Dalam Rangka PBL, Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Ini Wujudkan Pilar ke-5 STBM di Desa Tajau Mulya

Dalam rangka kegiatan intervensi PBL (Praktik Belajar Lapangan), mahasiswa Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru mengadakan kegiatan Penyuluhan dan Pelatihan, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

PBL di Desa Tajau Mulya, Kecamatan Batu Ampar

Ada 2 rangkaian kegiatan, Pertama kegiatan Penyuluhan mengenai Saluran Pembuangan Air Limbah Sederhana yang diadakan pada tanggal 21 Januari 2018 dan kegiatan Kedua yaitu Pelatihan pembuatan Saluran Pembuangan Air Limbah Sederhana diadakan pada tanggal 25 Januari 2018.

Sasaran kegiatan ini adalah warga Desa Tajau Mulya, terutama warga yang tidak mempunyai Saluran Pembuangan Air Limbah.

Pembuatan Saluran Pembuangan Air Limbah Sederhana di Desa Tajau Mulya

Saat kegiatan Penyuluhan dan Pelatihan berlangsung, warga tampak antusias. Hal ini dilihat dari antusiasme warga yang bertanya. Pada saat Pelatihan, didampingi Ibu Yuliana, dari Puskesmas Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, beliau berharap kegiatan ini dapat mewujudkan 5 Pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yaitu pilar ke-5 Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga.

Masyarakat Desa Tajau Mulya

Pemerintah Desa Wewa Nyatakan Siap Membawa Desa Wewa Menjadi Desa STBM

Wewa – 17/10 Tim STBM kecamatan Welak melakukan kegiatan monitoring STBM di desa Wewa yang dihadiri oleh Bapak Velik Janggur, SP selaku Camat Welak.

Manggarai Barat – 17/10, Tim STBM Kecamatan Welak melakukan kegiatan monitoring STBM di Desa Wewa yang dihadiri oleh Bapak Velik Janggur, SP selaku Camat Welak, Bapak Viktor selaku KTU Puskesmas Orong bersama Sanitarian dan Fasilitator STBM Puskesmas Orong, Ibu Elisabet Timan selaku Kepala Puskesmas Datak beserta sanitarian dan fasilitator STBM Puskesmas Datak. Kehadiran tim fasilitator kecamatan ini disambut dengan bahagia oleh bapak Samuel Reja selaku Kepala Desa Wewa beserta stafnya dan bidan desa Wewa, kegiatan di mulai pada jam 09.00 WIT.

Kegiatan diawali dengan brifing yang dipimpin langsung oleh Bapak Velik Janggur selaku Camat Welak dengan menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakannya monitoring STBM oleh tim Kecamatan yaitu untuk mengevaluasi prilaku masyarakat dalam menerapkan 5 Pilar STBM dan juga sebagai persiapan pelaksanaan verifikasi tim Kabupaten, yang nantinya desa Wewa akan diusulkan untuk menjadi Desa STBM.

Dalam pelaksanaan brifing tersebut, bapak Samuel Reja selaku kepala Desa Wewa menyambut dengan senang kedatangan tim STBM kecamatan dan melakukan pembagian tim agar mempermudah kegiatan monitoring di lapangan, tim di bagi menjadi 5 kelompok untuk memonitoring 1 Desa Wewa.

Tepat pada jam 14.30 WIT, tim kembali ke rumah bapak kepala Desa Wewa untuk melakukan evaluasi pelaksanaan monitoring, dimana dari hasil evaluasi tim, masyarakat desa Wewa dinyatakan sudah 100% melaksanakan 5 Pilar STBM, pemerintah Desa Wewa juga menyatakan bahwa Desa Wewa siap melaksanakan verifikasi dan menjadi Desa STBM.

“Setelah adanya program STBM ini, kebersihan lingkungan di masyarakat lebih baik dan beberapa penyakit akibat lingkungan juga berkurang sesuai info yang kami dapatkan dari ibu bidan desa, semoga kedepan masyarakat kami lebih sehat lagi” ujar Bapak Samuel Reja selaku kepala Desa Wewa.

Capaian 5 Pilar STBM Dinyatakan 100%, Rehak Siap Deklarasi Desa STBM

“Semoga masyarakat desa Rehak akan terbebas dari penyakit yang berbasis lingkungan dengan mengaplikasikan 5 pilar STBM”, ujar Camat Welak.

Rehak – Senin, 16/10 tepat pada jam 09.00 WIT, balai desa Rehak diramaikan oleh kedatangan Tim STBM kecamatan Welak yang bertujuan untuk melaksanakan monitoring STBM di desa tersebut. Hal ini dilakukan untuk persiapan verifikasi Tim STBM kabupaten untuk selanjutnya dilakukan deklarasi desa STBM.

Dalam kesempatan tersebut, dari Tim STBM kecamatan hadir bapak Veliks janggur, SP
selaku Camat Welak beserta bapak Vitus Suparji, SP selaku Sekcam, Ibu Patrisia Sinarti Murti selaku Kepala Puskesmas Orong beserta sanitarian dan fasilitator STBM Puskesmas Orong, sanitarian dan fasilitator STBM Puskesmas Datak, Kepolisian Pospol Sub Sektor Welak dan Pol PP Kecamatan Welak. Kedatangan Tim STBM kecamatan ini disambut dengan bahagia oleh bapak Fabianus Jemahun selaku Kepala Desa Rehak beserta jajarannya.

Kegiatan tersebut diawali dengan brifing yang dipimpin langsung oleh Bapak Fabianus Jemahun selaku kepala desa Rehak, dimana beliau mengawalinya dengan sapaan hangat kepada Tim STBM kecamatan Welak dengan mengucapkan selamat datang di desa Rehak.

Kemudian untuk memudahkan monitoring 5 pilar STBM di desa tersebut, semua Tim STBM kecamatan beserta perangkat desa dibagi menjadi 4 kelompok, yang terdiri dari beberapa orang, dengan tugas di beberapa lokasi; Dusun Rehak, Dusun Manges, Dusun Wae Rii, Dusun Tueng.

Beberapa jam kemudian, tim kembali berkumpul di balai desa Rehak untuk melakukan evaluasi hasil monitoring yang dilakukan masing-masing tim di tiap pedukuhan, kegiatan evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Bapak Veliks Janggur, SP selaku Camat Welak.

Dari hasil presentasi 4 tim yang melakukan evaluasi di lapangan, diketahui capaian 5 pilar STBM di desa Rehak sudah dinyatakan 100% dan semua tim menyatakan bahwa desa Rehak siap melakukan deklarasi 5 pilar STBM.

“Semoga masyarakat desa Rehak akan terbebas dari penyakit yang berbasis lingkungan dengan mengaplikasikan 5 pilar STBM dan desa Rehak bisa menjadi percontohan bagi masyarakat desa lain, khususnya di kecamatan Welak” Ujar Bapak Veliks Janggur Selaku Camat Welak.

Tekan Angka Diare dan Penyakit Berbasis Lingkungan, Puskesmas Pelangiran Lakukan Pemicuan STBM

STMB merupakan program nasional dibidang sanitasi berbasis masyarakat yang berbasis lintas sektoral, untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Program ini dicanangkan bulan Agustus 2008 oleh Menkes RI. Pada September 2008, STBM dikukuhkan sebagai strategi nasional melalui Kepmenkes No. 852/Menkes/SK/IX/2008. Strategi ini menjadi acuan bagi petugas kesehatan dan melalui Kepmenkes No 852/Menkes/SK/IX/2008.

Pemicuan STBM Puskesmas Pelangiran

Strategi ini menjadi acuan bagi petugas kesehatan dan instansi yang terkait dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi terkait dengan sanitasi totak berbasis masyarakat. Strategi nasional STBM memiliki indikator outcome yaitu menurunnya penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan yang berkaitan dengan sanitas dan perilaku.

