You are here
Home > Inspirasi Kesmas > Untuk Mensukseskan STBM di Bantan, Peran Lintas Sektor dan Program Antar Puskesmas Sangat Penting

Untuk Mensukseskan STBM di Bantan, Peran Lintas Sektor dan Program Antar Puskesmas Sangat Penting

Untuk Mensukseskan STBM di Bantan, Peran Lintas Sektor dan Program Antar Puskesmas Sangat Penting
Agus Supriyono

Agus Supriyono

Nusantara Sehat 1, Batch 2
Sanitarian Puskesmas Selatbaru Kab Bengkalis
Alumni Jurusan Kesling, Poltekkes Kemenkes
Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau.
Agus Supriyono

Sharing is caring!

Saya mengikuti program nusantara sehat ini, merupakan suatu kebanggaan bagi saya, sebuah program berbasis  tim dari Kementrian Kesehatan, guna mengatasi masalah kesehatan kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,  yang penempatannya di Daerah Terpencil Perbatasan Kepulauan (DPTK) dan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK).

BACA JUGA:  2019, Universal Akses Sanitasi dan Air Minum Bagi Masyarakat

Saat ini sya ditempatkan di Puskesmas Selatbaru Kecamatan Bantan Kabupeten Bengkalis, berbatasan langsung dengan Malaysia. Puskesmas Selatbaru memiliki wilayah kerja 14 desa. Tugas berat untuk mendeklarasikan semua desa. Saat ini baru 3 desa yaitu Desa Resam Lapis, Desa deluk  dan Bantan Tua, yang melakukan deklarasi Stop Buang Air Sembarangan (SBS).

Saya bersama rekan, Rosmaini, sanitarian Puskesmas Selatbaru, dibantu Faskab Kabupeten Bengkalis, berintegrasi dengan penanggung jawab program promosi kesehatan yaitu Ibu Linda Hariyani, melakukan pemicuan Stop Buang Air Besar Sembarangan di semua Desa.

Tidak hanya pemicuan saja, kami juga melakukan tindak lanjut melakukan kunjungan ke rumah-rumah yang tidak memiliki jamban. Di bantu oleh Kepala Desa, ternyata cara ini lebih efektif. Setelah didampingi secara terus menerus, keluarga tersebut akhirnya memiliki jamban sederhana.

BACA JUGA:  Warga Dusun Ngrandu Merencanakan Pembuatan Sarana Pengelolaan Air Limbah

Kami melibatkan Kepala Desa dan Bidan Desa untuk melakukan verifikasi kalo desa tersebut sudah tidak buang air besar sembarangan.

Selain itu, untuk melakukan percepatan Stop Buang Air Besar Sembarangan, kami melakukan pertemuan lintas sektor, dihadiri Kepala Desa seluruh wilayah kerja Puskesmas Selatbaru dan Kasi Penyehatan Lingkungan  yaitu Bapak Edi sudarto, SKM. Tujuannya mengadvokasi Kepala Desa untuk melakukan Deklarasi Desa SBS.

Setelah di verifikasi, 11 desa dinyatakan  SBS, dan 3 desa yang belum. Kami targetkan 2019 seluruh desa sudah mendeklarasikan SBS,.

Advokasi sangat sulit dilakukan karena kepala desa masih Pj, sehingga untuk menganggarkan acara deklarasi, tidak dapat memutuskan. Kami terus melakukan pendekatan dengan 3 desa ini untuk segera mendeklarasikan desanya.

BACA JUGA:  Masyarakat Dusun Ngrandu Komitmen Laksanakan 5 Pilar STBM Secara Bertahap

Memang sedikit sulit melakukan advokasi SBS karena masih dianggap tidak penting. Namun kami pantang menyerah memberikan penjelasan kepada pengambil kebijakan bahwa STBM ini penting dan merupakan program Prioritas saat ini.

Sharing is caring!

(Visited 47 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Top