You are here
Home > BPJS > Tak Mampu Bayar Tunggakan BPJS? Ini Solusinya

Tak Mampu Bayar Tunggakan BPJS? Ini Solusinya

Tak Mampu Bayar Tunggakan BPJS, Ini Solusinya

Badan Pelaksana Jaminan Sosial atau BPJS memberikan jalan keluar bagi masyarakat yang memiliki tunggakkan iuran dalam jumlah besar dan tak mampu terbayar lagi. Untuk masalah itu, BPJS Kota Manado meminta penunggak segera menemui pemerintah kelurahan dan Dinas Sosial setempat. Tapi patut diingat, solusi ini cuma untuk warga yang kondisi perekonomiannya kurang mampu.

“Misalnya tunggakan sudah di atas dua juta rupiah segeralah minta pengantar dari pemerintah kelurahan untuk didaftarkan sebagai peserta Jamkesda di Dinas Sosial. Nah, ini cuma untuk warga yang dinyatakan kurang mampu atau miskin oleh pemerintah kelurahan,” terang Humas BPJS Kesehatan Manado Ivana Umboh, menjawab pertanyaan dalam forum diskusi bertajuk “Membangun Sinergitas Antara Penyelenggara JKU-BPJS dengan Masyarakat Pengguna Layanan” yang bergulir di Sekretariat Dewan Perwakilan Daerah Manado Rabu (8/3) siang.

BACA JUGA:  Cegah Kanker Serviks, Kemenkes Dorong Vaksinasi Nasional

Oleh pemerintah daerah nantinya yang bersangkutan bisa didaftarkan sebagai peserta Jamkesda. Menurut Ivana, itu berarti dalam bulan berjalan iuran BPJS peserta dimaksud sudah ditanggulangi daerah. Kondisi begitu sangat memungkinkan, asalkan kuota Jamkesda masih terpenuhi.

Ivana menganjurkan peserta BPJS Kesehatan yang kurang mampu bisa segera melaporkan situasinya ke pemerintah kelurahan, supaya iuran sudah ada yang menanggulangi. Tapi bukan berarti tunggakan di bulan sebelumnya diputihkan. “Tunggakan itu tetap ada dan tertanggung pada peserta, hanya saja kami BPJS tetap mencarikan solusi agar tunggakan itu bisa dibayar dengan keringanan, misalnya dicicil,” kata dia.

Sejauh ini BPJS tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya perbankan, terkait bagaimana sistem bayar tunggakan dengan menyicil itu bisa dilakukan. “Paling tidak dengan cara ini penunggak diringankan,” ujar Ivana.

BACA JUGA:  Pasien Meninggal Setelah Pulang dari Rumah Sakit, Alasan: Kuota BPJS !?

Diketahui forum diskusi kali ini merupakan tindak lanjut dari pembentukkan posko pengaduan layanan BPJS yang dibentuk lembaga non-pemerintah Swara Parangpuan (Swapar), pada 4 kecamatan di Kota Manado. Kegiatan itu mempertemukan masyarakat pengguna BPJS Kesehatan, pemerintah kelurahan dan Dinas Kesehatan Kota Manado.

Hasil pemetaan masalah terkait BPJS yang dilakukan di empat posko, menurut Mohammad Abbas dari  Swapar, banyak hal dikeluhkan masyarakat yang dialami langsung. Ini antara lain pasien dipulangkan paksa karena sudah dirawat inap selama 3 hari, obat yang ditanggung BPJS kosong, ruang rawat tidak sesuai dengan hak peserta, berapa batas yang ditanggung BPJS untuk biaya pengobatan, siapa yang bertanggungjawab terkait ketersediaan ruangan di rumah sakit hingga masyarakat tidak mampu membayar tunggakan BPJS sementara harus berobat.

BACA JUGA:  32.107 Peserta Menunggak Iuran, BPJS Kesehatan Rekrut 3 Kader Penagih

“Pembentukan empat posko pengaduan layanan BPJS ini diharapkan sebagai wadah yang dapat menjembatani persoalan layanan JKN-BPJS di tingkatan masyarakat paling bawah dan pemerintah Kota Manado segera membentuk posko-posko pengaduan di Kelurahan-kelurahan lainnya,” ujar Lily Djenaan selaku Direktur Swara Parangpuan Sulut.

SUMBER

(Visited 172 times, 2 visits today)
Tolong Bantu SHARE Jika Artikel Ini Bermanfaat,

One thought on “Tak Mampu Bayar Tunggakan BPJS? Ini Solusinya

Leave a Reply

Top

Blog Ini Bermanfaat? Jika YA, Bantu SHARE!