Tenaga Kesehatan Berfikir dan Bersikaplah di Area Kesehatan
Tenaga kesehatan berperan penting dalam upaya mengedukasi masyarakat terutama tentang upaya pencegahan (Preventif) dan upaya peningkatan kesehatan (Promotif). Namun kadang amat disayangkan, alih-alih memberi penyadaran justru tenaga kesehatan juga berfikir dan bersikap seperti masyarakat awam.
Spread the love

M. Ali Eff Laman

Pemerhati Kesehatan, Pemerintahan, Sosial Kemasyarakatan.

Latest posts by M. Ali Eff Laman (see all)

“Meski kaya terhormat mulia, tapi pasti menderita, bila penyakit musuh utama datang menggoda.” (Mars Hidup sehat)

Kita semua sepakat, urusan kesehatan bukanlah urusan institusi kesehatan saja, melainkan urusan kita semua. Para ahli kesehatan sudah sepakat bahwa yang paling utama untuk meningkatkan derjat kesehatan bukan pelayanan kesehatan melainkan perilaku dan lingkungan yang paling berpengaruh.

Tetapi meskipun urusan bersama, tentu saja institusi kesehatan dalam hal ini tenaga kesehatan memiliki tanggungjawab untuk berpartisipasi secara aktif ikut memberikan penyadaran pada masyarakat awam akan pentingnya kesehatan. Tenaga kesehatan diharapkan memiliki pengetahuan yang lebih baik dibandingkan dengan masyarakat awam.

Tenaga kesehatan berperan penting dalam upaya mengedukasi masyarakat terutama tentang upaya pencegahan (Preventif) dan upaya peningkatan kesehatan (Promotif). Namun kadang amat disayangkan, alih-alih memberi penyadaran justru tenaga kesehatan juga berfikir dan bersikap seperti masyarakat awam.

Kita masih ingat kasus Ambulans Puskesmas Cikokol yang di bully oleh masyarakat karena tidak mengijinkan penggunaan Ambulans untuk mengangkut jenazah. Banyak tenaga kesehatan yang ikut-ikutan menghujat seperti orang awam. Padahal sebagai tenaga kesehatan tentu harusnya lebih memahami apa yang terjadi tersebut.

Tenaga kesehatan mestinya mampu memberikan pernyataan dan sikap serta pencerahan yang jelas sesuai dengan keilmuannya, bukan ikut-ikutan larut dengan emosi masyarakat awam atau terpengaruh dengan tekanan masyarakat awam.

Hari ini ada masalah lagi dengan pertarungan antara keilmuan kesehatan dengan tekanan masyarakat awam. Media masa menyebutnya KPAI vs Djarum.

Ilustrasi Industri Rokok

Kita semua tahu bahwa Djarum adalah Brand dari sebuah industri rokok, dan Djarum Foundation adalah bukan mustahil adalah CSR industri rokok. Sebagai layaknya sebuah industri biaya yang dikeluarkan untuk promosi adalah hal yang biasa meskipun dikemas dengan berbagai nama : dukungan, pembinaan, club, beasiswa, semua itu tentu sebuah bentuk promosi produk.

Mestinya sudah tidak ada perdebatan lagi soal bahaya rokok dalam ilmu kesehatan, tidak ada tawar-menawar. Rokok berbahaya bagi kesehatan itu pernyataan yang sudah final. Sebagai tenaga kesehatan sudah seharusnya mendukung upaya kesehatan.

Jangan biarkan industri-industri rokok dengan kemampuan promosinya mampu memasuki (baca:merasuki) kebijakan negara ini lewat duta-duta nya yang duduk di kursi para pengambil keputusan dan terus merambah dengan berbagai cara menjadikan generasi muda sebagai brand ambassador dari produk mereka.

Ayo ambassador kesehatan tunjukan keahlianmu!

Sumber Gambar: jawapos.com 

Sharing is caring!

(Visited 135 times, 1 visits today)