Arti Penting Memperingati Hari Kanker Sedunia Setiap 4 Februari

Harapan saya peringatan hari kanker ini jangan hanya sebagai peringatan simbolis saja, tetapi bisa menjadikan kita lebih peduli dan empati serta simpati dengan penderita kanker.

Walaupun Hari Kanker sedunia yang jatuh 4 Februari sudah terlewati tapi tetap layak untuk diperbincangkan karena kanker merupakan penyakit tidak menular yang mematikan menyerang manusia.

Kami sempat berbincang dengan salah satu Dosen STIKes Umitra Lampung, Ibu Nana Novariana, SKM, M.Kes mengenai kanker, dan berikut ini diskusi menarik kami dengan beliau:

Sigit: ” Sebetulnya apa sih kanker? “

Ibu Nana:

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada  jaringan tubuh yang normal (pertumbuhan sel/ jaringan) atau sering dikenal sebagai tumor ganas.

Selain itu gejalanya juga sering dikenal sebagai neoplasma ganas dan seringkali ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang dapat memicu kemampuan sel untuk:

  • Tumbuh tidak terkendali ( pembelajaran sel melebihi batas normal )
  • Menyerang jaringan biologis di dekatnya.
  • Bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, selain itu gejala khasnya terkadang terlambat kita sadari.

Sigit:  ” Kenapa kanker menjadi salah satu penyakit tidak menular yang menakutkan? ”

Ibu Nana:

Kanker menjadi PTM (Penyakit Tidak Menular) yang menakutkan karena seperti yang tadi disampaikan, kanker sendiri cenderung tidak menimbulkan gejala yang dirasa jadi penderita ini baru merasakan atau ada kesadaran untuk memeriksakan diri setelah keluar gejala yang menganggu dan biasanya kanker sudah memasuki stadium lanjut (3a). Dan biasanya kalau sudah seperti ini pengobatan yang diberikan menjadi kurang efektif.

Sigit: ” Seberapa penting menurut Ibu peringatan hari kanker dunia setiap  4 Februari ini? ”

Ibu Nana:

Menurut saya adanya peringatan ini cukup penting, terutama bagi kalian calon-calon tenaga kesehatan yang nantinya akan terjun langsung ke masyarakat. selain itu itu peringatan ini juga bisa menjadi pengingat kita akan pentingnya menjaga kesehatan dan lebih peduli dan peka dengan perubahan-perubahan di diri kita.

Kemudian dengan adanya peringatan ini kita bisa mendukung mereka penderita kanker untuk terus melanjutkan kehidupan terutama kehidupan sosial, karena biasanya melalui peringatan seperti ini sesama penderita akan berbagi hal-hal yang menjadi pengalaman mereka. Dan kita yang tidak terkena bisa memetik makna dari itu semua.

Sigit: ” Apa harapan ibu dengan ada nya peringatan hari kanker dunia ? dan pesan apa yang ingin disampaiakan kepada masyarakat? ”

Ibu Nana:

Harapan saya peringatan hari kanker ini jangan hanya sebagai peringatan simbolis saja, tetapi bisa menjadikan kita lebih peduli dan empati serta simpati dengan penderita kanker. Dan semoga kita bisa sama-sama petik makna didalamnya.

Pesan saya terutama bagi kalian generasi muda penerus bangsa, gunakan lah ilmu dan pengalaman kalian sebagai bekal dalam memaknai pentingnya kesehatan dan empati dengan orang-orang sekitar kita yang menderita kanker. Dan mari sama-sama kita dukung program-program Indonesia sehat.

5 Fakta Prodi Kesehatan Masyarakat STIKes Umitra Lampung, No. 2 Paling Spesial!

Buat kamu yang tinggal di daerah Lampung dan sekitarnya, berikut ini 5 fakta yang harus diketahui tentang STIKes Umitra Lampung khususnya Prodi Kesmas.

Memilih tempat kuliah, berarti menentukan langkah awal kita dalam mewujudkan cita-cita. Karena secara tidak langsung kita akan memilih jurusan yang akan di tekuni selama beberapa tahun sesuai dengan target yang telah ditentukan. Itulah mengapa ada beberapa orang yang pindah tempat kuliah bahkan jurusan juga.

Di era modern seperti sekarang ini, ada banyak cara dalam memilih tempat kuliah dan jurusan, seperti browsing di internet untuk mengetahui tempat kuliah yang kita inginkan,  cari tahu biaya kuliah di kampus tersebut, termasuk aktivitas kegiatan kemahasiswaan serta mitra strategis yang dimiliki kampus tersebut.

Nah, buat kamu yang tinggal di daerah Lampung dan sekitarnya, berikut ini 5 fakta yang harus diketahui tentang STIKes Umitra Lampung khususnya Prodi Kesehatan Masyarakat:

Pertama, Prodi Kesehatan Masyarakat STIKes Umitra Lampung dibuka sejak 6 Juni 2001, dengan visinya “Unggul dan berdaya saing bidang Manajemen Kesehatan Masyarakat pada tahun 2017”.

Kedua, Umitra Lampung khususnya Prodi Kesehatan Masyarakat memiliki lima peminatan yang menjadi unggulan yaitu Promosi Kesehatan, Kesehatan Keselamatan Kerja (K3), Epidemologi, Manajemen Pelayanan Kesehatan dan Kesehatan Reproduksi .

Ketiga, aktivitas belajar mengajar di Umitra lampung, khususnya prodi kesehatan masyarakat sejak 2015 sudah menggunakan Kurikulum Nasional Kesehatan Masyarakat. Dan tahun 2016 pertama kali mengikuti Uji Kompetensi Kesehatan Masyarakat di kampus Umitra Lampung.

Ada tiga jenis praktikum mahasiswa kesehatan masyarakat yakni praktik di kampus Umitra (Mata Kuliah Biomedik), Praktik Belajar Lapangan (PBL) langsung ke masyarakat di beberapa kabupaten di Provinsi Lampung dan Pratik Kerja Lapangan (PKL) di Institusi Kesehatan di luar Provinsi Lampung (biasanya di P.Jawa).

Sedangkan aktivitas organisasi mahasiswa kesehatan masyarakat bernaung di bawah organisasi internal di STIKES UMITRA yakni Himpunan Mahasiswa Kesehatan (HIMAKES) dan juga bergabung di organisasi eksternal kampus menjadi Penggerakan Anggota Muda IAKMI (PAMI) Lampung.

Keempat, mengenai biaya kuliah di STIKes Umitra Lampung tidak jauh berbeda dengan kampus kesehatan lainnya. Mahasiswa bisa memilih sistem pembayaran langsung full satu semester atau biaya perbulan menyesuaikan kondisi keuangan orang tua/mahasiswa.

Kelima, hal yang perlu lebih diketahui kawan-kawan yaitu Prodi Kesehatan Masyarakat di Umitra Lampung adalah memiliki kerjasama dalam negeri diantaranya dengan Pemda Kab. Sleman Yogyakarta, Pemda Kab. Pringsewu, Kab. Pesawaran, Kab. Lampung Tengah, Kota Bandar Lampung, Kota Metro dan beberapa RS Pemerintah dan juga RS Swasta. Untuk kerjasama luar negeri STIKes Umitra bermitra dengan beberapa kampus di Filipina dan Malaysia.

Demikianlah sedikit informasi mengenai kampus Umitra Lampung khususnya Prodi Kesehatan Masyarakat yang tertarik untuk kuliah dibidang kesehatan.

Bingung Pilih Peminatan Kesmas? Ini Nih Panduan Buat Kamu Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Untuk Prodi Kesehatan Masyarakat di Umitra Lampung sendiri ada peminatan unggulan seperti Epidemiologi, Promosi Kesehatan, K3, Kespro, MPK.

Kamu yang masih bingung dengan peminatan kesmas, di kesehatan masyarakat itu kan ada Peminatan Epidemiologi , Biostatististik, Kesehatan Lingkungan, Manajemen Pelayanan Kesehatan, K3, Gizi dll. Disitu kamu bisa mengexplore minat dan bakat kamu seiring dengan apa yang kamu sukai.

Nah, misalkan tidak dibuka peminatan apa yang diinginkan, jangan berkecil hati, siapkan diri kamu untuk membuka hati melihat peluang peminatan lainnya. Harus move on dari peminatan yang kamu sukai. Ingat, Salah peminatan bukan berarti salah masa depan?!

Kalo kepingin peminatan yang kamu inginkan dibuka, kamu bisa aja jadi sales dadakan yang cari pelanggan supaya mau masuk ke peminatan yang kamu sukai juga, kebayang serunya kan?

Maka dari itu kamu tentu harus mempersiakan diri, mencari tahu dan tentunya memahami tentang peminatan yang ada di kampus kamu.

“Untuk Prodi Kesehatan Masyarakat di Umitra Lampung sendiri ada peminatan unggulan seperti Epidemiologi, Promosi Kesehatan, K3, Kespro, MPK. Kalau dilihat dari prospek kerja untuk saat ini barangkali K3. Karena Pemerintah saat ini pembangunan infrastruktur jadi prioritas, dan disitu tentu profesi K3 dibutuhkan, tapi tergantung kebijakan juga”, ujar Sefa Arief Hermawan, M.Kes, salah satu pengajar di Kampus Umitra Lampung.

Berikut ini sekilas tentang gambaran prospek kerja lulusan dari masing-masing peminatan:

Epidemiologi

Singkat cerita, epidemiologi adalah ilmu yang belajar mengenai distribusi penyakit, frekuensi penyebaran penyakit, dan juga faktor determinan yang mempengaruhi distribusi dan frekuensi penyakit di populasi. Untuk tahu distribusi dan faktor resikonya, mahasiswa akan dibekali pemahaman mengenai desain penelitian yang beragam. Seperti penyakit menular dan tidak menular, ternyata untuk mengetahui distribusi dan faktor resikonya dalam satu populasi diperlukan ilmu epidemiologi yang khusus.

Untuk mahasiswa lulusan peminatan epidemiologi, bisa mengabdi diberbagai institusi terutama yang berfokus pada penelitian penyakit seperti Yayasan Pelita Ilmu, Yayasan Kes Perempuan, PKBI, World Vision, Plan International, dsb.

Kesehatan Keselamatan Kerja (K3)

Kumpulan pekerja merupakan komunitas yang ada pada lingkungan kerja. Mereka banyak beraktivitas ditempat kerja setiap harinya. Ditempat kerja ini, banyak sekali risiko yang bisa berdampak pada kesehatan pekerja. Oleh sebab itu, mahasiswa kesehatan masyarakat juga perlu untuk bisa memberikan promosi kesehatan, budaya kesehatan dan keselamatan dalam bekerja. Untuk dapat memberikan promosi kesehatan yang tepat dengan pekerja, diperlukan kemampuan untuk dapat menghitung dan mengendalikan risiko pekerja. Hasilnya dapat diaplikasikan di lapangan kerja dalam bentuk regulasi kantor ataupun perilaku.

