Tim Pelayanan Terpadu Puskesmas Biji Nangka Jangkau Daerah Sulit dan Terpencil

Tim Pelayanan Terpadu Puskesmas Biji Nangka Jangkau Daerah Sulit
Puskesmas Biji Nangka melakukan pelayanan luar gedung secara terpadu dan terintegrasi di daerah sulit dan terpencil, Sabtu 21 Juli 2018.
Agus Salim, SKM

Agus Salim, SKM

PJ Promosi Kesehatan
Puskesmas Biji Nangka Kec. Sinjai Borong
Kab. Sinjai Prov. Sulsel
Agus Salim, SKM

Puskesmas Biji Nangka melakukan pelayanan luar gedung secara terpadu dan terintegrasi di daerah sulit dan terpencil Panniki Dusun Bolalangiri Desa Bonto Katute, Sabtu 21 Juli 2018.

Puskesmas Biji Nangka merupakan salah satu dari 16 puskesmas yang ada di Kabupaten Sinjai dengan status Puskesmas terpencil. Untuk wilayah sendiri Puskesmas Biji Nangka membina 4 desa dan 1 diantaranya Desa Bonto Katute dengan status desa yang sulit terpencil.

BACA JUGA:  Menyulam Masa Depan Kesehatan Sinjai, Petugas Puskesmas Biji Nangka Lakukan Pelayanan Kesehatan di Daerah Sulit & Terpencil

Hari ini, Sabtu tanggal 21 Juli 2018 kami melakukan pelayanan di luar gedung salah satu tujuannya untuk menjangkau seluruh masyarakat yang ada diwilayah kerja Puskesmas Biji Nangka khususnya memberikan pelayanan di daerah sulit dan terpencil.

Ada beberapa pelayanan kesehatan yang dilakukan di masyarakat diantaranya sosialisasi Imunisasi MR, penyuluhan kesehatan, pos pembinaan terpadu (posbindu), deteksi dini TB bagi populasi beresiko serta program Pendataan Keluarga Sehat (PIS-PK), ungkap Andi Syamsinar, SKM selaku Kepala Puskesmas Biji Nangka.

Tim pelayanan terpadu yang turun diantaranya Kepala Puskesmas Pembantu, Bidan Desa, Penanggung Jawab Promosi Kesehatan, Pengelola PTM, Pengelola P2TB, Laboran, Pengelola Kesehatan Lansia, Pengelola Jiwa, Pengelola GIF, dan beberapa staf lainnya.

BACA JUGA:  Menggalang Dukungan Pelaksanaan Imunisasi MR Melalui Pertemuan Lintas Sektor

“Untuk menjangkau lokasi yang dituju, tim yang berjumlah 13 orang harus menggunakan kendaraan roda dua dengan waktu tempuh sekitar 60 menit dan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 90 menit. Hujan yang deras membuat perjalanan tim semakin berat karena licinnya jalan ditambah dengan jalan yang sempit, jurang, serta tim harus melalui beberapa anak sungai.” ungkap Nawirah, Amd.Keb, Kepala Pustu Desa Bonto Katute.

Sharing is caring!

(Visited 190 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *