Mahasiswa Prodi Kesmas STIKIM Adakan Seminar Kesehatan Nasional Bahas Isu Stunting di Indonesia

Mahasiswa Prodi Kesmas STIKIM Jakarta melaksanakan Seminar Kesehatan Nasional 2018 dengan Tema “Bebas Stunting Untuk Mengejar Bonus Demografi Indonesia Sehat, Cerdas dan Produktif”, Sabtu, 03 Februari 2018.

Mahasiswa Prodi Kesmas Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM) Jakarta melaksanakan Seminar Kesehatan Nasional 2018 dengan Tema “Bebas Stunting Untuk Mengejar Bonus Demografi Indonesia Sehat, Cerdas dan Produktif”.

Stunting adalah masalah gizi yang serius. Keadaan stunting mencerminkan kegagalan pertumbuhan anak dalam jangka panjang.

Dampak dari stunting yang terjadi sebelum anak berusia 2 tahun dapat meningkatkan risiko terjadinya penurunan kognitif, yaitu mereka cenderung memiliki IQ yang lebih rendah dibandingkan anak yang normal.

WHO sendiri menetapkan batas toleransi stunting (bertubuh pendek) maksimal 20 persen atau seperlima dari jumlah keseluruhan balita. Sementara, di Indonesia tercatat 7,8 juta dari 23 juta balita adalah penderita stunting atau sekitar 35,6 persen. Sebanyak 18,5 persen kategori sangat pendek dan 17,1 persen kategori pendek. Ini juga yang mengakibatkan WHO menetapkan Indonesia sebagai Negara dengan status gizi buruk. (Republika.co.id, Republika.co.id, 24-01-2018).

Penyerahan Cindera Mata Seminar Kesehatan Nasional Prodi Kesmas STIKIM

Sebagai Keynote Speaker dalam acara seminar kali ini, Bapak dr. Anung Sugihanto, M.Kes, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI.

Kegiatan seminar kesehatan kali ini juga mengundang Bapak dr. Imran Agus Nurali.,Sp.KO, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI; Bapak Iing Mursalin, M.Si, Direktur PKGBM Millenium Challenge Account Indonesia; Ibu dr. BRW Indriasari Sp.A, M.Si, Med. M.Kes, Dokter Anak RS Puri Mandiri Kedoya & RSUD Mampang Prapatan; dan Bapak Ns. Nana Supriyatna, M.Kep.,Sp.Kep.Kom, Ketua PPNI Jakarta Pusat.

Seminar kesehatan ini berlangsung Sabtu, 03 Februari 2018, bertempat di Gedung BPPT, Jl. M. H Thamrin No. 8 RT 02/RW 01, Menteng, Jakarta Pusat.

Panitia Acara Seminar Kesehatan Nasional Prodi Kesmas STIKIM

290 Orang, Kader dan Bumil di Sragen Ikuti Seminar Awam Hepatitis B

Dalam rangka rangkaian kegiatan HKN ke-53, Dinkes Sragen menyelenggarakan Seminar Awam Hepatitis B, Pada Ibu Hamil, dan Bayi Baru Lahir, 11 November 2017.

Sragen – Dalam rangka rangkaian kegiatan HKN ke-53, Dinkes Sragen menyelenggarakan Seminar Awam Hepatitis B, Pada Ibu Hamil, dan Bayi Baru Lahir, bertempat di Pendopo Bupati Sragen, Sabtu, 11 November 2017.

Kegiatan seminar kali ini dihadiri oleh 290 orang, yang merupakan perwakilan dari Kader Kesehatan, diambil 10 orang dari masing-masing Puskesmas se-Kab.Sragen, juga Ibu Hamil dari 4 kecamatan, yakni Kec.Sragen, Sidoharjo, Karangmalang, dan Ngrampal masing-masing 10 orang.

Perlu diketahui, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disebutkan bahwa sekitar 400 juta orang penduduk dunia mengidap hepatitis, dengan 1,4 juta di antaranya meninggal dunia.

Lalu, bagaimana dengan kondisi hepatitis di Indonesia? Data dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan menyebut lebih 2,9 juta penduduk Indonesia mengidap hepatitis.

Untuk lebih lengkapnya, simak infografis di bawah ini:

infograis hepatitis di indonesia

Di Indonesia sendiri, hasil riset Kesehatan Dasar pada yang dirilis pada 2015 menunjukkan bahwa penderita hepatitis di Indonesia diperkirakan mencapai 28 juta orang, dimana setengah diantaranya berpotensi untuk menjadi kronis, dan 10 persen dari risiko kronis tersebut akan mengalami sirosis atau bahkan kanker hati.