Untuk mahasiswa lulusan K3, biasanya bekerja di perusahaan/ industri/ pabrik dalam bidang Health and Safety Environment mulai dari perusahaan pertambangan hingga perusahaan farmasi, makanan, ataupun tekstil.

K3 merupakan peminatan kesmas unggulan di Umitra

Promosi Kesehatan

Mahasiswa peminatan ini adalah orang-orang yang jago banget untuk membuat metode penyuluhan dan promosi kesehatan. Mereka belajar mengenai pendekatan kepada masyarakat, psikologi dasar, dan juga penyusunan kurikulum hingga monitoring evaluasi. Buat kamu yang suka dengan bidang kesehatan dan punya kreativitas yang tinggi, pas banget untuk bisa masuk di peminatan ini. Lulusan peminatan ini akan banyak mempromosikan kesehatan secara langsung atau pun melalui media.

Sebagai tenaga Promosi Kesehatan Masyarakat, anda dapat bekerja di Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit, Asuransi Kesehatan, dan lembaga-lembaga CSR/ NGO.

Manajemen Pelayanan Kesehatan

Mahasiswa yang concern dengan sistem kesehatan pas banget kalau masuk peminatan ini. Disini, kita akan belajar mengenai kebijakan kesehatan yang tepat sesuai kondisi negara, ekonomi kesehatan dimana kesehatan yang dipandang secara ekonomi, perhitungan distribusi tenaga kesehatan beserta fasilitas pelayanannya, manajemen keuangan bidang kesehatan dan juga manajemen program kesehatan di Indonesia. Selain itu, mahasiswa di peminatan manajemen pelayanan kesehatan juga perlu mengetahui mengenai persoalan pelayanan kesehatan kepada pasien yang tidak dapat ditangani oleh pengadilan.

Kalau lulusan MPK ini, super strategis ranah kerjanya. Insya Allah dimana aja bisa, mulai dari pusat penelitian kebijakan kesehatan hingga praktisi program juga bisa, mulai dari Puskesmas, Dinas Kesehatan, Kementerian Kesehatan, NGO, dll.

Prodi Kesehatan Masyarakat Umitra sejak tahun 2015 menerapkan Kurikulum Nasional (Kurnas) KKNI Sarjana Kesehatan Masyarakat, dan untuk semester peminatan bagi kelas reguler ada di semester 4 dan bagi kelas transfer/ pindahan ada di semester 2.

Sebelumnya nanti akan diadakan sosialisasi mengenai peminatan dan prospek pekerjaan yang sesuai dengan peminatan dan prospek pekerjaan yang sesuai dengan peminatan yang sesuai dengan peminatan yang akan dipilih oleh mahasiswa sendiri.

Semua peminatan pada prinsipnya baik semua asalkan tekun dan rajin dalam perkuliahan dan praktik yang diberikan di masing-masing peminatan dan yang utama disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan.

Catatan Mahasiswa Umitra Lampung: Jalan Panjang Menjadi Seorang Tenaga Kesehatan Masyarakat

Meski gagal jadi seorang Guru, Apoteker, tapi kini bangga, senang akhirnya saya bisa menjadi bagian dari profesi Kesehatan Masyarakat ini.

Cita-cita sewaktu kecil ingin menjadi seorang guru dan dokter. Karena pada waktu kecil pemikiran saya masih sangat minim akan cita-cita saat besar nanti. Bahkan saat kecil saya merupakan anak yang suka berganti cita-cita jika ditanya oleh orang lain. Kadang ditanya cita-citanya mau jadi apa, saya jawab mau jadi dokter, lain kesempatan saya jawab mau jadi dokter.

Waktu itu, barangkali saya melihat dokter adalah orang yang hebat, bisa menyembuhkan orang sakit, bisa memberikan obat jika sedang sakit, bisa menyuntik orang dan bisa menyembuhkan semua penyakit. Sedangkan guru adalah seseorang yang hebat karena bisa membuat orang menjadi pandai.

Namun, saat beranjak dewasa, waktu SMA niat saya berubah lagi. Saya ingin melanjutkan studi dibidang kesehatan dengan pilihan Farmasi sebagai pilihan pertama, Kesehatan Masyarakat sebagai pilihan kedua, dan Perbankan sebagai pilihan ketiga. Waktu kelas 12, saya mencoba mendaftar pilihan yang ketiga lewat jalur SPAN-PTKIN yang ada di Lampung. Alhamdulillah saya diterima disalah satu Institut Agama Islam Negeri di Lampung, tetapi saya belum cukup senang, karena itu adalah pilihan yang ketiga. Akhirnya saya melepaskan pilihan ketiga, untuk terus mencoba melanjutkan ke pilihan pertama.

Pilihan pertama Farmasi, saya sudah mendaftar studi di salah satu Poltekkes di Lampung, namun saya tidak diterima karena tinggi badan yang tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan. Dan pada saat itu saya sangat merasa sedih, karena pilihan pertama saya tidak lolos, padahal sudah mengorbankan pilihan ketiga.

