Tantangan Puskesmas Sukarami Perjuangkan Imunisasi MR

Tantangan Puskesmas Sukarami Perjuangkan Imunisasi MR
Saat ini target imunisasi MR di wilayah kerja Puskesmas Sukarami telah mencapai 42% dan menjadi peringkat ke-6 Puskesmas dengan capaian tertinggi di Kabupaten Muara Enim dari total 22 puskesmas.

Fitriana Puspitarani

Pencerah Nusantara VI
Puskesmas Sukarami Muara Enim

Latest posts by Fitriana Puspitarani (see all)

Sejak tahun 2017, telah digalakkan Kampanye Imunisasi Measles-Rubella di Indonesia. Hal ini adalah salah satu bentuk strategi dalam merealisasikan komitmen Indonesia dalam mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2020.

Sasaran Imunisasi MR adalah seluruh anak usia 9 bulan sampai dengan <15 tahun dengan 2 tahap pelaksanaan yaitu tahap 1 Bulan Agustus – September 2017 di seluruh Pulau Jawa, dan tahap 2 di Bulan Agustus – September 2018 di seluruh Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Puskesmas Sukarami yang berlokasi di Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan menjadi salah satu FKTP yang bertugas menyukseskan Imunisasi MR di tahap kedua tahun ini.

Sosialisasi Imunisasi MR Puskesmas Sukarami

Puskesmas Sukarami memulai perjuangan sejak awal Agustus lalu, dengan melakukan sosialisasi kampanye Imunisasi MR kepada seluruh kepala sekolah dari 53 sekolah PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs di Kecamatan Sungai Rotan. Namun rupanya sekadar kampanye saja tidak cukup, hingga seminggu kemudian saat akan dilaksanakan launching Imunisasi MR di salah satu sekolah, tiba-tiba Kepala Sekolah membatalkan kegiatan Imunisasi MR di sekolahnya. Alasannya, belum adanya sertifikasi halal untuk Vaksin Measles-Rubella.

BACA JUGA:  Maksud Hati Mengadu Nasib di Jakarta, Takdir Berkata Lain, Pencerah Nusantara Jadi Jalan Hidupku Selanjutnya!

Tidak menyerah, berbekal dorongan dan motivasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim untuk tetap melanjutkan imunisasi MR namun tidak memaksa jika sekolah menolak, Tim Imunisasi MR Puskesmas Sukarami tetap melanjutkan kegiatan tersebut.

Jumlah Desa yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Sukarami adalah 19 desa dengan jumlah penduduk ±30.602 jiwa, ditetapkan target 3.663 siswa dari PAUD hingga SMP atau 95% dari jumlah total siswa. Masih berlanjut, saat ini target imunisasi MR di wilayah kerja Puskesmas Sukarami telah mencapai 42% dan menjadi peringkat ke-6 Puskesmas dengan capaian tertinggi di Kabupaten Muara Enim dari total 22 puskesmas.

Beguyur (Bahasa Belida: perlahan) selanjutnya mulai tanggal 27 Agustus 2018 akan dibuka pos imunisasi MR di Puskesmas Sukarami bagi anak yang tidak/belum mendapatkan imunisasi MR di sekolahnya. Kemudian di Bulan September akan dilakukan pemberian imunisasi MR untuk balita di posyandu dan/atau anak putus sekolah.

Dokter Pencerah Nusantara 6

Imunisasi MR diberikan kepada anak usia 9 bulan sampai dengan <15 tahun tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Imunisasi MR ini bersifat wajib dan tidak memerlukan individual informed consent, namun dalam pelaksanaannya masih terdapat orangtua/wali siswa yang menolak sehingga Tim Imunisasi juga menyiapkan surat pernyataan yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan/atau orang tua/wali murid.

BACA JUGA:  Team KPPBM PMI DIY Siap Sukseskan Imunisasi MR

Memberi Pengertian pada Orangtua, Tercapai Dukungan untuk Pelaksanaan Imunisasi MR

Setelah tersiar banyak kabar dan berita negatif tentang imunisasi MR, tentu saja banyak orangtua yang mulai ragu dan khawatir untuk mengijinkan anaknya menerima imunisasi MR. Meskipun telah dikampanyekan oleh Kementerian Kesehatan RI bahkan melalui media massa dan iklan televisi, rupanya hal tersebut belum mampu meyakinkan orang tua. Namun berbeda di salah satu sekolah di wilayah kerja Puskesmas Sukarami, alih-alih ditolak seperti yang terjadi di sekolah lain, Kepala Sekolah membantu memfasilitasi untuk pelaksanaan sosialisasi kepada orang tua/wali murid.

Sejak pagi orang tua/wali murid telah berkumpul di sekolah dan antusias dalam menerima penjelasan dari juru imunisasi Puskesmas Sukarami didampingi oleh Pencerah Nusantara Muara Enim. Berbekal leaflet sosialisasi kampanye imunisasi MR, jurim menjelaskan mekanisme imunisasi MR menggunakan bahasa daerah agar mudah dipahami. Setelah dilakukan sosialisasi dan tanya jawab, selanjutnya dilakukan penggalangan persetujuan untuk dilakukan imunisasi MR. Hasilnya, hanya 3 orang tua/wali murid yang menolak dengan beragam alasan; anak tidak mau diimunisasi atau orang tua khawatir. Di hari yang sama, imunisasi MR dilaksanakan dan dapat diselesaikan dalam waktu 2 hari.

BACA JUGA:  Dibuka Oleh Penasihat WHO Jender & Pemuda, Pencerah Nusantara 6 Mulai Dikarantina!

Telah ditetapkan oleh MUI, Imunisasi MR hukumnya Mubah

Menanggapi banyaknya penolakan dan keresahan masyarakat terhadap kehalalan vaksin MR, Kementerian Kesehatan RI berkoordinasi dengan MUI untuk mengeluarkan sertifikat. Tercatat tanggal 20 Agustus 2018 malalui Fatwa MUI nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR (Measles Rubella) Produk dari SII (Serum Institute of India) untuk Imunisasi telah ditetapkan secara hukum bahwa Imunisasi MR adalah mubah (diperbolehkan) meskipun setelah diteliti vaksin MR mengandung unsur babi. Belum ditemukan vaksin halal, namun ke depannya pemerintah harus berupaya menyediakan vaksin halal.

Walaupun telah ada Fatwa tersebut, rupanya masih tetap ada yang menolak imunisasi MR. Disinilah peran kita sebagai tenaga kesehatan diperlukan untuk memberikan penjelasan pada mereka yang awam. Pendekatan yang berbeda perlu dilakukan sesuai karakteristik masyarakat, bila diperlukan lakukan advokasi kepada pemangku kepentingan setempat. Karena imunisasi MR adalah sebuah bentuk ikhtiar kita untuk memerangi masalah kesehatan. Kita doakan saja, semoga Indonesia segera menciptakan vaksin yang halal sehingga tidak lagi ada keraguan dari masyarakat.

Sharing is caring!

(Visited 184 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *