Tim Saber Pungli Sergap Bagi-bagi Uang Puskesmas Jatinom Klaten
Tim Saber Pungli Klaten menyergap aksi yang diduga bagi-bagi uang di kantor Puskesmas, Jatinom. Barang bukti uang sekitar Rp 5 juta diamankan dari lokasi.

Tim Sapu Bersih Pungli (Saber Pungli) Kabupaten Klaten menyergap aksi yang diduga bagi-bagi uang di kantor Puskesmas, Kecamatan Jatinom. Barang bukti uang sekitar Rp 5 juta diamankan tim dari lokasi.

Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Klaten, Kompol Hari Sutanto mengatakan operasi tangkap tangan (OTT) itu bermula dari adanya laporan masyarakat. ”Dari laporan itu kami tindaklanjuti,” jelasnya, Rabu (14/6).

BACA JUGA:  Dinkes Klaten Datangkan Komisi Ahli Untuk Tanggulangi Leptospirosis

Menurutnya, barang bukti sementara yang diamankan tim berupa uang yang besarnya sekitar Rp 5 juta. Kasus OTT itu saat ini kelanjutannya masih menunggu gelar perkara di Polres maupun di Polda Jateng.

Wakapolres Klaten itu masih enggan menjelaskan saat ditanya siapa tersangka dan detail uang tersebut dengan alasan masih diproses tim. Untuk menentukan tersangka dan memastikan asal usul uangnya, tim masih menunggu hasil gelar perkara.

Penyergapan itu menurut keterangan terjadi pada Selasa (13/6) sekitar pukul 12.00. Tim yang mendatangi Puskesmas langsung masuk dan memeriksa salah seorang staf Puskesmas Jatinom di ruangan. Tim selama dua jam berada di lokasi dan keluar dengan membawa beberapa barang bukti.

BACA JUGA:  Dirjen Pelayanan Kesehatan Klarifikasi Perkataan Bambang Wibowo saat Kunjungan ke Puskesmas

Uang Jasa

Saat ditanya soal OTT tim Saber Pungli, Kepala Puskesmas Jatinom, dokter Evi Kusumawati meminta agar ditanyakan ke kepala dinas sebab semua sudah dilaporkan. “Maaf saya mau rapat dulu, sudah ditunggu,” katanya sambil berlalu pergi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, dokter Cahyono Widodo membenarkan ada OTT di Puskesmas Jatinom itu. Dari hasil laporan jajarannya ke Dinas, yang ditangkap saat OTT tim Saber Pungli adalah staf di Puskesmas bukan pejabat Puskesmasnya. Yang diduga sebagai uang pungli dan dibawa tim merupakan uang sisa jasa pelayanan.

Uang itu biasa dikumpulkan para staf dan dibagi sehingga bukan uang yang berasal dari suap atau pungutan liar masyarakat. Juga bukan uang proyek atau dari pihak tertentu. Dengan kejadian itu, Dinas sudah bertemu dengan kepala puskesmasnya.

BACA JUGA:  Dinkes Klaten Gelar Imunisasi Serentak pada Agustus-September 2017

Sumber suaramerdeka.com

Sharing is caring!

(Visited 719 times, 1 visits today)