You are here
Home > Berita Kesehatan > Tekan Angka Diare dan Penyakit Berbasis Lingkungan, Puskesmas Pelangiran Lakukan Pemicuan STBM

Tekan Angka Diare dan Penyakit Berbasis Lingkungan, Puskesmas Pelangiran Lakukan Pemicuan STBM

Tekan Angka Diare dan Penyakit Berbasis Lingkungan, Puskesmas Pelangiran Lakukan Pemicuan STBM

Sharing is caring!

STMB merupakan program nasional dibidang sanitasi berbasis masyarakat yang berbasis lintas sektoral, untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Program ini dicanangkan bulan Agustus 2008 oleh Menkes RI. Pada September 2008, STBM dikukuhkan sebagai strategi nasional melalui Kepmenkes No. 852/Menkes/SK/IX/2008. Strategi ini menjadi acuan bagi petugas kesehatan dan melalui Kepmenkes No 852/Menkes/SK/IX/2008.

BACA JUGA:  Untuk Mensukseskan STBM di Bantan, Peran Lintas Sektor dan Program Antar Puskesmas Sangat Penting

Pemicuan STBM Puskesmas Pelangiran

Strategi ini menjadi acuan bagi petugas kesehatan dan instansi yang terkait dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi terkait dengan sanitasi totak berbasis masyarakat. Strategi nasional STBM memiliki indikator outcome yaitu menurunnya penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan yang berkaitan dengan sanitas dan perilaku.

UPT Puskesmas Pelangiran sendiri memiliki tenaga ahli bagian kesling Wati, Amd.Keb, dan Promkes Wahyu Ramadhan, SKM yang turun langsung melaksanakan kegiatan pemicuan tersebut di Desa Teluk Bunian, Kecamatan Pelangiran yang merupakan daerah perairan.

Indikator yang harus dicapai dalam program ini diantaranya tentang:

  • air minum,
  • sanitasi, dan perilaku higiene,
  • mempunyai akses air bersih,
  • memiliki jamban sendiri dan
  • telah menggunakan jamban yang memenuhi syarat kesehatan,
  • mempunyai tempat pembuangan sampah di rumah,
  • memiliki saluran air limbah yang tertutup dan
  • cara cuci tangan yang baik dengan sabun.
BACA JUGA:  Pemerintah Desa Wewa Nyatakan Siap Membawa Desa Wewa Menjadi Desa STBM

Aktivitas Pemicuan STBM Puskesmas Pelangiran

Ada beberapa faktor yang kami jumpai dalam pendekatan ini, yaitu pola pikir masyarakat dalam pembuatan jamban sehat. Sebagian masyarakat tidak setuju untuk membuat jamban sehat dan sebagian ada yang setuju. Dari pendekatan ini menimbulkan kesadaran akan kondisi yang tidak bersih dan tidak nyaman ditimbulkan.

“Dari pendekatan ini juga ditimbulkan kesadaran bahwa sanitasi (BABS) adalah masalah bersama karena dapat berimpikasi kepada semua masyarakat sehingga pemecahannya juga harus dilakukan dan dipecahkan secara bersama ” ujar Wati.

Dengan menyadari kekuatan program STBM ini, Kepala UPT Puskesmas Pelangiran Imam Santoso, SST,FT, MM berharap penuh agar kegiatan ini mendapatkan apresiasi dan kiranya memberikan motivasi bagi tenaga tenaga kesehatan dalam mensukseskan strategi nasional STBM tersebut dalam rangka menyelesaikan masalah masalah kesehatan berbasis lingkungan, guna meningkatkan status kesehatan masyarakat.

BACA JUGA:  Cegah Diare, UPT Puskesmas Pelangiran Adakan Sosialisasi di Desa Bagan Jaya

Dengan demikian permasalahan lingkungan bukan hal yang mustahil untuk diselesaikan.

Serunya kegiatan Pemicuan STBM Puskesmas Pelangiran

Sharing is caring!

(Visited 37 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Top