Setelah itu saya mencoba mendaftar pada pilihan yang kedua yaitu Kesehatan Masyarakat. Yang terbayang saat itu FKM UNDIP karena sangat bagus dan akreditasinya sudah A. Tapi orang tua saya tidak mengizinkan saya untuk meneruskan studi di luar Lampung. Alhasil saya mencari lagi kampus di Lampung yang memiliki konsentrasi S1 Kesehatan Masyarakat.

Ada dua perguruan tinggi di Lampung yang memiliki konsentrasi S1 Kesmas. Saya mencari tahu latar belakang kedua perguruan tinggi tersebut, saya mengorek informasi dari berbagai sumber tentang kedua perguruan tinggi tersebut, tentang akreditasinya, tentang biayanya, sampai tentang penilaian orang tentang kedua perguruan tinggi tersebut.

Setelah perjalanan panjang mencari tahu akhirnya saya memilih Perguruan Tinggi Mitra Lampung, karena akreditasi S1 kesmas sudah B dan kualitasnya lumayan bagus, bahkan penilaian orang tentang Perguruan Tinggi Mitra Lampung adalah penilaian yang positif, artinya Perguruan Tinggi Mitra Lampung merupakan salah satu perguruan tinggi di lampung yang memiliki kualitas yang baik dalam akademik maupun non akademiknya. Akhirnya saya mendaftar di Perguruan Tinggi Mitra Lampung ambil S1 Kesmas, dan saat ini saya duduk di Semester 3.

Menurut saya, kuliah kesmas yang menarik adalah semua hal yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat itu sendiri, mulai dari tentang preventif, promotif sampai ke rehabilitatif. Itu semua merupakan pengalaman baru dan pertama yang saya dapatkan saat berkuliah di kesmas. Pengalaman yang sangat berharga untuk saya.

Dalam kesmas, saya banyak mengambil pelajaran, tentang berbagai macam penyakit menular, tidak menular, bagaimana mencegahnya, melakukan penyuluhan kesehatan supaya orang tidak sakit, bahkan dari kesmas saya belajar bagaimana menjadi seseorang yang percaya diri dan berani berdiri di depan orang banyak dan mengajak mereka untuk hidup sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

Saya sangat senang bisa mengajak orang lain untuk menjalankan kebaikan untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Dari konsentrasi kesmas ini saya bisa menyimpulkan bahwa kesmas itu adalah ilmu dan seni, perpaduan antara ilmu dan seni inilah yang membuatnya menarik.

Penyuluhan Gigi STIkes Umitra Lampung

Pernah bahkan sering ditanya-tanya bisa nyuntik atau ngobatin orang apa tidak. Tetapi saya selalu menjawabnya dengan nyuntik atau ngobatin orang itu bukan bidang saya, bidang saya adalah mencegah orang agar tidak sakit, jadi saya tidak bisa nyuntik atau ngobatin orang. Yang bisa nyuntik dan ngobatin orang itu adalah dokter dan perawat.

Sedangkan saya mencegah bagaimana caranya orang agar tidak sakit, mulai dari merawat dan menjaga lingkungan sekitar sampai memberikan penyuluhan kesehatan tentang hidup sehat, serta melakukan pengawasan terhadap orang sakit yang sudah sembuh agar tidak terkena penyakit yang lain, atau agar penyakit yang dulu tidak kambuh lagi.

Di Kampus Umitra sendiri ada beberapa peminatan unggulan seperti Epidemiologi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Promosi Kesehatan, Manajemen Pelayanan Kesehatan (MPK), dan Kespro. Rencananya saya ingin mengambil peminatan epidemiologi, karena epidemiologi merupakan ilmu yang mempelajari distribusi, frekuensi penyebaran penyakit, dan juga faktor determinan yang mempengaruhi distribusi dan frekuensi penyakit di populasi. Terlebih lagi menurut saya epidemiologi adalah ilmu yang bergerak untuk melakukan penelitian-penelitian untuk mengetahui distribusi, frekuensi serta faktor resiko terjadinya suatu penyakit.

Dulu waktu saya SMA saya mengikuti ekstrakulikuler KIR (Karya Ilmiah Remaja), disitu saya sering melakukan penelitian-penelitian sederhana yang bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dari bahan dan alat-alat yang sederhana. Sehingga dalam bangku perkuliahan ini saya ingin meneruskan pengalaman saya tersebut dengan terus melakukan penelitian, karena itu saya ingin mangambil peminatan epidemiologi.

Tapi sepertinya peminatan epidemiologi tidak akan dibuka karena tidak mencukupi kuota. Di Kampus Umitra ditetapkan bahwa minimal peminatan itu dibuka ketika sudah memenuhi kuota 10 orang yang ngambil peminatan tersebut, jika tidak mencapai 10 orang maka peminatan itu tidak akan dibuka. Teman-teman saya satu kelas dari sekitar 27 orang yang ada niatan mengambil peminatan epidemiologi hanya 2 orang jadi tidak mungkin dibuka peminatan epidemiologi tersebut.

Jika peminatan epidemiologi tidak dibuka, maka saya akan mengambil peminatan K3 karena peminatan tersebut masih banyak dibutuhkan dalam dunia kerja, dan juga peminatan K3 menurut saya sangat fokus kepada lingkungan kerja dan pekerja. Jadi ketika saya mengambil peminatan K3 pasti akan turun langsung dalam proyek atau pun perusahaan, untuk melihat, mengawasi, memberikan promisi kesehatan kepada pekerja agar dapat bekerja dengan baik, dapat terlindungi atau mencegah dan mengandalikan risiko kecelakaan kerja.

