang rentan terhadap masalah kesehatan: ibu hamil,ibu menyusui, manula,anak-anak. Misal.: di posyandu, posyandu manula, & masyarakat yang ada diberbagai insntitusi atau forum misalnya: rumah sakit,puskesmas,balai pengobatan,sekolah dll.

“Prodi kesehatan masyarakat STIKes Umitra, sejak semester ke empat mahasiswa dapat memilih peminatan, sesuai yang diinginkan.   Peminatan yang disiapkan di prodi kesehatan masyarakat STIKes Umitra, antara lain  epidemiologi, manajemen pelayanan kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan keselamatan kerja (K3), dan kesehatan reproduksi,” terang Mr. Aldi.

Peminatan-peminatan tersebut sangat dignifikan dengan dunia kerja yang banyak dibutuhkan bagi tenaga kesehatan masyarakat.  Di Umitra tidak hanya strata 1 kesehatan masyarakat, terdapat pula strata 2, yaitu program pascasarjana kesehatan masyarakat yang telah berjalan proses akademiknya sejak 2009.

Sumber umitra.ac.id