Tangkal Penyalahgunaan NAPZA, Puskesmas Sungai Bilu Launching Inovasi ALIZA
Harapan dari adanya ALIZA yakni menumbuhkan kepedulian masyarakat bersama-sama Puskesmas dan linsek terkait untuk memberantas penyalahgunaan NAPZA di masyarakat.
Latest posts by Revina Aditya Yosita, S.Farm, Apt (see all)

Banjarmasin – Puskesmas Sungai Bilu launching inovasi “ALIZA”, Apoteker Peduli Napza, Bersama Apoteker Wujudkan Masyarakat Bebas Napza. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 14 Oktober 2020, di Mushola Al-Kautsar, Jl. Veteran Gang Dahlia RT.24 Kelurahan Sungai Bilu, Kec. Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin.

Inovasi ini digagas oleh Revina Aditya Yosita, S.Farm, Apt, Apoteker Puskesmas Sungai Bilu yang berkoordinasi dengan Program PKPR, Promkes, Napza, Gizi, PTM, UKS  dibawah arahan dari Kepala Puskesmas Sungai Bilu dan Ketua Pokja UKM.

Kegiatan launching ALIZA ini dihadiri 15 orang orang tua remaja binaan Puskesmas Sungai Bilu, juga perwakilan lintas sektor terkait, seperti Camat Banjarmasin Timur, Lurah Sungai Bilu, Perwakilan Kapolsek Banjarmasin Timur, Perwakilan Danramil Banjarmasin Timur, Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Selatan, Badan Narkotika Nasional Kota Banjarmasin, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Bilu, Babinsa Kelurahan Sungai Bilu, Kepala Sekolah SMPN 7 Banjarmasin, Perwakilan Kepala Sekolah MI Khadijah Banjarmasin, dan juga Kader Posyandu.

BACA JUGA:  Puskesmas Pelangiran Sosialisasi 5 "O" Kepada Masyarakat

Revina Aditya Yosita, S.Farm., Apt,  menyampaikan tentang latar belakang terbentuknya ALIZA dan bentuk kegiatan ALIZA. Dalam kegiatan ini juga dilakukan sharing oleh Duta ALIZA, sebagai mantan pengguna Napza.

“Latar belakang terbentuknya ALIZA yakni masih tingginya angka penyalahgunaan NAPZA khususunya di kalangan Remaja di Kelurahan  Sungai Bilu terutama Alkohol, Rokok, dan Lem Fox”, ujar Revina selaku penggagas ALIZA.

Bentuk kegiatan ALIZA yakni edukasi kepada masyarakat, oleh masyarakat, untuk masyarakat dengan membentuk KAMPUNG PEDULI NAPZA. Sharing dari mantan pengguna NAPZA, bagaimana dulu ia terjerumus untuk mencoba NAPZA hingga titik balik ia ingin berhenti total.

Dalam sosialisasi kali ini juga dilakukan penyuluhan kesehatan dengan materi “Jauhi NAPZA” dari Apoteker, ‘Gizi Seimbang” oleh Nutrisionist, dan “Kesehatan reproduksi dan Kekerasan Pada Anak” oleh program PKPR Puskesmas Sungai Bilu, serta arahan langsung kepada masyarakat oleh Tim Polsek Banjarmasin Timur.

Dukungan dari lintas sektor dan program-program terkait sangat luar biasa, dan semuanya menyambut baik program ALIZA dengan memberikan komitmen dukungan terhadap program ini.

BACA JUGA:  Malam Tahun Baru, Ini Himbauan Persakmi Enrekang

Harapan dari adanya ALIZA yakni menumbuhkan kepedulian masyarakat bersama-sama Puskesmas dan linsek terkait untuk memberantas penyalahgunaan NAPZA di masyarakat.

Harapan dari Camat Banjarmasin Timur, agar ALIZA menjadi pelopor bagi Kelurahan lain untuk melakukan pemberantasan terhadap penyalahgunaan NAPZA dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.

Sharing is caring!

(Visited 70 times, 1 visits today)