Terjun langsung adalah hal yang sangat menambah pengalaman karena dengan praktik langsung kerja lapangan membuat saya semakin mengerti bahwa keselamatan kerja itu sangat penting bagi pekerja K3 di sektor formal maupun informal. Mencegah kecelakaan kerja merupakan salah satu tugas yang mulia, yang tidak mudah seperti membalikan telapak tangan, tetapi merupakan tugas kemanusiaan yang membutuhkan usaha, kerja keras, keikhlasan dan juga doa.

Saya pun bisa dibilang aktif dalam berorganisasi. Saat ini saya aktif di 3 organisasi seperti BEM, LDK, dan PAMI Lampung. Organisasi yang saya geluti yang berhubungan dengan keilmuan dan profesi kesmas adalah PAMI, Pergerakan Anggota Muda IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia).

PAMI merupakan suatu wadah pengembangan keprofesian sejak menjadi mahasiswa ilmu kesehatan masyarakat. PAMI adalah suatu organisasi yang bergerak di bidang kesehatan dimana PAMI bergerak secara otonom dibawah naungan IAKMI. PAMI bersifat pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan berpatron kepada IAKMI, sebagaimana Tridharma perguruan tinggi yang memberikan tugas penting bagi mahasiswa untuk masyarakat luas.

PAMI tersebar diseluruh wilayah di Indonesia, pusatnya ada di Jakarta. Disini saya tergabung kedalam PAMI wilayah Lampung yang terdiri dari gabungan dua perguruan tinggi di Lampung yang memiliki bidang konsentrasi kesmas yaitu Universitas Malahayati, dan Perguruan Tinggi Mitra Lampung.

Alhamdulillah, PAMI Lampung adalah organisasi yang sangat aktif. PAMI Lampung dalam beberapa tahun terakhir mengadakan MOU dengan Dinas Kesehatan Propinsi Lampung dan IAKMI Lampung. Sehingga kegiatan yang diadakan oleh Dinkes yang berhubungan dengan masyarakat luas terutama Promkes selalu bekerjasama dengan Pami Lampung.

Rakernas PAMI di Tanggerang Selatan

Sejauh ini PAMI Lampung selalu ikut berkontribusi dalam kebijakan ataupun agenda kegiatan yang dilakukan Dinkes dan IAKMI Lampung, mulai dari peringatan hari-hari kesehatan sampai GERMAS. Pami Lampung cukup berkembang sampai saat ini, kegiatan yang diadakan pun lumayan banyak, seperti penyuluhan kesehatan ke Sekolah Dasar, penyuluhan kesehatan di masyarakat luas, dan selalu bekerjasama dengan komunitas dan organisasi lain untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat lainnya, seperti PMI.

Kegiatan PAMI Lampung yang sudah dijalani cukup banyak seperti peringatan HKN, Hari HIV/Aids sedunia, dan masih banyak lagi yang lainnya. PAMI Nasional yang setiap tahunnya mengadakan Rakernas, dan Konas, yang dihadiri oleh PAMI di seluruh Indonesia, ada PAMI Bali, Banten, NTT, dan masih banyak yang lainnya tersebar diseluruh penjuru Indonesia.

Dan saat ini, saya pun bergabung dengan Kesmas-ID Lampung. Saya mengetahui Kesmas-ID dari Kak Sigit, dia adalah kakak tingkat saya di Kampus Umitra. Harapan saya setelah menjadi bagian dari Tim Kesmas-ID, saya bisa meneladani semua anggota Kesmas-ID yang telah memiliki banyak pengalaman tentang kesmas dan telah berkecimpung di dunia kesmas.

Saya ingin meneladaninya karena saya ingin menambah wawasan tentang bagaimana menyikapi dan menerapkan promotif serta preventif di dalam masyarakat secara langsung. Saya ingin belajar menggali ilmu lebih dalam apa itu kesmas dan bagaimana kesmas di Indonesia. Saya berharap setelah saya bergabung di Kesmas-ID ini saya bisa mencari informasi terbaru tentang kesmas di seluruh pelosok Indonesia, saling bertukar pikiran atau sharing yang berkaitan dengan kesmas, sehingga saya bisa mendapatkan pengalaman baru dalam Komunitas Kesmas-ID serta bisa mencontoh dari daerah-daerah lain yang sudah maju terkait dengan kesmas.

Tak jauh-jauh pula disini saya juga mendapatkan informasi dari Kak Sigit bahwa saya bisa mempublikasikan tulisan saya terkait semua tentang kesmas. Dari komunitas ini pun saya berharap banyak bahwa saya disini bisa mendapatkan teman-teman baru dan jaringan untuk kedepannya nanti, mungkin bisa berbagi informasi tentang lowongan pekerjaan untuk S1 Kesmas di Indonesia.

Tak ada gading yang tak retak, terimakasih sudah berkenan membaca pengalaman saya mengenal dunia kesmas, dan senang akhirnya saya bisa menjadi bagian dari profesi Kesehatan Masyarakat ini.

Lilik Nurlida

Prodi Kesehatan Masyarakat STIKes Umitra Lampung Gelar Wisuda ke-15

Sedikitnya 655 mahasiswa akan diwisuda dari program diploma, sarjana dan pascasarjana Umitra, Sabtu, 7 Oktober 2017 di Gedung Bagas Raya, Bandar Lampung.