Kegiatan seminar kali ini diawali dengan laporan Ketua Panita, dr. Nur Wulandari, dilanjutkan sambutan Ketua IDI, dr. Aminan,SpJP, dilanjutkan oleh sambutan Kadinkes Sragen dr. Hargiyanto, MKes sekaligus membuka acara kegiatan Seminar Kesehatan kali ini.

dr. OnnieWira Tama, SpOG, MKes

Acara kemudian dilanjutkan oleh paparan materi oleh narasumber. Materi Pertama disampaikan oleh dr. Onnie Wira Tama, SpOG, MKes, tentang Hepatitis pada Ibu Hamil. Dilanjutkan oleh dr. Pursito, SpA menyampaikan materi tentang Hepatitis pad bayi baru lahir.

Hepatitis B adalah infeksi serius pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B bisa menyebabkan kondisi akut dan kronis pada pasien. Jika sudah memasuki level kronis, penyakit ini bisa membahayakan nyawa penderitanya. Jika tidak segera ditangani, penderita hepatitis B kronis berisiko terkena sirosis, kanker hati, atau gagal hati.

“Tugas anda semua, tugas kita semua, bahwa cakupan imunisasi harus 100%. Saat ini di Sragen baru 85%. Karena imunisasi ini gratis, maka masyarakat harus memanfaatkannya secara maksimal”, ujar dr. Pursito.

dr. Pursito, SpA

Hepatitis B sulit dikenali karena gejala-gejalanya tidak langsung terasa dan bahkan ada yang sama sekali tidak muncul. Karena itulah, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi.

Dalam sesi tanya jawab, ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta.

Pertanyaan Pertama dari Ibu Eni, kader dari Kalijambe, saya dengar Hepatitis B ada kronis dan akut, apa bedanya?

“Infeksi Hepatitis B Kronis adalah infeksi virus hepatitis B yang terjadi selama lebih dari enam bulan (setelah hasil tes darah pertama menunjukkan positif). Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh tidak dapat menyingkirkan virus hepatitis B sehingga masih tetap berada dalam darah dan organ hati. Infeksi hepatitis B Akut dapat berlangsung hingga enam bulan (dengan atau tanpa gejala). Orang yang terinfeksi dapat menularkan virus tersebut kepada orang lain selama masa ini.” jawab dr. Pursito.

Pertanyaan Kedua, ada peserta bertanya Apa ciri-ciri Ibu Hamil yang kena Hepatitis?

Kalau ciri gejala lainnya sama seperti infeksi lainnya. Untuk bisa mengetahui secara detil, maka harus screening. Dan Hati ini termasuk kuat, ketika sudah mulai berat kasusnya, ketika kulit sudah kuning, perutnya besar, baru kita bisa pastikan pasien ini terkena Hepatitis, jawab dr. Onnie.

Setelah dilakukan kegiatan tanya jawab, acara ini juga dimeriahkan dengan kegiatan pembagian doorprize untuk para peserta.

Peserta Seminar Kesehatan Hepatitis B di Sragen

Puskesmas Sungai Guntung Gandeng Pemuda BNN Gelar Seminar Kesehatan Bahaya Narkoba

Puskesmas Sungai Guntung gelar seminar dengan tema: “Peran Generasi Muda Untuk Indonesia Bersih Narkoba.” bekerjasama dengan Pemuda BNN.

Keprihatinan maraknya masalah narkoba yang tidak hanya terjadi di kota besar, membuka hati UPT Puskesmas Sungai Guntung untuk menyelenggarakan seminar ini.  Dengan melakukan upaya pencegahan dan peningkatan pengetahuan diharapkan dapat mengurangi dan menyadarkan masyarakat akan kepedulian kita terhadap masalah narkoba.

Seminar ini diadakan atas program kerja Tim Based Nusantara Sehat UPT Puskesmas Sungai guntung yang  mengajak Pemuda BNN Kecamatan Kateman, pada tanggal 21 Agustus 2017 dengan tema: “Peran Generasi Muda Untuk Indonesia Bersih Narkoba.” Memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan, mencegah terjerumusnya kedalam dampak buruknya narkoba, serta memicu kepedulian kita terhadap sesama.

Materi seminar diberikan oleh dr. Dwi Lestari Wahyuni (Narasumber Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir), Kompol Bainar, SH, MH (Kapolsek Kecamatan Kateman), dan Uca Sumantraz, S.Sos, M.MPd (Tokoh Masyarakat) yang dilakukan dengan pemaparan materi dan dilanjut dengan sesi Tanya-jawab.

Antusiasme peserta seminar terlihat dari  jumlah peserta yang hadir dari target 200 orang hingga melampaui lebih dari 300 orang. Terlebih lagi banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan kepada narasumber, namun karena waktu terbatas maka hanya di batasi pada dua sesi. Hingga akhirnya moderator mempersilahkan kepada peserta dapat mengubungi narasumber secara langsung diluar acara jika masih ada yang perlu ditanyakan.

Besar harapan kami bersama bahwa acara ini dapat berdampak baik sehingga dapat memberikan solusi atas berbagai permasalahan narkoba yang terjadi di lingkungan kita. Tentunya harus didukung oleh berbagai pihak , karena masalah narkoba tidak hanya di selesaikan oleh pihak kesehatan ataupun hukum saja.

Bagus Dwi Prayitno,SKM
Ketua Panitia