You are here
Home > Inspirasi Kesmas > Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung, “Ubah Stigma Negatif Penderita Kusta”

Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung, “Ubah Stigma Negatif Penderita Kusta”

Tim Nusantara Sehat Sungai Guntung, Ubah Stigma Negatif Penderita Kusta

Sharing is caring!

Penyakit Kusta merupakan penyakit menular yang menyerang kulit, sistem syaraf perifer, selaput lendir pada saluran perapasan atas dan mata. Penyakit ini disebabkan oleh sejenis bakteri yang berkembang di dalam tubuh.

Umumnya masyarakat menghindari pada penderita penyakit ini. Bahkan ada yang menyebutnya seperti penyakit kutukan. Stigma ini akan membuat orang yang memiliki penyakit kusta, hidupnya seakan menjadi terpinggirkan dan cenderung berkoloni.

BACA JUGA:  Wabup Rohil Teken MOU Program Nusantara Sehat

Saat sebagian besar masyarakat menganggapnya jijik dan menjauhi penyakit kusta atau lepra ini, Tim Nusantara Sehat justru bersikap sebaliknya untuk melakukan sosialisasi perawatan kusta.

Dalam kegiatannya di Aula UPT Puskesmas Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (15/06/2017) Ns. Hendri Hardi Wiradinata, S.Kep (Tim Nusantara Sehat) mejelaskan tujuan dari kegiatan tersebut kepada pasien/ keluarga pasien untuk mengetahui cara perawatan penyakit tersebut.

“Acara hari ini, sosialisasi tentang perawatan kusta di rumah. Sasaran pasien kusta dan keluarganya tujuannya untuk mengetahui apa itu kusta, penyebab, dan cara penularannya. Kami sampaikan juga bagamana cara pengawasan minum obat pada penderita, sehingga dapat mereka lakukan perawatan sederhana dirumah agar tidak terjadi komplikasi lebih parah dari penyakit tersebut.”  ujar Hendri.

BACA JUGA:  Nusantara Sehat Puskesmas Nualain Bentuk Kader Kesehatan Sekolah

Sosialisasi yang dilakukan dengan cara penyampaian materi oleh tenaga kesehatan kepada pasien, keluarga pasien dan masyarakat dengan media powerpoint kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sementara untuk pelayanan kesehatan, UPT Puskesmas Sungai Guntung juga membuka pos pemeriksaan baik di puskesmas induk, puskesmas pembantu di desa maupun kelurahan.

Penderita kusta yang tak melakukan self care memiliki resiko lebih tinggi mengalami kecacatan. Seringkali pula penderita kusta datang ke fasilitas pelayanan kesehatan sudah dalam keadaan terlambat dan dalam keadaan cacat.

“Padahal penyakit ini dapat dicegah dengan cara melakukan budaya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di dalam kehidupan sehari-hari.” ungkap Hendri yang merupakan Perawat Tim Nusantara Sehat.

(Visited 145 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Top