Sedikitnya 655 mahasiswa akan diwisuda dari program diploma, sarjana dan pascasarjana Umitra, Sabtu, 7 Oktober 2017 di Gedung Bagas Raya, Bandar Lampung. Sehari sebelumnya, Jumat, 06/10 2017 dilakukan Penyerahan SK Yudisium.

Dari pascasarjana kesehatan masyarakat 27, program pendidikan profesi Ners 36, untuk  program sarjana: keperawatan 184, kesehatan masyarakat 103, manajemen 73, akuntansi 68, sistim informasi 72, teknik informatika 41,  program diploma : manajemen informatika 19, teknik informatika 6, manajemen industri 14, dan akuntansi 12.

Menurut Ir. Affan Zaldi Erya, Humas Umitra, wisuda kali ini merupakan wisuda yang ke-15 bagi institusi STIKes Umitra, ke-13 bagi STMIK, ke-13 untuk STIE, ke-10 untuk A2M, ke-21 untuk AMIK, dan angkatan ke-12 bagi program pendidikan profesi Ners.

Wisuda kali ini dihadiri oleh Bupati Pesawaran, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Kopertis Wilayah 2 Sumbagsel, dan tamu undangan lainnya.

“Harapan kami dari kegiatan ini tahun-tahun selanjutnya rata-rata IPK lulusan Kesmas diatas IPK 3,5. Dan untuk tingkat institusi, Prodi Kesmas bisa jadi yang tertinggi dalam hal peraihan IPK lulusan. Semoga lulusan kesehatan masyarakat ini menjadi MIRACLE keilmuan kesehatan masyarakat dapat di aplikasikan dengan baik.” ujar Pak Sefa Arief Hermawan, SKM, M.Kes, penanggung jawab wisuda prodi Kesmas.

Untuk wisudawan terbaik diperoleh Mahasiswi Kesehatan Masyarakat  Reguler atas nama Anggun Pretty Wulandari dengan IPK 3,86.

Anggun Pretty Wulandari

“Pastinya akan kangen masa kuliah, kangen dengan semua yang ada dikampus. Semoga setelah wisuda ini dapat mengaplikasikan keilmuan kesehatan masyarakat. Pesan untuk adik – adik tingkat, tetap semangat untuk kuliahnya, karena proses itu tidak menghianati hasil.” ujar Anggun dalam sesi wawancara.

Ia pun berencana untuk melanjutkan pendidikan untuk memperdalam ilmu kesehatan masyarakat setelah selesai menempuh pendidikan S1 Kesehatan Masyarakat ini.

Ini Ceritaku PKL di Puskesmas, 10 Hari di Kota Jogja

Kami mahasiswa Kesmas Umitra Lampung melakukan kegiatan PKL di Puskesmas di Kota Yogyakarta. Selama di Jogja, kami belajar secara langsung kegiatan PKM.

Yogyakarta, 7/8 acara pertama kali yaitu serah terima Mahasiswa Umitra Lampung oleh pihak kampus kepada pihak Dinas Kesehatan, bertempat di kantor Dinkes Sleman dilanjutkan dengan pembekalan dari pihak Dinkes.

Dari Dinkes, ada beberapa narasumber yang disesuikan dengan kebutuhan peminatan yang ada di Kesmas Umitra, yaitu promkes, MPK, K3, Epidemiologi.

8 Agustus ~ Mahasiswa PKL oleh masing-masing pembimbing kelompok diserah terimakan kepada pihak Puskesmas.

Saya dan 4 mahasiswa kesmas lainnya mendapatkan lokasi penempatan di Puskesmas Kalasan.

dr. Khadimah Yuliati selaku Kepala PKM Kalasan, kami diserahkan pada pembimbing lapangan sesuai peminatan yang ada dikelompok kami (Promkes, MPK)  pada Ibu Catur selaku penanggungjawab UKM, Ibu Tyas selaku UKM Promkes, Pak Gunawan selaku Kepala TU dan Manajemen Yankes, serta Ibu Septi selaku Administrasi PKM.

9 s/d 11 Agustus ~ Kami melakukan kegiatan lapangan yaitu sensus penduduk dan rumah sehat oleh peminatan MPK yang dibimbing oleh Ibu Putri selaku UKM Epid. Kemudian kami melakukan entry data di puskesmas, kegiatan imunisasi MR dilakukan peminatan Promkes dibimbing oleh Ibu Tyas selaku UKM Promkes dan petugas kesehatan lainya.

Data imunisasi yang didapat kemudian di-entry oleh peminatan MPK di Puskesmas.

12 Agustus ~ Diadakan kegiatan senam lansia di Puskesmas yang dimulai dari jam 7 pagi, diikuti para lansia yang ada di Dusun Purwomartani yang dilakukan oleh Ibu Hastuti selaku UKM Kesehatan Lansia.

Juga senam ibu hamil di jam 10 wib di Aula Puskesmas, diikuti ibu hamil yang tinggal di Purwomartani. Senam ibu hamil dipandu (instruktur senam) oleh Ibu Dwi Winarti selaku UKM KIA.

Senam Ibu Hamil di Puskesmas Kalasan

14 s/d 15 Agustus ~ Kami Mahasiswa Kesmas Umitra melakukan wawancara ke Petugas Puskesmas dimasing-masing UKM yang ada di Puskesmas Kalasan. Meminta data kesehatan ke pihak pemegang laporan Puskesmas (Profil Puskesmas, SP2TP, SPM, RBA, DPLH, IKM, RUK per program) sebagai acuan penyusunan laporan PKL kelompok kami kedepannya.

16 Agustus ~ Ini merupakan hari terakhir kami di Puskesmas Kalasan.

Hari itu dilakukan penutupan PKL serta serah terima plakat/ penghargaan untuk Puskesmas Kalasan sebagai rasa terimakasih kami kepada pihak Puskesmas yang sudah banyak membantu kegiatan mahasiswa Umitra Lampung serta membimbing kami selama PKL.

18 Agustus ~ Masing-masing peminatan melakukan presentasi di Aula Dinas Kesehatan Sleman, sekaligus serah terima mahasiswa dari Dinkes kepada pihak Kampus Umitra, bahwa PKL telah selesai dilaksanakan. Akhirnya, seminar laporan pun sudah menanti di kampus.

Ini cerita temanku Vika saat PKL di Puskesmas Kalasan. Kalau kamu?

Mahasiswa STIKes Umitra Lampung Praktek Pemeriksaan Air Bersih di Wilayah Puskesmas Godean II

Di hari kedua, melakukan kegiatan khususnya peminatan epidemiologi melakukan pemantauan kualitas air bersih di Wilayah Puskesmas Godean II.

Hallo guys, kenalin nih, aku Sigit dari STIKes Umitra Lampung.

Ini ceritaku saat melakukan Praktek kerja Lapangan (PKL) di Jogja, tepatnya di Puskesmas Godean II. Aku bersama rekan yang lain dibagi menjadi 2 kelompok,  peminatan Promkes (3 Orang) dan Peminatan Epidemiologi (3 Orang ).

Kegiatan PKL sendiri mulai dilaksanakan di Puskesmas Godean II dari tanggal 8 Agustus 2017 dan dijadwalkan berjalan selama 2 pekan kedepan.

Awal kegiatan PKL, kami Mahasiswa membantu melakukan Imunisasi MR ( Measles & Rubella) di beberapa sekolah TK dan SD. Rekan peminatan Promkes melakukan Penyuluhan bersama Petugas Kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Godean II.

Di hari kedua, melakukan kegiatan khususnya peminatan epidemiologi melakukan pemantauan kualitas air di desa Sangonan Sidorejo. Sampel air lalu dimasukan ke dalam dirigen dan botol khusus untuk dibawa ke Lab Kesehatan Sleman bersama petugas Puskesmas.

Kegiatan PKL di Puskesmas Godean II akan terus berlanjut, nantikan cerita selanjutnya ya guys hanya di Kesmas-ID.com

29 Mahasiswa Prodi Kesmas Umitra PBL di Pringsewu Lampung

Sebanyak 29 mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Umitra akan Praktik Belajar Lapangan di Puskesmas Fajar Mulia mulai 14 Agustus-7 September 2017.

Praktek Belajar Lapangan adalah proses belajar untuk mendapatkan kemampuan profesional di bidang kesehatan masyarakat, yang merupakan kemampuan spesifik yang harus dimiliki oleh seorang tenaga profesi kesehatan masyarakat.

Hal itu diungkapkan oleh sekretaris program studi kesehatan masyarakat , STIKes Umitra, Febria Listina, SKM., MKes. Menurut Febria ada beberapa kemampuan speseifik yang diharpkan diantaranya,  menerapkan diagnosis kesehatan masyarakat yang intinya mengenali, merumuskan dan menyusun prioritas masalah kesehatan masyarakat, mengembangkan program penanganan masalah kesehatan masyarakat yang bersifat promotif dan preventif. Melakukan pendekatan masyarakat, serta bekerja dalam tim multidisipliner.

Berkenaan dengan PBL, sebanyak 29 mahasiswa prodi kesehatan masyarakat akan melakukan PBL di wilayah kerja Pringsewu, di Puskesmas Fajar Mulia, selama sebulan penuh, sejak 14 Agustus mendatang.

Sementara  itu, sebanyak 131 mahasiswa akan melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di wilayah kerja Dinkes Kabupaten Sleman di 25 PKM selama 2 minggu.  PKL akan dimulai pada 5 Agustus mendatang.

“Seluruh mahasiswa baik yang mengikuti kegiatan PBL atau pun PKL harus bersungguh-sungguh di lapangan , agar secara umum t mahasiswa lebih mengenal masalah kesehatan masyarakat dan memiliki bekal keterampilan dasar untuk menyelesaikan masalah kesehatan berdasarkan teori yang diperoleh saat kuliah dan menerapkannya di lapangan,” pungkas alumni Umitra itu.

Praktik belajar lapangan (PBL) adalah suatu proses kegiatan untuk
meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam memecahkan berbagai masalah
kesehatan masyarakat  langsung di masyarakat dan sekaligus sbg program
pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Prodi Kesehatan
Masyarakat STIKES Mitra Lampung.

PBL merupakan salah satu mata kuliah wajib di Prodi Kesmas yakni 2 SKS yang ditujukan pada mahasiswa reguler semester 5.
Menurut Dian Utama Pratiwi, M.Kes , Ketua PBL Prodi Kesmas Umitra, setelah sebelumnya berlokasi di wilayah kerja Padangcermin Kab. Pesawaran, untuk tahun ini pelaksanaan PBL akan dilaksanakan di Pekon Margosari wilayah kerja Puskesmas Fajar Mulia Pagelaran Kab.
Pringsewu.

