Kegiatan VCT Mobile ini dapat berjalan dengan baik dengan pendanaan swadaya masyarakat khususnya pemuda pemudi dibantu oleh Kepala Desa (Kuwu) setempat.

Program P2 PMS (Penyakit Menular Seksual) adalah upaya terpadu lintas program dan lintas sektor yang ada di Puskesmas Krangkeng dengan sasaran seluruh lapisan masyakat. Program P2 PMS (Penyakit Menular Seksual) bertujuan untuk mengurangi mortalitas dan morbiditas berkaitan dengan Infeksi Menular Seksual (IMS).

Sebagian besar kasus HIV dan AIDS terjadi pada kelompok perilaku beresiko tinggi, maka program-program pencegahan dan pengendalian HIV dan AIDS memerlukan pertimbangan keagamaan, adat-istiadat dan norma-norma masyarakat yang berlaku disamping pertimbangan kesehatan.

Penularan dan penyebaran HIV/AIDS sangat berhubungan dengan perilaku beresiko, oleh karena itu pengendalian harus memperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh tehadap perilaku tersebut. Pekerja seks baik langsung maupun tak langsung adalah salah satu kelompok resiko tinggi penularan virus HIV. Mengingat waktu kerja mereka lebih banyak di malam hari dan istirahat di siang hari maka jadwal untuk memeriksakan diri mereka sangat jarang dilakukan.

BACA JUGA:  Puskesmas Krangkeng Edukasi Peserta BPJS Kesehatan Tentang DM & Hypertensi

Sehubungan dengan hal tersebut, maka sangat diperlukan layanan Mobile Clinic IMS dan VCT untuk mengakomodir kebutuhan kelompok resiko seperti ini. Sehingga perkembangan HIV/AIDS bisa ditekan. Pengungkapan kasus sedini mungkin sehingga sesegera mungkin dapat ditanggulangi sekaligus membantu pencegahan penularan kepada masyarakat lain.

Penyuluhan Kesehatan HIV AIDS di Dukuhjati Kec Krangkeng

Mobile Clinik kali ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Krangkeng. Selasa, 11 Desember 2018 bertempat di Desa Tanjakan; Kamis, 13 Desember 2018 di Desa Srengseng; Jum’at, 14 Desember 2018 di Desa Singakerta dan Sabtu 15 Desember 2018 di Desa Dukuh Jati. Petugas dari Puskesmas Krangkeng yaitu dr. Septiana Iriyanti, Nata, S.Kep.Ners., Herawati, S.Tr.Keb, Sopedah, S.Tr. Ak, Fuad Hasyim, SKM dan dari Setia Indonesia. Masyarakat yang hadir untuk test VCT dari kelompok resiko tinggi ada 20-40 orang.

BACA JUGA:  Jawab Kebutuhan Remaja, Posyandu Remaja Pertama di Indramayu Dibentuk

Kegiatan Mobile Clinic ini berupa penyuluhan HIV/AIDS dan IMS dengan mengundang kader kesehatan maupun kelompok resiko tinggi dan rentan tertular HIV-AIDS dan penyakit IMS dan VCT (Voluntary Counselling and Testing), yang dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya konseling dan tes sukarela, dalam hal ini adalah untuk tes HIV. Bagaimanapun, VCT adalah pintu masuk untuk membantu seseorang yang beresiko ataupun tidak beresiko terkena HIV untuk mendapat akses semua layanan baik informasi, edukasi, terapi, atau dukungan psikososial.

VCT Mobile Puskesmas Krangkeng

Jadi didalam VCT tidak ada pemaksaan, karena konteksnya kerelaan dari seseorang untuk melakukan tes HIV. Di dalam proses VCT yang ada adalah hubungan antara klien dan konselor, bukan hubungan antara pasien dan dokter. Dalam hubungan antara klien dan konselor semua keputusan ada di tangan klien, tentu setelah klien mendapat informasi yang cukup tentang HIV dan memahaminya. Dalam VCT terjadi saling percaya antara klien dengan konselor, kerelaan untuk tes HIV, rahasia terjamin, pelayanan nyaman, dan empati.Dengan VCT, jadi tahu:

  • ada atau tidak HIV di tubuh kita.
  • cara supaya tidak tertular atau menularkan
  • tempat periksa kesehatan dan layanan sosial yang diperlukan
  • bahwa bagi yang sudah terinfeksi HIV harus rajin berobat agar virus HIV di tubuh tidak bertambah banyak
BACA JUGA:  Wujudkan Keluarga Samawa & Keluarga Sehat, 30 Calon Pengantin Ikuti Suscatin

Peserta Penyuluhan HIV AIDS Dukuhjati Kec Krangkeng

Kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dengan pendanaan swadaya masyarakat khususnya pemuda pemudi dibantu oleh Kepala Desa (Kuwu) setempat. Program VCT Mobile ini bisa terus mendapat dukungan dari pemerintah, baik dalam bentuk dana maupun dukungan semangat. Karena dengan adanya program ini, pendeteksian dini HIV/AIDS bisa dilakukan, sehingga jika ditemukan kasus HIV/AIDS pun belum mengalami stadium lanjut.

Sharing is caring!

(Visited 157 times, 1 visits today)