Tingkatkan Kualitas Pelayanan, RS UII Siapkan Pokja Akreditasi Rumah Sakit
Untuk meningkatkan kualiatas layanan kesehatan sesuai dengan visinya, RS UII melakukan persiapan Akreditasi RS dengan menyiapkan Pokja Akreditasi.

Berdasarkan UU no 44/2009 Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan, kemajuan teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang harus tetap mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu dan terjangkau oleh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Dari pengertian diatas, dapat dilihat bahwa diharapkan setiap rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang baik dan maksimal kepada seluruh masyarakat, selain sarana prasarana rumah sakit yang baik juga tenaga kesehatannya yang profesional dirumah sakit.

Hal tersebut sesuai dengan visi RS Universitas Islam Indonesia yaitu terwujudnya Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia sebagai rumah sakit Rahmatan Lil’Alamin melalui komitmen pada kesempurnaan kualitas layanan kesehatan berbasis syariah.

BACA JUGA:  RS UII Gandeng PMI Yogyakarta Gelar Acara Donor Darah

Untuk meningkatkan kualiatas layanan kesehatan sesuai dengan visinya itu, RS UII melakukan persiapan Akreditasi dengan menyiapkan Pokja Akreditasi yang bertujuan untuk mempersiapkan segala kebutuhan terkait Akreditasi rumah sakit yang nantinya diharapkan akan menghasilkan hasil paripurna sehingga tercipta pelayanan yang sempurna.

Apa Itu Akreditasi Rumah Sakit?

Akreditasi Rumah Sakit adalah suatu pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada manajemen rumah sakit, karena telah memenuhi standar yang ditetapkan. Menurut Permenkes No 34 Tahun 2017 disebutkan bahwa setiap rumah sakit wajib terakreditasi dan diselenggarakan secara berkala paling sedikit setiap tiga tahun.

Mengapa Harus Akreditasi Rumah Sakit?

Selain karena wajib, diharapkan setelah rumah sakit terakreditasi dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, memberikan yang terbaik baik serana prasarananya maupun tenaga kesehatannya. Selain itu terakreditasinya rumah sakit merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan/ memperpanjang ijin rumah sakit. Untuk bisa berkerja sama dengan BPJS Kesehatan pun demikian.

BACA JUGA:  RS UII Gandeng PMI Yogyakarta Gelar Acara Donor Darah

Pokja Akreditasi, Penting Disiapkan

RS UII berusaha mempersiapkan sebaik mungkin tahapan persiapan Akreditasi rumah sakit dengan memilih orang orang yang dipandang mampu untuk bisa menyiapkan Akreditasi rumah sakit, mengingat akreditasi rumah sakit ini merupakan proses yang membutuhkan waktu cukup panjang untuk bisa mempersiapkannya seperti mulai dari menyusun dokumen berupa regulasi internal rumah sakit, serta bukti bahwa petugas rumah sakit mematuhi seluruh regulasi tersebut.

RS UII mempersiapkan 16 Pokja, dimana RS UII memiliki tujuan untuk bisa melakukan Akreditasi paripurna. Dalam menentukan Pokja tersebut, masing masing ketua Pokja melihat masing masing elemen penilaian standar akreditasi dimana akan terlihat kebutuhan tim Pokja tersebut. Pemilihan tim Pokja memang menjadi penting karena nantinya merekalah yang akan banyak bekerja untuk menyiapkan dokumen serta sosialisasi tentang penerapannya kepada para pelaksana pelayanan.

Langkah Awal Persiapan Akreditasi RS UII

Kegiatan “Overview Awal Akreditasi” ini merupakan langkah awal RS UII untuk memberikan gambaran dan suntikan semangat kepada seluruh Tim Pokja RS UII. Banyak hal yang disampaikan, diantaranya adalah perubahan paradigma tentang Akreditasi KARS dimana keterlibatan pemilik/ yayasan sangatlah penting, dimana akan ada wawancara disalah satu Standar Akreditasi.

BACA JUGA:  RS UII Gandeng PMI Yogyakarta Gelar Acara Donor Darah

Selain itu peran Direktur juga menjadi sentral, Direktur akan terlibat langsung dalam proses persiapan Akreditasi dan saat pelaksanaan survey Akreditasi nanti, Direktur rumah sakit diminta untuk melakukan presentasi mengenai peningkatan mutu dan keselamatan pasien serta Program Nasional.

Di Akreditasi ini kepatuhan terhadap standar yang ada dinilai dengan beberapa metode seperti metode telusur, dimana Surveyor akan melakukan telusur ke lapangan, melihat secara langsung pelaksanan pelayanan rumah sakit.

Terakhir, yang penting diperhatikan adalah bahwa seluruh standar dan elemen penilaian yang ada di Standar Akreditasi masing masing memiliki makna sehingga wajib dibaca, dan dipahami agar dapat diketahui kebutuhan masing masing Standar Akreditasi.

Suntikan semangat pun disampaikan, “Terlalu mahal jika Akreditasi hanya diniatkan untuk mendapatkan selembar sertifikat. Akreditasi harus digunakan sebagai sarana untuk quality improvement dan patien safety” begitu kurang lebih yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Sukses selalu untuk RS UII, semoga Proses Persiapan Akreditasi ini dapat berjalan lancar.

Sharing is caring!

(Visited 58 times, 1 visits today)