Upaya Mahasiswa dalam Mematahkan Stigmatisasi terhadap Penyandang Gangguan Spektrum Autisme dan Sindrom Down
Melalui acara AMSA Day 2020, panitia berharap agar dapat meningkatkan wawasan masyarakat sedikit demi sedikit agar tercipta Indonesia yang lebih sehat serta lebih peduli terhadap pasien dengan Gangguan Spektrum Autisme dan Sindrom Down.

Gangguan Spektrum Autisme merupakan suatu kondisi gangguan perkembangan yang menimbulkan tantangan dalam hubungan sosial, komunikasi, dan perilaku dimana sebanyak 1 dari 54 anak secara global menderita kondisi tersebut.  Sindrom Down merupakan suatu kelainan genetik pada seseorang yang mengakibatkan penderitanya memiliki kelainan fisik dan tingkat kecerdasan yang rendah dan juga merupakan penyakit kelainan genetik (kromosomal) yang paling umum terjadi.

Namun, diskriminasi sosial dan ​ableism terhadap orang-orang dengan kebutuhan khusus kini masih sering terjadi. Padahal, orang-orang dengan kebutuhan khusus, termasuk anak dengan Gangguan Spektrum Autisme dan Sindrom Down memiliki potensi yang jika dikembangkan dapat menjadi sangat baik. Oleh sebab itu, tahun ini AMSA Day mengangkat permasalahan terkait Gangguan Spektrum Autisme dan Sindrom Down.

AMSA Day merupakan acara tahunan yang dilaksanakan oleh anggota Youth AMSA-UI yang bertujuan untuk mengabdi kembali kepada masyarakat. Setiap tahunnya, AMSA Day mengambil tema serta pendekatan yang berbeda-beda. Kali ini, AMSA Day bekerja sama dengan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) membawakan tema Autism Spectrum Disorder & Down Syndrome: Fight Against Stigmatization. Tindakan nyata dari para pemuda tersebut sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap International Youth Day yang bertepatan pada tanggal 12 Agustus.

Rangkaian acara AMSA Day sudah dimulai sejak tanggal 2 Agustus 2020 berupa kampanye online di media sosial untuk mengedukasi masyarakat terhadap informasi seputar Gangguan Spektrum Autisme dan Sindrom Down. Selain itu, dilaksanakan juga berbagai challenge interaktif, seperti membuat video TikTok dan karya seni dengan tagar #DanceforDown dan #ArtforAutism. Setiap orang yang melakukan challenge berkontribusi dalam memberikan donasi sebesar sepuluh ribu rupiah tiap challenge yang dilakukan kepada POTADS. Diagnos Lab Klinik turut membantu dalam pemberian donasi tersebut. Selain kampanye dan challenge interaktif, AMSA Day 2020 juga melakukan penjualan dan menggalang dana untuk diberikan kepada POTADS. Publikasi acara AMSA Day 2020 juga dibantu oleh dua media partner, yakni Kesmas-ID dan QualityTine.

Acara puncak AMSA Day 2020 dilaksanakan secara online pada 9 Agustus 2020. Acara puncak diawali dengan webinar mengenai tema AMSA Day 2020 yang dibawakan oleh dua narasumber, yaitu Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, Sp.KJ (K), MIMH, PhD dan dr. Kusuma Minayati, Sp.KJ. Materi yang dibawakan dalam webinar tersebut terdiri atas penjelasan umum mengenai Gangguan Spektrum Autisme dan Sindrom Down, kondisi psikis penyandangnya, serta peran masyarakat dalam mematahkan stigma negatif yang ada. Webinar berlangsung selama dua jam, pukul 12.45–14.45 WIB, dan dihadiri oleh 400 peserta.

Setelah webinar, acara AMSA Day 2020 dilanjutkan dengan kegiatan bakti sosial bersama POTADS. Kegiatan bakti sosial tersebut terdiri dari senam bersama, workshop seni, sesi sharing, dan pentas seni yang dilakukan oleh para panitia AMSA Day 2020 bersama anak-anak dari POTADS. Acara ditutup dengan pemutaran video persembahan dari AMSA Day 2020 untuk POTADS.

Melalui acara AMSA Day 2020, panitia berharap agar dapat meningkatkan wawasan masyarakat sedikit demi sedikit agar tercipta Indonesia yang lebih sehat serta lebih peduli terhadap pasien dengan Gangguan Spektrum Autisme dan Sindrom Down.

Sharing is caring!

(Visited 40 times, 1 visits today)