UPT Puskesmas Pelangiran sendiri memiliki tenaga ahli bagian kesling Wati, Amd.Keb, dan Promkes Wahyu Ramadhan, SKM yang turun langsung melaksanakan kegiatan pemicuan tersebut di Desa Teluk Bunian, Kecamatan Pelangiran yang merupakan daerah perairan.

Indikator yang harus dicapai dalam program ini diantaranya tentang:

  • air minum,
  • sanitasi, dan perilaku higiene,
  • mempunyai akses air bersih,
  • memiliki jamban sendiri dan
  • telah menggunakan jamban yang memenuhi syarat kesehatan,
  • mempunyai tempat pembuangan sampah di rumah,
  • memiliki saluran air limbah yang tertutup dan
  • cara cuci tangan yang baik dengan sabun.

Aktivitas Pemicuan STBM Puskesmas Pelangiran

Ada beberapa faktor yang kami jumpai dalam pendekatan ini, yaitu pola pikir masyarakat dalam pembuatan jamban sehat. Sebagian masyarakat tidak setuju untuk membuat jamban sehat dan sebagian ada yang setuju. Dari pendekatan ini menimbulkan kesadaran akan kondisi yang tidak bersih dan tidak nyaman ditimbulkan.

“Dari pendekatan ini juga ditimbulkan kesadaran bahwa sanitasi (BABS) adalah masalah bersama karena dapat berimpikasi kepada semua masyarakat sehingga pemecahannya juga harus dilakukan dan dipecahkan secara bersama ” ujar Wati.

Dengan menyadari kekuatan program STBM ini, Kepala UPT Puskesmas Pelangiran Imam Santoso, SST,FT, MM berharap penuh agar kegiatan ini mendapatkan apresiasi dan kiranya memberikan motivasi bagi tenaga tenaga kesehatan dalam mensukseskan strategi nasional STBM tersebut dalam rangka menyelesaikan masalah masalah kesehatan berbasis lingkungan, guna meningkatkan status kesehatan masyarakat.

Dengan demikian permasalahan lingkungan bukan hal yang mustahil untuk diselesaikan.

Serunya kegiatan Pemicuan STBM Puskesmas Pelangiran

Puskesmas Selatbaru Menyelenggarakan Edukasi STBM di Desa Bantan Timur

Bengkalis – 7/9, Puskesmas Selatbaru menyelenggarakan edukasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Bantan Timur, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Bengkalis – 7/9, Puskesmas Selatbaru menyelenggarakan edukasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Bantan Timur, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Kegiatan STBM kali ini diikuti oleh 40 orang masyarakat Desa Bantan Timur. Sebagai narasumber, saya sendiri Agus supriyono, bersama rekan Rosmaini.

Harapan kami sebagai tenaga kesehatan dari Puskesmas Selatbaru, semoga dengan kegiatan STBM ini dapat meningkatkan akses jamban di Desa Bantan Timur, menuju universal akses 2019, dan berubahnya prilaku masyarakat Desa bantan Timur.

Untuk Mensukseskan STBM di Bantan, Peran Lintas Sektor dan Program Antar Puskesmas Sangat Penting

Kami melibatkan Kepala Desa dan Bidan Desa untuk melakukan verifikasi kalo desa tersebut sudah tidak buang air besar sembarangan.

Saya mengikuti program nusantara sehat ini, merupakan suatu kebanggaan bagi saya, sebuah program berbasis  tim dari Kementrian Kesehatan, guna mengatasi masalah kesehatan kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,  yang penempatannya di Daerah Terpencil Perbatasan Kepulauan (DPTK) dan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK).

Saat ini sya ditempatkan di Puskesmas Selatbaru Kecamatan Bantan Kabupeten Bengkalis, berbatasan langsung dengan Malaysia. Puskesmas Selatbaru memiliki wilayah kerja 14 desa. Tugas berat untuk mendeklarasikan semua desa. Saat ini baru 3 desa yaitu Desa Resam Lapis, Desa deluk  dan Bantan Tua, yang melakukan deklarasi Stop Buang Air Sembarangan (SBS).

Saya bersama rekan, Rosmaini, sanitarian Puskesmas Selatbaru, dibantu Faskab Kabupeten Bengkalis, berintegrasi dengan penanggung jawab program promosi kesehatan yaitu Ibu Linda Hariyani, melakukan pemicuan Stop Buang Air Besar Sembarangan di semua Desa.

Tidak hanya pemicuan saja, kami juga melakukan tindak lanjut melakukan kunjungan ke rumah-rumah yang tidak memiliki jamban. Di bantu oleh Kepala Desa, ternyata cara ini lebih efektif. Setelah didampingi secara terus menerus, keluarga tersebut akhirnya memiliki jamban sederhana.

Kami melibatkan Kepala Desa dan Bidan Desa untuk melakukan verifikasi kalo desa tersebut sudah tidak buang air besar sembarangan.

Selain itu, untuk melakukan percepatan Stop Buang Air Besar Sembarangan, kami melakukan pertemuan lintas sektor, dihadiri Kepala Desa seluruh wilayah kerja Puskesmas Selatbaru dan Kasi Penyehatan Lingkungan  yaitu Bapak Edi sudarto, SKM. Tujuannya mengadvokasi Kepala Desa untuk melakukan Deklarasi Desa SBS.

Setelah di verifikasi, 11 desa dinyatakan  SBS, dan 3 desa yang belum. Kami targetkan 2019 seluruh desa sudah mendeklarasikan SBS,.

Advokasi sangat sulit dilakukan karena kepala desa masih Pj, sehingga untuk menganggarkan acara deklarasi, tidak dapat memutuskan. Kami terus melakukan pendekatan dengan 3 desa ini untuk segera mendeklarasikan desanya.

Memang sedikit sulit melakukan advokasi SBS karena masih dianggap tidak penting. Namun kami pantang menyerah memberikan penjelasan kepada pengambil kebijakan bahwa STBM ini penting dan merupakan program Prioritas saat ini.

Sarasehan Capaian Program STBM Klaster Berdaya Desa Katongan

PKPU Cabang Yogyakarta laksanakan sarasehan program STBM klaster berdaya Desa Katongan yang bertujuan untuk menyampaikan capaian program selama 1Thn.

Katongan, (28/8/2017), PKPU Cabang Yogyakarta laksanakan kegiatan sarasehan program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) klaster berdaya Desa Katongan yang bertujuan untuk menyampaikan capaian program selama 1 tahun.

Sarasehan tersebut dilaksanakan pada jam 13.00 WIB di Balai Desa Katongan yang dihadiri oleh Ibu Indiyah sarwiningsih, S.KM selaku Kasie Kesling Dinas Kesehatan Gunungkidul, Bapak Ashari Selaku Sanitarian Puskesmas Nglipar ll, Bapak Sutrisna selaku Kepala Desa Katongan, Bapak Muthori selaku Kepala Cabang PKPU Yogyakarta dan Kader klaster berdaya Desa Katongan.

Kegiatan sarasehan di awali dengan sambutan oleh Bapak Suharto selaku Koordinator Kader yang menyampaikan perjalanan kader dalam mendampingi masyarakat, hingga akhirnya masyarakat mulai mau berubah sedikit demi sedikit.

“Alhamdulillah berkat kerjasama yang baik antara pemerintah desa Katongan, Puskesmas Nglipar II, kader klaster berdaya dan PKPU yang selalu mendampingi secara rutin hingga akhirnya kesehatan masyarakat mulai meningkat. ” ujar Pak Suharto selaku koordinator kader.

Selanjutnya penyampaian capaian program disampaikan langsung oleh Bapak Muthori selaku Kepala Cabang PKPU Yogyakarta yang pada kesempatan itu menyampaikan beberapa capaian program selama 1 tahun, diantaranya adalah pembangunan jamban yang mencapai 70% yaitu 131 KK membangun jamban sehat dari 186 KK yang awalnya belum memiliki jamban dengan target awal 10% pembangunan jamban sehat. Selain itu juga beberapa perubahan prilaku dari masyarakat yang mulai melaksanakan 5 Pilar STBM menjadi pembahasan menarik pada sarasehan tersebut.

Dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Katongan yang mengucapkan banyak terimakasih kepada PKPU yang sudah mendampingi masyarakat sehingga kesehatan masyarakat Desa Katongan mulai meningkat.

Dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Indiyah selaku Kasie Kesling Dinkes Gunungkidul yang memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada kader klaster berdaya Desa Katongan bersama PKPU yang sudah berhasil merubah pola hidup masyarakat secara bertahap. Beliau juga berharap agar dilaksanakan sarasehan rutin untuk mengetahui perkembangan program.

Bersinergi, Wujudkan Masyarakat Sehat

Alhamdulillah pak, saya dan keluarga di rumah terus berusaha untuk melakukan hidup sehat, terutama dengan menerapkan 5 pilar STBM, ujar salah satu warga.

Katongan (23/08/2017) Dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat di Desa Katongan, terutama agar masyarakat bisa menerapkan 5 pilar STBM, fasilitator PKPU bersama kader klaster berdaya desa Katongan, Sanitarian Puskesmas Nglipar ll dan Bidan desa Katongan melakukan pendampingan rutin masyarakat Dusun Nglebak.

Pendampingan masyarakat yang dihadiri oleh anggota tabungan jamban tersebut membahas pilar ke 5 STBM tentang pengelolaan limbah cair rumah tangga yang disampaikan langsung oleh bapak Ashari selaku sanitarian Puskesmas Nglipar ll bersama Ibu Nur Dahlia selaku bidan desa Katongan.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Ashari mengajak masyarakat untuk mulai memperhatikan limbah cair rumah tangga yang sebelumnya belum dikelola dengan baik untuk mulai dikelola dengan baik. Ibu Nur Dahlia selaku bidan desa Katongan pada kesempatan tersebut juga terus memberikan motovasi dan ajakan kepada masyarakat untuk bisa melakukan hidup sehat terutama dengan menerapkan 5 pilar STBM yang sudah di beritahukan pada pertemuan rutin, untuk terciptanya masyarakat yang sehat.

Masyarakat Dusun Nglebak menyambut dengan baik himbauan yang di sampaikan Bapak Ashari dan Ibu Dahlia yang mengajak masyarakat untuk hidup sehat, dimana masyarakat berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan kesehatan mereka dengan melakukan 5 pilar STBM.

“Alhamdulillah pak, saya dan keluarga di rumah terus berusaha untuk melakukan hidup sehat, terutama dengan menerapkan 5 pilar STBM, kami sangat senang mendapatkan pendampingan rutin, sehingga bisa banyak mendapatkan ilmu baru tentang kesehatan.” Kata Ibu Saniyem.

Masyarakat Dusun Ngrandu Komitmen Laksanakan 5 Pilar STBM Secara Bertahap

Dalam kegiatan home visit ini, kader melakukan peninjauan tentang 5 pilar STBM. Masyarakat Dusun Ngrandu pun komitmen untuk berubah secara bertahap.

Katongan – 22/08, Selain melakukan pertemuan rutin masyarakat, Home visit juga merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Fasilitator PKPU bersama kader klaster berdaya desa Katongan untuk mensukseskan penerapan 5 Pilar STBM di masyarakat desa Katongan.

Pada kesempatan kali ini, Fasilitator PKPU bersama kader klaster berdaya desa Katongan melakukan kegiatan home visit dan End line survei di masyarakat dusun Ngrandu. Dimana sebelum melakukan kegiatan home visit, fasilitator PKPU bersama kader klaster berdaya desa Katongan terlebih dahulu melakukan brifing yang kemudian membagi kader menjadi 3 kelompok. Dari masing-masing kelompok tersebut nantinya akan dibagi tugas menjadi kameramen, penggali informasi dan notulen.

Dalam kegiatan home visit ini, kader melakukan peninjauan tentang 5 pilar STBM, dimana kader melihat perkembangan pembangunan jamban masyarakat, kebiasaan dan lokasi ctps, pengolahan air minum, kebiasaan masyarakat mengelola sampah dan juga pengelolaan air limbah rumah tangga. Tidak hanya melakukan croscek saja, kader juga mengajak masyarakat agar secara bertahap melakukan 5 pilar STBM.

Tidak cuma sekedar kader yang aktif, pada kesempatan home visit tersebut, masyarakat juga berperan aktif. Seperti halnya Ibu Juariah yang melakukan konsultasi tentang limbah cair rumah tangganya yang selama ini dialirkan ke depan rumah dan pusat alirannya dekat dengan sumber air keluarga. Sehingga fasilitator PKPU coba menyarankan untuk mengalirkan limbah cairnya ke belakang rumah dan membuat lubang serapan, agar limbah cair rumah tangga tidak mencemari sumber air.

“Terimakasih Pak atas sarannya, setelah pertemuan kemaren tentang pengelolaan limbah cair itu, saya jadi agak was-was dengan pembuangan limbah cair saya yang dekat dengan sumber air. InsyaAllah ini akan kita alihkan ke belakang dan kita buat lubang serapan agar tidak mencemari sumber air dan lebih enak di pandang dan sedikit demi sedikit kita akan terus melaksanakan 5 pilar STBM yang pernah di ajarkan” kata Ibu Juariah.

Kader Bersama Anggota Tabungan Jamban Pelopori Sedekah Sampah Di PKK

Mulai bulan depan, setiap pertemuan, anggota PKK akan membawa sampah yang bisa di jual untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan perekonomian PKK.

Katongan – 20/08/2017, Pendampingan masyarakat kelompok tabungan jamban dusun Jeruk legi desa Katongan dilakukan oleh fasilitator PKPU, kader klaster berdaya desa Katongan dan sanitarian Puskesmas Nglipar ll. Kegiatan dilaksanakan di balai dusun Jeruk legi desa Katongan, kegiatan dilaksanakan pada jam 10.00 WIB.

Dalam pendampingan masyarakat kali ini, fasilitator PKPU bersama sanitarian puskesmas Nglipar ll melakukan penguatan materi tentang 5 pilar STBM yang sudah pernah disampaikan kepada masyarakat, dimana dari pertemuan tersebut masyatakat menyatakan sudah malakukan 3 pilar STBM yaitu pilar 1-3 dan masyarakat menyatakan sedang mulai berproses melakukan pilar ke 4 dan ke 5, dimana sejumlah 17 KK sudah mulai melakukan pemilahan sampah yang merupakan pilar ke 4 STBM.

Selain itu, ada hal menarik yang dilakukan kader klaster berdaya desa Katongan bersama anggota tabungan jamban dusun jeruk legi untuk melaksanakan pilar ke 4 STBM tentang pengelolaan sampah rumah tangga yaitu selain melakukan pemilahan sampah di rumah masing-masing, mereka juga mempelopori sedekah sampah di pertemuan PKK dengan harapan masyarakat akan memperhatikan pengelolaan sampah sehingga mulai memilah sampah dan mensedekahkannya kepada kelompok PKK, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayah dusun Jeruk legi dan meningkatkan perekonomian PKK.

“Mulai bulan depan kita di PKK sudah melakukan sedekah sampah mas, jadi nanti setiap pertemuan, anggota PKK akan membawa sampah yang bisa di jual (bekas botol minuman dll), bagi masyarakat yang tidak ikut PKK juga kita ajak untuk mulai memilah sampah kemudian mensedekahkannya ke PKK, ini awalnya di pelopori oleh anggota tabungan jamban yang ikut PKK dengan tujuan mengaplikasikan ilmu yang di dapat di pendampingan rutin bersama PKPU untuk menularkan kepada masyarakat luas dan meningkatkan kesehatan masyarakat” kata Ibu Suprapti selaku kader.