“PBL ini nantinya akan diikuti oleh 29 mahasiswa reguler mulai tanggal 14 Agustus – 7 September 2017 dan didampingi oleh 4 dosen pembimbing,” ujar Dian.

Adapun bentuk dari kegiatan PBL ini meliputi kegiatan analisis situasi masalah kesehatan masyarakat melalui survey mawas diri (SMD) selanjutnya mahasiswa menentukan prioritas masalah
kesehatan dan prioritas tsb nantinya akan dimusyawarahkan dlm kegiatan MMD (musyawarah masyarakat desa), hasil dari MMD adalah rencana tindaklanjut (RTL) aksi yang dilakukan bersama masyarakat, aparat pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan petugas kesehatan sehingga masalah kesehatan yang ada di Margosari dapat dilakukan intervensi secara komprehensif.

Sebelum pelaksanaan PBL dilaksanakan, telah dilaksanakan pembekalan PBL pada  28-29 Juli 2017 mulai dari arah dan kebijakan pembangunan kesehatan oleh Ketua STIKes Umitra, Konsep PBL oleh Kaprodi Kesmas, Program kerja Puskesmas oleh Kepala Puskesmas Fajar Mulia, materi SMD, MMD dan RTL serta teknis penyusunan laporan PBL. Sedangkan unsur penilaian PBL meliputi Pembekalan 10%, kegiatan lapangan 50%, penyusunan laporan 20% dan seminar laporan PBL 20%.

Prodi Kesehatan Masyarakat STIKes Umitra Siapkan Tenaga Handal di Bidang Kesehatan

Prodi Kesehatan Masyarakat STIKes Umitra, sejak semester keempat mahasiswa dapat memilih peminatan, sesuai yang diinginkan.

Penyuluhan kesehatan masyarakat, merupakan gabungan berbagai kegiatan dan kesempatan yang berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan dimana individu,kelompok atau masyarakat secara keseluruhan ingin hidup sehat, tahu bagaimana caranya dan melakukan apa yang bisa dilakukan secara perorangan maupun secara kelompok dan meminta pertolongan bila perlu dalam mengatasi masalah kesehatanya.

“Aktivitas penyuluhan rutin dilakukan oleh mahasiswa STIKes Umitra, tidak hanya di program studi (prodi) keperawatan, tetapi juga di Prodi Kesehatan Masyarakat dengan didampingi  dosen-dosen yang profesional di bidangnya,” ujar Ir. Affan Zaldi Erya, Waket 3 STIKes Umitra.

Prinsip dasar penyuluhan kesehatan adalah tercapainya perubahan perilaku individu,keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.

Sasaran jangkauan penyuluhan  adalah kelompok umum : masyarakat umum dan kelompok khusus: masyarakat daerah terpencil, masyarakat didaerah pemukiman baru,  masyarakat yg terkena masalah kesehatan wabah , masyarakat yang rentan terhadap masalah kesehatan: ibu hamil,ibu menyusui, manula,anak-anak. Misal.: di posyandu, posyandu manula, & masyarakat yang ada diberbagai insntitusi atau forum misalnya: rumah sakit,puskesmas,balai pengobatan,sekolah dll.

“Prodi kesehatan masyarakat STIKes Umitra, sejak semester ke empat mahasiswa dapat memilih peminatan, sesuai yang diinginkan.   Peminatan yang disiapkan di prodi kesehatan masyarakat STIKes Umitra, antara lain  epidemiologi, manajemen pelayanan kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan keselamatan kerja (K3), dan kesehatan reproduksi,” terang Mr. Aldi.

Peminatan-peminatan tersebut sangat dignifikan dengan dunia kerja yang banyak dibutuhkan bagi tenaga kesehatan masyarakat.  Di Umitra tidak hanya strata 1 kesehatan masyarakat, terdapat pula strata 2, yaitu program pascasarjana kesehatan masyarakat yang telah berjalan proses akademiknya sejak 2009.

Sumber umitra.ac.id

Stikes Umitra Tuan Rumah Ujikom SKM di Lampung

Sedikitnya 177 peserta mengikuti uji kompetensi (ujikom) sarjana kesehatan masyarakat (SKM) di Gedung D Umitra Lampung.

Sedikitnya 177 peserta mengikuti uji kompetensi sarjana kesehatan masyarakat Indonesia di Gedung D Umitra, Sabtu (11/3/207) pukul 08.00–11.00 WIB. Acara yang diselenggarakan Komite Nasional Uji Kompentensi Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia ini merupakan yang pertama diadakan di Provinsi Lampung.

Peserta ujian terdiri beberapa kampus yang ada di Lampung, seperti Stikes Umitra, dan Universitas Malhayati. Bahkan dari luar provinsi seperti Universitas Diponegoro, Universitas Ahmad Dahlan. Menurut Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Stikes Umitra, Abikusno Djamaluddin, sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas lulusan ilmu kesehatan masyarakat, perlu adanya uji kompetensi seperti halnya tenaga kesehatan yang lain.

Tak hanya uji kompetensi, SKM juga perlu memiliki surat tanda registrasi sebagai bukti profesi kesehatan masyarakat. “Kewajiban mengikuti uji kompetensi dan memiliki STR itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas SKM. Apalagi saat ini sarjana kesehatan masyarakat memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, utamanya pada tahap promotif dan preventif,” kata Abikusno Djamaludin.

SUMBER