Triad Kearifan Lokal Wajah Penulisan Ilmiah Kesehatan

Triad Kearifan Lokal Wajah Penulisan Ilmiah Kesehatan
Jika dipetakan menurut triad epidemiologi, aspek host, agent dan environment, Indonesia memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh negara lain.
Deni Frayoga, S.KM

Deni Frayoga, S.KM

Team Leader Pencerah Nusantara Mamuju Utara
UPTD Kesehatan Randomayang
Trans Sulawesi Street, Bambalamotu Village, North of Mamuju District, West Sulawesi, Indonesia
Deni Frayoga, S.KM

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak kekayaan kearifan lokal yang tidak dimiliki oleh negara lain. Banyak abiotik, biotik maupun budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai riset di bidang kesehatan. Jika dipetakan menurut triad epidemiologi, dari aspek host, agent dan environment di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain.

BACA JUGA:  Ini Peran Epidemiologi yang Perlu Mahasiswa Kesmas Tahu

Host, memiliki ciri khas tersendiri yang tercermin dari budaya. Riset di bidang kesehatan dapat memanfaatkan aspek tersebut, sehingga menghasilkan artikel ilmiah yang sangat bernilai untuk publikasi di jurnal nasional maupun internasional.

Penelitian tersebut tidak harus bersifat kualitatif tapi juga dapat dilakukan melalui riset kuantitatif. Kita harus pandai melihat segala fenomena yang terjadi pada masyarakat daerah di Indonesia untuk diangkat pada sebuah riset yang akan dijadikan sebagai jurnal penelitian.

Seperti riset kajian budaya terhadap masalah kesehatan, mengangkat variabel yang justru akan dinilai unik. Setiap daerah memiliki budaya yang berbeda, yang  menjadi nilai lebih untuk riset. Indonesia juga memiliki kesenian daerah seperti tari, upacara ritual keagamaan yang selama ini dianggap sebagai mitos penyembuhan dan kesenian lainnya dapat dijadikan sebagai riset.

BACA JUGA:  Kalahkan Tuan Rumah, Tim FKM UAD Raih Juara 3 Lomba Debat di UI

Di masyarakat suku banjar Kalimantan Selatan mengenal kesenian yang bernama madihin, sebuah nyanyian yang berisi cerita ataupun pesan yang dapat dimanfaatkan sebagai media promosi kesehatan.

Dilakukan penelitian  dengan cara mengukur efektivitasnya, atau perubahan pengetahuan dan perilaku. Tentu jika dijadikan sebagai jurnal ilmiah yang dipublikasi akan menjadi rujukkan pembelajaran antropologi kesehatan.

Agent yang dimiliki Indonesia ada yang tidak ada di wilayah lain. Tentu kita mengenal cacing Buski yang hanya ada di Kalimantan Selatan. Para peneliti datang ke Kalimantan Selatan untuk melakukan riset dan hasilnya dipublikasi secara internasional.

Tapi sangat disayangkan banyak peneliti tersebut berasal dari luar negeri. Sungguh sangat ironis, kita sebagai pemilik Indonesia tetapi hanya bisa membaca saja jurnal yang penelitiannya ditulis peneliti luar negeri yang meneliti di Indonesia.

BACA JUGA:  Bukan Pegawai Biasa, Keahliannya Sebagai Intelijen Dibidang Penyakit

Environment Indonesia memiliki kondisi geografis yang sangat unik, dan setiap musim selalu menghasilkan dampak kesehatan. Kondisi geografis dapat menjadi riset yang berkaitan dengan gizi dan pangan, yang sebagai implikasinya terhadap penyakit akibat rawan pangan. Musim di Indonesia meskipun hanya memiliki 2 musim sering menghasilkan masalah kesehatan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Jika kita mampu ekplorasi melalui riset dan dituangkan melalui jurnal ilmiah yang dipublikasikan tentu akan sangat menaikkan nama Indonesia dalam dunia pendidikan. Hasil penelitian tersebut tentu akan menjadi bahan yang efektif dalam advokasi kebijakkan strategis baik kepada WHO, FAO maupun lembaga internasional sehingga Indonesia terbantu dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan.

Sharing is caring!

(Visited 193 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *